All About KEVIN

All About KEVIN
Emang Udah Sah?



Zaki, Fira, Rahman dan Dion tengah asyik ngobrol di salah satu gasebo. "Bro, gue dengar kemarin lu ngelamar si Icha ya? Di acara ulang tahun nya?" Tanya Zaki penasaran, seraya menatap Rahman.


Rahman tersenyum canggung, "iya bang," balas Rahman singkat.


"Gue salut bro, lu benar-benar berani." Ucap Zaki seraya mengacungkan ibu jari nya, "maksud gue berani, bukan karena Icha putri nya daddy Rey.. tapi di usia lu yang masih muda, lu udah berani menentukan sikap," lanjut Zaki.


"Emang nya abang, sampai udah mau wisuda.. masih maju mundur cantik aja, gak berani melamar Delia," cibir Fira, mengolok abang nya.


"Bukan enggak berani dik, tapi momen nya belum tepat," sanggah Zaki, "orang tua Delia itu kan kolot dik, kalau laki-laki yang akan meminang putri nya belum mapan.. enggak bakalan di kasih restu sama mereka?" Keluh Zaki sedikit curcol.


"Bukan kolot bang, tapi kebanyakan orang tua akan bersikap seperti itu.. dan itu semata untuk kebahagian putri nya kan?" Ralat Dion, seraya mencuri pandang pada Fira. "Ya Tuhan,, senyum nya kenapa bisa semanis madu sih?" Gumam Dion dalam hati, masih mengagumi Fira dalam diam.


"Ya, kamu benar Dion. Ayah dan bunda, pasti juga akan mempertanyakan kesiapan laki-laki yang akan meminang putri satu-satu nya ini," Zaki membenarkan ucapan Dion, seraya mencubit pipi adik nya.


Fira mengerucutkan bibir nya, "abang,, kebiasaan deh," rajuk Fira dengan manja.


"Ya ampun suara nya... sungguh terdengar merdu di telinga ini," lagi, Dion mengagumi apapun yang ada pada Fira.


"Lah abang kan sudah punya usaha? Sudah mapan juga kan? Terus masalah nya dimana bang?" Cecar Fira.


"Mereka belum tahu dik kalau abang punya perusahaan, mereka tahu nya abang kuliah nya belum kelar.. belum bergelar sarjana, dan belum kerja," balas Zaki.


Tengah asyik mereka ngobrol, Kevin datang bersama sang istri dan Malika yang mengekor di belakang nya.


"Cha,,," sapa Zaki dan Fira.


"Abang, kakak,," Malika berhambur memeluk Zaki dan Fira bersamaan, "ih,, kalian jahat, baru datang bukan nya menemui kami di atas.. eh, malah langsung ngerumpi di sini?!" Protes Malika, sesaat setelah melerai pelukan nya.


Salma pun kemudian memeluk Fira, dan menyalami Zaki. Dan kemudian ikut duduk di samping sang suami.


"Selamat ulang tahun ya, princess Icha.." ucap Zaki dan Fira bersamaan, "maaf nih, kami telat ngucapin nya. Tapi kado nya dah diterima kan?" Sambung Fira, dan menanyakan perihal kado yang mereka kirim kan untuk Malik dan Malika.


"Udah, makasih bang Zaki, kak Fira. Icha suka,," balas Malika dengan tersenyum lebar.


"Lebih suka kado dari kami, atau kado kejutan dari pangeran tampan nih?" Tanya Zaki, menggoda adik sepupu nya itu.


"Abang,, apaan sih?" Malika cemberut, "ya suka semua lah,, tapi kan porsi nya beda," lanjut nya diplomatis.


"Eh Cha, sana kembali ke atas," titah Zaki, "biasa nya kan lu main gundu sama Malik, Akbar, Damian dan Abraham," kembali Zaki menggoda Malika.


Kevin dan Fira tersenyum, princess pertama di keluarga daddy Rehan itu emang tomboi.. dan hal itu karena pergaulan nya dalam keluarga, yang kebanyakan cowok.


"Enggak lah bang, Icha kan sekarang udah insaf. Icha menyadari bahwa Icha seorang princess.. dan enggak pantas main yang begituan lagi sama mereka," balas Malika dengan polos. "Icha pengin belajar jadi wanita yang lembut seperti mommy," lanjut nya seraya tersenyum tersipu malu.


