Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 183 - Datang Belakangan



Huang Mingzhu kemudian mengetahui kebenaran tentang tingkat kultivasi dua perwakilan Sekte Teratai Putih itu. Shenghao sudah mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas, sedangkan Honghao hampir menyusulnya, hanya sebatas benang tipis.


Masing-masing dari Shenghao dan Honghao menggunakan sebuah pusaka khusus yang kuat untuk mengelabui kultivator lain membaca kebenaran praktik mereka. Hal ini agar mereka tidak terlalu menarik perhatian yang tidak perlu.


Berkat kemampuan mata khususnya, Huang Mingzhu menjadi orang selain anggota Sekte Teratai Putih yang mengetahui tingkat kultivasi Shenghao dan Honghao. Dia tidak mempedulikan maksud penggunaan pusaka khusus ini, tetapi dia mengagumi pencapaian kultivasi keduanya, terutama Shenghao.


'Hm... kupikir Wentian yang akan lebih dulu mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas diantara kami. Ternyata sudah didahului Saudara Shenghao...'


Tebakan Huang Mingzhu memang benar jika membandingkan pencapaian Shenghao dengan Ji Wentian, dirinya, atau dengan generasi muda dari sekte bintang sepuluh lain. Namun jika membandingkan dengan keseluruhan kultivator muda yang satu generasi muda dengannya, maka tebakan Huang Mingzhu meleset.


Sebenarnya, ada dua kultivator muda yang sudah lebih dulu mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas dan keduanya tidak berasal dari sekte aliran putih maupun netral, dimana salah satunya adalah kultivator bebas tanpa terikat dengan sekte manapun.


"Senang bisa bertemu dengan saudara saudari sekalian. Melihat langsung kecantikan tidak biasa dari para saudari, membuat rasa lelahku berkurang banyak."


Semuanya tertawa pelan mendengar celetukan Shenghao.


"Senior, aku tidak tahu ternyata kau bisa juga menggoda para gadis. Darimana kau mempelajari ilmunya?" Honghao menanggapi, sedikit menyindir seniornya yang satu ini.


"Omong kosong apa yang kau katakan? Dari sisi mana aku menggoda para saudari ini? Aku memuji kecantikan mereka dari hati." Shenghao membela diri.


"Terima kasih pujiannya, Saudara Shenghao. Pujian langka darimu sangat berarti dari kami," sahut Huang Mingzhu mewakili para gadis. Dia mengetahui Shenghao memang tulus memuji kecantikannya dan para gadis lainnya.


Shenghao membalasnya dengan senyum tipis lalu mulai mengamati perwakilan lain yang sudah tiba sebelum mereka. Meskipun tingkat kultivasi yang dia miliki sebenarnya adalah yang paling tinggi diantara mereka, Shenghao tidak bersikap arogan dan memasang wajah angkuh. Dia memasang wajah hangat dan bersikap ramah sesuai ajaran sekte.


Setelah melihat kultivator muda dalam ruangan pertemuan itu, Shenghao kemudian teringat dengan salah satu pemuda yang juga satu generasi dengan mereka. Dari awal perjumpaan sampai kemudian berpisah dengan pemuda itu, baik Shenghao maupun Honghao tidak mengetahui tingkat kultivasinya yang sebenarnya.


Namun Shenghao yakin, pemuda itu jauh lebih kuat beberapa kali lipat dibandingkan kultivator dengan usia maupun tingkat kultivasi yang sama. Dia juga yakin pemuda itu akan menjadi pusat perhatian jika berada dalam pertemuan ini.


"Tinggal menunggu dua perwakilan yang belum datang..." Bao Wei berujar. "Sekte Pedang Suci dan Sekte Taring Buas..."


Saat dua nama sekte ini disebut Bao Wei, raut wajah dari dua perwakilan menjadi masam dan dingin. Bao Wei hanya bisa menahan untuk tidak menghela napas panjang saat melihat reaksi atas ucapannya berasal dari Sekte Gunung Langit dan Sekte Teratai Putih.


