
Ada yang kangen dengan salam panas dingin dari Author? Hahaha, I'm comeback epribadeh! Kalo ada yang lupa sama jalan ceritanya, silahkan baca dari awal, ya. Selamat membaca.
**
Melihat keantusiasan Bing Xinhai yang tidak biasa, Shenghao menjadi canggung. Diliriknya Bing Xueyu dan Bing Xinhai bergantian beberapa kali hanya untuk menemukan perbedaan jauh antara kedua raut wajah mereka.
Shenghao tidak cukup bodoh untuk tidak menyadari Bing Xueyu yang mencoba menahan diri untuk tidak kehilangan ketenangan karena sikap usil sepupunya, Bing Xinhai. Sementara pelaku yang membuat Bing Xueyu merasa malu dan canggung justru terlihat santai dan memasang wajah lebar.
"Jadi, Saudara Shenghao, bisa kau menceritakan tentang Saudara Yao? Aku ingin mengetahui beberapa hal tentang calon sepupu iparku itu."
Bing Xinhai sudah pernah melihat penampilan Yao Han dari slip giok yang diberikan Bing Houyi. Bukan hanya dia, tetapi Bing Xueyu dan ibunya, Bing Ziyan juga pernah melihat. Perbedaannya, Bing Xueyu melihat karena setengah terpaksa, sedangkan ibunya melihat karena penasaran sekaligus antusias pada sosok penyelamat anak bungsunya, Bing Yunzi.
Shenghao memasang wajah kesulitan dan saat dia melirik Honghao yang ada disampingnya, Honghao sendiri memasang sikap bingung. Tanpa sadar, Shenghao menggaruk kepalanya yang nyaris botak itu.
"Ini..."
Menyadari Shenghao terlihat kesulitan berkata-kata, Bao Wei ikut membantu.
"Aku rasa pembahasan tentang Saudara Yao yang juga dikenal sebagai Tabib Teratai Biru bisa menjadi topik pembicaraan ringan sebelum acara pertemuan dimulai. Lagipula yang aku dengar, Saudara Yao ini masih satu generasi dengan kita semua, bukan? Ditambah lagi kita masih harus menunggu kedatangan perwakilan Sekte Taring Buas. Bagaimana menurut kalian?"
Shenghao bisa bernapas sedikit lega karena kesulitannya diringankan oleh Bao Wei. Disisi lain, Bao Wei sengaja melakukan ini karena memberi muka pada Shenghao dan Honghao, juga karena sudah tugasnya agar membuat para tamu merasa nyaman sejak sebelum sampai setelah Pertemuan Kultivator Muda ini selesai.
"Oh ya, Saudara Bao, bukankah Menara Harta Giok menjalin hubungan bisnis dengan Senior Angin Timur? Karena beliau memiliki murid, bukankah itu artinya Saudara Yao juga terikat hubungan bisnis dengan kalian? Dan kalian juga yang menyebarkan berita mengenai Saudara Yao, terutama yang saat ini sedang berkelana di wilayah Negeri Tanah Hijau. Apa kau juga pernah bertemu dengannya?" tanya Bing Xinhai.
"Memang benar Senior Angin Timur menjalin hubungan bisnis dengan kami sampai sekarang, meskipun beliau sempat menutup diri dari dunia luar selama beberapa tahun. Tetapi untuk Saudara Yao, aku tidak yakin. Bisa dibilang dia terikat secara tidak langsung, tetapi aku pun tidak terlalu paham. Lalu mengenai apakah aku pernah bertemu dengannya, sayangnya belum pernah. Aku mendengar sedikit tentangnya dari Peri Harta."
"Peri Harta? Oh, maksudmu Saudari Qian Yue?"
"Benar, pada saat Saudara Yao memulai perjalanannya meninggalkan Pulau Bulan Bintang, dia sempat singgah sejenak di Kota Cahaya Bulan selama beberapa hari. Saudara Yao mengunjungi cabang Toko Harta Giok yang ada disana dan markas pusat mengutus Peri Harta untuk memberi salam padanya."
Para generasi muda disana bisa mengerti maksud dibalik ucapan Bao Wei. Tentu saja diutusnya Peri Harta ke cabang Toko Harta Giok di Kota Cahaya Bulan untuk menemui Yao Han bukan sekedar memberi salam saja, tetapi juga sebagai tanda perkenalan dan maksud terselubung lainnya, seperti Menara Harta Giok yang menginginkan Yao Han juga lebih 'berpihak' pada mereka demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari segi bisnis.
