
Libur semester telah usai, semua kembali dengan aktifitas nya masing-masing. Kevin dan Salma pun telah kembali tidur di lantai lima gedung perkantoran milik nya, setelah seminggu kemarin.. sepulang dari Paris mereka berdua menginap di apartemen opa Arman yang saat ini di tempati keluarga Salma.
Hari-hari mereka jalani dengan kesibukan di kampus maupun di kantor, pun meski demikian Kevin tetap menyempatkan waktu untuk sekadar mengajak sang istri tercinta untuk healing agar bisa refresh dan terlepas dari segala kepenatan.
Tak perlu jauh, dan enggak harus mahal.. hanya sekedar membeli rujak buah di taman dekat kampus pun, Salma sudah merasa sangat senang. Dan mereka berdua akan menikmati rujak buah tersebut di bangku taman, di bawah pohon yang rindang.
Kevin juga selalu siaga menemani sang istri untuk kontrol ke dokter spesialis kandungan setiap bulan nya, seperti malam ini. Mereka berdua kini sedang berada di sebuah ruangan bercat putih, dengan seorang dokter wanita dan perawat nya.
"Detak jantung nya normal ya, berat nya cukup dan semua bagus." Ucap dokter wanita berkacamata itu dengan tersenyum, menatap layar monitor di hadapan nya yang dapat disaksikan pula oleh Kevin dan Salma yang tengah berbaring di atas bed di ruang pemeriksaan tersebut.
Hati Kevin menghangat, melihat gerakan kecil di layar monitor di hadapan nya. Dan jantung nya pun ikut berdegup kencang seiring bunyi detak jantung sang putra yang dapat dia dengar melalui alat fetal doppler yang digunakan dokter tersebut.
Tanpa Kevin sadari, cristal bening menetes dari sudut netra nya,, meluncur begitu saja dan membasahi tangan Salma, yang berada dalam genggaman nya.
Salma yang tadi nya juga tengah fokus pada layar monitor, segera beralih menatap sang suami.. dan wanita muda itu tersenyum manis, seraya mengusap air mata Kevin, "hai ayah, enggak sabar ya.. menanti kehadiran ku," ucap Salma, yang menirukan suara anak kecil.
Hingga membuat Kevin yang mendengar nya, tersenyum,,, begitu juga dengan sang dokter dan perawat.
"Sabar ya mas, ini sudah masuk bulan ke tujuh. Tunggu sekitar dua bulan lagi, Insyaallah kalian akan segera bertemu," ucap dokter tersebut dengan tersenyum hangat, ikut merasakan kebahagiaan pasangan yang masih sangat muda itu.
"Susu nya boleh di lanjut ya mbak Salma, dan vitamin jangan lupa untuk diminum," ucap dokter sambil menuliskan resep, sesaat setelah Salma dan Kevin duduk di hadapan sang dokter.
Sedangkan sang perawat, masih sibuk membereskan alat-alat yang tadi digunakan oleh sang dokter untuk memeriksa kandungan Salma.
"Baik dok," jawab Salma singkat, seraya menerima resep yang disodorkan oleh bu dokter kepada nya.
Kevin segera mengambil resep dari tangan sang istri dan menyimpan di saku baju nya, "dok, maaf.. kalau untuk berhubungan, apa masih boleh? Sampai usia berapa?" Tanya Kevin tanpa malu-malu.
Salma mencubit lengan sang suami, dan wajah putih itu telah merona merah.. menahan malu.
"Enggak apa-apa mbak Salma, pertanyaan yang bagus." Dokter tersebut tersenyum, bisa memahami keinginan pemuda di hadapan nya... yang pasti nya sedang semangat-semangat nya untuk melakukan olah raga yang memacu adrenalin.
"Karena kandungan mbak Salma sehat, mau setiap hari juga enggak apa-apa kok mas. Yah, anytime mas Kevin mau asal mbak Salma tidak keberatan, oke lah,,, kalau mbak Salma bisa sampai orgasme, justru itu lebih bagus," balas dokter tersebut mengikuti gaya anak muda, dan menjelaskan secara gamblang.
Dan Kevin yang mendengar penjelasan dokter tersebut tersenyum sumringah, "akan ku buat kamu orgasme berkali-kali cinta," bisik Kevin di telinga istri nya.
Wajah Salma semakin merona, "baik dok, kami permisi dulu," pamit Salma pada dokter kandungan tersebut, untuk mengurai rasa malu nya.
Sepasang suami istri itupun segera meninggalkan ruang pemeriksaan, dengan diiringi senyuman oleh dokter wanita tersebut dan perawat nya yang ternyata mendengar percakapan tadi.
Dokter tersebut geleng-geleng kepala, seraya bergumam lirih, "dasar anak muda."