"Kalau bang Rahman suka tipe cewek yang seperti apa?" Tembak Malika, tanpa basa basi.


Rahman terkejut, dan kemudian menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Dia tersenyum dan menatap Malika dengan intens, "apa ada nya diri dik Icha aja, abang enggak nuntut yang macam-macam kok," balas Rahman dengan lembut.


"Cie,, cie,, sweet banget sih bang Rahman," ledek Dion pada teman baik nya itu.


"Eh, kok gue?! Protes Dion terkejut, dia tidak menyangka Rahman akan balik mengerjai diri nya.


"Udah, tinggal jawab aja.. apa susah nya sih?" Kevin yang sedari tadi juga mengamati gerak gerik Dion dan kakak sepupu nya, turut menimpali.


"Emm,, ya yang kayak gitu lah," balas Dion ambigu.


"Kayak gitu gimana? Enggak mungkin kayak istri gue kan?!" Cecar Kevin.


"Ya enggak lah,, kita kan bestie bro, mana mungkin gue nikung lu," balas Dion.


"Lantas,, yang kayak dik Icha, maksud lu?" Tanya Rahman dengan tatapan menyelidik.


"Enggak juga bro, Icha itu sifat nya kayak adik gue. So, dia juga bukan tipe gue," balas Dion tegas.


"Jadi kesimpulan nya, yang kayak Fira nih?" Zaki tersenyum simpul menatap adik nya, dia tahu Fira sedari tadi juga mencuri-curi pandang pada Dion.


Di satu sisi Zaki senang, Fira tertarik dengan lawan jenis,, karena selama ini putri satu-satu nya di keluarga Yusuf itu tak pernah menunjukan kedekatan nya pada laki-laki. Namun di sisi lain, Zaki juga merasa gamang.. pasal nya usia Dion masih dibawah Fira, meskipun pembawaan nya lebih dewasa dari usia Dion yang sebenar nya.


Dion tersenyum, "ya, kalau neng Fira nya mau dan abang juga setuju sih?" Balas Dion jujur.


Fira terkesiap, gadis cantik berhijab itu tak menyangka.. Dion akan mengatakan tentang perasaan meskipun secara samar, sedangkan mereka baru bertemu beberapa waktu yang lalu.


Meski sejujur nya Fira juga merasa kan ada yang beda, saat bertemu dan ngobrol dengan Dion. Yang dirasakan Fira, Dion itu tipe laki-laki yang suka mengayomi.. dan mendahulukan kepentingan orang lain, ketimbang kepentingan diri nya sendiri.


Dan memang benar ada nya, Dion yang menyelamatkan Kevin dan Salma dari kelicikan Monica dan Jonathan.. karena bagi Dion teman Devi adalah teman nya juga yang harus dia lindungi, seperti dia melindungi Devi, sepupu nya.


Dion juga yang memberi kan ide pada Rahman, untuk menembak Malika dengan bunga mawar.. karena dia tahu, teman baik nya itu memiliki perasaan khusus pada adik nya Kevin.


"Kalau gue sih, terserah yang ngejalanin aja bro," balas Zaki dengan bijak, abang Fira itu tak butuh banyak pertimbangan mengenai siapa Dion? Bagi Zaki dan keluarga besar Alamsyah yang lain.. jika orang tersebut berteman baik dengan salah satu keluarga nya, itu arti nya orang tersebut adalah orang yang baik.


Apalagi daddy Rehan seperti nya juga dapat menerima Dion dengan baik, terbukti.. malam ini, Dion bisa masuk dan menginap bareng keluarga besar Antonio.


Fira nampak menimbang-nimbang,,


"Gimana pedekate nya bang Dion, sukses enggak?" Tanya om Ilham yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka, dan nyelonong ikut duduk bersama Kevin dan yang lain nya.


"Ish,, om Ilham kebiasaan deh, lagi seru-seru nya malah datang," protes Kevin cemberut.


"Seru? Emang udah sah?" Tanya om Ilham mulai absurd.


"Kok sah sih? Jadian aja belum, keburu om datang,,," Malika juga ikutan protes.


"Ya maksud nya, sah.. jadian? Belum ya? Ya, udah,,, monggo lanjutkan, om juga mau ngedate sama dik Jihan," tanpa rasa bersalah, om Ilham nyelonong pergi meninggalkan mereka semua dengan perasaan dongkol.


to be continue,,,