
Saat melewati Hutan Kabut Racun, rombongan kecil Xiao Ni sempat akan dihalangi oleh penghuni hutan luas yang menutupi lembah besar yang menjadi kediaman sekte paling beracun di Benua Bulan Biru itu.
Penghuni hutan itu tidak lain adalah hewan roh maupun siluman beracun yang mencoba memangsa Xiao Ni yang terbang cukup rendah diatas Hutan Kabut Racun, tetapi karena Xiao Ni memancarkan aura yang setara dengan Ranah Jiwa Agung, semua penghuni hutan itu segera menjauh tanpa ragu.
Saat masuk ke wilayah Lembah Hati Racun, Xiao Ni dengan wujud aslinya menarik perhatian banyak orang. Ukurannya yang besar, bulu-bulunya yang indah, dan terutama kekuatannya yang berada di Ranah Jiwa Agung.
Sebagian besar dari anggota Lembah Hati Racun menebak Bangau Pelangi yang mereka lihat adalah milik salah satu sekte besar bintang sepuluh atau setidaknya bintang delapan, tetapi mereka tidak bisa menebak asal sektenya.
"Dimana aku harus menurunkan kalian?" tanya Xiao Ni.
Xu Yang diam sejenak sambil melihat ke depan lalu menjawab, "Disana, Senior." Xu Yang menunjuk ke arah salah satu bangunan besar yang memiliki halaman luas.
Terlihat ada beberapa orang yang berdiri di depan bangunan itu. Diantaranya adalah Patriark Lembah Hati Racun Xu Gang, Kakek Kodok Xu Lao, dan Nenek Ular She Liu.
"Hm? Diatas burung bangau itu ada Yang'er dan Yin'er..." kata Xu Lao setelah menggunakan Indera Surgawi untuk memeriksa tamu yang masih berjarak ratusan meter dari mereka.
Xu Gang tampak senang dan antusias karena dua anaknya kembali pulang. Sudah lama dia khawatir karena dua anaknya itu cukup lama berada di luar sekte tanpa diketahui kabarnya.
She Liu memperhatikan burung bangau bersayap empat itu lalu berbisik pada kakak seperguruannya, "Senior, aku merasa tidak asing dengan burung bangau itu? Apa kau juga merasakannya?"
"Hm?" Xu Lao melirik She Liu sebentar lalu memperhatikan Xiao Ni lagi lebih teliti, "Kau benar, aku juga merasa tidak asing. Dimana aku pernah melihatnya?"
Di masa lalu, disalah satu perjalanan keluar sekte, Xu Lao pernah melihat bangau pelangi seperti Xiao Ni, tetapi yang pernah dilihatnya saat itu adalah yang berkekuatan Ranah Pondasi tahap puncak. Tidak seperti sekarang yang berkekuatan Ranah Jiwa Agung yang mengimbangi kekuatannya atau She Liu.
Xiao Ni turun perlahan, posisinya beberapa puluh meter dari petinggi Lembah Hati Racun itu dan menunggu dua kakak beradik Xu itu turun.
"Ayah-! Kakek-! Nenek-!"
Xu Yang berseru girang sambil melambaikan tangan penuh antusias bisa kembali pulang dan melihat keluarganya lagi. Xu Yin membuka topeng besinya dan menyimpannya ke dalam cincin ruang. Wajahnya tersenyum tipis tapi tidak seantusias kakaknya.
Perhatian tiga orang petinggi sekte itu mengarah pada Xu Yang dan mematung. Sejak keracunan hebat, Xu Yang selalu memakai topeng besi untuk menutupi kondisi wajahnya yang buruk rupa. Namun kali ini tidak dan terlihat wajah Xu Yang bersih dari bisul yang bernanah.
"Apa yang terjadi dengan Yang'er?"
"Senior, apa mungkin..."
Rasa campur aduk dirasakan ketiganya. Senang, bingung, dan penasaran.
"Ayah, kakek, nenek... kami pulang."
Xu Yang memberi salam hormat diikuti Xu Yin, tetapi mereka terlihat kebingungan karena tiga orang tua itu menatap Xu Yang dengan pandangan sulit dibaca.
"Apa ada yang salah denganku?" tanya Xu Yang sambil meraba wajah dan tubuhnya.
"Oh, itu... dia adalah Senior Xiao Ni, pengikut Senior Angin Timur, Nek." Xu Yin yang menjawab.
"Xiao siapa kau bilang? Senior Angin Timur?" Xu Lao dan She Liu sama-sama menaikkan alis. Nama Xiao Ni masih teringat dalam benak mereka. Yang lebih menarik perhatian adalah karena Xu Yin yang menyebut tentang Angin Timur.
