
Diantara pimpinan tertinggi sekte aliran hitam bintang sepuluh yang berkumpul itu, Lei Hai adalah yang paling senior. Usianya sekitar seratus tahun diatas Yun Ming dan lainnya. Penampilannya yang lebih tua terlihat dari wajahnya yang memiliki beberapa keriput dan berjalan dibantu dengan tongkat pusaka.
Jika pada skala sekte ada persaingan panjang antara Sekte Gunung Langit dengan Lembah Hati Racun, maka untuk skala kultivator perseorangan, ada persaingan antara Lei Hai dengan Pilar Cahaya Ji Guang.
Persaingan antara keduanya cukup terkenal di dunia kultivator, meskipun keduanya berselisih usia cukup jauh. Tidak terhitung pertarungan diantara keduanya dan selalu berakhir imbang. Namun, pada pertarungan terakhir mereka, Ji Guang berhasil membuat Lei Hai terluka parah hingga membuat pria berjulukan Guntur Hitam itu tidak terlihat dalam waktu yang lama.
Lei Hai dan Yun Ming adalah dua orang teman lama dan terbilang dekat. Mendengar Sekte Awan Bulan terlibat dalam perang besar, dia juga ingin ikut membantu karena mengetahui Ji Guang juga Sekte Gunung Langit akan ikut menjadi salah satu sekte yang terlibat didalamnya.
"Aku sempat berpikir kau melupakanku, Patriark Yun. Ditambah lagi aku baru mendengar tentang cucu perempuanmu yang begitu berbakat."
Yun Ming tertawa canggung. "Jangan diambil hati. Berkaitan dengan cucu perempuanku, sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu untuk satu hal. Namun, kami tunda karena harus terlibat dalam perang. Kuharap kau mengerti, Patriark Lei."
"Hm, cucu perempuanmu termasuk generasi emas saat ini dan calon kultivator Pondasi Langit. Aku tidak keberatan membantu cucumu menghadapi cobaan Petir Surgawi. Bukan masalah besar, tapi bisa kita kesampingkan hal itu. Jadi, hal penting apa yang kulewatkan?"
Yue Song, Gui Tian, dan Mo Da mendekat lalu memberi salam. Yun Ming kemudian menceritakan garis besar maksud kedatangan Gui Tian dan Mo Da. Hal itu membuat Lei Hai terkekeh geli.
"Aliansi hitam? Itu bukan ide buruk. Bukan begitu, Patriark Yun? Tidak perlu berpikir panjang."
Yun Ming tidak langsung menjawab karena masih mempertimbangkan beberapa hal. Lei Hai yang mengerti lalu melontarkan pertanyaan sensitif pada Gui Tian dan Mo Da.
"Aku tidak akan berbasa-basi, apa yang kalian inginkan dari terbentuknya aliansi ini?
"Kami tidak menginginkan banyak. Setelah membantu Sekte Awan Bulan mengatasi musuh, biarkan kami mengambil alih beberapa wilayah Negeri Hutan Hijau."
Lei Hai langsung tertawa keras. "Kau bicara seolah musuh begitu mudah dihadapi."
Gui Tian dan Mo Da tidak tersinggung dengan reaksi atau kata-kata Lei Hai.
"Sebenarnya lebih mudah mengambil Negeri Hutan Hijau dibandingkan mengatasi aliran putih busuk itu. Namun perlu kuingatkan, kalian akan memancing kekacauan lebih besar yang mengancam nyawa jika mengusik Negeri Hutan Hijau."
"Kami mengerti. Satu-satunya yang menjadi masalah adalah keberadaan Angin Timur. Untuk itu kami memiliki sebuah solusi."
Solusi yang dikatakan Gui Tian adalah mereka akan memperluas perang ke wilayah Negeri Hutan Hijau tapi dalam skala yang lebih kecil agar tidak terlalu menarik perhatian Angin Timur. Solusi selanjutnya adalah mereka akan menghindari wilayah yang pernah atau sedang disinggahi murid Angin Timur yang keberadaannya tidak kalah merepotkan juga.
Lei Hai hanya menanggapi dingin solusi itu, tapi tidak berniat memberi saran. Dia juga tidak terlalu mempedulikan resiko yang akan diterima oleh aliansi hitam jika memperluas perang ke wilayah Negeri Hutan Hijau. Satu-satunya yang menjadi fokus utamanya adalah Ji Guang atau Sekte Gunung Langit.
"Patriark Yun, kau tahu sendiri kondisiku. Aku tidak akan meminta bantuan apa-apa selain pil. Sisanya, serahkan Si Tua Guang padaku."
