Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 138 - Suasana Hati



Mo Shin dan anak buahnya yang menjadi pengacau di pernikahan Chu Fu dan Jia Lin sudah diurus oleh pihak keamanan setempat. Tidak butuh waktu lama kabar mengenai kekacauan di pesta pernikahan tersebut terdengar ke seluruh penjuru Kota Embun Hijau.


Yao Han tidak lagi memikirkan atau ingin mengurusi mereka lebih jauh setelah melumpuhkan mereka dengan cara menghancurkan Dantian dan kemampuan praktik mereka. Yao Han terbilang masih baik hati tidak membunuh mereka dengan memberikan Serum Penyembuh.


Menurutnya, lebih baik mereka diganjar oleh hukuman yang berlaku di kota tersebut, meskipun ternyata Mo Shin dan anggota kelompoknya berasal kota tetangga yang tidak jauh dari Kota Embun Hijau.


Yao Han masih memiliki sebuah tanggungan, yaitu mengatasi Racun Pelangi yang bersarang dalam tubuh Chu Fang. Dari penjelasan Chu Zi, anak pertamanya itu terluka dan teracuni karena melindungi Chu Lun yang hampir saja dijadikan alat sandera.


Sebenarnya Chu Fang masih cukup beruntung setelah terkena Racun Pelangi. Dikarenakan dia seorang kultivator, Qi miliknya melindungi organ dalam tubuhnya meski tidak banyak membantu.


Kultivator Ranah Inti sekalipun butuh waktu tiga bulan untuk mengeluarkan racun ganas ini secara keseluruhan. Sementara manusia biasa yang terkena racun ini, akan hancur menjadi bubur dalam waktu kurang dari lima menit.


Pil yang yang diberikan Yao Han sebelumnya hanya bisa menekan penyebaran dan keganasan racun untuk sementara waktu, setidaknya selama satu bulan. Untuk menghilangkan seluruh racun itu, Yao Han perlu menggunakan Teknik Dewa Racun.


Namun tidak seperti sebelumnya, Yao Han ingin mengobati anggota keluarga Chu dalam sebuah ruangan tertutup, hanya ada dirinya dan Chu Fang. Yao Han bahkan menolak keras saat Xu Yin memaksa untuk ikut menonton proses pengobatannya.


Sebagai ganti agar gadis itu tidak semakin kesal padanya, Yao Han memberikan Xu Yin sebuah pisau belati beracun yang merupakan Pusaka Fana tingkat tinggi yang dia rampas dari Mo Shin. Harta lain yang dia rampas adalah sebotol kaca berisi sepertiga cairan Racun Pelangi.


Setelah menutup pintu ruangan dan menguncinya, penghuni Dimensi Pagoda keluar menemani Yao Han dan memasang formasi pelindung. Yutian berubah wujud menjadi ular giok sepanjang satu meter, dirinya berniat membantu Yao Han.


Terlepas dari baiknya penguasaan Yao Han terhadap Teknik Dewa Racun dan memiliki Tubuh Sembilan Bintang, Yao Han masih belum sempurna mengatasi racun ganas setingkat Racun Pelangi, jadi dia masih membutuhkan bantuan Yutian.


"Han'er, aku akan mengambil tujuh puluh persen racun dalam tubuhnya, sisanya kuserahkan padamu."


"Baik, Guru."


Yutian menggigit pergelangan tangan kanan Chu Fang dan mulai menyerap racun itu ke dalam tubuhnya. Sebagai mantan Gerbang Racun, meskipun dia berwujud ular giok, Yutian bisa menyerap atau melepaskan racun melalui gigitannya.


Kurang dari lima menit kemudian, Yutian melepaskan gigitannya. Yao Han mengambil alih pengobatan. Dia melakukan hal yang sama dengan Yutian, menyerap racun ke dalam tubuhnya.


Penyerapan racun oleh Yao Han sedikit lebih lama, karena dia tidak memiliki akar roh murni unsur racun seperti Yutian atau Tubuh Seribu Racun seperti Xu Yin.


Jika Yutian menggunakan Racun Pelangi untuk meningkatkan praktik, Yao Han nanti akan menggunakannya untuk memperkuat Tubuh Sembilan Bintang miliknya agar bisa mengimbangi kelebihan Tubuh Seribu Racun.


Setelah berhasil menyerap dan mengubah komposisi racun menjadi Qi yang menempa tubuhnya, Yao Han merasakan penambahan kekuatan yang cukup signifikan. Tidak heran Racun Pelangi termasuk sepuluh racun paling ganas dari Lembah Hati Racun.


