
Houyi memberikan Yao Han sebuah medali tanda pengenal dirinya.
"Saat kau berkelana dan bertemu dengan anggota sekte kami, tunjukkan ini maka mereka akan membantumu saat kau membutuhkan. Dengan medali itu juga bisa membuatmu mudah mengunjungi sekte kami kapanpun kau inginkan."
"Terima kasih, Paman Bing."
"Jangan sungkan. Mulai saat ini kau harus menganggapku sebagai keluarga."
"Jika kau menjalin hubungan dengan putri Saudara Bing, kau akan benar-benar menjadi keluarganya. Bukan begitu, Han'er?" Yutian mengedipkan salah satu matanya.
Yao Han tersenyum kaku, kehabisan kata-kata karena terus digoda.
Houyi menyampaikan rasa terima kasih sekali lagi pada Yao Han dan Feng Xian, kemudian berpamitan pada semua penghuni kediaman Angin Timur.
"Han-gege, kau harus datang ke Benteng Es Utara untuk menemuiku," ujar Yunzi.
"Aku tidak bisa berjanji, tetapi kuusahakan."
Yunzi kemudian memeluk Yao Han cukup erat. Pemandangan itu membuat Houyi tersenyum tipis.
'Mereka baru mengenal kurang dari satu hari, tetapi sudah akrab seolah sudah mengenal selama bertahun-tahun...'
"Adik kecil, kau harus rajin berlatih," pesan Yao Han
"Tenang saja, Han-gege. Aku tidak akan mengecewakanmu. Kau akan terkejut saat melihatku kembali."
Sebelumnya, Yao Han menyerahkan beberapa botol pil untuk kebutuhan praktik Yunzi. Saat Houyi memeriksanya, dia terkejut karena semua pil itu berkualitas sempurna.
"Sampai jumpa, Han-gege!" Yunzi melambaikan tangan penuh semangat.
"Sampai jumpa. Hati-hati dijalan, Paman Bing, adik kecil..." Yao Han membalas lambaian tangan Yunzi.
Setelah Houyi dan Yunzi tidak lagi terlihat, Feng Xian menyeletuk.
"Aku tidak perlu khawatir dengan masa depan Xiao Han. Setidaknya dia sudah memiliki calon pasangan."
Yao Han terbatuk pelan, sementara kedua guru lainnya tertawa geli, "Guru Feng, kenapa Anda ikut-ikutan?"
"Kenapa kau melarangku?" Feng Xian mendengkus pelan lalu meminta slip giok berisi ilustrasi wajah putri Houyi, "Hm, kau sungguh beruntung, Xiao Han."
Meirong dan Yutian yang penasaran ikut melihat bergantian.
"Ah, cantik sekali," puji Meirong.
"Gadis ini lebih mirip ibunya," timpal Yutian yang masih mengingat wajah Ziyan, istri Houyi.
Yao Han juga ikut melihat, tetapi tidak berkomentar. Raut wajahnya terlihat biasa saja, yang membuat Yutian heran dan hampir mengumpat.
Feng Xian merasa ada yang salah dengan Yao Han, 'Aneh.'
***
Beberapa bulan kemudian.
Yao Han mendapat ucapan selamat dari ketiga gurunya karena sudah mencapai usia tujuh belas tahun.
Sebenarnya, Yao Han lupa tanggal kelahirannya, sehingga hari dimana Yao Han tiba pertama kali di Pulau Bulan Bintang dijadikan sebagai hari kelahirannya.
Yao Han senang bukan hanya karena karena usianya bertambah, juga karena sebentar lagi dia akan pergi berkelana.
Ketiga gurunya tidak memberikan hadiah dan Yao Han juga tidak mengharapkan apapun. Sebagai perayaan Yao Han yang memasuki usia dewasa, diadakan pesta kecil di kediaman Feng Xian.
"Khusus hari ini, aku yang akan menghidangkan makanan," ujar Feng Xian yang mengejutkan Yao Han dan kedua gurunya.
"Senior, ternyata kau memiliki sisi seperti ini juga," komentar Meirong.
