
Yosh, chapter 130-! Wohoo-!
Budayakan like, sebelum membaca.
*
Sebagai salah satu Kultivator Racun dan memiliki bakat yang tinggi, Xu Yin yang diam-diam ikut mengamati kondisi tiga perempuan keluarga Saudagar Chu juga menyimpulkan hal yang sama dengan Yao Han bahwa mereka keracunan.
Namun Xu Yin tidak mengetahui jenis racun apa yang diderita ketiga perempuan itu, justru dia penasaran dengan kemampuan Yao Han yang bisa menyimpulkan hanya dengan melihat sekilas tanpa harus memeriksa secara langsung.
'Kurasa bakatnya sebagai murid Senior Angin Timur jauh lebih tinggi dan mengerikan daripada perkiraanku,' batin Xu Yin.
Chu Zi yang wajahnya semakin memucat bersama kedua anaknya kesusahan bernapas dan tubuh mereka mengigil mendengar penjelasan Yao Han sebelumnya. Mereka seolah mendengar suara petir disiang bolong.
"Tabib Muda, kalau kau bisa mengetahui penyebab kondisi keluargaku demikian, apakah kau bisa menyembuhkan mereka juga?"
"Tentu saja, Tuan Chu. Aku tidak segila itu untuk membiarkan begitu saja tubuhku dipotong menjadi seratus bagian, apalagi bahkan sampai kepalaku digantung sebagai hiasan di kediaman ini." Yao Han tertawa kecil.
Chu Zi dan Chu Fu tersenyum sangat canggung, sementara Chu Fang tampak kebingungan mencerna ucapan Yao Han.
"Sebelumnya bisa aku minta tolong pada kalian untuk melepaskan semua perhiasan yang terpasang pada tubuh mereka?"
Chu Zi dan keduanya anaknya sedikit bingung, tetapi tetap menjalankan permintaan Yao Han. Setelah semua perhiasan terlepas, Yao Han meminjam sebentar perhiasan itu.
"Percaya atau tidak, perhiasan-perhiasan inilah yang membuat kondisi mereka menjadi seperti saat ini."
Yao Han mengangkat salah satu perhiasan berbentuk kalung yang dengan bandul kristal berwarna ungu. Perhiasan lain juga memiliki kristal berwarna ungu berkilauan. Yang ditangan Yao Han adalah kalung yang sebelumnya dipakai putri bungsu Chu Zi yang bernama Chu Lun.
"Bagaimana mungkin, Tabib Muda? Aku tidak merasa kalung itu berbahaya sedikit pun." Chu Zi kebingungan.
"Tuan Chu, sebagai kultivator, apa yang anda rasakan dari kristal ungu pada kalung ini?"
"Hm, aku merasakan sedikit Qi didalamnya."
"Tepat sekali. Kristal ungu yang menjadi mata kalung ini mengandung Qi dan hanya bisa atau bahkan hanya boleh dipakai oleh kultivator..."
Yao Han menjelaskan semua barang manusia biasa tidak akan membawa dampak buruk apapun pada kultivator, sedangkan sebaliknya tidak demikian.
Ada beberapa benda yang mengandung Qi yang bersifat cukup berbahaya sampai mematikan jika digunakan oleh manusia biasa, salah satu contohnya adalah kalung kristal ungu ditangan Yao Han.
"Aku baru tahu tentang itu." Xu Yin yang daritadi diam saja berkomentar, seolah mewakili tiga pria keluarga Chu yang memang baru mengetahui hal ini.
Yao Han menoleh pada Xu Yin dan menaikkan alis, "Sungguh sebuah kejutan kau baru mengetahui tentang ini."
Seharusnya sebagai salah satu anggota sekte besar bintang sepuluh, Xu Yin tahu ini sejak lama. Atau mungkin bisa jadi dia melupakannya.
"Seratus koin emas, kurasa..."
Yao Han tersenyum tipis, "Menurut ukuran manusia biasa, kalung ini termasuk benda sangat berharga. Namun disisi lain, juga menjadi perhiasan terkutuk yang membawa malapetaka."
Yao Han menyerahkan kembali perhiasan-perhiasan itu. Dia akan membahasnya kembali setelah menyembuhkan ketiga pasiennya. Xu Yin dan lainnya diminta sedikit menjauh agar tidak mengganggu proses penyembuhan.
