
Sepengetahuan Honghao, pil yang membantu kultivator menembus Ranah Dasar tingkat dua belas termasuk pil kelas empat atau lima.
Meski tergolong cukup rendah, pil ini cukup langka bahkan untuk sekte besar bintang sepuluh sekalipun. Biasanya murid jenius yang berhasil menembus batas ini harus mengandalkan kemampuan diri sendiri.
"Ya kurang lebih seperti itu." Yao Han menjawab santai pertanyaan Honghao, membuat pemuda itu nyaris mengumpat.
"Alkemis Emas... Saudara Yao, berapa umurmu saat ini?"
"Tujuh belas tahun, kurasa." Yao Han menjawab dengan tidak yakin karena dia lupa hari kelahirannya.
Shenghao dan Honghao terbatuk pelan, ternyata memang benar Yao Han lebih muda dari mereka.
"Alkemis Emas dibawah usia dua puluh tahun... aku sepertinya bermimpi disiang bolong." Honghao menampar pipi kanannya lalu meringis, "Aih, sakit... ini bukan mimpi."
Melihat reaksi Honghao, Yao Han merasa tidak perlu jujur dia sudah menjadi Alkemis Giok. Lalu Yao Han mengalihkan pada hal lain.
"Sudah waktunya makan siang, ayo makan bersama."
Tidak menunggu balasan dari Shenghao atau Honghao, Yao Han memunculkan beberapa lauk. Shenghao baru ingin mengatakan dirinya dan Honghao memiliki perbekalan yang cukup untuk mereka sendiri apalagi mendapat hadiah dari orang-orang, tetapi aroma lezat nan menggoda makanan yang dikeluarkan Yao Han sulit ditolak.
"Jangan sungkan, jangan sungkan."
Yao Han sedikit memaksa Shenghao dan Honghao, apa boleh buat keduanya menerima kebaikan Yao Han yang sepertinya terlihat tidak ingin ditolak.
"Jika adik Youzhi ada disini, dia pasti sangat senang. Makanan ini pasti sanggup dia habiskan sendiri." Honghao tergelak sendiri dengan pemikirannya.
Shenghao menjelaskan sedikit tentang Wu Youzhi pada Yao Han yang penasaran dengan nama tersebut, membuatnya mengganguk mengerti.
Tidak ada yang membuka suara saat makan, jadi makan siang itu berlangsung dengan tenang. Shenghao dan Honghao berterimakasih sekali lagi atas jamuan Yao Han.
"Minumlah ini."
Yao Han menyajikan Teh Rumput Perak pada keduanya. Aroma teh itu bisa membuat pikiran tenang.
"Saudara Yao, tadi kau berkata ingin melanjutkan perjalanan, boleh kutahu kau mau kemana?" Shenghao teringat dengan ucapan Yao Han sebelumnya.
"Ke arah tenggara, tepatnya ke Kota Bukit Bunga. Lalu kalian bagaimana? Apakah langsung kembali ke sekte?"
"Ah, tugas kami bisa dikatakan sudah selesai, tetapi Mahaguru tidak mengatakan kami harus langsung kembali ke sekte. Seperti yang menjadi kebiasaan sekte, kami para generasi muda disarankan untuk sering berkelana sambil membantu orang dan menambah pengalaman."
"Senior, kenapa kita tidak ikut berkelana bersama Saudara Yao?"
"Ah, itu..."
"Tidak masalah, lagipula aku senang mendapat teman seperjalanan."
Yao Han sudah pergi bersama kedua gurunya, menambah orang ikut dalam perjalanannya bukan masalah berarti, justru dia senang. Setidaknya dia bisa sedikit teralihkan dari perdebatan tidak penting oleh Meirong dan Yutian yang sering terjadi.
Shenghao juga memiliki niat yang serupa dengan Honghao, tetapi dia khawatir menggangu atau membebani Yao Han dalam perjalanannya. Karena dirinya dan Honghao tidak memiliki tujuan pasti kecuali kembali ke sekte, Shenghao akhirnya setuju.
Honghao tampak senang karena dia memiliki kesempatan belajar satu dua hal tentang alkemi dari Yao Han. Harapannya tentang sosok murid Angin Timur yang berbeda dari gurunya dikabulkan langit.
"Kalau begitu aku akan mengabari sekte."