"Omong kosong apa yang kau katakan? Lagipula bukan pertama kali aku melakukannya. Dimasa lalu, saat tiga orang tua itu belum menghilang, kami beberapa kali mengadakan pesta kecil disini dan aku yang selalu menghidangkan makanan."
Meirong dan Yutian cukup terkejut tetapi hanya sampai disitu. Yao Han dan kedua gurunya sudah cukup lama mengetahui bahwa hubungan antara keempat Jagoan Empat Penjuru bisa dikatakan baik dibandingkan para jagoan lainnya.
Pesta kecil berlangsung sampai sore hari. Perut Yao Han sangat kenyang karena makan banyak dengan sangat lahap.
Dimalam hari, Yao Han tidak tidur. Kondisi kaya Qi di Pulau Bulan Bintang nyaris membuat Yao Han tidak membutuhkan tidur, kecuali merasa sangat amat lelah.
Yao Han duduk bermeditasi untuk menenangkan pikiran. Beberapa jam kemudian, menjelang tengah malam, Yao Han menunjukkan tanda-tanda yang membuat Feng Xian curiga.
'Apa yang sedang anak ini coba lakukan?' Feng Xian bisa melihat Qi pekat berkumpul disekitar tubuh Yao Han. Meirong dan Yutian juga penasaran.
Tidak butuh waktu lama Feng Xian dan dua orang dewasa lainnya mendapatkan jawaban.
Tanah yang diduduki Yao Han bergetar pelan dan bisa dirasakan sampai radius sepuluh meter. Kemudian, dari tubuh Yao Han memancarkan cahaya biru keemasan menyilaukan.
Cahaya itu semakin membesar dan yang lebih mengejutkan muncul pilar cahaya yang menjulang ke langit.
Feng Xian bergerak cepat mengaktifkan sebuah formasi sihir khusus yang mencegah siapapun menyadari pilar cahaya tersebut, mengingat dia membuka kembali Pulau Bulan Bintang.
Disaat yang sama, Feng Xian dan dua lainnya terpana dengan fenomena barusan. Ketiganya merasakan pancaran Qi kuat dari Yao Han yang membuat tubuh mereka gemetaran.
"Xiao Han naik tingkat?! Dia menembus Ranah Dasar tingkat lima belas!" seru Feng Xian kehilangan ketenangan diri yang biasa dia tunjukkan.
"Bagaimana bisa?!" sahut Yutian.
Mereka sangat yakin Yao Han tidak memasuki Ranah Pondasi karena gelombang Qi milik Yao Han menunjukkan dia masih di Ranah Dasar.
Ketiganya juga sama-sama pernah mencapai puncak Ranah Dasar saat masih muda, bahkan Meirong dan Yutian mencapainya dua kali. Saat ini mereka merasakan pancaran Qi Yao Han diatas pancaran Qi Ranah Dasar tingkat lima belas.
Beberapa saat kemudian, pilar cahaya menghilang begitupun cahaya yang menyelimuti tubuh Yao Han. Matanya yang terbuka perlahan juga memancarkan cahaya selama beberapa detik.
"Hahaha-! Aku berhasil! Aku berhasil!"
Berbanding terbalik dengan ketiga gurunya yang mematung heran dan terkejut, Yao Han justru tertawa lantang.
Yao Han menghampiri ketiga gurunya dengan senyum lebar. Kekuatan Qi baru Yao Han membuat Feng Xian sekalipun menelan ludah gugup.
"Apa sebenarnya yang kau lakukan barusan?"
Yao Han menjelaskan bahwa sudah beberapa hari terakhir dia berencana melakukan percobaan untuk menembus praktik Ranah Dasar tingkat lima belas karena teringat dengan rumor yang pernah didengarnya.
'Tepat' saat berusia tujuh belas, Yao Han melaksanakan rencananya tersebut dan ternyata berhasil.
"Semenjak kau tiba di pulau ini, banyak kejutan yang kudapatkan darimu. Malam ini kau melakukan hal gila lagi yang sangat mengejutkan." Feng Xian menghela nafas panjang.
