All About KEVIN

All About KEVIN
Jangan,, Jangan,,



Dua keluarga besar, yaitu keluarga Alamsyah dan keluarga Antonio masih asyik ngobrol di taman di samping villa sambil menikmati sejuk nya udara sore di daerah puncak.


Mereka ngobrol sambil menikmati jagung bakar hangat dari penjual jagung legendaris, yang berjualan di tikungan mesra yang hanya berjarak beberapa meter saja dari villa. Sengaja daddy Rehan memborong semua dagangan mamang penjual jagung tersebut, dan mengundang nya ke villa sore itu.


"Masih ada yang belum kebagian kah?" Tanya mommy Billa, seraya membawa beberapa jagung bakar yang masih panas.. yang baru saja di angkat dari tempat pembakaran.


"Baby,, kamu mau lagi enggak?" Tawar Kevin pada sang istri.


Salma menggeleng, "enggak mas, cukup. Perutku rasa nya mual," lirih Salma di telinga sang istri.


"Kamu sakit baby? Apa,, apa yang kamu rasakan? Apa kepala mu pusing?" Lirih Kevin yang terlihat panik, langsung menyentuh kening istri nya.


"Tidak mas, kepala ku tidak pusing," bisik Salma, "aku ingin minum hangat, wedang ronde atau sekoteng kayak nya enak deh mas," pinta Salma dengan manja.


"Oke, mas akan minta mang Dadang untuk membeli nya. Kamu tunggu disini dulu ya?" Titah Kevin pelan.


Baru saja Kevin hendak melangkah, Salma buru-buru menarik tangan sang suami. "Enggak mau kalau yang beliin mang Dadang, aku mau nya kita yang nyari dan makan di sana," kembali Salma merajuk, dengan berbisik manja.


Daddy Rehan yang duduk tak jauh dari putra dan menantunya itu, masih bisa mendengar bisik--bisik mereka berdua. Daddy Rehan mengernyit, "mungkinkah sebentar lagi aku akan segera dipanggil opa?" Gumam daddy Rehan dalam hati, senyuman terbit di sudut bibir nya.


Kevin dan Salma pamit pada semua nya, dan segera berlalu meninggalkan villa dengan berjalan kaki. Karena menurut mamang penjual jagung bakar itu, penjual ronde berada tak jauh dari tikungan mesra.


"Dad,, gembira sekali tampak nya, sampai senyum-senyum gitu?" Selidik mommy Billa yang menghampiri sang suami, seraya membawa dua jagung bakar hangat untuk diri nya dan untuk daddy Rehan.


"Eh,, iya mom, lagi happy nih," balas daddy Rehan, sambil tersenyum pada sang istri.


Mommy Billa mengernyit, "kabar bahagia apa dad?" Tanya mommy Billa penasaran, dan segera duduk kembali di samping sang suami.


"Menantu kita kayak nya lagi isi deh mom," bisik daddy Rehan di indera pendengaran sang istri, daddy tampan itu belum ingin keluarga nya yang lain tahu sebelum dugaan nya terbukti benar ada nya.


"Darimana daddy tahu?" Lirih mommy Billa, menatap sang suami.


"Baru dugaan mom, sebab tadi daddy mendengar obrolan abang dan istri nya.. gelagat nya sama kayak mommy waktu ngidam pengin jagung bakar," balas daddy Rehan masih sambil berbisik.


Mommy Billa menutup mulut nya, tak ingin suara jerit bahagia nya di dengar oleh saudara nya yang lain. "Kalau begitu, mommy akan menyuruh mang Dadang untuk beli tes pack di apotik," ucap mommy Billa kemudian, "untuk memastikan, karena mommy yakin menantu kita pasti belum ngeh dengan perubahan yang dia alami," lanjut mommy Billa dengan antusias.


Daddy Rehan mengangguk, "ya, mommy benar. Daddy juga sudah tidak sabar ingin tahu hasil nya," balas daddy Rehan, seraya memeluk mesra pinggang sang istri dan mencium sekilas pipi istri nya.


Mommy Billa hanya diam saja, diperlakukan seperti itu oleh sang suami. Karena mommy Billa sudah hafal betul dengan kebiasaan sang suami, yang selalu pandai memanfaatkan kesempatan.


"Mbak Billa sama bang Rehan nih ya, kayak ABG yang lagi kasmaran aja.. bawaan nya pengin nempel, dan bisik--bisik mulu kalau ngobrol," ucap om Ilham, mengomentari abang ipar dan kakak sulung nya.


Hingga semua mata, kemudian tertuju pada daddy Rehan dan mommy Billa.


"Udah punya menantu juga, masih aja mengumbar kemesraan di depan umum," timpal om Devan, seraya melengos.


"Bukan di depan umum bro,, tapi di depan keluarga besar," balas daddy Rehan asal, seraya terkekeh.


"Lagi ngomongin apa sih Bill?" Opa Alvian ikutan kepo.


"Bukan apa-apa kok om, lagi mengenang saat bulan madu aja,," balas mommy Billa asal, yang tak ingin menimbulkan pertanyaan lebih dari saudara-saudara nya yang lain.


