All About KEVIN

All About KEVIN
Cepat dan Berkualitas



Hari berikut nya, Kevin dan yang lain nya benar-benar pulang ke Jakarta untuk memenuhi keinginan Bayu. Meskipun ada perasaan tak rela, karena rencana liburan untuk menjelajah pulau Dewata akhir nya di batalkan.. dan mereka harus kembali ke Jakarta secepat nya, sebagai bentuk dukungan kepada teman baik nya itu.


Mereka pulang ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi milik daddy Rehan, seperti ketika berangkat tiga hari yang lalu.. karena kemarin om Alex lebih memilih untuk terbang menggunakan pesawat komersial.


Tiba di Jakarta, hari telah sore dan mereka langsung memisahkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing. Dan adapun rencana Bayu untuk melamar Devi, menunggu kabar dari kedua nya yang ingin menyampaikan keinginan mereka berdua itu kepada orang tua nya terlebih dahulu.


Dion ikut pulang ke rumah Devi, karena dia telah berjanji pada adik sepupu nya itu akan membantu untuk berbicara pada orang tua Devi.


Salma ikut pulang ke rumah utama keluarga Alamsyah bersama sang suami, Mereka berdua pulang dengan di jemput oleh pak Imron.


Tepat pukul lima sore, mobil yang dikendarai pak Imron memasuki gerbang rumah utama kediaman keluarga Alamsyah. Setelah mobil terparkir dengan sempurna di halaman rumah, Kevin dan Salma segera turun.


Kedua nya segera memasuki rumah dengan bergandengan tangan, dan mengucapkan salam, "assalamu'alaikum,,"


'Wa'alaikumsalam,,," jawab mommy Billa yang baru saja keluar dari kamar, dan hendak menuju ruang tamu, "abang,, kak Salma,, kok sudah pulang? Kata nya mau di sana agak lama untuk liburan?" Cecar mommy Billa, sambil berjalan mendekati putra dan menantu nya.


Kevin dan Salma menyalami mommy Billa dan mencium punggung tangan nya dengan takdzim.


Mommy Billa kemudian memeluk mereka berdua bersamaan untuk beberapa saat lama nya, "mommy kangen sama kalian berdua," ucap mommy Billa melerai pelukan nya dan kemudian mencium pipi Salma.


"Hmm,, mommy pilih kasih, abang gak di cium," rajuk Kevin dengan memasang wajah menggemaskan, seperti waktu masih kanak-kanak.


"Ya Allah bang, abang kan sudah besar.. sudah punya istri, memang nya abang tidak malu sama istri abang?" Mommy Billa geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah lucu sang putra.


Salma pun ikut tersenyum,,


Mendengar suara keributan di luar, daddy Rehan yang sedang berada di ruang keluarga pun keluar, "lho, sudah pada pulang?" Tanya daddy Rehan, sambil mengernyit kan dahi.


Kevin segera menyalami daddy nya, mencium dengan takdzim punggung tangan daddy nya, yang diikuti oleh Salma. "Iya dad, si Bayu tiba-tiba buru-buru ngajak pulang," balas Kevin seraya tersenyum.


"Dad, abang pengin ngobrol sama daddy.. tapi nanti malam saja ya dad, bentar lagi maghrib dan kami belum bersih-bersih," pinta Kevin seraya melirik jam tangan mewah di pergelangan tangan nya.


"Ya, kalian naik lah..." balas daddy Rehan tersenyum hangat pada putra dan menantu nya.


Kevin dan Salma segera naik ke lantai dua.


"Mom,, seperti nya daddy harus mengubur keinginan daddy untuk menambah momongan," Ucap daddy Rehan menatap mommy Billa.


Mommy Billa tersenyum, "mommy sih setuju itu dad,, kita kan sudah tua dan lagi pula putra kita kan sudah enam dad, sudah banyak." Balas mommy Billa merasa lega, karena daddy Rehan akhir nya membatalkan keinginan nya untuk menambah putra.


"Bukan itu alasan nya mommy,, anak enam itu belum banyak, kalau sebelas baru banyak." Balas daddy Rehan seraya tersenyum menggoda, "dan kita juga belum tua kok.. mommy mau, daddy buktiin kalau daddy belum tua? Mau berapa ronde? Dua, tiga? Ayo mom... let's play the game," daddy Rehan segera mengajak mommy Billa masuk kedalam kamar, protes mommy Billa sama sekali tak dihiraukan nya.