"Sungguh sulit dipercaya... Yao Han membuktikan rumor yang hampir dilupakan itu benar adanya..." gumam Meirong, "Senior, apakah mungkin hal ini dikarenakan kondisi khusus Han'er?"
"Maksudmu Han'er memiliki akar roh khusus begitu? Sesederhana itu?" timpal Yutian dijawab anggukan pelan.
"Hanya itu jawaban yang kita miliki saat ini." Feng Xian sedikit lebih tenang, "Aku penasaran apa tanggapan si Naga Tua tentang ini."
"Apa hubungannya Senior Chen dengan kondisi Han'er, Senior?"
Feng Xian menghela napas, "Ada satu hal yang ingin kuceritakan pada kalian."
***
Diantara Empat Penjuru, Chen Long sang Naga Selatan adalah yang paling suka berkelana. Salah satu tujuannya adalah menguak beberapa misteri di Benua Bulan Biru yang berhubungan dengan praktik kultivasi.
Perjalanan Chen Long juga didasari oleh rumor yang sudah lama beredar di dunia kultivator, seperti Ranah Dasar tidak sebatas pada tingkat lima belas, ada pondasi yang lebih tinggi dan kuat dari Pondasi Langit, serta tingkat praktik yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa.
Dalam salah satu perjalanannya, Chen Long menemukan sebuah Dimensi Saku dan mendapat sebuah informasi didalamnya, tentang Ranah Dasar yang lebih tinggi dari tingkat lima belas.
Sebelumnya, hanya Empat Penjuru yang mengetahui hal ini karena Chen Long hanya mempercayai tiga orang tua ini saja.
Dikatakan manusia terdahulu bisa mencapai lebih dari tingkat lima belas secara alami, tetapi seiring berjalannya waktu tidak ada lagi manusia yang bisa mencapainya. Jadi, Yao Han bukanlah orang pertama yang berhasil menembus batas ini.
"Secara alami... seperti yang dilakukan Han'er? Tetapi Han'er bukan manusia jaman dulu..." ujar Yutian yang masih belum bisa mencerna cerita dengan baik.
"Bukankah kita sudah sepakat kondisi Han'er adalah kondisi khusus? Kau ini..." Meirong ingin sekali menjitak kepala Yutian.
"Kondisi kita juga kondisi khusus, bukan? Sama-sama disambar petir emas, hanya saja kita berakhir menjadi hewan roh," sanggah Yutian, "Bagaimana menurutmu, Senior?"
"Naga Tua berpendapat hanya manusia yang bisa mencapainya."
Chen Long juga menambahkan sebuah kemungkinan bahwa manusia sekarang membutuhkan sesuatu untuk menembus batas ini, seperti pil khusus dan itupun hanya bisa dibuat oleh alkemis setingkat Feng Xian.
"Aku tidak pernah mencobanya karena berpikir pil seperti itu akan membutuhkan bahan khusus yang sangat langka dan berusia amat tua. Jangankan untuk membuat pil, bahkan untuk mengumpulkan satu set bahannya saja sangat sulit dan membutuhkan waktu puluhan tahun." Feng Xian menggeleng pelan.
Yao Han ikut masuk dalam diskusi dan mengatakan motivasinya menembus lebih tinggi dari Ranah Dasar tingkat lima belas adalah ingin membuktikan kebenaran pondasi yang lebih kuat dari Pondasi Langit, yaitu Pondasi Surgawi .
Feng Xian tertawa pelan, "Semakin lama kau mirip si Naga Tua..."
Jika Pondasi Bumi dibentuk saat setidaknya mencapai Ranah Dasar tingkat dua belas dan Pondasi Langit saat mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas, maka untuk membentuk Pondasi Surgawi terlebih dahulu harus mencapai Ranah Dasar tingkat delapan belas.
"Tingkat enam belas saja sudah sangat mustahil, apalagi tingkat delapan belas..."
Diskusi tidak dilanjutkan lagi. Feng Xian mengatakan Yao Han harus menunda waktu memulai perjalanannya. Untuk saat ini, baru akar roh unsur kayu yang mencapai Ranah Dasar tingkat enam belas.
