
Alasan Yao Han bisa menyimpulkan perang besar tidak mungkin bisa terelakkan adalah dalam konflik di Kota Harta Giok, ternyata memakan korban dari pihak kultivator generasi muda aliran putih dan netral yang melakukan pertemuan disana.
Memang tidak ada korban tewas, hanya ada korban terluka, tapi luka yang mereka alami terbilang fatal dan nyaris merenggut nyawa. Satu-satunya yang sama sekali tidak terluka dari konflik itu adalah generasi muda dari pihak Benteng Es Utara.
Menara Harta Giok sebagai penyelenggara Pertemuan Kultivator Muda di Kota Harta Giok sudah menyiapkan keamanan khusus, tetapi keberadaan rombongan kecil Sekte Awan Bulan disana sama sekali tidak bisa mereka perhitungkan. Terlebih sulit untuk harus mengenali satu per satu orang yang memasuki Kota Harta Giok, walaupun mereka adalah pengawas kota itu.
Terutama dalam rombongan kecil itu terdapat anggota pasukan khusus Sekte Awan Bulan yang ditakuti banyak sekte dan memiliki kemampuan tersembunyi. Konflik itu menyebabkan kekacauan dan membuat Menara Harta Giok mengalami beberapa kerugian dan tekanan dari berbagai pihak.
Zhao Yi tidak mengatakan jumlah atau siapa saja yang ada dalam rombongan kecil Sekte Awan Bulan itu, tetapi Yao Han sudah mengetahuinya karena sudah pernah bertemu dengan mereka.
"Manajer Zhao, perang ini pasti akan merambat ke wilayah Negeri Hutan Hijau, kira-kira apa rencana Menara Harta Giok mengatasi hal ini?"
"Ah, untuk yang satu itu aku belum mengetahuinya. Ada kemungkinan pihak pusat tidak akan memberitahu setiap manajer toko, karena hal ini sangat sensitif dan sudah pasti diurusi oleh petinggi penting Menara Harta Giok. Aku yakin para petinggi akan berusaha sebaik mungkin karena gurumu menyampaikan pesan peringatan pada kami melalui Manajer Fu."
"Hm? Apa yang disampaikan guruku?"
"Aku lupa kalimat pastinya, tetapi intinya kemungkinan besar gurumu akan turun tangan lagi seperti saat perang dua puluh tahun lalu jika perang besar kali ini sampai merambat ke wilayah Negeri Hutan Hijau dan sekte-sekte yang terlibat dalam perang nanti akan menerima akibatnya."
Yao Han diam sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. Dia sama sekali tidak memahami cara berpikir guru pertamanya itu. Sementara itu, Bing Lizi tertawa keras seolah mendengar sesuatu yang lucu.
"Menara Harta Giok memang selalu menjadi pihak netral setiap perang terjadi, tapi perang besar kali ini membuat mereka semakin menguatkan pilihan karena khawatir ikut menjadi korban amukan Saudara Feng. Hahaha!"
Kurang lebih Yao Han dan penghuni Dimensi Pagoda sependapat dengan Bing Lizi. Setelah mendapatkan rincian cerita dari Zhao Yi, Yao Han mengalihkan topik pembicaraan dengan menanyakan hal lain.
"Manajer Zhao, apa disini menjual tanaman sihir langka?"
"Toko Harta Giok yang berada di sepuluh kota kultivator terbesar di Negeri Hutan Hijau tidak selalu memiliki persediaan sumber daya langka, hanya ada beberapa saja. Tanaman sihir apa yang ingin kau beli?"
"Bunga Anggrek Pelangi Jiwa."
Zhao Yi langsung mengerutkan dahi mendengar nama tanaman sihir yang asing ditelinganya.
"Bunga Anggrek Pelangi Jiwa... Tunggu sebentar, aku akan menanyakan pada bagian persediaan bahan."
Yao Han menunggu sejenak, sedangkan Zhao Yi mengeluarkan giok suara untuk menghubungi pekerjanya dibagian persediaan barang.
"Maaf, Saudara Yao, toko kami tidak memiliki bunga langka itu. Sepertinya itu termasuk bunga yang sangat langka dan baru kali ini aku mendengarnya."
