
I love Monday ❤
Hari baru, semangat Baru,,, 🤩
Makasih untuk semua pembaca setia 🤗
Makasih untuk vote, like, komen dan hadiah nya 😘
Bab Menuju Ending,,, 😊🙏🙏
🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah acara tujuh bulanan, Kevin dan Salma tidak diijinkan mommy Billa untuk tidur di perkantoran milik nya ataupun di apartemen Kevin sendiri pemberian dari papi Vincent. Mereka berdua di minta pulang ke rumah utama, mommy Billa khawatir karena kandungan Salma sudah semakin besar.
"Abang, kakak,, kalian ikut pulang ke rumah saja ya, sampai kak Salma nanti lahiran. Mommy khawatir, kalau kalian berdua jauh dari kami.. nanti kalau ada apa-apa gimana?" Pinta mommy Billa yang nampak khawatir, sesaat sebelum mereka balik ke rumah utama.
Kevin dan Salma saling pandang, dan sesaat kemudian Salma menjawab,, "iya mom, kami ikut saja apa kata mommy," dan jawaban dari sang menantu, membuat mommy Billa merasa lega.
Teman-teman Kevin yang juga sudah bersiap hendak kembali ke gedung perkantoran milik Kevin, dan mendengar permintaan mommy Billa menjadi sedih. "Yah, bakalan sepi deh mom.. di sana nanti," lirih Rahman.
"Sepi kenapa bang, kan kalian masih berempat?" Balas mommy Billa, seraya menatap Rahman dengan tersenyum.
"Sepi gak ada yang bucin akut mom.. biasa nya kan tiap hari kami dengar ada yang merayu istri nya," balas Bayu.
Kevin hanya tersenyum, sedangkan Salma nampak tersipu malu.
"Lah, kan ada lu Bay,,, yang setiap saat juga merayu adik gue?" Dion menatap Bayu.
"Bayu bisa ngerayu juga? Gimana cara nya Bay?" Tanya om Alex, sengaja menggoda Bayu.
"Ah,, Dion bohong om, jangan di dengerin omongan nya," balas Bayu seraya tersenyum kecut, "mana berani gue unjuk kebolehan merayu my honey di hadapan senior," gumam Bayu dalam hati. Bayu memang tak punya nyali jika berhadapan dengan daddy Rehan dan sahabat-sahabat nya, yang pasti nya dia kalah pengalaman soal wanita.
"Udah yuk cabut, keburu maghrib nanti," ajak Devi, yang langsung berpamitan pada keluarga besar mommy Billa. Ya, hanya mereka yang paling akhir pamit, sebab yang lain sudah pamitan semenjak tadi.
Opa Sultan dan mama Sekar beserta keluarga bunda Fatima, langsung terbang ke Singapura. Oma Carla berserta keluarga kecil papi Vincent juga langsung kembali ke negara nya. Sedangkan keluarga besar Salma, memilih kembali ke apartemen opa Arman yang saat ini di tempati keluarga pak Sulaiman.
Sedangkan pak Yani dan sang istri, beserta om Rahmat dan Keluarga kecil nya.. sudah pulang sejak siang tadi.
Setelah kepergian teman-teman Kevin dan Salma, daddy Rehan dan mommy Billa beserta putra putri nya pun berpamitan. Mommy Billa tidak ikut menginap di hunian keluarga besar nya seperti hal nya tante Nisa, yang untuk sementara waktu memboyong keluarga kecil nya untuk menemani nenek Lin mengasuh cucu baru nya.
Om Devan dan tante Lusi untuk sementara waktu juga masih akan menginap bersama keluarga Antonio, yang sudah dianggap nya seperti keluarga sendiri.
Tatkala diri nya di tegur sama daddy Rehan, "Dev, emang nya lu enggak kerja?"
"Terserah gue lah, kantor kantor gue.. gue bisa kerja kapan pun dan dari mana saja," balas om Devan dengan tersenyum sombong.
'Helleh,,, serah deh, apa kata lu?!" Balas daddy Rehan dengan mencibir.
Dan di sambut gelak tawa oleh om Devan, "gue paling sehari dua hari Rey,, mana berani gue bolos lama-lama kayak lu? Yah, meski kantor gue sendiri sih?!"
Dan melihat mommy Billa berpamitan, Kevin dan Salma yang patuh dan mengikuti kemauan sang mommy untuk kembali ke rumah utama pun ikut berpamitan.
"Abang,,, abang harus sering-sering meninjau jalan lahir baby agar baby bisa lihat jejak ayah nya, dan enggak tersesat saat nanti akan keluar," celetuk om Ilham yang terdengar absurd.
Kevin tersenyum simpul, sedangkan daddy Rehan dan geng nya.. hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Enggak bener nih anak, dulu waktu bikin.. salah gaya kali ya?" Gumam daddy Rehan yang bisa di dengar oleh semua, hingga membuat yang lain terkekeh.
"Skak mat lu Rey,, sembrono sama mertua," ledek om Devan dengan tersenyum puas.