*****
Kevin dan Salma telah sampai di bangunan perkantoran milik nya, mereka berdua tak langsung naik ke lantai lima tatkala dari pintu masuk melihat teman-teman nya tengah berkumpul di kafe.
"Gimana Ma?" Tanya Devi antusias, menyambut kedatangan mereka berdua. Devi langsung mengusap perut Salma yang sudah terlihat semakin besar, tatkala istri cantik Kevin itu baru saja duduk di sebelah Devi.
"Alhamdulillah, semua baik. Bayi nya sehat dan aktif," balas Salma seraya tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah,,," ucap Devi ikut merasa senang, "jadi enggak sabar gue, pengin segera menggendong baby A,," lanjut Devi.
"Memang sudah dikasih nama?" Tanya Bayu, menatap Kevin, Salma dan Devi, bergantian.
"Baru inisial,, kami menyiapkan dua nama, untuk cowok dan cewek," balas Kevin.
"Kejutan Bay,,, kalau sudah tahu dari awal, rasa nya kok gimana gitu ya? Yah, meski sebagian orang enggak masalah dan cenderung ingin tahu jenis kelamin bayi nya... tapi bagi kami, biarlah ini masih jadi rahasia," balas Salma, panjang lebar.
Devi mengangguk,, "hmm,, benar itu Bay, nanti kita juga gitu yah.. biar surprise," pinta Devi seraya menatap sang tunangan.
"Siap honey,,, hayuk, kita buat sekarang," balas Bayu sekena nya, yang langsung dapat tinju dari Dion dan Rahman di lengan kanan dan kiri nya.
"Duh biyung... ajur awak ku!" Jerit Bayu dengan logat Jawa nya yang langsung keluar.
"Hallah,, gitu aja manggil-manggil ibu nya, cemen lu," cibir Rahman yang paham dengan apa yang di teriakkan Bayu, pasal nya dulu Bayu sering menggunakan nya dalam candaan mereka.
Devi, Kevin dan Salma terkekeh, kecuali Dion yang tak paham arti nya.
"Apaan sih arti nya?" Tanya Dion.
"Searching aja bro,,,," balas Kevin masih dengan tertawa.
"Pada happy bener, habis dapat apaan?" Tanya Dika yang ikut gabung, mumpung lagi tidak ada pelanggan baru yang datang.
Ya, sedari tadi.. Dika hanya dapat menyaksikan keseruan mereka dari meja kerja nya, pasal nya pengunjung kafe lumayan ramai malam ini. Dika sampai lupa, belum menawari Kevin dan Salma minuman.
"Biasa bang, Bayu... bikin ulah," balas Rahman masih dengan tertawa.
"Ini enggak ketemu, simbah enggak bisa jawab!" Seru Dion seraya menatap layar ponsel nya.
"Lah, beneran searching lu bang?" Tanya Devi, sesaat setelah berhasil berhenti dari tawa nya.
"Ya iyalah,,, orang calon suami lu ngomong nya pakai bahasa planet?!" Balas Dion merasa kesal.
"Yuk ah cinta, kita istirahat," ajak Kevin pada istri nya, sambil memegangi perut nya yang terasa sakit karena tertawa berlebihan.
Salma pun segera beranjak, mengikuti sang suami.
"Gue juga mau istirahat, dah malam.. gak baik, remaja tampan kayak gue tidur terlalu malam," ucap Rahman seraya terkekeh, menertawakan perkataan nya sendiri.
Kevin dan Salma yang masih bisa mendengar nya tertawa, begitu pun dengan Devi.
"Narsis lu!!" Cibir Bayu, yang juga ikut bangkit dari tempat duduk nya.
"Ayo honey, kita naik," ajak Bayu pada Devi, dan Devi pun segera beranjak sambil menutup mulut nya menahan tawa.
"Naik kemana Bay?" Tanya Dika yang masih tertawa, mendengar celoteh Rahman tadi.
"Naik ke pelaminan bang,,! Seru Bayu sedikit emosi, "ya naik ke lantai atas lah bang Dika,,, sudah tahu juga kalau pernikahan kami di tunda-tunda terus, masih nanyain aja!" Gerutu Bayu.
Dika semakin terkekeh, berdekatan dengan Kevin dan teman-teman nya membuat semangat Dika kembali power full.
Rahman, Bayu dan Devi pun bergegas menuju lift.. menyusul Kevin dan Salma yang sudah terlebih dahulu naik.
"Eh, kok gue ditinggalin sih?!" Seru Dion yang sedari tadi masih sibuk dengan ponsel nya, "yang tadi belum ketemu arti nya Bay??" Dion berlari kecil menyusul teman-teman nya, meninggalkan Dika yang masih senyum-senyum sendiri menyaksikan tingkah konyol Kevin and the group.
to be continue,,,