"Baiklah, aku mengerti."
"Apa bunga ini sangat penting untukmu?"
"Bisa dikatakan begitu, tapi bukan kebutuhan mendesak. Sebenarnya tidak masalah jika hanya ada bibitnya, aku bisa menunggu sampai bunga itu siap dipanen."
Zhao Yi menawarkan bantuan yang mana dirinya akan menghubungi Menara Harta Giok untuk menanyakan informasi tentang Bunga Anggrek Pelangi Jiwa.
"Terima kasih, Manajer Zhao. Maaf merepotkanmu."
"Kalau begitu aku pergi dulu, Manajer Zhao. Aku akan pergi ke tempat lain dan akan kembali kemari nanti."
"Eh, tempat mana yang ingin kau datangi?"
"Restoran Nagarasa, aku ingin mengisi perutku."
Zhao Yi tertawa pelan, saat dia ingin mengantarkan Yao Han ke depan, Yao Han mencegahnya agar tidak menarik perhatian yang tidak perlu.
Setelah Yao Han meninggalkan Toko Harta Giok, Zhao Yi memberitahukan pada penjaga untuk tidak memungut pajak masuk pada Yao Han dan tidak lupa menyebutkan ciri-ciri fisiknya.
***
Ini kali kedua Yao Han mendatangi Restoran Nagarasa, sebuah tempat makan khusus kultivator. Yao Han masih ingat rasa lezat yang sangat berkhasiat dari setiap menu makanan yang disajikan Restoran Nagarasa.
Lantai satu terbilang ramai, jadi Yao Han memilih makan dilantai dua yang diisi beberapa orang.
"Selamat datang di Restoran Nagarasa. Tuan Muda, ingin makan apa?" Salah satu pelayan pria mendekati Yao Han sambil menyodorkan daftar menu di lantai dua.
Yao Han hanya melirik menu sekilas sebelum mengatakan ingin memesan seluruh menu lantai dua. Masing-masing satu porsi, tapi dia hanya akan makan tiga porsi saja dan sisanya akan diambil setelah menyelesaikan makannya.
Pelayan itu sempat mematung sejenak, "Aku mengerti, tapi Tuan Muda harus membayar separuh dari total harga semua makanan ini terlebih dahulu. Ini sudah menjadi aturan kami."
Yao Han tidak merasa keberatan. Setengah harga yang harus dibayar Yao Han adalah dua ratus batu roh biasa. Yao Han mengeluarkan dua batu roh biru. Pelayan itu sempat menahan napas sejenak karena Yao Han dengan mudahnya mengeluarkan harta sebanyak itu untuk ukuran anak muda.
Tidak perlu menunggu waktu lama, pesanan tiga menu datang dan Yao Han menyelesaikan makannya dengan cepat. Kemudian dia mendatangi kasir untuk mengambil pesanan yang lain dan membayar sisanya.
"Masakan koki kultivator Restoran Nagarasa tidak pernah mengecewakan." Yao Han mengelus perutnya yang kenyang sambil berjalan kembali ke Toko Harta Giok.
Tidak perlu lagi membayar pajak masuk dan Yao Han langsung dihampiri gadis pekerja yang sama saat dia memasuki Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju pertama kalinya.
Gadis itu sudah mengetahui identitas asli Yao Han, jadi dia menjaga sikapnya jauh lebih baik yang mengherankan Yao Han. Gadis itu mengantarkan Yao Han ke lantai tertinggi untuk menemui Zhao Yi.
"Informasi yang aku terima, hanya ada dua toko yang memiliki bunga langka ini. Toko di Kota Harta Giok dan Kota Musim Semi. Aku sarankan sebaiknya kau pergi ke Kota Musim Semi."
Yao Han bisa memahami alasan dibalik saran Zhao Yi. Situasi yang memanas membuat tidak aman untuk Yao Han pergi ke Kota Harta Giok. Kota Musim Semi sendiri adalah kota terbesar kedua di Negeri Hutan Hijau.
"Manajer Zhao, aku ingin meminta bantuan kecil."
---
Visual dari Feng Xian sang Angin Timur.