Shenghao tidak membawa giok suara bersamanya. Kemudian dia merekam suaranya di slip giok. Yao Han diam memperhatikan dan saat Shenghao mengeluarkan burung kertas, Yao Han menjadi penasaran. Burung kertas itu berwarna kuning dan memiliki pola unik.
Shenghao meletakkan slip giok berisi pesan suaranya pada burung kertas lalu mengalirkan Qi. Sesaat kemudian, burung kertas itu terlihat hidup dan melayang diantara ketiganya.
***
Sekte Teratai Putih.
Seorang pria berbadan subur keluar dari ruangan pribadinya lalu berjalan sedikit buru-buru menuju aula utama sekte. Ada Wu Bai bersama dua muridnya, Wu Yi dan Wu Er.
"Adik ketiga, kenapa kau tergesa-gesa?" tanya Wu Er, keheranan dengan sikap adik seperguruannya yang tidak seperti biasanya.
Wu San menarik napas dalam, memberi hormat pada Guru dan dua seniornya.
"Aku baru saja menerima pesan dari Shenghao. Silahkan Mahaguru memeriksanya." Wu San dengan hormat menyerahkan slip giok.
Wu Bai tanpa bicara menerima slip giok itu dan mendengar isi pesannya. Wu Yi dan Wu Er penasaran karena melihat Wu San yang sepertinya sedang menahan senyum dan Wu Bai yang meski tampak tenang tetapi kedua matanya sesekali melebar.
"Kalian akan terkejut mendengar ini."
Wu Bai memberikan slip giok itu pada dua muridnya untuk didengarkan bergantian.
"Ini..."
"Shenghao tidak bercanda, bukan?"
Wu San tersenyum tipis melihat reaksi terkejut dua seniornya sama seperti dia sebelumnya. Secara garis besar, isi pesan slip giok itu tentang kabar kemunculan kembali Feng Xian, keberhasilan tugas Shenghao dan Honghao, dan yang membuat empat petinggi Sekte Teratai Putih paling terkejut adalah sosok murid Angin Timur dengan bakat yang tinggi.
"Cukup lama Senior Feng menutup diri, tetapi berita kemunculannya diikuti dengan berita lain yang lebih mengejutkan. Tidak kusangka dia memiliki penerus yang jenius." Wu Bai menerawang jauh, merasa ikut senang dengan Feng Xian yang akhirnya memiliki murid.
Ketiga murid langsung Wu Bai mengangguk setuju. Namun mereka hampir sulit percaya mengenai pil untuk Shenghao dan Honghao dibuat oleh Alkemis Emas semuda Yao Han.
"Mahaguru, bagaimana terkait permintaan Shenghao?" tanya Wu San.
"Aku mengizinkan. Akan lebih baik mereka mencari pengalaman bersama murid Senior Feng bernama Yao Han ini."
Wu Yi dan Wu Er sebagai guru dari Shenghao dan Honghao juga setuju dengan hal ini. Wu San kemudian pamit untuk mengirimkan pesan balasan pada Shenghao.
***
"Saudara Shenghao, kalau aku tidak salah, burung kertas tadi terbuat dari kertas jimat, bukan?"
Shenghao membenarkan. Sekte Teratai Putih merupakan salah satu sekte atau perkumpulan yang melestarikan teknik pembuatan jimat yang sudah mulai langka dan nyaris punah.
Yao Han mengetahui orang yang mendalami jimat disebut sebagai Kultivator Jimat dan mendalami Dao Jimat yang tidak kalah sulitnya mempelajari Dao Alkemi.
Yao Han hanya mengetahui garis besar tentang jimat dan kegunaannya, sejauh ini dia belum sempat mempelajarinya karena tidak ada ketiga gurunya yang menguasai Dao satu ini.
Shenghao menambahkan di sekte mereka, Kultivator Jimat terbaik adalah paman guru mereka atau murid ketiga Mahaguru Wu, bernama Wu San si Kera Jenaka yang juga guru dari Wu Youzhi.
Dibawah bimbingan Wu San, Shenghao mempelajari pembuatan kertas jimat terutama yang bisa melepaskan sihir unsur api dan petir, musuh alami roh jahat atau semacamnya.
Jimat bisa dikatakan amat penting bagi kultivator Ranah Dasar secara keseluruhan untuk menutupi kekurangan mereka dalam suatu pertarungan.
Yao Han berpikir sejenak sebelum mengutarakan isi pikirannya, "Saudara Shenghao, kalau kau tidak keberatan, apakah aku bisa mempelajari Dao Jimat darimu?"
---