Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 193 - Kekacauan Lebih Besar



Wang Hu tertawa pelan dan reaksinya membuat Yun Mohei semakin tidak nyaman.


"Darimana aku tahu? Tentu saja karena aku menemukannya. Dia dalam kondisi baik-baik saja dan berada ditempat aman. Namun dia tidak bisa kau bawa pergi karena terlibat masalah kecil."


Yun Mohei mengepalkan kedua tangan kencang sambil mengalirkan Qi.


"Sebenarnya aku penasaran dengan alasan sekte bintang sepuluh aliran putih dan netral berkumpul bersamaan di kota ini. Namun itu tidak lagi penting, sebaiknya kau menyingkir dan membiarkan aku lewat."


Berkebalikan dengan Yun Mohei yang bersikap dingin dan dalam posisi siap bertarung, Wang Bei masih bisa bersikap santai dengan kedua tangan dibelakang tubuh.


"Aku memberikanmu penawaran. Jika kau menginginkan nona muda kalian kembali, sebaiknya jangan melawan dan berhenti membuat keonaran lebih jauh. Ikut denganku dan berikan biaya ganti rugi atas perbuatan kalian."


Kekehan dingin terdengar dari Yun Mohei. "Ganti rugi? Kami dari Sekte Awan Bulan tidak akan pernah mengganti rugi pada siapapun."


"Oh, benarkah. Kalau begitu..." Wang Hu bersiul kencang, tak lama kemudian muncul seekor harimau putih bersayap muncul didepannya. "... kau mungkin perlu berpikir ulang."


"Harimau putih bersayap berkekuatan Ranah Jiwa tahap menengah..." Yun Mohei mengamati harimau putih yang dipanggil Wang Hu. "Tidak buruk, justru aku ingin bertanya, apa kau dan peliharaanmu mampu menghentikanku?"


Wang Hu menyeringai lebar. "Hasilnya akan terlihat tidak lama lagi."


Pertarungan keduanya tidak terelakkan dan menimbulkan suara keras saling bersahutan, juga merusak banyak bangunan dan barang disekitar mereka.


**


Tersisa tetua dari Benteng Es Utara yang berada di gedung Pertemuan Kultivator Muda. Keberadaannya seolah menjaga generasi muda disana sekaligus mengawasi Yun Lian.


"Tetua, bukankah sebaiknya anda membantu tetua yang lain?" tanya Bing Xinhai.


Tetua itu menghela napas, wajahnya menunjukkan dilema. "Aish, posisi kita sebagai pihak netral menyulitkanku untuk bertindak. Jika diam saja, maka akan membuat renggang hubungan dengan sekte lain, khususnya aliran putih. Sementara jika aku ikut membantu, maka Sekte Awan Bulan bisa menganggap kita sebagai musuh."


Selama ratusan tahun, Benteng Es Utara berusaha sebaik mungkin menjalin hubungan baik dengan banyak sekte dari berbagai aliran. Bahkan untuk memperjelas kenetralan mereka, Benteng Es Utara lebih memilih tidak banyak ikut campur dalam urusan dunia kultivator. Hal ini membuat tetua itu kesulitan mengambil tindakan.


"Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? Diam saja? Tapi Sekte Awan Bulan..."


Tetua itu meminta Bing Xinhai diam dan membiarkannya berpikir. "Baiklah..." Dia menghela napas panjang. "Aku akan pergi. Namun sebelum itu, aku ingin melakukan sesuatu."


Tetua itu mendekati Yun Lian diikuti semua pandangan semua generasi muda ke arahnya.


"Nona, aku akan membuat formasi penghalang untukmu. Mereka tidak akan bisa melukaimu, begitupun sebaliknya. Aku harap kau tidak keberatan."


Tetua itu tidak ingin membuat masalah dengan Yun Lian, sehingga dia menawarkan solusi yang menurutnya paling tepat.


Yun Lian tidak membuka suara dan hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Tetua itu kemudian membentuk mantra tangan, sebuah kubah penghalang berwarna biru muda terbentuk mengurung Yun Lian didalamnya.


"Kalian jaga diri baik-baik."


"Tetua tidak perlu khawatir, kami akan baik-baik saja disini." Ji Wentian mewakilkan semua generasi muda disana menjawab, bukannya Bing Xinhai.


