Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 039 - Calon Pasangan



Pandangan Meirong dan Yutian mengarah pada Feng Xian yang tampak santai meski namanya disebutkan dalam cerita Houyi.


"Kenapa kalian menatapku?" tanya Feng Xian sambil menaikkan sebelah alis.


"Senior Feng, Anda tidak pernah bercerita pada kami tentang satu ini..." kata Meirong.


"Pertama, kalian tidak bertanya. Kedua, apakah itu penting? Mengingat kondisi kalian yang tidak biasa, apa yang akan atau bisa kalian lakukan meski aku menceritakannya?" Feng Xian balik bertanya dengan santai.


Meirong dan Yutian bungkam cukup lama. Mereka menyadari memang salah tidak sempat bertanya. Penting atau tidak, bukanlah hal utama yang perlu dipikirkan sekarang. Dan yang pasti, tidak ada yang bisa mereka lakukan karena semua sudah terlanjur terjadi dan sudah berlalu lama.


"Lalu kenapa Senior datang ke medan perang saat itu?"


"Sederhananya karena aku saat itu sedang berkelana. Perang akan mengganggu ketenangan perjalananku. Selain itu..." Feng Xian memasang wajah serius, "Aku sudah muak dengan perang, meski sama sekali tidak terlibat atau terkena dampaknya."


'Sungguh jawaban tidak terduga dari Senior Feng.' Meirong, Yutian, dan Houyi satu pemikiran dalam benak mereka.


"Senior, kurasa ada alasan lain sehingga Anda turun tangan, bukan?" tebak Meirong, "Katakanlah aku seolah mengenal dirimu, tetapi tinggal bersamamu beberapa tahun membuatku sedikit memahami sifatmu. Anda tidak seperti anggapan orang-orang yang tidak mempedulikan dunia luar..."


Feng Xian tertawa lepas cukup lama, membuat ketiga orang bersamanya kebingungan. Setelah tawanya reda, Feng Xian memasang wajah datar.


"Aku benci perang karena aku suka kedamaian dan ketenangan..."


"Dulu sebelum tiga orang tua itu menghilang, perang jarang terjadi dan kekacauan masih bisa terkendali..."


"Setelah mereka menghilang, mulai timbul dan sering terjadi perang skala menengah sampai besar..."


"Setiap perang besar terjadi di wilayah Negeri Hutan Hijau. Sungguh betapa kurang ajarnya kalian dan mereka menjadikan Negeri Hutan Hijau sebagai medan perang..."


"Hampir tidak ada yang mengetahui, Xi Lei si Petir Barat adalah orang yang peduli terhadap Negeri Hutan Hijau, tanah kelahirannya, apalagi Chen Long si Naga Selatan...


"Aku memang tidak terlalu peduli terhadap dunia luar, tetapi bukan berarti sepenuhnya membiarkan dan tak punya batas kesabaran..."


"Kuberitahu kalian, aku muncul di medan perang dan turun tangan adalah sebuah kejutan, tetapi itu lebih baik daripada kemunculan Xi Lei dan Chen Long..."


"Bisa kupastikan jika mereka turun tangan, setidaknya masing-masing pihak akan kehilangan lebih dari separuh kekuatan. Atau bagian terburuknya, sekte-sekte tidak punya otak itu hanya tinggal nama..."


Feng Xian berkata dengan nada dingin lalu diakhiri dengan tawa sinis, membuat ketiga orang itu menunduk takut dan merinding.


***


Setelah diam cukup lama, Houyi kembali melanjutkan ceritanya.


Seperti yang sudah diduga, posisi Istana Bintang Api tidak lagi sama. Mengejutkannya, beberapa bulan setelah perang besar berakhir, sekte tersebut beralih aliran yang sebelumnya netral menjadi putih. Saat ini tersisa Benteng Es Utara dan dua sekte lain yang menjadi kekuatan besar aliran netral.


"Jadi, sekarang ada Lima Pilar dan Tiga Raja..." Yutian mengangguk-angguk pelan.


"Raja Api sekarang menjadi Pilar Api, begitu?" sahut Meirong.