Hal yang disayangkan Yao Han adalah Mo Shin yang tidak bisa diajak bekerja sama untuk memberitahu darimana dia mendapatkan racun tersebut. Jika Mo Shin mendapatkannya secara alami dari Kalajengking Ekor Pelangi di sarangnya, maka itu jauh lebih baik.


Alasannya satu, siluman beracun satu ini berhubungan dengan keberadaan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa. Jika Yao Han berhasil memiliki petunjuk sarang Kalajengking Ekor Pelangi, maka ada kemungkinan dia bisa menemukan tanaman sihir ini untuk membantu Tian Jian membentuk tubuh fisiknya.


Namun Yao Han tidak terlalu kecewa, karena baik Bing Lizi, Tian Jian, Meirong bahkan Yutian sekalipun hanya pernah sekali dua kali menemukan sarang Kalajengking Ekor Pelangi. Meirong juga pernah sekali mendapatkan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa, tetapi itu sudah lebih dua ratus tahun lalu.


Racun Pelangi dalam tubuh Chu Fang sudah menghilang sepenuhnya, Yao Han mengalirkan Qi unsur kayu yang mengandung energi kehidupan, dibantu Meirong yang melemparkan Api Feniks yang menyelimuti seluruh tubuh Chu Fang dan mempercepat proses pemulihan.


"Tabib Yao..." Chu Fang bersuara lirih, menyadari keberadaan Yao Han disampingnya.


Yao Han tersenyum tipis, "Syukurlah, kau sudah sadar. Aku akan memberitahu yang lain."


***


Dikarenakan tidak ada kepentingan lain lagi yang harus diselesaikan di rumah Chu Zi, Yao Han memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan bersama Xu Yin, tanpa ingin ikut ke pemakaman Chu Fu dan keluarga Jia.


Yao Han hanya menyampaikan dirinya ikut berduka cita atas musibah yang menimpa mereka dan tidak lebih dari itu. Chu Zi masih tahu diri memberikan hadiah, yang awalnya ingin Yao Han tolak karena tidak etis, tetapi Yutian menyarankan untuk menerimanya.


"Terima kasih atas bantuan yang kau berikan pada kami, Tabib Yao. Kami tidak akan melupakannya."


Yao Han ingin menanggapi, tetapi tidak ada yang bisa diucapkan. Dia menutup kembali mulutnya, lalu memberikan senyuman tipis, anggukan pelan, dan menangkupkan tangan hormat sebagai salam perpisahan.


Sejujurnya, perasaan Yao Han sedikit buruk setelah berhadapan dengan Mo Shin dan kelompoknya, terlebih setelah mendengar cerita dibalik penyerangan mereka yang berlandaskan balas dendam. Entah disadarinya atau tidak, penilaian baik Yao Han terhadap keluarga Chu perlahan luntur.


Selepas meninggalkan Kota Embun Hijau, Xu Yin memasang kembali topeng besinya. Gadis cantik itu ingin mengajak Yao Han berbicara untuk mengusir kebosanan, tetapi melihat raut wajah Yao Han yang sepertinya sedang tidak bisa diajak bicara, Xu Yin mengurungkan niatnya dan ikut diam selama perjalanan.


Yao Han sempat melirik ke arah sebuah pohon besar dan rindang, berencana beristirahat sejenak dengan bermeditasi dibawahnya, tetapi bersamaan dengan itu terdengar pesan telepati dari Meirong.


"Han'er, pergilah ke arah selatan, ada sekelompok kultivator dikepung puluhan manusia setengah siluman."


Melalui penglihatan Indera Surgawi, Meirong mengetahui mereka merupakan anggota sekte karena memakai seragam serupa. Dan jika dia tidak salah ingat, seragam itu seperti yang digunakan oleh anggota Sekte Bintang Ungu.


Langsung saja Yao Han melesat ke arah yang dimaksud karena Sekte Bintang Ungu adalah tempat bernaung Hua Feng, anak pemimpin Kota Bukit Bunga, Hua Ren. Tindakannya itu membuat Xu Yin berdecak kesal dan mengumpat.


"Lagi-lagi dia langsung pergi meninggalkanku begitu saja! Apa yang salah dengan pikirannya, sih?!"


 


Catatan:


Author yang sok sibuk ini akan bergelung dalam kesibukan selama beberapa hari (atau minggu) ke depan. Jadi kelancaran up novel MTI maupun JHD akan terganggu. Mohon harap maklum.


* Padahal biasanya juga gak lancar, hahaha!


Salam panas dingin,


Author, Maswaw.