Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 210 - Biaya Pengobatan



Sebelum menjawab pertanyaan Feng Xian, Shui Lan menarik napas dalam. Dia sebenarnya tidak menyangka akan diajak bicara oleh Feng Xian, terlebih sepertinya sang Angin Timur tidak lagi bersikap dingin padanya yang berasal dari aliran putih.


"Muridku mendapatkan luka serangan Tapak Awan Maut dari gadis Sekte Awan Bulan, Senior."


Feng Xian mengelus janggut hitam pendeknya. Dia pernah mendengar tentang Tapak Awan Maut ketika Yutian menceritakan kemampuan unik masing-masing sekte terbesar aliran hitam pada Yao Han.


"Itu teknik yang mematikan, sesuai dengan namanya. Seharusnya muridmu sudah lama mati. Dia beruntung masih bisa hidup."


Shui Lan tersenyum tipis. "Benar, Senior. Namun sebenarnya yang membuat kondisinya hampir tidak terselamatkan bukan hanya karena serangan itu, melainkan..."


Shui Lan tidak keberatan berbagi cerita lebih banyak, karena berpikir Feng Xian dalam kondisi sedang mudah diajak berkomunikasi.


"Qi yang bersifat merusak dan ganasnya menyerupai racun..." Feng Xian diam-diam terkejut. "Kemungkinan besar dia mempelajari teknik rahasia atau semacamnya. Bagaimana menurutmu, monster kecil?"


Feng Xian sengaja meminta pendapat Yao Han mengenai Qi merah darah itu.


"Murid pikir bukan karena teknik rahasia, Guru, melainkan manual praktik. Gadis itu pastinya mempelajari manual praktik terbaik tingkat tinggi untuk kalangan kultivator aliran hitam."


Feng Xian tersenyum tipis. Dia hanya sedang menguji seberapa jauh pengetahuan dan pemikiran kritis Yao Han. Jawaban Yao Han sesuai dengan perkiraannya. Lagipula Yao Han juga mempelajari manual praktik tingkat tinggi yang membuat warna dan kekuatan Qi-nya berbeda dari yang lain.


"Aku sudah mendengar informasi tentang konflik di Kota Harta Giok dari salah satu Toko Harta Giok, tapi aku ingin mendengar sisi lainnya dari kalian."


Shui Lan dan Bing Xueyu berpandangan, lalu Bing Xueyu meminta ijin menceritakan detil kejadian karena dia adalah salah satu saksi ditempat kejadian.


Selama beberapa menit, Bing Xueyu menceritakan semua detil kejadian penting yang dia ketahui tanpa berusaha menutupi. Memang ada beberapa hal yang tidak Feng Xian atau Yao Han ketahui dari Toko Harta Giok, tapi mereka ketahui dari cerita Bing Xueyu.


Suasana menjadi hening setelah Bing Xueyu selesai bercerita, sampai Feng Xian bertanya pada Yao Han.


"Bagaimana menurutmu tentang gadis itu, monster kecil?"


"Jawaban seperti apa yang Guru inginkan?"


Feng Xian menaikkan alis karena muridnya bertanya balik, lalu tertawa kecil. "Maksudku tentang kekuatannya."


Yao Han terdiam sejenak. "Dari cerita Saudari Bing, bukanlah sudah jelas gadis itu memiliki kekuatan mengerikan?"


"Apa menurutmu dia lebih kuat darimu?" Feng Xian sengaja menggoda Yao Han.


"Sebenarnya Guru Feng, aku pernah bertemu dengannya. Dia memang kuat, tapi jika kami bertarung, aku rasa bisa menang darinya. Mungkin, jika kami bertemu lagi, aku akan menghabisinya, asalkan Guru tidak keberatan bermusuhan dengan Sekte Awan Bulan."


Mendengar ucapan Yao Han, Shui Lan dan lainnya terbatuk pelan, sedangkan Feng Xian berdecak jengkel.


"Kau tidak terdengar seperti dirimu yang biasanya. Dan apa kau pikir aku takut dengan Sekte Awan Bulan?"


"Tidak, aku hanya tidak mau merepotkan Guru saja." Yao Han menjawab santai.


"Bagus, itu baru benar. Jangan membuatku repot atau melakukan sesuatu yang merepotkan dirimu sendiri."