*****


Kedua nya langsung masuk dan memesan minuman yang diinginkan Salma, "mang, wedang ronde satu, sekoteng satu," pesan Kevin pada mamang penjual minuman.


"Baik den, silahkan duduk dulu," mamang penjual mempersilahkan dengan ramah pada pengunjung kedai nya yang baru datang tersebut.


Kevin kemudian mengajak sang istri untuk duduk di salah satu bangku panjang di luar kedai. Sambil menunggu minuman yang di pesan datang, kedua nya ngobrol ringan dari mulai pekerjaan hingga rencana membuat kantor untuk usaha yang saat ini mereka geluti bersama.


Tak berapa lama, minuman pesanan mereka pun datang, "ini den, neng, minuman nya. Silahkan menikmati, semoga aden dan neng suka ya.. dan nanti kalau pas liburan lagi kemari, bersedia untuk singgah lagi di kedai mamang yang sederhana ini," ucap mamang penjual dengan sopan dan penuh harap.


"Iya mang, aroma nya enak,, pasti rasa nya juga enak. Dan Insyaallah kalau pas kami berkunjung kemari, kami akan sempatkan mampir ke kedai mamang," balas Kevin dengan ramah, seraya tersenyum hangat.


"Aden villa nya dekat sini ya, tadi mamang lihat kok jalan kaki." Tanya mamang penjual minuman ingin tahu.


"Benar mang, dibawah tikungan itu," balas Keep seraya menunjuk arah tikungan.


"Oh..." mamang tersebut nampak mengangguk-angguk. "Saya tinggal dulu den, silahkan menikmati minuman nya," pamit mamang penjual minuman, seraya berlalu meninggalkan Kevin dan Salma.


Wedang ronde dan sekoteng tersebut uap nya masih mengepul, dan aroma nya sungguh menggoda. "Kayak nya enak banget ya mas, aku coba dua-dua nya boleh?" Pinta Salma, seraya menatap kedua minuman tersebut dengan tatapan lapar.


"Boleh, buat kamu semua juga enggak apa-apa baby. Nanti kalau aku ingin tahu rasanya, aku tinggal cium bibir kamu," balas Kevin, seraya tersenyum menggoda.


"Ish,, kebiasaan kamu deh mas," gerutu Salma, seraya mengerucutkan bibir nya. Salma pun mengaduk wedang ronde, dan mulai menyendok nya. Tapi baru saja satu sendok ronde masuk kedalam mulut nya, Salma kembali merasakan sensasi mual di perut nya.


Salma pun menutup mulut nya, karena serasa ingin muntah. "Mas, perut ku mual lagi," keluh Salma, dengan keringat dingin yang telah membasahi kening nya.


Dengan telaten, Kevin memijat tengkuk sang istri. Dan mengusap kening Salma dengan tissue, "kalau bisa dimuntahkan saja baby, biar lega," ucap Kevin.


"Enggak bisa mas, perutku rasa nya seperti di aduk-aduk," lirih Salma, yang wajah nya sudah terlihat memucat.


"Mas, kamu habisin aja wedang ronde nya.. terus kita pulang," pinta Salma dengan suara nya yang lemah.


"Enggak usah baby, kita langsung pulang aja. Biar aku telpon bang Zaki agar menjemput kita disini," Kevin langsung mengambil ponsel dari dalam saku nya.


"Jangan telpon bang Zaki," cegah Salma dengan cepat, "aku mau pulang nya di gendong sama mas Kevin,,," rajuk Salma, dengan netra berkaca-kaca. Entahlah, tiba-tiba Salma ingin di gendong oleh sang suami. Dan Salma merasa ingin selalu di mengerti dan juga di manja.


Kevin mengernyit, "iya,, iya,, mas akan gendong kamu. Tapi kamu jangan sedih gitu dong baby, mas kan jadi bingung,,?" Kevin merasa tak mengerti, dengan perubahan mood sang istri. Remaja tampan itu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, dan kemudian menyugar kasar rambut nya.


"Apa Salma lagi PMS ya? Tapi kalau PMS, biasa nya juga enggak sampai seperti ini?" Kevin bermonolog dalam hati.


"Baby,, kapan terakhir kamu menstruasi?" Lirih Kevin hati-hati, dan menatap sang istri dengan lekat.


Salma nampak mengingat-ingat, "terakhir dapet pas sebelum UAS mas," lirih Salma, membalas tatapan sang suami. "Mas, apa jangan-jangan,,," Salma menutup mulut nya.


"Jangan-jangan,, apa baby, jangan membuat ku panik baby?" Tanya Kevin nampak tidak sabar, meski dia sudah menerka-nerka apa yang terjadi.


"Apa,,, aku hamil, mas?" Lirih Salma dengan wajah yang terlihat panik, tapi sekaligus juga bahagia.


Kevin mengulas senyum lebar, "benarkah? Benarkah kita akan menjadi ayah dan ibu? Gimana,,, gimana rasa nya baby? Apa kah ada yang bergerak-gerak di dalam sini?" Kevin mengusap lembut perut sang istri, dan menatap istri nya dengan binar bahagia.


to be continue,,,