
Mendapat tekanan aura dari Xie Hong, Yao Han masih bersikap tenang. Dengan sekali kibasan tangan yang berlapiskan Qi, aura dari Xie Hong itu menghilang.
Selain Yun Lian, semua orang terkejut. Sedikit aura dari kultivator Ranah Jiwa harusnya mampu menundukkan kultivator Ranah Dasar, tetapi Yao Han mampu menahan bahkan menghilangkannya dengan sekali kibasan tangan.
'Siapa dan apa latar belakang sebenarnya anak muda ini?' batin Yun Mohei.
Senyuman ramah Yao Han perlahan menipis, dia menatap Xie Hong, "Senior, sebelum aku menjawab pertanyaanmu, boleh kutahu apa maksud tindakanmu barusan?" Nada bicara Yao Han sedikit dingin.
"Anak muda, apa kau tidak pernah diajarkan oleh orangtua atau gurumu bagaimana cara bersikap didepan orang yang lebih kuat dan tua darimu?" Xie Hong meradang.
Senyuman Yao Han menghilang sepenuhnya dan perubahan raut wajahnya terlihat sangat jelas.
"Maaf, Senior. Bisa kau ulangi ucapanmu? Aku tidak mendengarnya dengan jelas."
Seiring dengan kalimat yang dilontarkannya, gabungan Qi, aura pembunuh, dan aura yang disebut sebagai Aura Sang Penakluk oleh Bing Lizi terpancar dari tubuh Yao Han.
Yun Lian dan tiga pengawalnya menahan napas kaget, bahkan gadis bercadar merah itu merasa merinding dengan aura pembunuh Yao Han yang pekat untuk dimiliki pemuda seusianya.
Pancaran Qi dari Yao Han membuat mereka tidak lagi melihat praktik Yao Han berada di Ranah Dasar tingkat sembilan, melainkan jauh lebih tinggi lagi.
'Pondasi Langit?! Tidak, gelombang Qi-nya masih berada di Ranah Dasar, tetapi pancaran Qi anak muda ini...' Yun Mohei mengerutkan dahi dalam dan berpikir keras.
Xie Hong yang sempat tersulut emosinya menjadi sedikit lebih tenang dan bersikap waspada. Apalagi Yao Han melepaskan Qi dan dua aura miliknya pada titik terkuat.
Tindakan Yao Han membuat ketiga orangtua itu nyaris tidak percaya aura menekan kultivator Ranah Dasar cukup menakuti mereka. Napas Yun Lian terasa sesak, tetapi bisa lega karena Mo Zha yang berdiri tepat dibelakangnya membantu mengurangi tekanan Yao Han.
"Senior, apa karena dirimu berada di Ranah Jiwa dan berasal dari Sekte Awan Bulan sebagai sekte terkuat aliran hitam saat ini membuatku takut? Heh, sayang sekali." Yao Han menyeringai sinis, "Berani sekali kau menyebut tentang orangtua dan guruku dengan mulut lancangmu!"
Suara lantang Yao Han mengandung Qi yang menggetarkan sedikit udara disekitar mereka, cukup mengejutkan anggota Sekte Awan Bulan itu.
'Aura ini... seperti orang itu. Apa mungkin...' Tubuh Yun Mohei sedikit bergetar.
Kultivator Ranah Dasar seperti Yao Han bukan masalah besar bagi mereka bertiga yang berada di Ranah Jiwa. Namun, selain kekuatan yang dipancarkan Yao Han, ada juga gabungan aura lain yang menekan mereka.
Meskipun sedikit sulit, semua penghuni Dimensi Pagoda mampu memancarkan kekuatan mereka membantu Yao Han.
'Bagaimana bisa anak ini memancar kekuatan menyamai Ranah Jiwa?!' jerit tiga pengawal Yun Lian dalam hati.
Yao Han tidak takut berhadapan dengan tiga kultivator Ranah Jiwa dihadapannya. Menurut Yao Han, tekanan dari mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan milik Feng Xian dan dirinya sudah cukup terbiasa dengan itu.
Namun Yao Han juga tidak bodoh. Biarpun dia berani dan tidak takut mati, kekuatannya hanya mampu mengalahkan kultivator Ranah Pondasi tahap puncak. Masih jauh jika ingin mengimbangi atau mengalahkan kultivator Ranah Inti dan Ranah Jiwa dengan segala kekuatannya.
Meskipun demikian, jika situasi diluar kendalinya, dia bisa langsung bersembunyi di Dimensi Pagoda dalam sekejap mata. Itulah yang membuat Yao Han tetap tenang.