Tetua itu bergumam pelan lalu melesat pergi. Namun setelahnya, suasana mendadak hening sekaligus canggung. Mereka tidak tahu harus melakukan apa, selain menunggu dan berharap cemas karena suara keras di kejauhan terdengar silih berganti.


Wang Bei mendekati formasi penghalang dan berdiri disana sambil menatap tajam Yun Lian.


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu." Wang Bei berujar dingin sambil menunjuk Yun Lian. "Nyawa Xiao Hei harus kau balas dengan nyawamu!"


"Kalian dari sekte aliran putih dan netral, bukan? Siapa diantara kalian yang berasal dari Sekte Gunung Langit dan Sekte Pedang Suci?"


Semua saling berpandangan, sebelum Ji Wentian bertanya.


"Nona, kenapa kau bertanya begitu?"


"Sederhana, karena aku ingin melenyapkan siapapun yang berasal dari Sekte Gunung Langit dan Sekte Pedang Suci."


Ucapan Yun Lian itu membuat mereka semua terkejut. Ji Wentian dan Huang Mingzhu masih bersikap tenang, meskipun sempat tersulut emosi. Namun tidak dengan Shen Qi.


"Berani sekali kau! Jaga ucapanmu!" Shen Qi melotot sambil menghunuskan pedangnya ke arah Yun Lian.


"Kau pengguna pedang, berarti kau anggota Sekte Pedang Suci. Baiklah, aku akan melenyapkanmu terlebih dulu."


Emosi Shen Qi semakin memuncak. "Hmph! Andai saja tidak ada penghalang ini, kau akan mati oleh pedangku karena ucapanmu itu!"


"Shen Qi!" Ji Wentian menegur Shen Qi agar tidak menambah rumit masalah yang sudah ada.


"Tidak perlu menahanku, Wentian! Dia juga ingin membuat masalah dengan sektemu."


Ji Wentian menghela napas panjang, sementara Yun Lian memperhatikan pemuda itu yang mengenakan jubah berbeda dengan Shen Qi. Dia bisa menyimpulkan sesuatu.


"Apa kau berasal dari Sekte Gunung Langit?"


"Benar. Aku akan menganggap kata-katamu sebelumnya tidak pernah kudengar, jadi lebih baik kau diam saja, Nona. Aku tidak ingin bermasalah denganmu."


"Kau menyuruhku diam? Jangan bercanda." Suara Yun Lian menjadi dingin, begitu juga dengan tatapannya. "Hari ini pasti hari keberuntunganku, kalian harus mati ditanganku."


Ji Wentian mengerutkan dahi, kemudian dikejutkan dengan sebuah tepukan pada bahunya, itu berasal dari Huang Mingzhu.


"Wentian, menjauh darinya. Dia lebih kuat darimu, bahkan kita semua yang ada disini." Huang Mingzhu berbisik. "Dia sudah mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas."


"Benarkah?" Ji Wentian melebarkan matanya.


"Menurutmu aku berbohong? Aku bisa melihat semuanya dengan mata khususku, meskipun yang lain tidak bisa membaca tingkat kultivasinya."


Ji Wentian hampir melupakan kemampuan mata khusus Huang Mingzhu dan saat dia menoleh kembali pada Yun Lian, gadis itu sedang membuat mantra tangan. Seketika tubuhnya diselimuti Qi berwarna merah darah, membuat yang lain tampak waspada.


"Tetap tenang, dia tidak akan bisa melepaskan diri dari penghalang itu." Bing Xinhai mengingatkan.


Namun yang selanjutnya terjadi berkebalikan dari ucapan Bing Xinhai. Yun Lian menyentuh salah satu dinding penghalang dan tak lama penghalang itu hancur menjadi butiran es halus.


"Dia bisa menghancurkan penghalangnya?!" Bing Xinhai sangat terkejut, reaksi yang sama ditunjukkan generasi muda yang lain. "Bagaimana bisa?!"


Yun Lian tidak mempedulikan keterkejutan mereka. Dia menatap dingin Ji Wentian dan Shen Qi.


"Hidup kalian akan berakhir ditanganku hari ini."


- - -