Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 043 - Manajer Toko



Pengelola sekaligus penanggungjawab bisnis Toko Harta Giok di Kota Cahaya Bulan sudah berganti beberapa kali sejak toko tersebut berdiri ratusan tahun lalu.


Sejak tujuh belas tahun lalu, setelah perang besar dunia kultivator terakhir, seorang kultivator bernama Fu Mian ditunjuk sebagai manajer cabang toko di Kota Cahaya Bulan. Manajer Fu, begitulah dia dipanggil dan saat ini tingkat praktiknya berada di Ranah Inti tahap puncak.


Fu Mian boleh merasa tersanjung karena pernah bertemu langsung dan menjamu Feng Xian saat pria tersebut datang untuk menjual pil. Namun, itu hanya berlangsung selama tujuh tahun sebelum Feng Xian menutup diri dari dunia.


Menara Harta Giok adalah yang pertama kali mengetahui kabar tentang penutupan diri Feng Xian karena pria tersebut mengatakannya pada manajer Fu, yang kemudian berita tersebut diteruskan ke pusat sekte.


Sejak Feng Xian menutup diri, kota Cahaya Bulan tidak lagi mengalami masa dimana akan datang banyak pengunjung dari berbagai penjuru untuk berkesempatan mendapatkan pil buatannya dan itu sudah berlangsung selama sepuluh tahun. Meski begitu, masih banyak yang membeli sumber daya dari Toko Harta Giok.


Fu Mian sedang membaca laporan bulanan saat seseorang mengetuk pintu ruangannya. Dia memberikan izin masuk dan terlihat seorang gadis muda.


"Manajer Fu, maaf mengganggu. Ada seorang pelanggan yang menitipkan sesuatu pada Anda."


"Oh, apa itu? Berikan padaku."


Si gadis menyerahkan sebuah surat dan medali. Fu Mian mengerutkan dahi dalam saat melihat medali dan butuh beberapa saat dia mengenali medali tersebut.


"Eh, bukankah ini..."


Jantung Fu Mian berdebar dan buru-buru membuka surat dan membaca isinya. Si gadis pelayan yang masih berdiri disana bisa melihat dahi Fu Mian mengerut dalam dan menunjukkan wajah terkejut.


Fu Mian melihat kembali ke arah medali, "Tidak salah lagi... ini medali kehormatan Menara Harta Giok yang diberikan pada Senior Angin Timur!" Suara Fu Mian sedikit bergetar.


Mata gadis pelayan itu melebar. Dia tidak asing dengan nama tersebut meski dia baru bekerja selama lima tahun di toko itu.


"Manajer, maksud Anda..."


"Aih, jangan bertanya. Antarkan aku segera pada pengantar surat dan medali ini..."


"B-Baik, Manajer."


***


Yao Han dibuat bingung saat seorang pria berjalan dengan buru-buru ke arahnya kemudian bersikap penuh hormat. Di belakang pria itu ada gadis pelayan yang sempat berbicara sebentar dengannya tadi dan juga bersikap hormat.


"Tuan Muda, maafkan kami membuatmu menunggu..."


Sikap Fu Mian tidak hanya membuat bingung Yao Han, melainkan para kultivator dan pekerja disana. Fu Mian dikenal sebagai orang yang memiliki harga diri cukup tinggi dan hanya beberapa orang yang bisa membuatnya bersikap hormat.


Pandangan orang pun beralih pada Yao Han dan penasaran tentang latar belakangnya karena bisa membuat Fu Mian bersikap hormat pada seorang pemuda asing.


Namun, bagi kultivator yang lebih teliti, bisa melihat terlepas dari wajah ramah yang ditunjukkan Yao Han, aura yang mengelilingi pemuda tersebut bukanlah aura biasa.


Gadis yang berdiri di belakang Fu Mian memberikan pandangan berbeda ke arahnya.


"Maaf, Senior, bagaimana aku memanggil Anda? Bisakah Anda tidak bersikap demikian padaku?"


"Maafkan aku, Tuan Muda. Namaku Fu Mian, manajer Toko Harta Giok cabang Kota Cahaya Bulan. Jika sikapku tidak sopan, mohon maafkan diriku ini."


