
Yao Han meminta bantuan kecil Zhao Yi untuk mencarikannya sebuah bidang tanah kosong.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan tanah kosong ini nantinya, Saudara Yao? Kau ingin membeli tanahnya atau apa?"
"Tidak, aku akan menyewa tanah itu dan membuat rumah."
Kedua alis Zhao Yi terangkat, raut wajahnya heran terlihat jelas. Kemudian dia melihat ke luar ruangan, warna langit menunjukkan hari sudah sore hari.
"Saudara Yao, kalau kau ingin tinggal di kota ini sementara waktu, aku bisa menyuruh pekerjaku menyiapkan ruangan khusus untukmu. Tidak perlu mencari atau membuat rumah."
Yao Han tertawa kecil, "Aku memiliki maksud lain. Nanti Manajer Zhao akan tahu sendiri."
Zhao Yi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, 'Aku tahu perangainya berbeda dengan gurunya, tapi pola pikirnya aneh sekali.'
"Hm, ada beberapa tanah kosong disini. Salah satunya adalah milik toko kami. Kau bisa gunakan tempat itu tanpa perlu membayar uang sewa."
"Oh, benarkah? Terima kasih, Manajer Zhao."
Bukan hanya Zhao Yi, melainkan semua penghuni Dimensi Pagoda juga ikut penasaran dengan tindakan Yao Han di Kota Rubah Salju ini. Bedanya, Yutian maupun Meirong membiarkan Yao Han bertindak semaunya selama tidak merugikan atau membahayakan nyawa.
Zhao Yi kemudian mengajak Yao Han menuju tanah kosong yang dimaksud. Dikarenakan Yao Han berjalan bersama petinggi nomor satu Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju itu, dia menjadi pusat perhatian dan perbincangan.
Tanah kosong yang dimaksud Zhao Yi tidak terlalu luas, tapi sudah lebih dari cukup bagi Yao Han. Yang dibutuhkan Yao Han hanya area tanah bagian depan dan dekat dengan jalan lalu lalang orang-orang.
"Kau ingin membuat rumah disini? Apa perlu kucarikan tukang bangunan? Sebenarnya kurasa lebih baik kau menumpang tinggal di toko kami saja, Saudara Yao."
"Ya, aku akan membuat rumah kecil disini. Tidak perlu memanggil tukang bangunan, aku bisa membuatnya sendiri."
Zhao Yi menatap ragu Yao Han, "Membangun rumah kecil membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sementara itu hari sudah hampir malam. Kau yakin tidak sedang melantur, Saudara Yao?"
"Tidak. Kenapa aku merasa sedang kau remehkan, Manajer Zhao?"
Zhao Yi panik. Dia melupakan bagaimana harus bersikap didepan Yao Han karena pembawaan Yao Han yang mudah diajak bicara.
"Maafkan aku, tolong jangan tersinggung." Zhao Yi tersenyum kaku, "Aku tidak meragukan kemampuanmu sebagai Alkemis, tetapi sebagai tukang bangunan... aku sama sekali tidak melihat kau memiliki bakat dibidang ini."
Yao Han tertawa kecil, "Aku bahkan tidak memerlukan alat dan bahan untuk membuat rumah, Manajer Zhao. Baiklah, akan kutunjukkan sesuatu padamu."
'Anak muda ini sepertinya benar-benar melantur. Apa dia tadi salah makan di Restoran Nagarasa?' Zhao Yi menanggapi dalam hati.
Yao Han mengambil posisi setengah berlutut. Zhao Yi hanya diam memperhatikan Yao Han yang mulai merapal segel tangan. Kedua tangan Yao Han diselimuti cahaya hijau dan setelah selesai, Yao Han meletakkan telapak tangannya ke tanah.
Tanah didepan keduanya bergetar hebat dan itu menarik perhatian banyak orang. Sebelum Zhao Yi bertanya apa yang sebenarnya terjadi, muncul kayu-kayu berukuran besar dari dalam tanah. Seolah memiliki pemikiran sendiri, kayu-kayu itu membentuk sebuah bangunan kecil.
Dalam waktu singkat, terbentuklah rumah kayu sederhana satu lantai buatan Yao Han. Dibeberapa bagian dinding luar rumah kayu itu terdapat cabang-cabang pohon berukuran sedang yang berdaun rimbun. Inilah 'rumah pohon' ala Yao Han.
"Bagaimana menurutmu, Manajer Zhao? Apakah rumah kecilku bagus?"