"Hukum saja kak, Billa suruh tinggal di sini dulu sementara waktu," provokasi opa Alvian pada sang kakak.
"Benar buk, biar kapok," timpal Alex, dengan tersenyum penuh kemenangan.
Daddy Rehan mendengus kesal, karena sahabat-sahabat nya malah semakin memojokkan diri nya.
Kakek Ilyas yang sedari tadi mendengar kan obrolan mereka tersenyum, "bukan salah gaya nak Rehan, tapi kehabisan gaya." Ucap nya dengan Santai.
"Karena semua gaya sudah di coba saat pembuatan anak pertama, dan kamu bisa merasakan sendiri hasil dari gaya-gaya yang kami ciptakan bukan?" Perkataan kakek Ilyas yang kalem dan tanpa dosa, membuat om Ilham dan geng tampan terkejut.. tak menyangka, dibalik pembawaan kakek Ilyas yang berwibawa ternyata tak kalah somplak dengan mereka.
Dan sedetik kemudian, para pria tampan itupun tertawa terbahak-bahak. Sedangkan nenek Lin tersenyum simpul, membayangkan kisah masa muda nya yang penuh gairah.
Kevin dan Salma pun saling pandang, dan kemudian tersenyum penuh arti. "Seperti kita kali ya, cinta," bisik Kevin di telinga sang istri.
"Bang Kevin, jangan di eksplore semua.. jangan sampai anak kedua dan seterusnya kehabisan gaya," ucap om Ilham yang melihat keponakan nya itu bisik-bisik.
Kevin menggeleng, "kami generasi milenial om, kami pasti bisa menciptakan gaya-gaya baru di setiap permainan," balas Kevin dengan terkekeh pelan.
Mommy Billa yang sedari tadi menjadi pendengar setia keabsurdan keluarga nya pun menyudahi, "dad, ayo.. nanti anak-anak kelamaan nunggu kita," ajak nya seraya bergegas menuju mobil.
Ya, putra-putri mommy Billa yang lain sudah jalan terlebih dahulu, pulang bersama sopir keluarga nya.
Dan keriuhan itu terhenti dengan pamit nya daddy Rehan, mommy Billa beserta Kevin dan istri nya.
Kakek Ilyas segera memeluk mesra pinggang sang istri, dan menuntun nya masuk ke dalam rumah, yang diikuti oleh adik dan anak-anak nya.
*****
Di kamar milik nya di lantai dua, Kevin dan sang istri sedang duduk bersantai di sofa panjang sambil nonton televisi.
"Cinta, kamu enggak ingin belanja kebutuhan untuk calon anak kita?" Tanya Kevin, seraya memeluk pundak sang istri dengan mesra. "Seperti punya bayi nya om Ilham tadi cinta, bagus-bagus loh," lanjut Kevin yang justru lebih antusias ketimbang sang istri.
"Aku males keluar mas,, kapan-kapan aja kali ya, soal nya tadi mommy juga nawarin sih," balas Salma dengan tak bersemangat.
"Tadi box bayi nya cantik loh cinta,, terus ayunan nya juga, banyak deh pokok nya. Kalau kamu malas keluar, kita bisa pesan lewat aplikasi kita kan.. itung-itung penglaris untuk customer," kekeuh Kevin yang ingin sang istri tergiur untuk melihat-lihat berbagai kebutuhan untuk bayi melalui aplikasi jual beli online.
"Mas Kevin aja deh yang milih, Salma ngantuk," lirih nya manja, seraya menyandarkan kepala nya di bahu sang suami.
Salma memang tidak terlalu suka dengan segala pernak pernik yang dia rasa enggak terlalu dibutuhkan, atau paling pemanfaatan nya hanya sebentar.. dan setelah itu akan teronggok begitu saja di gudang, dia tipe wanita yang lebih suka memakai satu macam barang tapi multi manfaat.
Kevin hanya bisa mendesah pelan, "kamu memang beda cinta, kamu wanita yang sederhana.. sekalipun saat ini kamu sudah memiliki segala nya," bisik Kevin, sambil mencium puncak kepala sang istri.
"Kerena semua yang kita miliki hanya lah titipan mas, kita tidak punya hak untuk menyombongkan nya," balas Salma dengan mata terpejam.
"Terus lah seperti ini cinta, terus lah menjadi embun penyejuk dalam hidup ku, menjadi pelita indah yang menerangi setiap langkah ku, menjadi matahari yang membakar semangatku untuk terus menjadi suami dan ayah yang terbaik,,, untuk mu, dan untuk anak-anak kita kelak." Lirih Kevin, dengan semakin mengeratkan pelukan nya.
Salma tersenyum mendengar nya, "hmmm,,, memang nya mas Kevin mau kita punya anak berapa?" Tanya Salma bergumam.
"Selusin," balas Kevin dengan tersenyum.
Netra indah Salma langsung membuka lebar, dan istri cantik Kevin itu menegakkan tubuh nya.. "selusin?!"
to be continue,,,