Xu Lao dan She Liu berpandangan sejenak sebelum melihat Xiao Ni dari kejauhan. Burung Pelangi itu mendengarkan percakapan kecil mereka dan hanya diam saja. Saat dua orang sepuh Lembah Hati Racun itu melihat ke arahnya, Xiao Ni berubah wujud menjadi mode manusia yang cukup mengejutkan Xu Lao dan She Liu.
"Ah, begitu rupanya. Xiao Ni adalah hewan roh yang menjadi pengikut Senior Feng..." gumam Xu Lao mengerti.
Xu Lao dan She Liu berjalan sedikit cepat mendekati Xiao Ni yang berjalan pelan ke arah mereka.
"Salam Senior..." Xiao Ni memberi salam. Meskipun dia seumuran dengan Xu Lao dan She Liu, tetapi dia lebih muda beberapa tahun dari keduanya.
Sedikit bingung dan canggung, Xu Lao dan She Liu membalas salam Xiao Ni.
"Aku ditugaskan Senior Feng mengantarkan mereka berdua kembali ke Lembah Hati Racun. Sebelumnya mereka sudah bertemu dengan Yao Han, murid Senior Feng disalah satu tempat di wilayah Negeri Hutan Hijau. Anak muda Xu itu disembuhkan oleh Yao Han."
Tanpa ditanya, Xiao Ni memberi laporan singkat pada keduanya yang langsung dimengerti. Xu Lao dan She Liu memang terkejut, tetapi rasa senang dan lega lebih mendominasi.
Xiao Ni kemudian diminta untuk mampir sebentar di Lembah Hati Racun dan dijamu. Xiao Ni tidak memerlukan itu, tetapi dia menerimanya untuk menghargai tuan rumah. Meskipun sebenarnya, dua orang sepuh itu ingin mendengar cerita lebih banyak dari Xiao Ni.
"Maaf Senior, aku tidak bisa bercerita banyak karena aku datang ke tempat mereka berada setelah Yao Han menghubungi Senior Feng untuk memberi kabar. Saat itu, Yao Han sudah mengobati bocah Xu ini. Rincian ceritanya bisa kalian dengar dari dua anak muda ini."
Xu Lao kemudian meminta Xu Yin bercerita. Xu Yin menceritakan semua hal yang dia rasa penting terutama setelah pertemuannya dengan Yao Han yang kemudian berakhir menemukan Xu Yang secara kebetulan.
Sesuatu yang tidak Xu Yin ceritakan adalah pertemuannya dengan Yutian dan Meirong, juga tentang dirinya yang menerima teknik warisan dari Yutian, yaitu Teknik Dewa Racun.
Setelah mendengar cerita Xu Yin, Xu Lao dan She Li terdiam lama dengan perasaan kagum karena kemampuan Yao Han dalam menyembuhkan racun ganas dalam tubuh Xu Yang akibat nekat mempelajari ilmu racun tingkat tinggi dari Kitab Racun Langit.
"Senior Feng ternyata memiliki murid yang sangat hebat. Bahkan kami para Kultivator Racun sekalipun tidak bisa menyembuhkan kondisi Yang'er sampai sejauh ini..."
Xu Yin maupun Xu Yang tidak menceritakan rincian cara penyembuhan dari Yao Han. Xu Lao dan She Liu beranggapan Yao Han menggunakan metode penyembuhan melalui pemberian pil obat anti racun, sebagaimana halnya dengan Feng Xian.
Sebenarnya, kemampuan penanganan racun Feng Xian satu tingkat dibawah Yutian, mengingat Yutian adalah kultivator terbaik yang mendalami ilmu racun selama seribu tahun terakhir. Bahkan jika dibandingkan dengan Yao Han, Feng Xian masih kalah sedikit dari muridnya itu karena Yao Han mewarisi Teknik Dewa Racun dari Yutian.
Satu jam Xiao Ni berada disana dan ingin kembali ke Pulau Bulan Bintang. Lembah Hati Racun memberikan hadiah besar yang dibagi ke dalam dua cincin ruang. Cincin itu diberikan pada Feng Xian dan Yao Han yang berperan besar dalam kesembuhan kondisi Xu Yang.
Saat akan pergi, seorang tetua datang memberi laporan penting. Suasana mendadak hening dan tegang karena laporan itu berisi tentang akan kembali terjadinya perang dunia kultivator setelah dua puluh tahun lebih masa tenang.