
Seperti yang dikatakan Yun Lian pada Ji Wentian bahwa pemuda itu adalah lawan yang lebih merepotkan dibandingkan lainnya. Sedangkan sebaliknya, Ji Wentian menganggap gadis itu sebagai lawan yang mengerikan sejauh yang dia ingat pada tingkat yang kurang lebih sama.
Yun Lian merasa jengkel karena tidak bisa mengurangi jarak sehingga lebih dekat dan memberikan luka pada Ji Wentian karena sihir unsur tanah pemuda itu menyulitkan dirinya melakukan hal itu.
Merasa percuma dan terlalu membuang tenaga mengandalkan Tapak Awan Maut sebagai serangan mematikan jarak dekat, Yun Lian terpikirkan sebuah cara yang terpaksa dia ambil. Dia tidak bisa membuang waktu lebih lama lagi dan ingin menyelesaikannya secepat mungkin.
Cara ini menggunakan keistimewaan lain yang Yun Lian miliki sejak lahir, yaitu sepasang mata yang termasuk salah satu dari tujuh puluh dua jenis Mata Surgawi bernama Mata Giok Darah.
Tidak ada satupun yang menyadari Yun Lian terlahir dengan mata khusus ini, sampai suatu hari Yun Lian berhasil membangkitkannya karena terus saja merasa sedih, terpuruk, dan menangis karena kehilangan kedua orangtuanya yang tewas dalam perang lanjutan dua puluh tahun lalu.
Yun Ming merasa keistimewaan cucu perempuannya adalah kelangkaan dalam seribu bahkan sepuluh ribu tahun sekali yang pernah tercatat dalam sejarah dunia kultivator. Khususnya untuk Sekte Awan Bulan, kelahirannya adalah keistimewaan yang pertama kalinya dalam sejarah sekte.
Tidak hanya bakat kultivasi tinggi yang ditunjang dengan memiliki mata dan tubuh khusus, Yun Lian diberkahi langit sebagai gadis yang tumbuh dewasa dengan kecantikan luar biasa sampai dijuluki sebagai Peri Awan Darah.
Berhasil membangkitkan Mata Giok Darah adalah satu hal, melatihnya adalah hal lain. Yun Ming sekalipun menyadari kesulitan yang dihadapi cucu kesayangannya saat berlatih untuk mengasah kemampuan mata khususnya itu.
Latihan yang dijalani sangat melelahkan karena begitu menguras mental dan tenaga. Meskipun sudah menjalani latihan tertutup demi berhasil mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas, Yun Lian masih kesulitan mengendalikan kekuatan mata khususnya dalam jangka waktu lama.
Mata Giok Darah yang dimiliki oleh Yun Lian memiliki kelebihan yang menakutkan. Catatan sejarah mengatakan mata ini mampu menciptakan, membaca, dan menghalau segala jenis ilusi. Jika dilatih semakin jauh, bahkan mampu merasuki dan mengendalikan pikiran seseorang yang kekuatannya dibawah si pemilik mata seperti halnya Sihir Jiwa.
Cara paksa yang dilakukan karena kondisi mendesak tentu saja mengandung resiko, sekecil apapun itu. Yun Lian mengambil langkah ini demi menghemat waktu. Setelah mengalirkan Qi pada kedua matanya, Yun Lian membukanya perlahan dan bertatapan dengan sepasang mata Ji Wentian.
Saat pandangan mata keduanya bertemu, Yun Lian berhasil menjebak penglihatan Ji Wentian. Terbukti lari pemuda itu berhenti dan wajahnya terlihat terkejut. Yun Lian dengan cepat mengurangi jarak untuk memberikan serangan tapak.
Dari sudut pandang Ji Wentian, saat mata mereka saling bertatapan, sekejap kemudian Ji Wentian kehilangan penglihatannya. Hanya ada pemandangan gelap seperti malam hari tanpa penerangan atau saat dia memejamkan mata ketika tidur.
"Apa yang..."
Ji Wentian sempat panik dan kebingungan. Sebelum dia mencerna situasinya, dia mendapatkan kembali penglihatannya dan menemukan Yun Lian tepat didepannya, melancarkan sebuah serangan Tapak Awan Maut.
