
Sebelum Yao Han menanggapi, Xu Yin terlebih dahulu memotong, "Yang-gege, dia itu murid Senior Angin Timur. Dengan kemampuan yang dia miliki, hampir mustahil meminta bantuan pada orang lain."
Xu Yang melirik adiknya itu sambil menaikkan sebelah alisnya tinggi-tinggi, "Yin'er, bukankah sebelumnya kau mengatakan Adik Han adalah laki-laki payah? Lalu sekarang kau terdengar seperti sedang memujinya."
Xu Yang menambahkan, Xu Yin harus memanggil Yao Han sebagai Han-gege atau setidaknya Yao-gege. Xu Yin ingin protes, tetapi Xu Yang tidak ingin dibantah.
Xu Yang kemudian menatap Yao Han dengan senyum penuh arti, "Untuk sementara ini, kita adalah saudara angkat, tapi mungkin dimasa depan kita akan menjadi saudara ipar, Adik Han."
Xu Yang tertawa kencang sebentar, sebelum menjerit kesakitan karena rambutnya dijambak Xu Yin.
Lagi-lagi, percakapan ketiganya mengundang tawa geli dari Bing Lizi yang diam-diam menguping dari ruangan sebelah dan kemudian menceritakan apa yang dia dengar pada Meirong, Yutian, Tian Jian, dan Xiao Ni.
***
Selama semalaman, orang-orang yang berada di rumah kayu buatan Yao Han sibuk dengan urusan masing-masing.
Zi Dan beserta enam murid Sekte Bintang Ungu fokus berlatih karena terpana dengan hasil yang mereka dapatkan setelah menerima dan mengonsumsi pil buatan Yao Han.
Hal yang sama juga dilakukan Yao Han dan dua Xu bersaudara yang akhirnya berlatih setelah menghilangnya suasana canggung dan adegan kekerasan kecil Xu Yin terhadap kakaknya. Sementara disebelah ruangan Yao Han, Bing Lizi dan lainnya menikmati waktu dengan berbincang sampai pagi tiba.
Yao Han dan lainnya berdiri didepan rumah kayu. Sebelum pergi, Yao Han ingin menghilangkan rumah kayu itu. Dia sedang dalam posisi setengah berlutut, setelah membentuk beberapa mantra tangan sederhana, Yao Han menepuk pelan tanah didepannya.
Tak lama, tanah bergetar, rumah kayu itu menunjukkan reaksi.
Krakk. Krakk. Krakk.
Susunan kayu rumah itu berubah menjadi batang pohon yang kemudian masuk ke dalam tanah. Rumah kayu itu menghilang seolah tidak pernah ada sebelumnya.
Melihat aksi Yao Han, yang lainnya kecuali Xiao Ni menatap penuh takjub. Zi Dan memperhatikan Yao Han penuh kekaguman dalam hatinya. Satu-satunya yang dia ragukan pada Yao Han adalah tingkat praktiknya. Zi Dan merasa praktik Yao Han tidak mungkin berada di Ranah Dasar tingkat sepuluh seperti yang dia baca.
'Setidaknya murid Senior Angin Timur ini sudah mencapai Ranah Pondasi. Apa mungkin Pondasi Langit?'
Sementara itu Xiao Ni tertawa melihat aksi kecil Yao Han itu, "Seperti yang kubilang sebelumnya, kau lebih pantas menjadi murid Senior Chen daripada Senior Feng."
Yao Han menanggapi dengan senyum tipis, yang lain kebingungan dan penasaran dengan sosok yang disebut 'Senior Chen' ini karena Xiao Ni secara tidak langsung menyebutkan ada sosok yang lebih baik daripada Angin Timur yang diketahui sebagai kultivator tertua sekaligus terkuat diseluruh Benua Bulan Biru.
'Apa Senior Chen ini salah satu Jagoan Empat Penjuru? Tapi selain Senior Angin Timur, mereka bertiga sudah lama tidak terdengar kabarnya...'
Sebenarnya Zi Dan tidak salah menebak, tetapi dia tidak berani bertanya untuk memastikan pada Yao Han ataupun Xiao Ni karena takut menyinggung.
"Xiao Han, setelah aku mengantarkan mereka berdua ke Lembah Hati Racun, aku akan langsung kembali ke Pulau Bulan Bintang."
"Baik, Senior."
Xiao Ni membentuk mantra tangan dan didepannya muncul sesuatu berwarna putih berdiamater dua meter seperti gumpalan awan yang melayang setinggi setengah meter dari atas tanah.
Xiao Ni naik kemudian duduk diatas awan putih itu, seolah dia sedang duduk diatas karpet yang terbuat dari bantalan kapas tebal.
