Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 105 - Sekte Racun



Hutan Kabut Racun adalah sebuah hutan luas yang berada di wilayah Negeri Tanah Merah. Merupakan salah satu tempat yang paling dihindari sebagian besar orang, karena hutan ini menjadi tempat tinggal ribuan siluman beracun di seluruh Benua Bulan Biru.


Tidak hanya siluman, ada juga sebagian hewan roh atau sebagian besar tanaman sihir beracun yang hidup dan tumbuh subur disana.


Dibalik hutan beracun ini terdapat sebuah lembah, yang sulit dijangkau melalui perjalanan biasa. Jika berhasil mencapainya, maka akan terlihat sebuah lembah yang amat luas melebihi gabungan sepuluh kota besar kultivator sekalipun.


Lembah ini dikenal sebagai surganya hampir seluruh kultivator yang mendalami Dao Racun dan bergabung dalam sebuah sekte bernama Lembah Hati Racun.


Lembah Hati Racun adalah sekte Kultivator Racun pertama yang berdiri di Benua Bulan Biru dan menjadi salah satu sekte besar aliran hitam bintang sepuluh. Dikarenakan ilmu racunnya, Lembah Hati Racun sangat ditakuti dan disegani baik lawan maupun kawan.


Kesan menakutkan sekte satu ini sedikit tersamarkan sejak She Yutian sang Gerbang Racun generasi sebelumnya menjadi Tetua Agung Lembah Hati Racun. Meskipun sebenarnya dia menjabat posisi itu atas desakan Patriark dan sebagian besar petinggi sekte.


Berbeda dengan para pendahulunya, Yutian memang bersikap berbeda. Dia ramah dan senang bercanda, baik itu pada sesama anggota sekte maupun pihak luar sekte.


Tidak mengherankan dan termasuk hal wajar jika Lembah Hati Racun menjalin hubungan dekat aliran netral, tetapi uniknya adalah Yutian berusaha menjalin hubungan dekat dengan aliran putih.


Usahanya cukup mulus, tetapi hancur begitu saja sejak Yutian dengan sangat berani membunuh anggota penting Sekte Pedang Abadi dan menantang secara tidak langsung salah satu kultivator terkuat Sekte Gunung Langit.


Menghilangnya Yutian secara mendadak dalam perseteruannya dengan Dewi Pedang Api dari Sekte Gunung Langit menjadi pukulan berat Lembah Hati Racun secara keseluruhan. Tidak sampai disitu, Lembah Hati Racun juga mendapat ancaman besar karena diserang dua sekte besar aliran putih.


Serangan ini memicu perang kultivator skala besar yang menyeret hampir seluruh sekte kultivator bintang sepuluh dari aliran putih dan hitam, serta tercatat dalam sejarah sebagai perang paling berdarah yang pernah terjadi.


Banyak orang yang mengira Lembah Hati Racun akan mengalami kehancuran atau setidaknya mengalami kemunduran besar setelah kehilangan Yutian sang Gerbang Racun.


Namun semuanya terbantahkan karena jagoan kultivator utama Lembah Hati Racun yang bersembunyi dan memperkuat diri dalam diam menunjukkan kekuatan luar biasa. Terlebih dengan kemunculan dua kultivator sepuh yang menjadi legenda hidup Lembah Hati Racun yang pernah mengguncang dunia kultivator di masa lalu.


Mereka adalah Xu Lao dan She Liu, atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Kakek Kodok dan Nenek Ular. Keduanya adalah kultivator tertua Lembah Hati Racun yang masih hidup dan berusia setidaknya delapan ratus tahun.


Xu Lao adalah senior She Liu yang perbedaan usianya hanya beberapa tahun. Sementara She Liu adalah guru dari She Yutian, sang Gerbang Racun generasi sebelumnya.


Dalam dua puluh tahun terakhir setelah perang besar yang dihentikan Angin Timur itu, pihak Lembah Hati Racun memilih tidak terlalu berurusan dengan dunia luar dan terus membenahi diri.


Setelah menghilangnya Yutian, gelar Gerbang Racun jatuh kepada Xu Gang, Patriark Lembah Hati Racun. Xu Gang masih tersambung darah dengan Xu Lao, karena kakeknya adalah adik kandung Xu Lao yang dulunya adalah Patriark sebelum dirinya.


Xu Gang juga adalah junior Yutian, terpaut usia sekitar lima puluh tahun. Namun jika membandingkan kekuatan diantara keduanya, jelas Xu Gang masih kalah dengan seniornya itu. Meskipun begitu, setelah menghilangnya Yutian, Xu Gang adalah kultivator terkuat Lembah Hati Racun, setelah Xu Lao dan She Liu.


Tidak seperti Yutian yang belum menikah dan tidak bisa ditebak wanita mana yang disukainya, Xu Gang sudah lebih dulu menikah dengan wanita cantik bernama Liu Yin. Pernikahan keduanya sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun dan kemudian lahirlah anak pertama mereka, seorang bayi laki-laki bernama Xu Yang.


Empat tahun kemudian, anak kedua lahir. Kebahagiaan itu datang bersama dengan kesedihan, karena Liu Yin meninggal setelah melahirkan anak keduanya, yaitu bayi perempuan cantik yang diberi nama Xu Yin.