Luka dalam yang dialami Lei Hai pada pertarungan terakhirnya dengan Ji Guang tidak bisa disembuhkan sempurna. Luka itu beberapa kali kambuh pada saat yang tidak tepat. Untuk itu, Lei Hai meminta bantuan pil yang bisa meringankan kondisi tubuhnya pada Yun Ming.
Pada akhirnya, aliansi hitam pun terbentuk dengan beberapa kesepakatan. Setiap aliansi hitam memiliki agenda masing-masing dan tidak ada dari mereka yang ingin ikut campur urusan satu sama lain.
"Sepertinya kita melewatkan satu sekte lagi. Tidak ada yang mencoba menghubungi Lembah Hati Racun dan mengajak mereka bergabung dalam aliansi ini?"
Yue Song yang menjawab. "Sebenarnya aku ragu mereka akan bersedia ikut bergabung dalam perang, mengingat mereka telah kehilangan Gerbang Racun She Yutian, tapi tidak ada salahnya mencoba. Biar aku yang pergi kesana, itu lebih baik daripada mengirimkan surat undangan pada mereka."
**
Disaat sebagian besar kultivator mengira perang akan diawali oleh salah satu pihak aliran putih-netral atau hitam, ternyata dugaan mereka meleset. Banyak yang tidak menduga Menara Harta Giok akan bergerak terlebih dulu, tapi tidak dalam bentuk perang senjata.
Pergerakan Menara Harta Giok yang tidak terduga itu mengejutkan kedua belah pihak aliansi. Jika aliansi putih-netral mengira Menara Harta Giok akan tetap 'diam' seperti biasanya pada saat perang terjadi, sebaliknya aliansi hitam mengira Menara Harta Giok ikut bergabung dalam aliansi putih-netral.
Dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu, Menara Harta Giok menutup dan mengosongkan persediaan sumber daya cabang toko dagang mereka di seluruh wilayah Negeri Tanah Merah yang menjadi rumah bagi sekte dan kultivator aliran hitam.
Menara Harta Giok memang tidak ikut berperang secara langsung, tapi tindakan mereka menandakan sebuah perlawanan kepada aliansi hitam. Meskipun keuntungan dagang mereka berkurang karena hanya didapatkan dari wilayah Negeri Awan Biru dan Negeri Hutan Hijau, tapi itu tidak menjadi masalah. Justru akan menjadi masalah jika mereka ikut langsung dalam perang dan menyebabkan kerugian besar.
Beberapa bulan berlalu sejak pergerakan yang dimulai oleh Menara Harta Giok, dua aliansi juga akhirnya bergerak. Mereka sama-sama menuju Kota Merak Putih, kota terbesar di perbatasan Negeri Hutan Hijau dan Negeri Tanah Merah.
Tidak semuanya langsung tiba dalam medan pertempuran, melainkan datang secara bertahap.
Pihak aliansi putih-netral diwakili oleh Sekte Pedang Suci dan Sekte Taring Buas, sebaliknya pihak aliansi hitam diwakili oleh Sekte Awan Bulan dan Sekte Guntur Hitam yang datang paling awal. Mereka sempat terlibat dalam pertempuran skala kecil.
Pasukan perang dari Benteng Es Utara dan Sekte Ombak Bunga berangkat pada waktu yang hampir bersamaan. Keduanya berpisah setelah mencapai perbatasan Negeri Awan Biru dan Negeri Hutan Hijau. Benteng Es Utara menunggu disana, sementara Sekte Ombak Bunga yang dipimpin oleh Shui Lan melanjutkan perjalanan menuju Kota Merak Putih.
Kedatangan Sekte Ombak Bunga didahului oleh Sekte Gunung Langit dan Istana Bintang Api. Paling terakhir adalah Sekte Teratai Putih yang dipimpin langsung oleh Mahaguru Wu Bai bersama Wu Yi dan Wu Er.
Sedangkan dipihak berlawanan, Lembah Hati Racun datang dengan dipimpin oleh She Liu dan Xu Lao. Bersama keduanya ada juga Xu Gang dan salah satu Tetua Lembah.
Paling terakhir adalah Sekte Langit Kelabu dan Sekte Iblis Langit yang datang secara bersamaan. Melihat jumlah pasukan perang, kedua sekte ini datang dengan kekuatan penuh.
TAMAT.
Catatan:
Sampai jumpa dan terima kasih sudah mengikuti karya gak kelas dari author abal-abal selama dua tahun terakhir ini.