"Daddy mengurungkan niat untuk nambah anak, karena seperti nya putra kita akan segera memberi cucu pada kita mom," gumam daddy Rehan dalam hati, dengan terus berjalan memasuki kamar.


Sedang kan di lantai atas, Kevin dan Salma langsung di sambut celoteh ceria Maira, "abang... hole abang sudah pulang?" Seru Maira dengan riang nya, dan langsung meloncat minta di gendong oleh abang nya.


"Aduh, berat.. Maira sudah bertambah besar ya sekarang," Kevin menciumi pipi gembul Maira yang ada di gendongan nya.


"Maida sama kak Salma ya,," bujuk Salma, meraih tubuh Maida dan segera menggendong nya begitu tak ada penolakan dari bocah itu.


"Hore,, Maida di gendong kak Salma," seru Maida dengan suara nya yang riang.


"Abang sama kak Salma, kenapa pelgi nya lama.. Mela dan Meda kan lindu sama abang," rajuk Maira, seraya mengerucutkan bibir mungil nya.


"Halah,, sok sokan lindu, emang Mela tahu apa itu lindu?" Tanya Mirza, yang tengah asyik nonton kartun di televisi tanpa melihat kearah Maira.


"Tahu dong,, kalau lama enggak beltemu, telus beltemu. Nah, itu nama nya lindu.." balas Maira dengan gaya nya yang lucu. "Bang Milza payah,, gitu aja enggak ngelti, padahal bang Milza udah besal," lanjut nya sambil tertawa cekikikan, seraya menutup mulut mungil nya dengan kedua tangan nya.


"Mirza bocil... bukan Milza!" Seru Mirza pura-pura kesal.


"Iya,, iya,, bang Mil_za. Ah,, celewet banget sih?! Udah besal juga, enggak mau ngalah sama adik nya yang kecil dan imut," balas Maira dengan cemberut.


Kevin tersenyum melihat tingkah lucu adik bungsu nya, "ih,, kamu itu menggemaskan," Kevin mencubit pipi Maira dengan gemas.


"Aduh sakit, abang.. nanti pipi Mela jadi tembem kayak bakpao,," Bibir Maira semakin mengerucut.


"Iya,, iya,, abang minta maaf ya, cantik," Kevin mengelus pipi Maira dan kemudian mencium nya dengan lembut. "Dah, turun ya,, abang mau mandi dulu," lanjut Kevin seraya menurunkan adik nya.


Salma pun menurunkan Maida, "Maida juga turun ya,, kak Salma juga belum mandi," ucap Salma sambil mengacak lembut rambut Maida.


"Makasih kakak cantik,," ucap Maida dan segera berlari menuju sofa, dan duduk di samping Mirza ikut nonton kartun,, yang diikuti oleh Maira.


Kevin dan Salma bergegas masuk kedalam kamar, dan mengunci nya, "mas, aku duluan ya yang mandi. Udah gerah banget nih,," Salma segera menuju kamar mandi.


"Baby,, kita barengan aja, bentar lagi maghrib. Biar keburu untuk jama'ah di musholla bareng dengan yang lain," Kevin langsung menyusul istri nya menuju kamar mandi.


"Sendiri-sendiri aja mas,, kalau barengan nanti malah lama lagi?" Protes Salma, dengan masih berdiri di ambang pintu.


"Enggak akan lama,, ayo buruan masuk," Kevin langsung nyelonong masuk kedalam kamar mandi, dan menyeret pelan tubuh sang istri.


Kevin membuka pakaian nya satu persatu, sedangkan Salma masih berdiri mematung. "Baby, ayo... mau aku yang bukain baju nya?" Tawar Kevin, seraya tersenyum menggoda.


"Aku bisa sendiri mas," tolak Salma, dan segera membuka pakaian nya.


Kevin menatap istri nya tanpa berkedip, dan berjalan mendekati istri nya, "baby,, sekali aja ya?" Pinta Kevin tiba-tiba memeluk tubuh polos istri nya dari belakang.


"Tuh kan... jadi lama mandi nya?!" Salma mengerucut kan bibir nya.


"Sekali aja baby, enggak akan lama.. aku akan melakukan nya dengan cepat, cepat dan berkualitas," bisik Kevin, seraya mencumbui tubuh polos istri nya.


Salma hanya pasrah, dan akhir nya menikmati perlakuan lembut suami tampan nya di bawah guyuran air yang mengucur deras dari shower.


to be continue,,,