Ji Wentian merasa dadanya terkena hantaman yang begitu kuat, membuat dirinya terdorong mundur beberapa langkah, tidak terpental dan terhempas seperti yang diharapkan Yun Lian.
Satu tegukan darah Ji Wentian muntahkan saat dirinya berhasil menguasai diri sambil memegang dadanya yang begitu sakit, tetapi kuda-kudanya dalam posisi lemah. Yun Lian memanfaatkan kondisi yang tidak menguntungkan itu untuk menyerang Ji Wentian kembali.
Serangan yang kedua ini bisa Ji Wentian hadapi meskipun harus berusaha payah. Ji Wentian menarik napas dan mengalirkan Qi pada tangan kanannya untuk menahan tapak Yun Lian.
"Ugh..."
Satu detik setelahnya, bersamaan dengan Yun Lian yang ingin menyerang kembali, sesuatu berwarna kuning terang melesat menuju ke arahnya. Sebuah petir yang berhasil dihindari Yun Lian tepat waktu dan menemukan serangan tiba-tiba itu berasal dari gadis bercadar kuning.
Itu adalah Huang Mingzhu yang berlari cepat melewati Ji Wentian dan memutuskan bertarung dengan Yun Lian. Ji Wentian tidak bisa menghentikan Huang Mingzhu karena kesulitan mengeluarkan suara. Bing Xinhai segera membantunya menjauh setelah diminta oleh Huang Mingzhu.
Beberapa waktu sebelum Ji Wentian mendapat serangan Tapak Awan Maut dari Yun Lian, Huang Mingzhu terkejut saat melihat kedua mata gadis aliran hitam itu memancarkan cahaya merah. Sebagai sesama pemilik salah satu Mata Surgawi, akan sangat bodoh dia tidak mengenali jenis mata yang Yun Lian miliki.
Huang Mingzhu hanya menyesali keterlambatannya menyadari lebih awal keanehan pada warna mata Yun Lian saat dia melihat gadis itu pertama kalinya. Dia memang menyadari ada hal yang tidak biasa pada Yun Lian, tetapi terlambat menyadari hal yang tidak biasa itu akan memberikan dampak buruk pada Ji Wentian.
Pengetahuannya tentang Mata Surgawi terbilang baik. Dia mempelajari dan menghafal semua jenis Mata Surgawi setelah mengetahui dirinya juga termasuk salah satu orang yang terlahir dengan keistimewaan itu.
Mata Hati Emas yang Huang Mingzhu miliki memiliki kemampuan lain seperti Mata Giok Darah Yun Lian. Perbedaannya dia tidak bisa menciptakan ilusi. Lawan alami kemampuan mata Yun Lian adalah matanya. Itulah satu-satunya alasan Huang Mingzhu menyerang Yun Lian.
Pedang keperakan Huang Mingzhu sudah terhunus dan menyerang Yun Lian yang terpaksa bergerak mundur dan menghindar. Pola permainan pedang Huang Mingzhu lebih baik dari Shen Qi, sehingga Yun Lian sulit membaca arah serangannya. Dia merasa sedang berhadapan dengan orang yang sedang menari sambil membawa pedang.
Huang Mingzhu menggunakan ilmu Tarian Pedang Bunga Api, bahkan Ji Wentian mengalami kesulitan saat berlatih tanding jika Huang Mingzhu menggunakan ilmu pedang ini.
Serangan pedang Huang Mingzhu lebih sering mengincar bagian wajah. Melihat Huang Mingzhu mengenakan pakaian yang bermotif sama dengan Ji Wentian, Yun Lian tidak berniat melepaskan gadis itu dengan mudah.
Yun Lian menggunakan kemampuan matanya lagi, membuat tenaganya terkuras jauh lebih banyak dari sebelumnya. Dua kali sudah dia menggunakannya setelah melewati beberapa pertarungan, membuat napas Yun Lian tidak teratur.
Saat mereka bertatapan, mata keduanya sama-sama bercahaya. Merah darah dan kuning keemasan.
"Kemampuan matamu tidak berguna didepanku."
Yun Lian terkejut meski tidak terlihat. Pedang keperakan itu gagal mengenai wajahnya, tetapi berhasil merobek dan melepas cadar merah darahnya.
Terlihatlah seluruh wajah Yun Lian dengan sempurna.