Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 49 - Biru Gelap



Tiba di ruangan khusus untuknya, Qian Yue meminta Manajer Fu menunjukkan pil yang dikabarkan dibuat oleh murid alkemis nomor satu Benua Bulan Biru, Feng Xian.


Fu Mian memang sengaja mengatur agar pil yang dia beli dari Yao Han tidak dia jual kembali semuanya, khususnya yang berkualitas super dan sempurna, jadi dia bisa menunjukkannya pada Qian Yue.


Melihat isi botol-botol pil yang disodorkan Fu Mian padanya, Qian Yue mematung dalam waktu cukup lama.


"Jadi kabar itu memang benar adanya..." gumam Qian Yue.


Terlepas pil yang dihadapannya hanya dua jenis pil kelas satu dan tiga, gadis cantik itu masih sulit percaya.


"Ini baru pertama kali aku melihat Pil Pengumpul Qi dan Pil Hati Perak berkualitas super dan sempurna..."


Pengetahuan Qian Yue terhadap jenis pil mampu mengimbangi Alkemis tingkat tinggi. Meski masih muda, Qian Yue menyerap banyak pengetahuan yang berguna dalam meraih banyak prestasi dan meningkatkan kekuatan sekte.


Gadis cantik itu sudah melihat banyak jenis pil, termasuk juga pil kelas delapan ke atas yang hanya bisa dibuat oleh Alkemis peringkat Raja dan Kaisar Pil, tetapi belum pernah melihat pil kelas rendah berkualitas tinggi seperti yang dia lihat saat ini.


Qian Yue kemudian meminta Fu Mian menunjukkan wajah Yao Han melalui slip giok. Fu Mian kemudian mengambil sebuah slip giok kosong dan menyalinkan ingatannya.


"Hm, dia tampak lebih muda dariku..." gumam Qian Yue melihat isi slip giok tersebut, "Yao Han, ya?"


Hanya dalam singkat Qian Yue membuktikan kebenaran kabar yang membuat Menara Harta Giok pusat gempar tersebut.


Qian Yue juga setuju dengan langkah yang diambil Fu Mian dalam menjual pil, karena akan membuat kehebohan. Meski menguntungkan dengan kedatangan banyak pembeli, tetapi itu bisa menarik perhatian yang tidak perlu.


Menara Harta Giok juga memiliki Alkemis dan merupakan sekte dengan jumlah alkemis dengan kemampuan mumpuni terbanyak kedua di Benua Bulan Biru, tetapi yang setingkat Alkemis Perunggu tidak mampu membuat pil dengan berkualitas sama dengan Yao Han, bahkan yang kemampuannya lebih tinggi pun belum tentu bisa.


Sejauh Qian Yue bisa mengingat, pil kualitas super dan sempurna kemungkinan besar hanya bisa dibuat oleh Alkemis Giok ke atas.


Sebelumnya dia pernah melihat pil kualitas tinggi yang termasuk pil kelas enam ke atas dan itupun buatan Feng Xian. Satu dua butir pil dari setiap jenis pil yang didapatkan disimpan baik-baik oleh pihak Menara Harta Giok pusat di Kota Harta Giok.


"Masih muda dan berbakat dalam membuat pil... jelas sekali dia adalah jenius Dao Alkemi. Tidak kusangka akan muncul orang seperti ini yang satu generasi denganku..." Qian Yue tertawa kecil, "Kurasa tidak berlebihan para petinggi mengatakan kemungkinan bahwa pemuda ini di adalah Angin Timur kedua."


Fu Mian menambahkan dia sempat curiga Yao Han memiliki kemampuan di atas Alkemis Perak. Kemungkinan besar Alkemis Emas dan bukan tidak mungkin Alkemis Giok.


"Aku masih setuju jika dia adalah Alkemis Perak, tetapi Alkemis Giok... bukankah itu berlebihan, Manajer Fu?" Qian Yue meragu.


Dari sang ayah, Qian Yue juga mendengar pendapat para petinggi tentang kemungkinan ini.


"Nona Qian, jika itu orang lain aku masih setuju, tetapi dalam kasus pemuda ini sedikit berbeda..."


"Apakah karena dia murid alkemis nomor satu?" tebak Qian Yue.


"Itu adalah alasan kedua selain karena dia memiliki bakat alkemi yang tinggi, bukankah begitu?"


Qian Yue tidak langsung membalas, ucapan Fu Mian sedikit mirip dengan ucapan para petinggi sekte. Jadi Qian Yue berpikir sama bahwa tidak mungkin Feng Xian mengambil murid jika tidak memiliki bakat yang tinggi.


Hanya saja, Qian Yue, Fu Mian, atau pihak Menara Harta Giok tidak mengetahui fakta dan kehidupan Yao Han sebenarnya selama tinggal di Pulau Bulan Bintang. Andai mereka tahu, mereka mungkin berpendapat berbeda.


"Aku jadi ingin bertemu dengannya."


"Untuk saat ini belum bisa Nona, karena..."


Fu Mian menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan Yao Han yang membuat Qian Yue mengerutkan dahi.


"Membagikan pil dan memberikan pengobatan gratis? Kenapa dia melakukan itu?"


"Kami juga tidak tahu."


Lupakan tentang pengobatan gratis, Qian Yue berpikir tindakan Yao Han sangat beresiko dalam membagikan pil secara cuma-cuma.


Fu Mian setuju dengan hal ini karena ada kemungkinan satu dua pihak yang merebut pil yang sudah dibagikan Yao Han. Bahkan Yao Han sendiri juga bisa menjadi sasaran orang untuk merampas pil miliknya.