Yao Han menggaruk kepalanya, "Manajer Fu bersikap terlalu hormat padaku. Aku hanya seorang pemuda biasa, bukanlah orang penting."


Pada akhirnya Fu Mian tidak berbasa-basi lebih jauh dan mengajak Yao Han ke ruangannya agar bisa berbincang lebih leluasa. Fu Mian memberi tanda agar orang-orang disana untuk diam dan tidak memperhatikan Yao Han lebih jauh.


Di ruangan Fu Mian, Yao Han yang baru pertama kali dijamu oleh seseorang, merasa kikuk dan terpana. Makanan berupa buah-buahan yang termasuk tanaman sihir dan minuman enak disajikan untuknya.


"Maaf jika hidangan ini tidak sesuai dengan selera Anda."


"Tidak, ini sangat cukup buatku." Yao Han tersenyum tipis, "Manajer Fu, aku kemari karena ada sesuatu yang... cukup penting." Yao Han sedikit ragu keperluannya penting atau tidak.


"Ah ya itu..." Fu Mian mengeluarkan surat dan medali, "Maaf kelancanganku, Tuan Muda, dalam surat ini dikatakan bahwa pembawa surat, yaitu Anda, adalah murid Senior Angin Timur. Benarkah itu?" Fu Mina bertanya pelan.


"Aku tidak mengetahui secara rinci isi surat tersebut, tetapi memang benar aku murid beliau. Oh, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Yao Han. Salam kenal, Manajer Fu."


Mata Fu Mian melebar dan napasnya tertahan, 'Dia ternyata murid Angin Timur! Ini sungguh kabar mengejutkan!'


"T-Tuan Muda, biarkan aku menenangkan diri terlebih dahulu..."


"Hm, baik..."


Yao Han mengerti dengan reaksi Fu Mian, karena Meirong dan Yutian pernah mengatakan orang lain akan terkejut dan tidak akan langsung percaya mendengar dirinya adalah murid Feng Xian.


Fu Mian larut dalam pikiran liarnya. Tidak ada yang tahu alasan pasti Feng Xian menutup diri, termasuk pihak Menara Harta Giok melalui Toko Harta Giok cabang Kota Cahaya Bulan.


Saat itu Feng Xian hanya mengatakan dia ingin menutup diri sementara yang artinya dia tidak akan menjual pil selama dalam beberapa tahun ke depan.


Sudah sebuah keajaiban Feng Xian memberitahu hal tersebut pada Fu Mian, jadi sosok yang menjabat sebagai manajer itu tidak berani bertanya lebih jauh.


Lalu sepuluh tahun kemudian, barulah Fu Mian mendapat informasi yang berhubungan dengan Feng Xian melalui surat dan medali yang diberikan Yao Han.


"Manajer Fu, apakah Anda sudah selesai?"


Fu Mian tersadar dan menunduk merasa bersalah, "S-Sudah, Tuan Muda. Aku hanya merasa terkejut mendengar kabar Senior Angin Timur ternyata memiliki murid. Dan kupikir beliau menutup diri karena berhubungan dengan hal ini..."


Yao Han tidak menjawab melainkan tersenyum tipis. Jangankan Fu Mian, dirinya saja tidak mengetahui alasan jelas Feng Xian menutup diri. Meski sedikit ada kaitannya dengan keberadaannya di pulau itu.


Yao Han meminta Fu Mian berhenti memanggilnya Tuan Muda dan ditolak Fu Mian. Setelah perdebatan kecil, akhirnya Yao Han mendapat panggilan sebagai Saudara Yao dan Fu Mian berusaha bersikap biasa pada Yao Han.


'Sikap antara murid dan guru berbeda jauh... ini aneh.'


"Manajer Fu, selain mengirimkan surat guruku padamu, aku kemari untuk menjual pil buatanku."


"Oh, tunjukkan padaku."


Yao Han mengeluarkan beberapa botol pil dan membiarkan Fu Mian memeriksanya.


'Aku ingin lihat seperti apa kualitas pil buatan murid dari Alkemis nomor satu...'


Baru saja dia membuka tutup salah satu botol, aroma kuat menguar dan mengisi ruangan tersebut.


---