Shui Lan dan lainnya tidak bisa mencerna dengan baik percakapan pasangan guru dan murid itu, karena isi kepala dua orang itu yang berbeda dari kebanyakan orang.


"Hampir, Senior. Kami belum membayar murid Anda?"


"Kalau begitu cepat selesaikan."


Shui Lan tersenyum canggung. Dan ketika menanyakan besarnya biaya pengobatan Shui Hua, Shui Lan mendapatkan jawaban Yao Han yang tidak terduga.


"Matriark, sejak mendirikan Rumah Pengobatan ini, aku tidak pernah menetapkan biaya jasa pengobatanku. Aku selalu menerima apapun yang diberikan tergantung kemampuan masing-masing pasienku."


Shui Lan tidak bisa langsung menanggapi, sedangkan Feng Xian berusaha untuk tidak tertawa. Yao Han tidak sepolos yang Feng Xian pikirkan. Feng Xian menemukan muridnya itu memiliki tingkat kesulitan unik tersendiri yang berbeda dari dirinya, entah disadari Yao Han atau tidak.


Pada papan pengumuman yang dipasang Yao Han tertulis bahwa dirinya menerima apapun bentuknya sebagai bayaran atas jasa pengobatan. Bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan membayar tinggi, itu meringankan mereka bahkan membuat Yao Han disukai banyak orang.


Hal berbeda dirasakan oleh mereka yang memiliki kemampuan tinggi, terutama yang berasal dari sekte besar. Harga diri mereka dipertaruhkan jika mereka tidak membayar sesuai kemampuan mereka. Rasanya memalukan jika mengeluarkan biaya yang sama dengan mereka yang berkemampuan rendah.


Rumah Pengobatan Yao Han sebenarnya ditujukan untuk kalangan orang-orang menengah ke bawah dan Yao Han tidak berniat mempersulit mereka. Namun disaat yang sama, Yao Han mempersulit kalangan orang-orang menengah ke atas secara tidak langsung.


Siapapun dengan kemampuan tinggi akan sakit kepala hanya karena perkara menentukan biaya pengobatan Yao Han saja.


"Saudara muda, akan lebih mudah kau menyebutkan langsung biayanya."


Yao Han tidak pernah meminta, jadi dia sulit menentukan biaya jasa pengobatannya dan tetap membiarkan Shui Lan yang menentukan sendiri.


Shui Lan seakan baru menyadari Yao Han memiliki kesulitan tersendiri untuk dihadapi. Meskipun sebenarnya lebih mudah jika dibandingkan Feng Xian, tapi berhadapan lebih lama dengan Yao Han akan membuatnya sakit kepala dan bisa berujung malu.


"Saudara muda, ini..."


"Matriark, bagaimana jika aku meminta separuh kekayaan Sekte Ombak Bunga sebagai bayaran?"


Yao Han sebenarnya bercanda, tetapi cukup serius ditanggapi. Shui Lan dan lainnya terbatuk pelan. Bahkan Shui Hua berpikir Yao Han juga gila harta, sama seperti sifat gurunya yang terkenal satu itu.


Berbeda dengan yang lain, Feng Xian justru tertawa kencang.


"Itu harga yang pantas. Kenapa kau keberatan? Kalau bukan karena bantuan monster kecil ini, muridmu tidak akan tertolong." Feng Xian tertawa mengejek.


Shui Lan tersenyum masam. Keberadaan Feng Xian membuatnya merasa canggung dan kesulitan berbicara lebih leluasa, tetapi dia berusaha menawar.


Yao Han kemudian setuju dengan tawaran itu. Shui Lan membayar dengan mengeluarkan beberapa kantung batu roh. Jumlahnya memang tidak sebanyak candaan Yao Han, tetapi tetap saja akan membuat orang lain tercengang dan sesak napas.


Shui Hua merasa tidak enak hati membuat gurunya mengeluarkan biaya begitu banyak untuknya, tetapi dia tidak berani protes karena keberadaan Feng Xian.


Yao Han menawarkan hal lain agar Shui Lan tidak merasa begitu keberatan mengeluarkan banyak harta. Dia memunculkan beberapa botol berisi pil obat.


"Ini bukan pil tingkat tinggi, tapi kualitasnya tidak akan mengecewakan."


Shui Lan dan lainnya menahan napas saat melihat begitu banyak pil yang memancarkan cahaya, menandakan pil-pil didalam botol itu berkualitas sempurna.


- - -