Yao Han berdiri tegap didepan kasur yang ditempati istri Chu Zi, kemudian membentuk segel tangan. Tepat setelah menyelesaikan segel tangan terakhir, dari tubuh Yao Han muncul sulur-sulur tanaman sebesar jari dan memiliki daun-daun kecil melilit tubuhnya.
Semua penonton melebarkan matanya terkejut karena baru pertama kali melihat sesuatu seperti yang ditunjukkan Yao Han. Sulur tanaman ini kemudian memanjang dan merambat ke arah tiga ranjang, dan melilit masing-masing kaki ketiga perempuan itu.
Yao Han mengedarkan Qi berwarna biru keemasan dari tubuhnya, yang kemudian merambat melalui tiga sulur tanaman memanjang. Tubuh ketiga perempuan dimasing-masing ranjang terselimuti Qi biru keemasan.
Semua penonton bisa melihat bercak ungu kebiruan pada tubuh ketiga perempuan menghilang dalam waktu singkat. Yao Han berhenti mengalirkan Qi berwana biru keemasan, kemudian berganti mengalirkan Qi unsur kayu dan air bersamaan.
Cara pengobatan Yao Han kali ini adalah percobaan pertamanya, dengan memadukan sihir unsur kayu milik Chen Long dan Teknik Dewa Racun milik Yutian.
Satu jentikan jari Yao Han membuat sulur tanaman itu kembali ke tubuhnya dan menghilang. Sebagai langkah terakhir, Yao Han mengeluarkan sebuah botol giok dan mengeluarkan tiga butir pil kuning bersinar.
Chu Zi dan kedua anaknya hampir lupa bernapas. Meskipun baru pertama kali melihat pil yang bersinar, tetapi mereka pernah mendengar pil yang seperti itu adalah pil kualitas sempurna.
"Tuan Chu dan dua Tuan Muda Chu, bisa bantu aku memberikan pil ini pada mereka?" Yao Han tidak nyaman jika memberikan pil itu secara langsung pada ketiga pasiennya.
Sedikit tergagap, Chu Zi dan dua anaknya mengambil pil ditangan Yao Han, bahkan tangan mereka sedikit bergetar. Lalu masing-masing dari mereka memberikan pil itu pada setiap perempuan yang masih terbaring di atas ranjang.
"Mereka akan sadar paling lama setengah jam lagi. Setelah mereka terbangun, beri mereka makan makanan ringan yang hangat seperti bubur. Dan untuk minumannya..." Yao Han mengulurkan sebuah kantung kain kecil, "... didalamnya ada racikan teh yang kubuat sendiri, mohon diterima. Sajikan untuk mereka Teh Rumput Perak ini."
Masih sedikit linglung, Chu Zi menerima kanutng kain itu lalu memberikannya pada Chu Fang. Kedua anak Chu Zi itu kemudian keluar ruangan memberitahu pelayan untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sesuai arahan Yao Han.
Sebenarnya mereka sengaja menghindari Yao Han karena merasa sedikit terintimidasi oleh aura dan pembawaannya. Terlebih setelah Yao Han menunjukkan cara pengobatan yang tidak biasa namun menakjubkan. Untuk pertama kalinya mereka mengetahui ada tabib kultivator dengan kemampuan unik seperti Yao Han.
Disisi lain, Xu Yin merasa Yao Han semakin misterius dan belum terbaca sejauh apa tingkat kemampuan yang pemuda itu miliki. Xu Yin sampai tidak yakin bisa mengalahkan Yao Han dalam pertarungan bahkan setelah dia mengeluarkan semua keahliannya dalam seni racun.
Merasa bantuannya sudah tidak dibutuhkan lagi, Yao Han berniat pamit. Chu Zi buru-buru menahan kepergiannya.
"Tabib... Yao, ya Tabib Yao. Jangan pergi dulu, kau sudah menolong keluargaku, jadi aku ingin menjamu dirimu. Aku harap kau tidak menolaknya."
Yao Han melirik Xu Yin sebentar lalu berpikir sejenak sebelum menerima tawaran Chu Zi.
"Terima kasih atas tawaranmu, Tuan Chu."
"Aiyo, kenapa kau begitu sungkan? Aku lah yang seharusnya berterimakasih, kau sudah menjadi penolong keluargaku yang sangat penting. Dan aku pastikan kau dan nona ini akan menerima jamuan terbaik dari keluarga Chu kami."