Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 131 - Jamuan Makan



Selama hampir dua minggu terakhir, keluarga Saudagar Chu dilanda kesedihan dan kepanikan dikarenakan tiga anggota keluarga mereka mengalami sakit aneh, yang belakangan diketahui mereka ini bukan sakit melainkan keracunan.


Namun setelah kedatangan Yao Han yang kemudian mengulurkan bantuan pengobatannya, kesedihan itu menghilang kurang dari satu jam. Tiga orang sakit ini sudah sadar dan sembuh sepenuhnya.


Kepala keluarga Chu, Chu Zi, memerintahkan semua pelayan yang bekerja di rumahnya untuk menyiapkan jamuan terbaik. Sementara dirinya membawa Yao Han dan Xu Yin ke ruang tamu. Sepasang muda mudi itu dijamu dengan beberapa hidangan pembuka yang cukup mewah.


"Tabib Yao sangat hebat. Masih semuda ini tetapi memiliki kemampuan luar biasa. Aku sungguh diberkahi oleh langit dengan membawamu kemari dan menolong keluargaku."


Sikap Chu Zi yang berubah menjadi lebih sopan membuat Yao Han sedikit tidak nyaman. Dia berusaha sebaik mungkin untuk tidak terlihat canggung lalu memberikan senyuman ramah.


"Tuan Chu terlalu memuji. Sebenarnya kondisi keluarga Anda bukan masalah besar bagiku sehingga mudah diatasi. Namun beruntung kedatanganku yang kebetulan kemari tidak terlambat."


"Jangan merendah begitu, Tabib Yao. Kemampuanmu bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan semua tabib yang pernah kudatangkan. Hanya kurang dari setengah jam, kau sudah berhasil mengobati mereka. Hanya saja cara pengobatanmu berbeda jauh dari tabib kultivator lainnya." Chu Zi tersenyum canggung.


Meskipun tidak langsung bersinggungan dengan dunia kultivator pada umumnya, Chu Zi tidak cukup bodoh untuk tidak menyadari Yao Han bukanlah orang sembarangan, bahkan memiliki latar belakang yang tidak biasa.


Dia melirik ke arah Xu Yin yang tidak lagi memakai topeng besi dan menggantinya dengan cadar hitam tebal. Terlihat sebagian wajahnya yang putih cantik dan sepasang mata hijau indah.


"Maaf sebelumnya, apakah kalian berdua ini sepasang kekasih? Kalian terlihat begitu serasi."


Berbeda dengan Yao Han yang sedikit terkejut, ucapan Chu Zi membuat wajah Xu Yin memerah dan gadis itu langsung menanggapi, "Aku bukan kekasihnya!"


Suara Xu Yin yang cukup keras mengejutkan Chu Zi, tatapan gadis itu juga membuatnya bergidik ketakutan.


"Tuan Chu salah paham. Kami adalah teman seperjalanan." Yao Han meluruskan.


"Ah, maaf jika aku salah." Chu Zi tertawa cangggung sambil mengusap pelipisnya, "Kudengar Tabib Yao adalah tabib pengelana, apakah itu benar? Kenapa aku tidak merasa demikian?"


"Aku menyebut diriku sebagai tabib karena aku memberikan jasa pengobatan. Sedangkan sebutan tabib pengelana karena aku sedang berkelana sambil menawarkan jasa pengobatan gratis pada beberapa orang yang kutemui."


"Hm? Pengobatan gratis?" Kedua alis Chu Zi naik dan dia merasa keheranan, memberikan jasa gratis sama sekali tidak memberikan keuntungan. Setidaknya itu yang dia pikirkan dari sudut pandang sebagai seorang saudagar, "Hampir tidak ada orang yang melakukan hal yang sepertimu, Tabib Yao, terutama yang usianya semuda dirimu."


Yao Han tersenyum tipis, "Ya kurasa begitu. Guruku bahkan pernah menyebutku sebagai orang bodoh."


Memang Chu Zi bisa melihat jika sifat Yao Han cenderung naif dengan melakukan kebaikan seperti itu, "Kau tidak takut ada orang yang memanfaatkan kebaikanmu, Tabib Yao?"


"Sama sekali tidak. Apa yang sudah pernah kuberikan, bisa kuambil kembali dengan mudah, bahkan jika ingin membalas, maka aku akan membuat orang-orang seperti ini merasakan sesuatu yang lebih buruk dari kematian."


Yao Han mengatakan itu dengan santai seolah bukan masalah besar, tetapi reaksi dua orang didekatnya cukup keras. Xu Yin meliriknya sambil berpikir ulang bahwa Yao Han tidak sepolos yang dia kira. Sedangkan Chu Zi tersenyum kaku dan menelan ludah gugup.


"Ngomong-ngomong, Tuan Chu..."


