All About KEVIN

All About KEVIN
Kita Jalani Aja Mengikuti Alur...



Usai makan malam dan berbincang sebentar antar keluarga besan, Salma kemudian mengantarkan nenek dan keluarga nya ke paviliun-paviliun kecil yang sudah di persiapkan oleh daddy Rehan.


Ada tujuh unit paviliun kecil yang disediakan daddy Rehan, dan yang digunakan oleh keluarga Salma hanya empat. Sehingga Devi dan teman-teman Kevin dan Salma lain nya, memilih untuk menginap di paviliun tersebut nanti nya.


Tapi kini Bayu, Devi, Rahman dan Dion masih ingin ngobrol dengan calon ayah yang jadi panutan mereka itu, dan mereka masih berada di tempat makan tadi tanpa adanya Salma karena Salma masih menemani keluarga nya di paviliun.


Namun ada Fira dan Zaki yang ikut bergabung bersama Kevin dan teman-teman nya, bersama Malika juga tentu nya. Gadis belia berpostur bongsor dan berwajah cantik menawan itu, tak mau ketinggalan momen istimewa kebersamaan dengan sang pangeran pujaan hati.


Meski tempat duduk mereka berdua agak berjauhan dan mereka berdua juga tidak dapat ngobrol dengan bebas, namun hal tersebut tak menjadi soal buat Malika. Sebab, hanya dengan dapat memandang Rahman secara langsung dan melihat kekasih hati nya itu bercanda dengan abang serta teman-teman nya yang lain, sudah cukup membuat rindu Malika terobati.


Rahman juga sesekali melirik mesra pada sang kekasih, dan melempar senyum manis nya,, hingga membuat Malika semakin betah duduk bersama abang dan teman-teman nya itu.


"Dik, kamu belum ngantuk?" Tanya Kevin pada sang adik.


Malika menggeleng, "belum bang," balas Malika singkat.


"Masuklah kedalam, angin malam tak baik untuk gadis cantik seperti mu," rayu Kevin dengan lembut, agar adik nya segera masuk.


"Bentar lagi ya bang, Icha masih pengin disini?" Rengek Malika dengan manja.


Rahman yang mengerti maksud baik Kevin, segera mengambil ponsel nya dan mengetikkan sesuatu. "tidurlah dik, besok pagi temani abang jalan-jalan," dan Rahman mengirimkan pesan tersebut ke nomor 'My Princess'.


Melihat kode dari Rahman, Malika pun membuka ponsel nya. Dia tersenyum, dan kemudian membalas chat dari 'Pangeran Tampanku'. "Oke bang,," dengan tambahan emoticon love dan kemudian segera mengirimkan nya.


Rahman pun tersenyum membaca balasan gadis belia yang sudah berhasil merebut hati nya itu, dan menjalani hubungan dengan Malika membuat Rahman terkadang kembali menjadi seperti ABG meski seringkali dia juga harus bersikap dewasa dan harus dapat membimbing sang kekasih.


Rahman kemudian membalas chat Malika kembali, "selamat malam sayang, selamat tidur. Semoga mimpi indah,,, I love you," dengan banyak emoticon love plus bunga yang bertebaran dalam chat tersebut. Rahman tersenyum sendiri, sebelum kemudian mengirimkan pesan tersebut.


Rahman melirik Malika, pengin tahu ekspresi gadis belia yang duduk di sebelah Kevin itu.


Tentu saja Malika tersenyum, dan wajah nya merona bahagia. Putri mahkota keluarga daddy Rehan itu langsung membalas chat pangeran tampan nya, "love you more, abang sayang... aku pasti akan mimpi indah bersama abang," dan dengan taburan emoticon love serta kiss. Malika kemudian segera mengirimkan pesan tersebut.


"Bang Zaki, kita masuk yuk," ajak Malika pada abang sepupu nya sesaat setelah mengirimkan pesan nya pada sang pangeran, sengaja dia tidak mengajak Fira karena Malika tahu bahwa Fira pasti masih ingin ngobrol bersama gebetan kakak sepupu nya itu.


Zaki mengangguk, mengiyakan ajakan Malika. Zaki segera beranjak, dan pamit pada semua nya. Dia kemudian menepuk lembut pundak sang adik, "dik Fira, kalau udah ngantuk segera susul kami," titah nya pada sang adik, sebelum kemudian merangkul pundak Malika untuk bersama-sama masuk ke dalam villa.


Fira mengiyakan, "iya bang," balas Fira singkat, seraya menatap kepergian abang dan adik sepupu nya itu.


Sedangkan Rahman masih fokus dengan ponsel nya, dan membaca chat terakhir Malika sambil senyum-senyum sendiri. Dia jadi teringat dengan kata-kata sang kekasih hati ketika mereka berdua berada dalam satu mobil, saat mengantarkan undangan pernikahan Kevin untuk teman-teman sekelas nya.