"Dia sudah melakukan itu dalam dua hari ini, tetapi tidak ada hal buruk yang terjadi. Kurasa karena dua hal..."


Pertama, orang-orang sebisa mungkin tidak mencari masalah di Kota Cahaya Bulan terutama para pendatang. Kedua, latar belakang Yao Han yang masih belum diketahui secara luas.


***


Yao Han sudah puas dengan apa yang dia lakukan selama dua hari terakhir. Meski dia mengatakan pil dan pengobatannya gratis, tetapi cukup banyak orang yang memberinya hadiah dan memaksa untuk menerimanya.


Di hari ketiga ,Yao Han mendatangi Toko Harta Giok. Dia menghela napas panjang melihat keramaian toko itu dari kejauhan.


"Dari hari ke hari semakin ramai, ya."


Yao Han sekarang mengerti ada untungnya menjual pil kepada Toko Harta Giok, karena jika dia menjual pil secara pribadi, dia pasti akan dikerumuni oleh banyak orang dan membuatnya kerepotan.


Namun, Yao Han tetap melangkahkan kakinya ke sana. Dia sedikit bingung penjaga mengatakan tidak perlu membayar pajak masuk.


Yao Han merasa dia menjadi pelanggan istimewa karena latar belakangnya diketahui Fu Mian, tetapi dia memaksa penjaga menerima batu roh darinya dengan tambahan sebuah Bunga Teratai Biru untuk setiap penjaga.


Dua penjaga saling berbisik setelah Yao Han masuk ke dalam toko.


"Kenapa Tuan Muda itu memberikan kita bunga ini?"


"Aneh, bukan?"


Didalam toko ternyata jauh lebih ramai. Ada cukup banyak orang yang memperhatikan Yao Han, tetapi Yao Han mengacuhkan mereka. Dia hanya terpana dengan keramaian toko itu.


Seorang pria mendekat pada Yao Han karena mengenalinya dalam keramaian itu, "Tuan Muda, aku adalah Fu San, asisten Manajer Fu. Apakah anda ingin bertemu dengan beliau?"


"Iya, ada yang ingin kusampaikan pada Manajer Fu."


"Mari ikut denganku."


Semakin banyak perhatian mengarah pada Yao Han saat dia dibawa oleh orang penting nomor dua di toko itu, membuat mereka semakin penasaran dengan identitas Yao Han.


Yao Han dibawa ke ruangan Fu Mian yang berada dilantai empat, lantai tertinggi Toko Harta Giok. Rupanya Fu Mian tidak sendiri, ada seorang gadis cantik berpakaian bagus duduk dihadapannya.


Fu San pamit setelah mengantarkan Yao Han karena sibuk dengan para pelanggan yang datang begitu banyak.


"Manajer Fu." Yao Han memberi salam.


"Saudara Yao, kau datang kembali." Fu Mian tersenyum lebar berdiri menghampiri Yao Han. Gadis cantik yang bersamanya ikut berdiri. Dia adalah Qian Yue.


Perhatian Yao Han teralihkan pada Qian Yue. Bukan karena wajahnya yang cantik atau penampilannya yang mewah, melainkan pada mata biru gelap yang dimiliki oleh gadis itu.


'Hm? Mata Surgawi?' Yao Han bisa melihat dengan mata khususnya ada yang tidak biasa dengan mata Qian Yue.


Fu Mian merasa situasi menjadi canggung dalam keheningan lama. Yao Han memandang Qian Yue tanpa kedip, sementara gadis itu juga ikut memandangnya dengan sedikit kerutan di dahi.


'Dia ini bukannya pemuda yang kulihat wajahnya di slip giok kemarin? Inikah murid Senior Angin Timur? Auranya disekitarnya aneh sekali.'


"Han'er sepertinya tertarik dengan gadis cantik ini. Lihat, dia sampai lupa berkedip," celetuk Yutian.


"Memangnya kau pikir Han'er sepertimu? Terpikat begitu saja dengan gadis cantik yang dia temui? Hmph." Meirong mendengkus kesal.


Yutian menghela napas panjang, "Rongrong, sudah berapa kali aku katakan aku bukan tipe orang seperti itu. Kau sungguh salah mengenalku."


"Teruslah mengelak, ular bodoh. Dan sudah berapa kali aku katakan aku tidak suka dengan panggilan menjijikan itu!" Meirong melayangkan pukulannya yang dengan sigap dihindari Yutian.


"Oh, bagaimana jika aku memanggilmu Rong'er?" Yutian mengedipkan sebelah matanya.


"Kau-!" Meirong geram. Yutian merasa Meirong aneh karena tidak menyukai panggilan akrab seperti itu.


Yang terjadi selanjutnya adalah kedua guru Yao Han saling kejar-kejaran seperti bocah.


"Saudara, apakah ada yang salah denganku? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Qian Yue bertanya dengan nada suaranya yang manis.


Yao Han mengerjap pelan satu kali dan tersenyum tipis, dia sedikit menunduk lalu memberi hormat.


"Maaf jika aku lancang, Nona. Aku hanya tertarik dengan mata Nona yang indah dan unik."


Fu Mian terbatuk pelan mendengar jawaban Yao Han. Qian Yue terkejut, tetapi dengan alasan yang berbeda dan dia sedikit senang dengan pujian Yao Han. Pipinya sedikit bersemu merah.


'Apakah Senior Angin Timur juga mengajarkan muridnya berkata manis pada perempuan?' batin Fu Mian.


---