Feng Xian ingin melihat apakah saat akar roh lainnya berhasil menembus batas, akan menyebabkan fenomena serupa seperti sebelumnya, karena hal tersebut bisa menarik perhatian dan menimbulkan masalah saat Yao Han diluar pulau.
Dua minggu kemudian, Yao Han berhasil membuat akar roh unsur api dan air mencapai Ranah Dasar tingkat enam belas. Tidak muncul fenomena pilar cahaya menjulang ke langit sehingga Feng Xian mengizinkan Yao Han pergi.
Meski sudah mendapatkan izin , Yao Han baru pergi dua hari kemudian. Dia berangkat saat matahari bahkan belum mulai menampakkan diri.
Yao Han pergi ditemani oleh Meirong dan Yutian. Mereka menempati Dimensi Pagoda sambil mengawasi Yao Han.
Mereka juga ikut Yao Han berkelana bukan hanya karena mungkin suatu hari ingin berkunjung ke sekte mereka dulu, tetapi juga karena Feng Xian malas melihat mereka berdebat hal tidak penting.
"Guru Feng, terima kasih atas bimbingan Guru selama ini." Yao Han memberikan hormat mendalam. Meski tidak menyukai formalitas seperti ini, Feng Xian membiarkannya.
"Ingat pesanku. Jangan sampai mati."
Yao Han menggaruk pipi canggung, sementara Meirong dan Yutian terbatuk pelan.
'Sebagai seorang guru, hanya Senior Feng yang berpesan seperti itu pada muridnya.'
Yao Han mengeluarkan kipas Gunbai dan mengalirkan Qi. Sesaat kemudian, kipas itu melayang setinggi lututnya. Yao Han akan menyebrangi Danau Cahaya Bulan menggunakan kipas ini.
Kipas Gunbai termasuk salah satu pusaka unik yang bisa digunakan sebagai alat transportasi seperti pedang terbang. Yao Han pernah mencoba terbang beberapa kali dengan bantuan kipas ini.
"Guru, sampai jumpa lagi."
Yao Han duduk bersila di atas kipas Gunbai, Meirong dan Yutian dalam wujud roh ada di kanan dan kiri pundaknya. Kipas itu membawa Yao Han ke ketinggian beberapa puluh meter di udara lalu bergerak menjauh dari tepi pantai Pulau Bulan Sabit menuju satu arah.
Feng Xian masih berdiri ditempatnya sampai Yao Han tidak lagi terlihat. Lalu, sesuatu berukuran cukup besar muncul dari dalam hutan mendekati Feng Xian.
Berwujud seperti burung bangau dengan empat sayap dan berekor panjang. Bulu-bulu di tubuh dan ekornya yang panjang memiliki tujuh warna. Hewan ini disebut Bangau Pelangi.
Sebelum tiba di samping Feng Xian, bangau itu berubah wujud menjadi manusia seperti pada umumnya. Dia terlihat seperti seorang pria berusia tiga puluh tahun.
"Kau banyak berubah sejak mengangkat murid, Senior."
"Xiao Ni, omong kosong apa yang kau katakan?" balas Feng Xian tanpa menoleh, "Apa kau sudah puas mengawasi dari kejauhan? Sepertinya kau yang berubah, berinteraksi dengan banyak siluman di zona bahaya tidak baik untukmu."
Pria bangau bernama Xiao Ni tertawa pelan, "Perkembangan muridmu dalam kultivasi sangat mencengangkan. Tidak salah kau mengangkatnya sebagai murid."
"Xiao Han adalah anak yang diberkahi langit. Dimasa depan dia akan menjadi kultivator yang jauh lebih hebat dariku maupun tiga orang tua itu."
"Kau yakin mereka masih hidup? Sudah seratus tahun berlalu sejak kabar terakhir mereka terdengar."
"Giok Jiwa mereka masih utuh dan menyala, menunjukkan mereka masih hidup. Mereka pasti bersembunyi disuatu tempat dan mungkin, Xiao Han bisa bertemu dengan mereka dalam perjalanan."
---