Untuk Sekte Pedang Suci, hubungan mereka menjadi kurang harmonis dengan Sekte Gunung Langit sejak kejadian besar yang berkaitan dengan menghilangnya Dewi Pedang Api Hong Meirong dan pemicu perang besar dunia kultivator dua puluh tahun silam.


"Ah, kupikir pertemuannya sudah dimulai. Hampir saja aku datang terlambat."


Perhatian semua orang beralih pada seorang pemuda yang penampilannya sangat mencolok sampai membuat mata siapapun yang melihatnya sakit.


Shen Qi, pemuda berpakaian sangat mewah dan berkelas. Pakaiannya terbuat dari sutera emas bercampur perak dan dihiasi beberapa macam batu permata yang nilainya mampu memenuhi kebutuhan hidup seribu orang manusia biasa selama setahun penuh. Dibelakangnya ada seorang pemuda yang terlihat lebih muda bernama Shen Bai.


Shen Qi, putra semata wayang Patriark Sekte Pedang Suci yang juga dijuluki sebagai Pilar Pedang, Shen Jian. Untuk Shen Bai, dia adalah saudara sepupu satu kakek buyut dengan Shen Qi dan berusia lebih muda dua tahun dari anak Patriark Sekte Pedang Suci itu.


Bukan hanya penampilannya saja yang mencolok, raut wajah Shen Qi membuat hampir semua muda mudi disana ingin melemparinya dengan batu. Congkak dan angkuh. Ji Wentian dan Huang Mingzhu diam tanpa senyum, terkesan datar tidak peduli bahkan bersikap dingin dengan kedatangan perwakilan Sekte Pedang Suci ini.


Disisi lain, Bao Wei selaku perwakilan tuan rumah menahan untuk tidak menghela napas panjang lagi. Sejujurnya, dia berharap perwakilan Sekte Pedang Suci bukanlah Shen Qi, karena dia sudah mendengar cukup banyak tentang pemuda ini.


Mungkin disebabkan latar belakangnya sebagai anak Patriark dari salah satu sekte terbesar aliran putih, Shen Qi menjadi bersikap arogan dan senang hidup mewah. Sikapnya juga agak manja, dan agak malas berlatih kultivasi walaupun mendapatkan jatah sumber daya yang besar.


Namun setidaknya perwakilan Sekte Pedang Suci tidak terlalu buruk dimata Bao Wei berkat kehadiran Shen Bai, jenius kultivator muda yang sebenarnya dianggap saingan Shen Qi. Sikap pemuda satu ini jauh lebih baik dari yang Bao Wei dengar dan itu terbukti setelah melihatnya secara langsung.


"Selamat datang Saudara Shen. Silahkan masuk dan duduk menikmati jamuan dari kami."


Shen Qi memasang senyum meremehkan, hampir membuat Bao Wei kehilangan senyumannya. Dia bersikap demikian karena merasa tingkat kultivasinya lebih tinggi dan latar belakangnya yang lebih istimewa dibandingkan Bao Wei.


Shen Bai diam-diam merutuk sikap saudara sepupunya dan memasang senyum tipis meminta maaf.


Dalam benaknya, Bao Wei berharap pertemuan ini tidak dihadiri oleh dua perwakilan, yaitu Sekte Pedang Suci dan Sekte Taring Buas, karena dia yakin jika ada masalah pada pertemuan ini, maka itu berasal atau berkaitan dengan dua perwakilan sekte bintang sepuluh ini.


"Perwakilan Sekte Taring Buas belum datang? Aneh sekali. Padahal mereka yang mengusulkan pertemuan ini dan juga yang paling dekat dengan Kota Harta Giok, tetapi mereka belum juga datang. Memalukan sekali." Shen Qi tersenyum sinis.


Beruntung Tetua yang mengawalnya dan Shen Bai sudah masuk ke dalam ruangan lain. Jika tidak, dia akan menegur Shen Qi yang tidak bisa menjaga ucapannya. Bao Wei hanya tersenyum tipis, padahal dalam hati sudah mencibir habis-habisan menanggapi ucapan Shen Qi.


- - -