"Cukup."
Yun Mohei tidak ingin membuat situasi menjadi lebih runyam. Dia menatap tajam Xie Hong yang sebelumnya tidak bisa berpikir lebih jernih.
"Saudara Muda, maafkan anggota kami yang menyinggungmu. Ini semua salah paham. Mohon tidak melanjutkan pertikaian yang tidak saling menguntungkan ini."
Xie Hong ingin protes, tetapi tatapan tajam Yun Mohei membuatnya diam. Setelah cukup tenang, dirinya segera menyadari kesalahannya.
Secara perlahan, Yao Han menarik kembali pancaran kekuatannya, begitupun dengan penghuni Dimensi Pagoda. Sikap Yao Han tetap waspada dan matanya menatap lekat bergantian tiga pengawal Yun Lian, tanpa memperhatikan sama sekali gadis bercadar merah darah itu.
"Bukan maksudku bersikap perhatian pada nona ini, jika pihak aliran putih mengetahui kondisi dan latar belakangnya, bukankah akan timbul masalah? Sejauh yang aku ketahui, kalian dari sekte berlawanan selalu sensitif dengan kemunculan seorang jenius kultivator muda dari masing-masing pihak."
Dugaan Yao Han tidak sepenuhnya salah. Namun karena latar belakangnya yang misterius dan belum terbaca jelas oleh ketiganya, membuat mereka tidak bisa bertindak sesuka hati.
Setelah meminta maaf atas sikap Xie Hong dan menganggap telah mengganggu waktu bersantai Yao Han, Yun Mohei segera pamit.
"Aku harap tidak ada masalah dari kunjungan kalian ke wilayah Negeri Hutan Hijau. Jika memang benar terjadi kekacauan, aku akan menganggapnya itu berhubungan dengan kalian."
Yun Mohei mendadak geram dengan ucapan Yao Han, "Saudara Muda, bukankah kau berlebihan? Kau berani mengancam kami? Kurasa dirimu terlalu bernyali."
Yao Han tersenyum tipis, "Aku hanya mengingatkan. Perlu nona dan ketiga senior garis bawahi, Negeri Hutan Hijau kami masih memiliki Angin Timur."
Hening beberapa saat sebelum Yun Mohei menanggapi, "Terima kasih sudah mengingatkan, kami pergi dahulu." Yun Mohei segera mengajak rombongannya pergi.
Mata Yao Han menatap lekat ke arah mereka sampai menghilang dari pandangannya.
"Aku harap memang tidak ada masalah yang akan terjadi," gumam Yao Han.
"Berbeda denganmu, aku memiliki firasat buruk tentang ini, Han'er." Meirong menanggapi.
Yao Han hanya menghela napas panjang dan tidak memikirkannya lebih jauh.
***
Di wilayah utara Negeri Hutan Hijau, ada rombongan kecil tiga orang memakai jubah putih kebiruan. Seorang pria dan dua muda mudi. Mereka berasal dari Benteng Es Utara.
Dua muda mudi ini adalah Bing Xinhai dan Bing Xueyu, keduanya bersaudara sepupu, yang akan menghadiri Pertemuan Kultivator Muda di Kota Harta Giok dikawal seorang kultivator Ranah Jiwa tahap akhir.
Sejak memasuki wilayah Negeri Hutan Hijau, Bing Xinhai beberapa kali menggoda Bing Xueyu terkait rencana Bing Houyi menjodohkan gadis itu dengan Yao Han, murid Angin Timur.
"Xuexue, kenapa jalanmu cepat sekali? Kau tidak sabar tiba di Kota Harta Giok atau tidak sabar bertemu dengan calon suamimu?"
Dalam perjalanan mereka mendengar Yao Han yang sedang berkelana keluar pulau, jadi Xinhai berpikir mereka memiliki kemungkinan bertemu dengannya.
"Xinhai, berhentilah bicara omong kosong. Apanya yang calon suami? Itu hanya rencana konyol ayahku saja."
"Eh, kenapa? Bukankah calon sepupu ipar tidak buruk? Dia murid Angin Timur, kau tahu? Aku setuju jika kau menikah dengannya."
"Setuju kepalamu!"
---
Catatan Author:
Hari ini up tiga chapter, sudah cukup puas 'kan ya?
Kalau kalian menghargai kerja keras otak author, jangan lupa like dan spam komen.
Selamat bermalam Jum'at.
Salam panas dingin,
Author, Maswaw.