
Kicau burung bernyanyi
Tanda buana membuka hari
Dan embun pun memudar
Menyongsong fajar
Sejenak 'ku terlena
Akan kehidupan yang fana
Nikmat alam semesta
Nusa indah nirmala
Serasa pagi tersenyum mesra
Tertiup bayu membangkit sukma
Adakah esok kau senyum jua
Memberi hangatnya sejuta rasa
Tembang lawas karya Junaedi Salat yang dinyanyikan oleh almarhum Chrisye, dan dipopulerkan kembali oleh Once Mekel,, yang terdengar dari ponsel milik Kevin yang sengaja dia putar untuk menemani diri nya menjaga sang istri, membangunkan Salma dari lelap tidur nya di atas pangkuan sang suami.
"Mas, aku tidur lama ya?" Tanya Salma sambil mengerjapkan mata, mengusir kantuk yang masih menguasai diri nya.
Kevin hanya membalas nya dengan senyuman manis.
"Jam berapa sekarang mas?" Kembali Salma bertanya.
"Hampir jam lima, cinta," balas Kevin, seraya melirik jam dinding di ruangan tersebut. "Kalau masih ngantuk, bobok lagi aja," lanjut Kevin sambil mengelus perut sang istri yang terlihat sangat besar.
"Tidak mas, aku udah tidur lama banget. Kaki mas Kevin pasti pegal, maaf ya?" Sesal Salma yang merasa khawatir dengan kaki suami nya.
Kevin menggeleng, "enggak kok, cuma sedikit kesemutan." Balas Kevin masih dengan senyuman di bibir nya.
Semalam, Salma memang tidak dapat tidur. Kontraksi yang sering datang, terasa sangat mengganggu istri Kevin itu dan membuat Salma tak bisa beristirahat dengan nyaman. Hingga akhir nya, Kevin mengajak sang istri untuk duduk di sofa sambil mendengar kan musik.
Sedang kan mommy Billa dan daddy Rehan yang menemani mereka berdua di pavilion tersebut, diminta Kevin untuk beristirahat di ranjang yang disediakan untuk keluarga pasien di ruang perawatan.
Di sofa, Kevin memijat kaki istri nya. Lambat laun, Salma terlihat mulai mengantuk, dan Kevin kemudian meminta sang istri agar tidur dengan kepala di atas pangkuan nya.
Sepanjang menemani istri nya itu, tangan kanan Kevin terus mengelus perut sang istri untuk memberikan rasa nyaman.. sedang kan tangan kiri nya mengelus kepala sang istri, hingga Salma benar-benar bisa terlelap bahkan sampai beberapa jam lama nya.
Dan meskipun saat ini kaki Kevin seperti mati rasa, namun pemuda tampan itu merasa lega karena sang istri dapat beristirahat dengan cukup. Dan itu sangat baik bagi Salma, untuk menghadapi persalinan nya nanti.
Salma segera bangkit, dan duduk di samping suami nya. "Mas Kevin enggak sholat shubuh dulu?" Tanya Salma, yang melihat sang suami masih saja duduk dan malah mengangkat kaki ke atas meja.
"Sebentar cinta, peredaran darah di kaki ku biar lancar dulu." Balas Kevin sambil sedikit meringis, menikmati sensasi dari kaki nya yang kesemutan dan terasa seperti di tusuk-tusuk jarum.
"Tunggu sebentar, biar Salma ambil kan air hangat untuk mengompres," ucap Salma seraya beranjak.
Tapi Kevin buru-buru mencegah dengan menggenggam tangan sang istri, "enggak perlu cinta, bentar lagi juga ilang," balas Kevin.
Terdengar suara pintu dibuka dari luar, "kak Salma sudah bangun?" Tanya mommy Billa yang muncul dari balik pintu, yang diikuti oleh daddy Rehan. Daddy dan mommy nya Kevin itu baru pulang dari musholla terdekat, untuk melaksanakan ibadah sholat shubuh.
"Iya mom," balas Salma.
"Abang sudah shubuhan belum?" Tanya mommy Billa, menatap putra nya.
Kevin menggeleng,
"Kaki abang kesemutan? Kok di angkat di atas meja?" Mommy Billa menebak, karena sewaktu akan berangkat ke musholla tadi sempat melihat menantu nya itu tidur di atas pangkuan Kevin dan menjadikan nya sebagai bantal.
Kevin tersenyum, "iya mom," balas Kevin singkat.
Tanpa berkata-kata, mommy Billa segera menuju pantry di ruang belakang. Sedang kan daddy Rehan duduk di sofa, bersama sang putra dan menantu nya.
Tak berapa lama, mommy Billa telah kembali dengan membawa wadah yang berisi air hangat dan juga handuk kecil. "Mommy kompres yang bang, biar cepat ilang. Nanti shubuh nya abang kesiangan, kalau ini enggak di atasi," dan tanpa menunggu jawaban putra nya, mommy Billa segera mengompres kedua, kaki Kevin.
"Mom, biar Salma saja mom," pinta Salma, hendak mengambil alih handuk dari tangan sang mommy.
"Sudah, biar mommy saja kak Salma. Kakak duduk saja," tolak mommy Billa, dan Salma kemudian kembali duduk dengan nyaman di samping suami nya.
Daddy Rehan yang melihat kasih sayang mommy Billa terhadap putra dan menantu mereka, tersenyum penuh arti dan semakin besar rasa cinta nya kepada istri dari anak-anak nya itu.
"Cukup mom, sudah mendingan," ucap Kevin setelah beberapa saat.
"Beneran sudah enggak kesemutan lagi bang?" Tanya mommy Billa memastikan.
"Tinggal dikit mom, kalau dipakai jalan pasti ilang sendiri," balas Kevin seraya berdiri, "Kevin mau sholat shubuh dulu mom, dad,," pamit Kevin.
