
Yao Han dan Yunzi duduk dibawah pohon rindang, sementara empat orang dewasa duduk melingkar di teras kediaman Feng Xian.
"Han-gege, apa hewan roh yang bisa berubah wujud menjadi manusia akan memiliki wajah cantik dan tampan?"
Yao Han tertawa pelan atas pertanyaan lugu Yunzi karena melihat paras Meirong dan Yutian.
"Entahlah, aku baru melihat dua hewan roh seumur hidupku."
Hanya itu yang bisa dia berikan sebagai jawaban. Yao Han tidak ingin bercerita bahwa pada dasarnya, Meirong dan Yutian dulunya adalah manusia, yang kemudian 'dikutuk' langit menjadi hewan roh.
Yunzi manggut-manggut polos, "Han-gege, kau memiliki warna mata yang unik dan bagus. Sedikit mirip dengan mata kakakku."
"Begitukah?"
"Ya. Kakakku..."
Yunzi kemudian bercerita tentang kakaknya yang bernama Bing Xueyu. Yunzi biasa memanggilnya 'Yu-jiejie'. Warna mata Xueyu adalah biru keabuan, itulah kenapa Yunzi mengatakan mata Yao Han memiliki sedikit kemiripan dengan mata kakaknya.
'Xueyu berarti Giok Salju. Nama yang indah...' batin Yao Han.
"Kakakku itu sangat cantik sampai dijuluki sebagai Peri Es. Han-gege pasti suka padanya pada pandangan pertama..."
Yao Han tertawa lepas. Anak polos seperti Yunzi yang bahkan usianya belum mencapai sepuluh tahun sudah bisa bicara tentang rasa suka terhadap lawan jenis. Sedangkan dirinya sendiri yang tiga tahun lagi berumur dua puluh tahun belum sempat memikirkan tentang hubungan romantis.
"Han-gege tidak percaya? Ayo ikut denganku ke sekte, kau pasti akan terpukau dengan kecantikan kakakku."
"Aku percaya. Dia memiliki nama yang indah, itu juga menunjukkan kecantikannya yang diatas rata-rata."
"Tentu saja." Yunzi menaikkan dagu, menyombongkan kakaknya, "Kakakku belum memiliki pasangan, aku tidak keberatan kalau Han-gege yang menjadi pasangannya..."
Yao Han tertawa lagi, lebih keras dari sebelumnya.
***
Houyi terdiam lama setelah mendengar cerita panjang Yutian yang sesekali ditimpali oleh Meirong.
Matanya bergantian melihat Yutian dan Meirong. Dia masih mengingat jelas wajah keduanya sebelum menghilang. Namun, melihat mereka saat ini, Houyi menyimpulkan paras keduanya lebih indah dari yang dia ingat.
Houyi menghela napas panjang dan berujar pelan, "Hari ini aku mendapat banyak kejutan, membuat suasana hatiku tidak karuan. Entah pada siapa aku meminta pertanggungjawaban..."
"Saudara Bing, sejak kapan kau pandai merangkai kata seperti itu?" Yutian terkekeh.
"Apa itu penting? Saat ini hati dan pikiranku masih berkecamuk karena ceritamu. Kepalaku rasanya mau pecah."
"Kalau begitu, kau harusnya meniru kebiasaan Han'er. Disaat tertekan, dia selalu bermeditasi, sehingga pikirannya cepat tenang," balas Meirong.
"Ah, mengenai dirinya..." Houyi melirik Yao Han dikejauhan, "Sejak awal aku melihatnya, aku tahu dia bukan anak biasa. Siapa yang akan menyangka dia menjadi murid dari tiga orang berpengaruh dari tiga aliran kultivator sekaligus."
Pikiran liar Houyi ternyata benar, meski dia harus terkejut setelah mengetahui kebenarannya. Yao Han bisa menggunakan Teknik Dewa Racun karena Yutian yang menurunkan ilmu ini.
"Kau salah sekaligus lupa dengan ceritaku tadi, Saudara Bing. Aku dan Meirong tidak lagi menjadi bagian aliran hitam atau putih. Kami mengikuti jejak Senior Feng."
"Apa artinya kalian bukan lagi bagian dari sekte? Menjadi kultivator bebas?"