Tidak ada yang berani menyatakan perang lagi dan tidak terjadi perang skala besar sejak kemunculan Feng Xian, meski belakangan diketahui secara luas sedang menutup diri dari dunia luar.


Aksi Feng Xian kala itu begitu membekas dan tidak sedikit yang menganggap dirinya sebagai pahlawan, terutama sekte kecil dan menengah yang ada di Negeri Hutan Hijau, karena sekte-sekte ini selalu kena imbas dari perang besar yang terjadi.


Kabar mengejutkan lain dari Houyi adalah dunia kultivator memasuki era keemasannya kembali.


Era ini ditandai dengan kemunculan banyak kultivator berbakat dari sekte besar dan berpeluang membentuk Pondasi Langit yang sangat penting bagi perjalanan praktik mereka di masa ratusan tahun mendatang.


"Generasi saat ini disebut generasi era emas terbesar karena hampir semua sekte memiliki calon kultivator Pondasi Langit."


"Ah, begitu... Saudara Bing beruntung memiliki putri yang berbakat. Akar roh unsur es sangat amat langka. Setelah dirimu, Benteng Es Utara kembali memiliki kultivator dengan bakat yang sama," kata Yutian.


Houyi tertawa pelan, dia dan putrinya terlahir dengan akar roh murni unsur es. Houyi juga sedikit kultivator yang satu generasi dengan Meirong dan Yutian yang berhasil membentuk Pondasi Langit saat memasuki Ranah Pondasi.


"Bukankah Xiao Han juga begitu? Senior Feng dan kalian berdua juga mendapat murid yang berbakat. Aku penasaran apa tingkat praktiknya karena aku tidak bisa membacanya..."


"Han'er masih di Ranah Dasar, tapi dia sudah mencapai tingkat lima belas."


Houyi terbatuk pelan mendengar ucapan Meirong. Bahkan putrinya saja masih di Ranah Dasar tingkat tiga belas.


'Kalian bertiga benar-benar mendapat murid yang sangat berbakat.'


Yao Han dan Yunzi dipanggil mendekat. Saat Yunzi dihadapannya, Houyi berseru girang karena merasakan Qi mulai tersimpan dalam tubuh Yunzi dan sebentar lagi anak keduanya itu sedikit lagi memasuki Ranah Dasar tingkat satu.


"Ayah, Han-gege benar-benar baik. Dia mengajariku dengan sabar."


Houyi mengangguk setuju, tapi kalimat selanjutnya Yunzi membuat keempat orang dewasa itu tertawa.


"Ayah, ayo kita bawa Han-gege ke sekte, aku ingin dia menjadi pasangan kakak..."


Yao Han tersenyum tipis sambil menahan malu, apalagi Feng Xian tertawa puas. Dia belum pernah melihat gurunya itu sepuas itu saat tertawa.


"Xiao Han, bagaimana menurutmu? Kau pasti sudah mendengar tentang putriku dari Yunzi, bukan? Tenang saja, aku bisa melihat kau anak yang baik. Aku merestui jika kalian memiliki hubungan.


"Maaf, Paman Bing. Bukan maksudku menolak, tetapi aku belum berpikiran untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis."


"Baiklah, aku tidak memaksamu, tetapi kau harus ingat setidaknya kau sudah memiliki calon pasangan sekarang, jadi di masa depan kau tidak perlu repot mencari lagi." Houyi tertawa lagi.


Houyi kemudian mengeluarkan kantong kain cukup besar, sebuah buku tebal, dan dua slip giok.


Kantung itu berisi banyak batu roh, buku tebal adalah manual praktik terbaik yang dimiliki sekte Houyi dan salah satu slip giok berisi tentang segala sihir unsur es.


"Slip giok yang lain berisi ingatanku tentang wajah putriku. Barangkali setelah melihatnya, kau ingin segera ke sekteku untuk menemuinya," goda Houyi sambil memainkan kedua alisnya naik turun.


Yao Han merasa itu berlebihan dan berniat hanya mengambil slip giok berisi sihir unsur es, tetapi Houyi memaksa Yao Han mengambil semuanya.


Feng Xian juga mendapatkan hadiah berupa batu roh dan tanpa sungkan segera menyimpan hadiah itu ke dalam cincin ruang.


---