"Mom, dad,, Salma juga mau bersih-bersih dulu," pamit Salma, dan pasangan muda itu kemudian berjalan pelan masuk ke dalam ruang perawatan.
Kevin segera membersihkan diri, berwudhu dan segera menjalankan sholat shubuh yang hampir terlambat.
Usai sholat shubuh, Kevin membantu istri nya untuk mandi dan memakaikan baju yang nyaman untuk sang istri. Kevin terlihat sangat sabar dan telaten melayani istri nya, meski sebenar nya Salma menolak karena merasa masih bisa melakukan semua sendiri... namun suami siaga itu bersikukuh, dan memberikan perhatian nya yang tulus pada sang istri.
Kevin dan Salma keluar dari ruang perawatan, ketika pagi telah menyapa dan sang surya telah menyinari mayapada.
Mereka berdua bergabung bersama keluarga besar Antonio yang sedari kemarin sore telah berada di pavilion rumah sakit tersebut, dan berkumpul di teras pavilion untuk menikmati sarapan nasi bungkus.
Keluarga kecil pak Sulaiman dan teman-teman dekat Kevin dan Salma juga sudah berada di sana, mereka sengaja datang membawakan nasi bungkus untuk mereka semua.
Mereka menikmati sarapan sederhana tersebut dengan penuh kehangatan, dengan diselingi canda dan tawa seperti biasa.
Meski di sela-sela menikmati sarapan, kontraksi itu terkadang datang.. namun Salma tak begitu merasakan rasa sakit nya, karena perhatian nya yang teralih dengan kekocakan teman-teman dan juga keluarga besar nya tersebut.
Usai sarapan, Salma kembali berjalan-jalan santai dengan ditemani sang suami.
Detik ke menit, menit menuju jam dan siang pun menjelang,, namun yang di tunggu tak kunjung datang. Salma pun tetap tak menyerah, istri cantik Kevin itu memiliki keyakinan bahwa saat indah yang di nanti pasti akan segera tiba.
Kevin yang tadi nya sempat menyerah dan membujuk Salma agar mau di ambil tindakan operasi cesar, tapi melihat semangat sang istri yang tak pernah padam dan sabar menanti meski harus menikmati rasa sakit nya.. membuat Kevin kembali memberikan dukungan nya pada sang istri untuk bisa melahirkan secara normal.
Dukungan dan do'a juga diberikan oleh keluarga besar, serta teman-teman dekat mereka berdua,, dan hal itu, membuat pasangan yang tengah menanti kelahiran putra pertama nya itu semakin tegar.
Apalagi mereka semua tetap bersikap konyol seperti biasa nya, suka bercanda dan pandai membuat suasana menjadi sangat menyenangkan.
Waktu pun terus berlalu, sang mentari mulai bersembunyi di ufuk barat. Meninggalkan bias nya yang indah, menghiasi cakrawala senja.
Meski sangat lambat, pembukaan Salma mulai bertambah menuju angka empat. Dan seiring berjalan nya waktu, angka itu semakin merangkak naik mengiringi naik nya bulan purnama yang semakin tinggi di angkasa di luar sana.
Tepat pukul dua belas malam, Kevin memencet tombol panggilan darurat.. karena kontraksi yang dialami sang istri semakin sering datang dan terasa lebih menyakitkan, hingga membuat Salma tak bisa berkata-kata.
Dokter yang langsung datang beserta kedua perawat nya, langsung menyiapkan segala sesuatu untuk persalinan Salma yang dilakukan di ruang perawatan pavilion tersebut sesuai permintaan Kevin.
Semua peralatan medis yang diperlukan untuk keadaan darurat pun telah disiapkan, untuk mengantisipasi jika hal-hal buruk yang tak diinginkan terjadi.
Dokter wanita spesialis kandungan itu segera melakukan pengecekan, "pembukaan sembilan mas, tapi ketuban nya belum pecah. Saya akan melakukan prosedur amniotomi," ucap dokter tersebut dengan sikap nya yang selalu tenang, hingga membuat pasien pun merasa nyaman.
Prosedur amniotomi dilakukan oleh dokter atau bidan dengan cara merobek kantong ketuban menggunakan alat yang di sebut amnihook dan amnicot. Pecahnya ketuban secara disengaja ini diyakini dapat merangsang timbulnya kontraksi rahim yang lebih kuat, sehingga leher rahim terbuka dan bayi bisa lahir lebih cepat.
Setelah kantong ketuban nya pecah, dan air nya mulai banyak yang keluar,, dokter kembali melakukan pemeriksaan VT atau Vaginal Toucher.
Wajah dokter tersebut nampak sedikit khawatir, dan kemudian menatap Kevin.
"Ada apa dok?" Tanya Kevin dengan cemas.
"Posisi janin nya sungsang mas, yang masuk ke panggul pantat," jelas dokter tersebut, "tapi mas jangan khawatir, saya akan segera membantu proses persalinan nya," lanjut bu dokter menatap Kevin dan Salma bergantian, mencoba menenangkan pasien nya.
"Lakukan saja yang menurut dokter itu yang terbaik," balas Kevin mewakili sang istri yang sudah tidak dapat mengeluarkan suara nya, tangan Kevin terus menggenggam tangan Salma.
Dokter spesialis itu kemudian memerintahkan pada suster, untuk memanggil beberapa perawat lagi untuk membantu nya mengatasi persalinan pasien dengan kasus posisi janin sungsang.
Setelah semua nya siap, "maaf mbak Salma, ini akan memakan waktu yang agak lama, dan sedikit lebih sakit," dokter wanita itu menatap Salma dengan tatapan hangat, dan Salma hanya bisa mengangguk pasrah.
to be continue,,,