"Kalian berdua, naiklah dan duduk dibelakangku."
Sedikit ragu, tetapi dua Xu bersaudara itu menurut dan kemudian duduk diatas awan putih.
"Senior, kami pergi dulu. Adik Han, hati-hati dalam perjalananmu. Kalau ada waktu luang, mampirlah ke Lembah Hati Racun, aku akan mengajakmu berkeliling." Xu Yang memberi hormat seadanya pada Zi Dan, lalu berpamitan pada Yao Han.
"Aku tidak bisa berjanji, tetapi aku memang ada rencana untuk ke Lembah Hati Racun setelah urusanku selesai."
Xu Yin hanya memperhatikan dari balik topeng besinya tanpa mengucapkan apapun.
"Baiklah, kita pergi sekarang."
Xiao Ni menjentikkan jarinya, perlahan gumpalan awan putih tebal yang menjadi kendaraan mereka melayang lalu menjauh menuju satu arah.
Setelah mereka tidak lagi terlihat, Zi Dan memberanikan diri bertanya pada Yao Han, "Saudara Muda, pendengaranku yang salah atau putra Patriark Lembah Hati Racun tadi memang memanggilmu 'adik'?"
Yao Han tersenyum tipis, "Memang benar, sejak semalam kami menjadi saudara angkat."
Zi Dan tersedak napasnya, kaget sekaligus terpana dengan sikap santai Yao Han dihadapan anggota sekte racun yang paling ditakuti dan sekarang bisa menjalin hubungan dekat sebagai saudara angkat dengan putra sulung Patriark Lembah Hati Racun.
"Aku harap Senior dan para saudara tidak membocorkan hal ini pada orang lain."
Zi Dan beserta enam murid Sekte Bintang Ungu langsung berjanji tidak akan membocorkan, bahkan langsung bersikap tidak tahu apa-apa. Mereka hanya takut kepala mereka akan terlepas dari tempatnya jika berani melakukan hal itu.
"Ngomong-ngomong Saudara Muda, jika kau bisa menjadi saudara angkat dengan pemuda itu, mungkin suatu hari kau bisa menjadi saudara iparnya juga."
Yao Han tertawa kaku, "Tidak mungkin, lagipula Nona Xu adalah gadis paling aneh yang pernah aku temui, aku tidak merasa kami ada kecocokan. Senior, lebih baik kita ke Sekte Bintang Ungu sekarang."
"Ah, iya, iya, ayo kita pergi."
***
Gumpalan awan putih yang dikendalikan Xiao Ni berhenti ditengah jalan, membuat dua Xu bersaudara itu penasaran.
"Ada apa, Senior?"
Xiao Ni membalikkan badan menghadap keduanya, "Aku ingin bertanya, apa kalian tahu siapa aku?"
Xu Yin yang menjawab, "Senior bernama Xiao Ni, pengikut Senior Angin Timur."
"Benar, aku mengenalkan diri sebagai pengikut Senior Feng untuk memudahkan perkenalan saja. Namun sebenarnya aku ini bukanlah manusia, melainkan satu-satunya hewan roh yang tinggal dan menjadi salah satu penjaga Pulau Bulan Bintang yang menjadi tempat tinggal Senior Feng."
"Hah?"
"Lebih baik aku menunjukkannya pada kalian."
Tubuh Xiao Ni bercahaya terang menyilaukan, kemudian Xiao Ni dalam wujud manusia menghilang digantikan dengan sosok hewan raksasa. Berwujud bangau dengan bulu berwarna pelangi yang menyatu sempurna dan berekor panjang, serta dua pasang sayap. Panjang tubuhnya mencapai dua puluh meter.
Xu Yang dan Xu Yin yang melihat itu menganga dan terkagum-kagum.
"Inilah wujudku sebenarnya, Bangau Pelangi..."
Xiao Ni sengaja menunjukkan wujud aslinya, salah satu faktornya adalah dirinya yang lebih nyaman terbang menggunakan wujud asli sebagai Bangau Pelangi.
"Naiklah ke atas punggungku, kita akan tiba di Lembah Hati Racun jauh lebih cepat."
Meskipun ragu, akhirnya dua kakak beradik itu naik ke atas punggung Xiao Ni. Mereka duduk dengan tenang dan diselimuti penghalang tak terlihat untuk menghindari gesekan dengan udara saat Xiao Ni terbang dengan kecepatan tinggi.
Xiao Ni melanjutkan perjalanan terbangnya dan dalam waktu tiga jam, mereka tiba di Lembah Hati Racun.