Yao Han hampir menyemburkan tawanya saat melihat raut wajah Zhao Yi. Mulut pria itu terbuka lebar, terpana dengan aksi Yao Han barusan. Hal yang sama ditunjukkan sebagian besar orang disekitar mereka.
"A-Aku tidak tahu kau memiliki kemampuan aneh seperti ini..." Terbata-bata Zhao Yi menanggapi.
Yao Han hanya tertawa kecil, lalu masuk ke dalam rumah buatannya. Rumah itu memiliki satu kamar saja. Sebagai penerangan, Yao Han menggunakan sihir Lentera Api.
Tidak lupa Yao Han meletakkan beberapa Bunga Teratai Biru dibeberapa sudut rumah, membuat seluruh penjuru ruangan di rumah kecil itu beraroma wangi dan berhawa sejuk.
Yao Han hanya tersenyum tipis dan Zhao Yi langsung menyadari Yao Han tidak mau menjelaskan lebih lanjut.
"Ehem, sekarang kau sudah membuat rumah ini, apa yang kau ingin kau lakukan selanjutnya?"
"Aku ingin membuka jasa pengobatan selama aku tinggal di Kota Rubah Salju dan rumah ini sebagai rumah pengobatan."
Zhao Yi memperhatikan Yao Han selama beberapa saat, semakin lama dia semakin tidak mengerti dengan anak muda didepannya ini.
"Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu izinkan aku menjadi pasien pertamamu. Tolong periksa aku."
Yao Han tidak melihat atau merasakan Zhao Yi sakit, terluka, atau semacamnya. Satu-satunya hasil pemeriksaan Yao Han adalah adanya racun pil dalam tubuh Zhao Yi. Menggunakan Teknik Dewa Racun, Yao Han dengan mudah membersihkan segala macam racun itu.
Zhao Yi dibuat takjub kembali, Yao Han hanya memegang pergelangan tangan kanannya dan mengalirkan Qi. Tak lama kemudian, tubuhnya terasa jauh lebih sehat dan ringan. Aliran Qi menjadi lancar masuk ke dalam dantian. Praktik Zhao Yi sekarang tidak jauh dari Ranah Inti Merah tahap puncak.
"Kau memang hebat, Saudara Yao! Hahaha!" Zhao Yi berseru senang, "Berapa harga yang harus kubayar?"
"Aku tidak menetapkan harga jasa pengobatan yang kuberikan. Aku akan menerima berapapun bayaran yang pasien berikan padaku."
Zhao Yi mengerutkan dahi, "Dengan kata lain, pasien yang datang membayar sesuai dengan kemampuan mereka?"
"Kurang lebih seperti itu."
"Lalu bagaimana jika ada pasien yang tidak memiliki sesuatu untuk membayarmu?"
"Tidak masalah, aku akan membiarkan mereka menerima jasa pengobatanku secara gratis. Itu juga karena aku hanya berencana tinggal sementara waktu disini. Kecuali tinggal lebih lama, aku akan menetapkan harga untuk jasaku."
Zhao Yi semakin tidak mengerti dengan cara berpikir Yao Han. Sebagai salah satu orang yang terlibat dalam dunia bisnis, dia menilai tindakan Yao Han adalah sia-sia.
"Kenapa kau melakukan ini, Saudara Yao?"
"Hm? Hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu luang."
Jika penghuni Dimensi Pagoda menanggapi dengan tawa terbahak-bahak, maka Zhao Yi menanggapi dengan senyum kecut.
"Kalau begitu, bagaimana jika aku mengatakan tidak bisa membayar jasamu barusan?"
"Seperti yang kukatakan tadi, aku tidak masalah." Kemudian Yao Han tertawa geli menyadari Zhao Yi yang sedang berniat bercanda dengannya.
Namun sebelum meninggalkan Yao Han dan kembali ke toko, Zhao Yi menyerahkan seratus batu roh biasa. Bayaran yang besar untuk satu kali jasa pengobatan kecil menurut Yao Han.
---
Petunjuk berupa nama tentang hewan apa yang akan menjadi teman dekat MC ternyata sangat memudahkan pembaca untuk menebak, ya.
Hahaha!
Sebenarnya ada tiga pilihan nama, yaitu Xiao Hu, Xiao Bai, dan Da Mao.
Namun, nama Xiao Bai terlalu pasaran dan sudah terlalu mainstream. Sedangkan nama Da Mao terlalu aneh dan sepertinya sangat asing, jadi kayak gak bisa diterima.
Maka jadilah diputuskan namanya Xiao Hu atau kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti...
(Silahkan komen arti namanya, bagi yang mau komen atau tau artinya. Wkwkwk).