Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 106 - Kondisi Kritis



Patriark Lembah Hati Racun, Xu Gang diserang rasa sakit kepala yang hebat ketika mengetahui nyawa anak pertamanya, Xu Gang bisa melayang kapan saja jika anaknya itu kembali meneruskan belajar atau menggunakan seni racun tingkat tinggi.


Tidak ada yang bisa atau berani menghilangkan racun yang sudah menyatu dengan jantung Xu Yang. Sedikit saja kesalahan dalam proses pengobatan, efek paling ringan adalah Xu Yang akan kehilangan kemampuan dalam praktik kultivasi dan menderita kelumpuhan. Dan yang paling buruk adalah kematian Xu Yang saat itu juga.


Kesulitan yang mereka alami kurang lebih sama pada saat Patriark Benteng Es Utara, Bing Houyi meminta bantuan Lembah Hati Racun untuk mengobati anak bungsunya, Bing Yunzi. Masalah yang diderita Yunzi saat itu adalah jalur meridiannya tertutup oleh racun pil ganas dan juga sudah menyatu dengan sumsumnya.


Yang bisa dilakukan Xu Gang, Xu Lao, dan She Liu adalah mengurangi keganasan racun dalam tubuh Xu Yang dan berharap anak dan cucu mereka satu itu tidak menggunakan racun kelas tiga ke atas.


Akan lebih bagus jika Xu Yang tidak menggunakan ilmu racun sama sekali, selagi mereka mencari cara terbaik untuk mengobati kondisi buruknya.


"Aih, andai ada Xiao Tian disini..." gumam Xu Lao lirih, yang masih didengar She Liu dan Xu Gang.


She Liu mendadak sendu, terpikirkan muridnya yang menghilang, dan belum kembali atau ditemukan keberadaannya setelah hampir dua puluh tahun pencarian.


Bukan tanpa alasan Xu Lao bergumam demikian. Kemampuan Yutian sudah jauh melampaui mereka semua dan hanya dengan Teknik Dewa Racun ciptaannya, kondisi Xu Yang bisa berangsur pulih dan sehat sempurna.


Mungkin mereka memiliki sedikit harapan andai saja ada yang mewarisi ilmu satu ini, tetapi mereka mengetahui Yutian belum pernah menurunkan Teknik Dewa Racun pada siapapun di Lembah Hati Racun.


Xu Gang menutup matanya. Terlihat jelas dia mengalami tekanan berat dan wajahnya seperti menua beberapa puluh tahun. Kesibukannya sebagai Patriark sudah cukup menjadi beban di pundaknya dan semakin berat dengan ditambah masalah kondisi anak sulungnya.


'Aku tidak ingin kehilangan orang terdekatku lagi...'


Sebelumnya, Xu Gang sudah kehilangan dua orang terdekat. Pertama, seniornya Yutian yang sangat dihormati dan menjadi panutannya. Kedua, Liu Yin, wanita cantik sekaligus istri yang dia cintai. Xu Gang tidak bisa lagi mengalami kehilangan ketiga, yaitu anak sulungnya, Xu Yang.


Suatu hari, ada sebuah kabar yang menjadi angin segar bagi Xu Gang, Xu Lao, dan She Liu, yaitu kabar tentang kemunculan kembali Angin Timur. Tentu saja mereka tidak meragukan kabar ini karena disebarkan oleh Menara Harta Giok melalui Toko Harta Giok yang tersebar di seluruh Benua Bulan Biru.


Feng Xian tidak hanya berjulukan Angin Timur salah satu dari Jagoan Empat Penjuru, tetapi juga Dewa Alkemi, alkemis sekaligus tabib nomor satu dunia kultivator Benua Bulan Biru selama ratusan tahun.


Feng Xian adalah harapan lain Xu Gang dan yang lain untuk mengobati kondisi Xu Yang. Mereka percaya, Feng Xian dengan pil buatannya mampu melakukannya.


Xu Lao dan She Liu sepakat, mereka akan mendatangi Pulau Bulan Bintang untuk menemui Feng Xian dan meminta bantuannya. Jika tidak dalam kondisi terdesak, cukup satu diantara mereka menemuinya. Namun, karena karakter Feng Xian yang cukup sulit diajak bicara, setidaknya dengan kehadiran mereka bersama, setidaknya bisa membuat Feng Xian memberi muka.