"Bisa dibilang ya, bisa dibilang tidak. Kami bukanlah She Yutian atau Hong Meirong seperti dulu. Kami yang lama sudah 'mati' dan 'terlahir' kembali. Menurutku, sangat mustahil kembali ke sekte dengan kondisi kami saat ini."
Houyi mengangguk pelan, menyetujui perkataan Yutian, dia juga tidak mempermasalahkan keputusan keduanya.
"Saudara Bing, kurasa cukup tentang kami. Bisakah kau menceritakan beberapa hal tentang dunia luar selama kami menghilang?"
"Oh, tentu. Tidak masalah buatku."
***
Pertarungan antara Meirong sang Dewi Pedang Api dan Yutian sang Gerbang Racun menjadi perbincangan hangat meski sudah hampir dua puluh tahun berlalu.
Penyebab utama yang diketahui adalah Yutian membunuh salah satu anggota penting Sekte Pedang Abadi, yang dikabarkan adalah tunangan Meirong.
Meirong sendiri berasal dari Sekte Gunung Langit. Hubungan Meirong dan mendiang tunangannya bisa berimbas pada hubungan kedua sekte yang nantinya akan terbentuk aliansi dua sekte besar bintang sepuluh aliran putih.
Kabar yang beredar saat itu mengatakan, kematian sang tunangan membuat Meirong murka dan pergi keluar sekte demi menuntut balas dendam pada Yutian.
Pembawaan Yutian sendiri memang tampak santai, ramah, dan bersahabat, terlepas dia dianggap sebagai Jagoan Gerbang aliran terkuat dan Gerbang Racun terbaik sepanjang sejarah Lembah Hati Racun.
Tindakan Yutian membingungkan banyak pihak, karena semenjak namanya melambung sebagai Gerbang Racun dan menjadi Tetua Agung Lembah Hati Racun, dia adalah kultivator aliran hitam pertama yang mungkin berpikiran untuk menjalin hubungan baik dengan semua aliran.
Banyak pihak baik dari dalam sekte maupun luar ingin membantu Meirong dan Yutian dalam pertarungan, tetapi ditolak.
Jika sebelumnya mereka hanya pernah terlibat beberapa kali pertarungan skala kecil, kali ini mereka benar-benar terlibat dalam pertarungan hidup mati skala besar dan sama sekali tidak ingin orang luar ikut terlibat.
Tidak diketahui secara jelas, tetapi pertarungan keduanya tiba-tiba terhenti dan yang menggemparkan adalah keduanya menghilang. tanpa jejak. Tidak sedikit orang yang menganggap keduanya berakhir tewas dan mayat keduanya tidak ditemukan.
Pertarungan ini berbuntut panjang. Sekte Gunung Langit dan Lembah Hati Racun saling menyalahkan satu sama lain hingga menimbulkan masalah lebih besar dimana terjadi perang besar dua sekte terbesar aliran putih dan hitam, menimbulkan gejolak baru dunia kultivator.
Sekte Gunung Langit dibantu Sekte Pedang Jiwa berniat memberi pelajaran dan membalas dendam pada Lembah Hati Racun dan sekutu mereka yaitu, sekte-sekte yang lebih kecil dalam naungan mereka.
Beberapa bulan setelah kabar menghilangnya Meirong dan Yutian, perang besar pun terjadi. Semakin lama semakin lebih banyak sekte yang ikut terlibat dengan alasan membantu masing-masing pihak.
"Tidak satupun dari pihak aliran netral yang ikut campur. Kami mengambil sikap diam atau menutup diri. Semuanya, kecuali Istana Bintang Api. Patriark mereka, Raja Api Huo Zhurong, memutuskan ikut campur dan membantu pihak aliran putih..."
Meirong dan Yutian sama-sama tidak habis pikir dengan pilihan Istana Bintang Api, karena dapat membuat posisi mereka tidak sama lagi seperti sebelumnya.
Perang besar berlangsung selama dua tahun dan baru berhenti setelah kemunculan mendadak salah satu Jagoan Empat Penjuru, Feng Xian sang Angin Timur.
Tidak satupun pihak yang tidak terkejut dengan kemunculan sosok yang terkenal tidak peduli terhadap urusan dunia luar di medan perang.
Namun, yang mereka ketahui, Feng Xian menunjukkan kekuatan dahsyat, membuat perang berhenti dan memaksa setiap pihak kembali ke sekte masing-masing dengan membawa rasa teror yang cukup dalam.
---