#Flash back on,,,


Sejenak Rahman berfikir, "abang enggak tahu pasti dik, tapi mungkin setelah lulus SMU bisa.. kayak abang kamu dan istri nya," balas Rahman yang memang tidak tahu aturan usia minimal yang di tetapkan dalam pernikahan, menurut hukum yang berlaku. "Kenapa memang?" Tanya Rahman menyelidik.


Malika tersenyum manja dan mengedipkan sebelah mata indah nya, menggoda Rahman. "Abang mau tahu aja, apa mau tahu banget???" Tanya Malika dengan suara nya yang mendayu-dayu, seraya melirik mesra pada sang kekasih. "Icha pengin cepat bisa nikah sama abang," lanjut Malika tanpa malu-malu.


Dan sungguh, apa yang barusan dilakukan Malika.. membuat jiwa kelelakian Rahman meronta. Jika saja dia tidak ingat dengan ajaran agama nya, sudah pasti wajah yang menggemaskan itu akan habis diciumi oleh nya.. termasuk bibir tipis nan merona yang selalu menggoda keimanan nya itu.


Rahman menghentikan mobil nya sejenak di tepi jalan, remaja menjelang dewasa itu menarik nafas dalam seraya memejamkan mata nya. Rahman berusaha sekuat hati nya, untuk membuang jauh pikiran negatif yang terus berusaha meracuni pikiran waras nya.


"Abang, kenapa berhenti?" Bisik Malika di telinga Rahman, dan itu sukses membuat Rahman semakin frustasi.


Rahman menatap Malika, "Cha, apa benar kamu mau menikah dengan abang?" Tanya Rahman, seolah Malika adalah gadis dewasa.


Spontan Malika mengangguk, "Icha mau bang, mau secepat nya malah," balas Malika polos, dia tidak mau terlalu jauh memikirkan tentang arti pernikahan dan segala tanggung jawab yang harus dia emban nanti nya. Yang dia pikirkan saat ini, Malika hanya ingin bisa bebas berpacaran seperti hal nya abang dan istri nya.. bebas bersentuhan dan tanpa takut dosa.


Kembali Rahman menarik nafas dalam, mencoba menetralisir degup jantung nya yang semakin tak beraturan. Berduaan apalagi dengan posisi yang sangat dekat dengan Malika, membuat otak Rahman sulit untuk berpikir secara jernih. Apalagi gadis belia di samping nya ini masih begitu polos, dan sama sekali belum mengerti bahwa apa yang dilakukan nya bisa membuat seorang laki-laki dewasa menjadi khilaf.


"Cha,, abang akan segera menikahi kamu, setelah kamu lulus SMU," ucap Rahman akhir nya, yang sudah tak dapat lagi menahan hasrat karena godaan makhluk Tuhan yang kini duduk di sebelah nya.


Malika langsung memeluk erat lengan Rahman, hingga lengan kekar itu menempel sempurna di bukit kembar nan padat milik Malika. Untuk beberapa saat Rahman terlena, dan dapat merasakan kehangatan dua gundukan yang dapat menghipnotis mata Rahman untuk terus tertuju kearah sana. Rahman menelan saliva nya berkali-kali, namun sedetik kemudian dia menarik tangan nya. "Cha,, please, jangan seperti ini," pinta Rahman menatap Malika dengan lembut, dan dengan suara nya yang berat menahan hasrat.


Malika tersenyum nyengir, dan segera menjauh dari Rahman, "maaf," ucap nya tanpa dosa.


Rahman menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, dan mencoba menekan hasrat nya. "come on boy,, ini belum saat nya," gumam nya dalam hati, agar kewarasan nya segera kembali.


Sesaat hening menyapa dalam kabin mobil Rahman tersebut.


"Bang, nanti di SMU Icha mau ambil kelas akselerasi agar bisa lulus dalam dua tahun.. sehingga abang enggak terlalu lama nunggu Icha," ucap Malika memecah keheningan.


Rahman tersenyum dan geleng-geleng kepala, "enggak perlu memaksakan diri dik, jika memang sudah tiba saat nya kita untuk menikah.. kita pasti akan menikah. Tapi jika emang belum saat nya, sekeras apapun kita mencoba maka itu semua akan sia-sia," Rahman menatap dalam netra kebiruan sang kekasih.


"Kita jalani aja mengikuti alur dari Yang Maha Kuasa, dan jangan lupa untuk terus berdo'a dan meminta kepada Nya agar apa yang kita ingin kan dikabulkan.. karena sebagai makhluk kita hanya bisa merencanakan, dan selebihnya itu mutlak urusan Allah." Rahman mengakhiri obrolan tersebut seraya mengusap lembut puncak kepala Malika yang tertutup hijab.


"Asal kamu tahu Cha,, aku pun sudah tidak tahan ingin mencium bibir lembut mu itu, tapi aku harus sadar posisi kita sekarang masih lah orang lain," gumam Rahman dalam hati. Rahman kemudian segera melajukan kembali mobil nya, untuk melanjutkan tujuan mereka yang sempat tertunda.


#Flash back off,,,


to be continue,,,