"Dari yang aku ketahui, bisa dibilang Saudari Qian adalah generasi muda diantara kita yang pertama kali bertemu dengan Saudara Yao. Disaat yang sama, Saudari Qian juga bertemu dengan Senior Angin Timur disana"
Bing Xinhai melebarkan matanya. "Bertemu dengan Senior Angin Timur? Jika itu aku, entah apa yang harus aku lakukan. Saudari Qian pasti sudah berjuang kuat berhadapan langsung dengan beliau tanpa kehilangan kesadaran."
Nama Angin Timur sebagai salah satu Jagoan Empat Penjuru memang menakutkan untuk generasi muda seperti Bing Xinhai dan lainnya. Ini sudah menjadi sesuatu yang ditanamkan kepada mereka sejak kecil.
"Kau berlebihan, Saudara Xinhai. Senior Angin Timur tidak semenakutkan itu. Lagipula itu adalah pertemuan kedua Saudari Qian dengan beliau. "
"Benarkah? Tapi itu karena beliau dan Menara Harta Giok adalah rekan bisnis, makanya kau bisa berkata seperti itu." Bing Xinhai menyindir halus, membuat Bao Wei tertawa pelan.
Bing Xinhai menoleh pada Shenghao. "Lalu bagaimana denganmu, Saudara Shenghao? Apakah Saudara Yao sama seramnya dengan Senior Angin Timur?"
Shenghao mengelus dagunya. "Dibandingkan seram, menurutku lebih tepat menyebut Saudara Yao sebagai orang aneh yang misterius..."
Tiba-tiba Bao Wei dan Fang Jun tertawa geli bersamaan, mengejutkan yang lain.
"Kenapa kau tertawa, Saudara Bao?" tanya Bing Xinhai keheranan, dia tidak merasa ada sesuatu yang lucu.
"Maaf, maaf, aku hanya teringat dengan Saudara Qian yang berkata hal sama tentang Saudara Yao."
"Oh... Saudara Shenghao, silahkan lanjutkan. Apa maksudmu dengan orang aneh yang misterius?"
"Maksudku dia memiliki beberapa kebiasaan yang aneh. Seperti menawarkan diri mengobati orang lain tanpa dibayar, justru dia memberikan hadiah berupa Bunga Teratai Biru pada orang yang diobatinya. Kurasa ini yang membuatnya dijuluki Tabib Teratai Biru. Untuk misterius, karena dia sama sekali tidak terbaca. Aku bahkan sendiri ragu dia kultivator Ranah Dasar seperti kita semua."
Shenghao menambahkan bahwa kemampuan Yao Han dalam alkemi dan ilmu pengobatan tidak perlu diragukan. Dia merasa, dua kemampuan Yao Han ini melampaui kultivator seusianya.
"Saudara Yao termasuk orang paling ramah yang pernah kutemui. Namun dia memiliki aura aneh yang cukup menakutkan. Entah ilmu apa yang dia pelajari sampai memiliki aura seperti itu. Sulit disampaikan dengan kata-kata, hanya bisa dimengerti jika bertemu langsung dengannya."
"Jadi, menurutmu tingkat kultivasi Saudara Yao diatas kita semua? Lalu bagaimana dengan kemampuan lainnya?"
"Tidak, meskipun aku sama sekali tidak bisa membaca tingkat kultivasinya, dia selalu mengatakan dirinya masih berada di Ranah Dasar. Dia juga termasuk generasi emas saat ini yang akan berpeluang membentuk Pondasi Langit. Sedangkan untuk kemampuan lainnya seperti sihir, kurasa dia lebih tepat dianggap sebagai murid Senior Naga Selatan daripada Senior Angin Timur."
"Naga Selatan?" Hampir semua orang disana membeo bersamaan.
"Senior Naga Selatan terkenal dengan kemampuannya dalam sihir unsur kayu yang langka. Jadi maksudmu, Saudara Yao juga bisa menguasai sihir unsur kayu seperti beliau?"
"Tepat sekali, tapi yang paling aku kagumi adalah keahliannya dalam banyak bidang. Dia mempelajari banyak Dao, tapi aku belum sempat melihat kemampuan lainnya..."