Belum lagi Xu Lao dan She Liu berangkat, Xu Yin datang memberi kabar mengejutkan bahwa Xu Yang kabur dari sekte, terbukti dari surat kecil yang ditinggalkan pemuda itu di kamarnya. Kembali mereka diserang rasa sakit kepala setelah mendapat kabar baik.


"Yang'er melakukan hal gila lagi... Xu Gang, bagaimana bisa kau melepaskan pengawasanmu padanya?" She Liu mendadak geram pada Xu Gang yang dalam kondisi lemas.


Merasa kesal, She Liu menghentakkan tongkat panjangnya yang bentuk bagian pangkalnya seperti kepala ular ke lantai, membuat getaran hebat sampai puluhan meter. Ini masih tergolong ringan, karena jika She Liu tidak menahan diri, dia bisa membuat ruangan yang mereka tempati runtuh seketika hanya dengan satu kali hentakan.


Xu Gang menatap Xu Yin. Mata gadis itu memerah dan berkaca-kaca, siap menumpahkan air matanya kapan saja. Xu Gang baru saja ingin menjawab, tetapi lebih dulu terdengar suara Xu Lao.


"Tenanglah, Yin'er. Kakek akan mengerahkan banyak orang untuk mencari dan membawa pulang kakakmu." Xu Lao memberikan solusi dan sebuah senyuman harapan.


"Kakek..." Xu Yin menghambur ke pelukan Xu Lao, kakek buyutnya, "Aku ingin ikut mencari Yang gege..."


"Jangan. Kau harus tinggal disekte. Fokus pada latihanmu dan yakinlah kakakmu baik-baik saja selama diluar sana. Kami akan pergi ke Pulau Bulan Bintang untuk mencari bantuan khusus. Kau mengerti?"


Xu Yin menghembuskan napas panjang, "Baiklah, Kek, aku mengerti."


"Bagus, itu baru cicitku yang cantik dan manis."


***


Kemunculan kultivator Ranah Jiwa di luar sekte bisa menimbulkan gejolak dan menarik perhatian, terutama yang berasal dari sekte besar. Hal ini membuat Xu Lao dan She Liu menyamar setelah memasuki wilayah Negeri Hutan Hijau.


Dengan kekuatan yang mereka miliki, Xu Lao dan She Liu tiba di Pulau Bulan Bintang cukup cepat dan tidak ada hambatan berarti. Tidak ada siluman yang menghadang karena mereka segera melepaskan aura kuat sejak memasuki wilayah Pulau Bulan Bintang.


Di puncak gunung tertinggi Pulau Bulan Bintang, mereka menemukan seorang pria sedang melukis menghadap ke hutan luas. Mereka segera mendekati pria yang tidak lain adalah Feng Xian dan segera memberi salam hormat.


"Senior Feng, junior Xu Lao memberi salam."


"Senior Feng, junior She Liu memberi salam."


Xu Lao dan She Liu termasuk dari sedikit orang yang mengetahui nama marga Feng Xian. Pria berjulukan Angin Timur ini juga menduduki posisi nomor satu orang yang disegani dan dihormati Xu Lao dan She Liu.


Jika penampilan Feng Xian seperti pria berumur tiga puluhan tahun, Xu Lao seperti pria lima puluhan tahun. Tubuhnya sedikit gemuk dan sebagian rambut dan janggut panjangnya sudah memutih. Sementara penampilan She Liu seperti wanita empat puluhan tahun awal dan bertubuh sedikit kurus, serta rambutnya yang sudah memutih semua. Padahal Feng Xian dua ratus tahun lebih tua dari mereka, tetapi penampilan fisiknya jauh lebih muda.


Gerakan kuas Feng Xian berhenti, dan karena dia dalam posisi duduk menyamping terhadap posisi Xu Lao dan She Liu, dia cukup menoleh sedikit pada mereka. Feng Xian membalas salam mereka dengan anggukan pelan tanpa senyum.


"Melihat dua kultivator sepuh Lembah Hati Racun bersamaan kemari pastilah ada urusan yang amat penting." Feng Xian berkata tanpa basa-basi.