Anak kedua pasangan Xu Gang dan mendiang Liu Yin ini mendapat berkah langit. Terlahir dengan bakat kultivasi diatas rata-rata. Akar rohnya hanya mengandung dua unsur, kayu dan air. Selain itu, dia juga memiliki tubuh khusus bernama Tubuh Seribu Racun.


Xu Yin diyakini akan seperti paman gurunya, Yutian dan akan membawa Lembah Hati Racun ke puncak kejayaan sekali lagi, terlepas dirinya terlahir sebagai perempuan.


Bakat tinggi adik kandungnya tidak membuat Xu Yang iri dan dengki. Bakat Xu Yang memang biasa saja dan dia menyadari hal ini, tetapi dia selalu berusaha keras agar pencapaiannya bisa mengimbangi sang adik.


Xu Yang sangat menyayangi sang adik, terlebih karena Xu Yin menganggap dirinya adalah pembunuh tak langsung sang ibu. Setelah ribuan kali diberi pengertian oleh orang-orang terdekatnya, barulah Xu Yin tidak lagi berpikir demikian di usianya yang menginjak dua belas tahun.


Sebagai calon kultivator terkuat Lembah Hati Racun di masa depan, Xu Yin diberi kelonggaran mempelajari ilmu racun dari Kitab Racun Langit lebih awal.


Kitab ini adalah sebuah buku tebal berisi segala jenis racun yang dihimpun oleh seluruh anggota Lembah Hati Racun dari segala generasi. Racun tingkat rendah sampai racun tingkat tinggi tercatat dalam buku ini.


Keberuntungan Xu Yin dimanfaatkan juga oleh Xu Yang. Dia melihat peluang, lalu diam-diam menyalin beberapa ilmu dari Kitab Racun Langit dan mempelajarinya tanpa sepengetahuan sang adik, karena tahu Xu Yin dilarang menunjukkan kitab itu pada orang lain.


Celaka bagi Xu Yang, karena dia nekat mempelajari ilmu racun tingkat tinggi untuk memperoleh kekuatan besar dalam waktu singkat, tubuhnya justru keracunan hebat. Jelas dia terkena efek samping ini karena praktiknya yang masih rendah. Dia juga tidak memiliki akar roh murni unsur racun atau tubuh khusus seperti Xu Yin.


Jika bukan karena pertolongan segera oleh Xu Lao, She Liu, dan Xu Gang, maka nyawa Xu Yang tidak akan terselamatkan. Karena hal ini pula, mereka akhirnya mengetahui Xu Yang mempelajari ilmu racun yang seharusnya tidak boleh dipelajari sebelum praktiknya matang atau berada pada tingkat tinggi.


Hampir kehilangan nyawa satu kali karena tindakan sembrononya tidak membuat Xu Yang jera. Kembali dia ulangi mempelajari ilmu racun berbahaya karena dia begitu keras kepala. Berkali-kali pula ayah, kakek, dan neneknya 'memarahi'nya.


Kultivator Racun terhebat dari Lembah Hati Racun sekalipun kesulitan menangani kondisi buruk Xu Yang.


 


Catatan Author:


Hai, gaes.


Tanggal terakhir sebelum author update cerita ep. 102, 103, dan 104 di tanggal 17 April adalah tanggal 10 April.


Rencana saya memang libur dua hari, tetapi kesibukan di dunia nyata tidak mengizinkan saya mencurahkan ide untuk melanjutkan kembali update novel Mortal to Immortal.


Jika sebelumnya saya sok sibuk, nah kali ini sibuk beneran dan baru sempat up hari ini. Entah kesambet apa, tapi saya bersyukur bisa up 3 episode basa basi. Hahaha


Pembaca: "Sering-sering kesambet aja, Thor."


Author: "Bagus sekali saran kalean."


Saya juga mau menyampaikan sebuah pengumuman yang bisa membuat kalian berkata 'tidak lembut' pada saya.


Andaikan author tidak update sampai satu bulan tanpa pengumuman, maka author terpaksa memberikan garis besar cerita selanjutnya sampai ke bagian akhir cerita.


Padahal untuk novel yang ini, author sudah memiliki kerangka cerita yang cukup matang, tetapi karena kesibukan di dunia nyata jauh lebih penting, ya mau gimana lagi, kan?


Lagipula saya menulis karena sekedar hobi saja dan kalo cari penghasilan dari menulis, platform ini gak bisa dijadikan lahan pencaharian uang karena kebijakannya yang (sangat) tidak memihak para author kecil atau baru.


Singkatnya para author dijadikan budak kapitalis gaes disini, makanya banyak yang minggat dan mengabaikan bahkan meninggalkan novel yang kadung kontrak disini.


Kok budak, Thor? Bahasanya kasar banget.


Nih saya kasih tahu.



Tiga episode per hari?


Lima ribu kata per hari?


Gi*la! Edan!


Itu hanya berlaku untuk penulis sesungguhnya atau full time bukan penulis part time.


Hahaha!


Dan jangan lupa bom like, gaes.


Dukung juga author lewat ka*ya*ka*sa


Nama akunnya @Maswaw


Selamat bermalam Minggu pertama di bulan puasa.


Salam panas dingin,


Author, Maswaw.