"Ah, Tabib Yao bisa memanggilku Paman Chu saja."


"Oh, baiklah, Paman Chu. Aku ingin bertanya darimana Anda mendapatkan perhiasan-perhiasan terkutuk itu?"


Chu Zi bercerita sebenarnya dua hari lagi adalah hari pernikahan anak keduanya, Chu Fu dengan anak gadis dari keluarga cukup terkenal di kota mereka ini. Berita pernikahan mereka sudah menyebar hampir ke seluruh kota.


Sebagai bagian dari keluarga kalangan atas, mereka mendapatkan banyak hadiah, dimana salah satunya adalah satu set perhiasan yang akhirnya menjadi malapetaka keluarga saudagar Chu.


"Jika aku tidak salah ingat, perhiasan itu kami terima dua minggu lalu. Namun kami tidak mengetahui pengirimnya karena tidak menyertakan identitas. Tanpa menaruh kecurigaan, para wanita dikeluarga kami menyukai perhiasan itu karena termasuk barang mahal dan berharga. Sayangnya, setelah itu mereka jatuh sakit seperti yang kau lihat, Tabib Yao. Untuk selanjutnya tidak perlu kuceritakan lagi."


Chu Zi juga menambahkan, karena kemalangan yang menimpa keluarga mereka, pernikahan anak keduanya hampir saja dibatalkan. Hari baik sudah ditentukan jatuh dua hari lagi dan jika batal, maka harus menunggu satu sampai dua tahun lagi.


Yao Han mengelus dagunya dan berpikir sejenak. Cerita dari Chu Zi membuatnya sedikitnya curiga bahwa pengirim hadiah perhiasan terkutuk ini ingin mencelakai keluarga Chu Zi secara perlahan.


"Paman Chu, kita berusaha berpikir baik. Anggap saja pengirim perhiasan terkutuk itu tidak mengetahui dampak buruk dari penggunaan benda yang mengandung Qi pada manusia biasa."


Chu Zi menangkap sesuatu yang berbeda, "Tabib Yao, dengan kata lain, orang ini ingin berbuat buruk pada keluargaku, bukan?"


Yao Han menghela napas panjang, "Tadinya aku sempat berpikir demikian. Jika benar, kurasa pernikahan anak keduamu harus dibatalkan agar tidak mengundang kecurigaan."


Chu Zi menjadi dilema, dia justru berpikir akan tetap melanjutkan acara pernikahan dua hari lagi untuk Chu Fu, karena anaknya satu itu bersikeras menikahi calon istrinya apapun keadaannya.


Persiapan sudah rampung sembilan puluh persen. Sia-sia jika dibatalkan. Lagipula keluarganya sudah sehat kembali.


Belum sempat dia menemukan jalan keluar, seorang pelayan datang memberitahu sajian terbaik mereka sudah siap. Mengalihkan perhatian sejenak dari masalah yang dibahas sebelumnya, Chu Zi mengajak Yao Han dan Xu Yin ke ruang makan untuk menikmati hidangan.


Di ruang makan, sudah hadir semua keluarga utama Saudagar Chu, termasuk tiga perempuan sakit yang sudah sembuh sempurna. Penampilan mereka juga sudah berganti, mengenakan pakaian yang baru dan bagus. Wajah mereka tidak lagi terlihat mengerikan dan nampak berseri.


Ketiga perempuan ini sudah mendengar semua cerita dari Chu Fang dan Chu Fu. Hadirnya Yao Han di ruang makan, disambut baikm dan ramah oleh mereka, serta tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih.


"Bibi dan nona-nona tidak perlu sungkan, kebetulan aku mendengar kabar tentang kalian dan datang kemari."


Chu Zi mempersilahkan dua tamunya itu duduk bersama mereka. Chu Zi duduk di bagian ujung meja. Disebelah kanan adalah istrinya, Chu Fang, dan istri Chu Fang. Disisi kiri ada Chu Fu, Yao Han, Xu Yin, dan Chu Lun.


Disela jamuan makan itu, Yao Han sekali lagi mendapat pujian dari anggota keluarga Chu yang lain. Yao Han hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.


Sejujurnya Yao Han sedikit kaget dengan jamuan keluarga Chu karena baginya terlihat begitu mewah. Yao Han hanya tidak menyadari seharusnya dia sudah terbiasa dengan 'kemewahan' setelah tinggal cukup lama di Pulau Bulan Bintang.


Chu Fang dan Chu Fu meminta Yao Han memanggil mereka dengan sebutan saudara, bukan tuan muda lagi.


"Tabib Yao, mohon jangan tersinggung, aku ingin bertanya tentang pil yang kau berikan sebelumnya. Darimana kau mendapatkannya?"


"Aku membuatnya sendiri."


"Eh?! K-Kau alkemis?!"