
Sedangkan di sisi yang lain, Dion yang tengah duduk di antara keluarga besar Alamsyah dan Antonio dan melihat kehadiran Monica, Jonathan beserta papa nya Monica, yaitu tuan Robinson.. langsung berdiri dan sedikit menjauh dari keluarga besar Alamsyah dan Antonio.
Dion membuka layar ponsel nya dan nampak pemuda itu tengah fokus membuka-buka folder penyimpanan di memori ponsel, dimana dia menyimpan bukti yang akan menunjukkan kepada semua orang mengenai kejadian yang sebenar nya,,, sekaligus untuk membersihkan nama Kevin.
"Kamu lagi apa sih?" Tanya Fira yang menyusul Dion, ketika cowok tampan yang biasa nya selalu memperhatikan diri nya itu tiba-tiba menjauh dan kini lebih memilih untuk fokus dengan ponsel nya dan sejenak mengabaikan keberadaan nya.
"Maaf, aku tidak bermaksud mengabaikan kamu. Tapi ada yang harus aku lakukan untuk mengungkap semua nya," balas Dion merasa tak enak hati, "lihat lah, aku sedang mengedit video di malam perpisahan sekolah kami." Dion menunjukkan sebuah rekaman CCTV kepada Fira hingga jarak kedua nya begitu dekat.
"Harum dan cantik," puji Dion, yang ternyata fokus nya justru tertuju pada gadis yang lengan kanan nya kini nempel di dada Dion. Dan dengan posisi seperti ini, Dion dapat melihat dengan sangat jelas wajah Fira yang putih dan bersih.
Fira yang tengah asyik memperhatikan layar ponsel di tangan kanan Dion, dibuat terkejut dengan ucapan Dion. Sejenak Fira terpaku di tempat nya... lengan kanan nya yang nempel di dada Dion, dapat merasakan debaran jantung pemuda yang selalu mencari perhatian diri nya itu yang berdetak sedikit lebih cepat.
Dan saat Fira menoleh, hangat nya hembusan nafas Dion dapat dia rasakan menerpa wajah mulus nya. Seketika, jantung Fira pun berdebar kencang. "Kenapa dengan jantung ku? Dan kenapa senyaman ini berdekatan dengan nya?" Batin Fira, yang tiba-tiba wajah nya telah merona merah.
"Kamu cantik," ulang Dion memuji kecantikan Fira dengan tulus, dan menatap gadis pujaan hati nya itu dengan sangat lembut. Netra kedua nya saling bertaut, dan untuk beberapa saat mereka seolah berbicara melalui tatapan mata mereka.
Setelah beberapa saat, Fira mengulas senyum manis nya. "Makasih," balas nya dengan menundukkan wajah, dan tersipu malu-malu.
"Neng Fira,,," panggil Dion dengan lembut.
Fira mengangkat wajah nya, dan kembali tatapan penuh cinta dari kedua nya bertemu.
"Maukah neng Fira mengisi ruang kosong di hatiku, dan menempati ruang tersebut untuk selama nya?" Lagi, Dion mencoba mengutarakan dengan jujur isi hati nya kepada Fira.
Fira terdiam... dan untuk sesaat hanya keheningan yang tercipta dari kedua nya, sedangkan Dion nampak sabar menanti jawaban dari Fira dengan tatapan yang penuh harap.
Selama beberapa hari ini, selain rajin menjalin komunikasi dengan Fira, Dion juga rajin berdo'a agar Allah membukakan hati gadis yang telah mencuri hati nya itu dan memudahkan jalan mereka untuk dapat bersatu.
"Aku tidak akan memaksamu untuk menjawab nya sekarang neng.. tapi setidak nya anggukkan kepala mu, jika aku memiliki kesempatan untuk dapat memperjuangkan diri mu?" Kembali Dion mengukuhkan keinginan nya seperti beberapa waktu yang lalu, Dion mengatakan nya dengan lembut dan dengan tatapan yang sangat dalam,,, seolah ingin menembus kedalaman netra Fira dan mencari jawaban di sana.
Fira mengangguk, "jujur, aku pun mulai merasa nyaman berada di dekat mu Dion tapi aku masih belum yakin dengan perasaan ku," balas Fira dengan lugas, "aku akan menunggu, dan buktikanlah kesungguhan mu,, yakinkah aku, bahwa kamu adalah yang terbaik dan kamu sungguh-sungguh mencintai ku," pinta Fira akhirnya, yang memberikan kesempatan pada laki-laki yang diam-diam mulai masuk kedalam hati nya dan mencuri perhatian nya.
Dion tersenyum lebar, "aku pasti akan membuktikan nya pada mu neng Fira, karena aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku juga tentang perasaan ku kepada mu," ucap Dion sungguh-sungguh, dan mengusap lembut puncak kepala Fira yang tertutup hijab.
Suara Monica yang sangat lantang di atas panggung, dan mengambil tempat MC membuat perhatian Dion dan Fira kemudian tertuju kearah Monica.
"Bang Dion mau kemana kak?" Tanya Devi pada Fira yang sudah kembali duduk di dekat nya, Devi melihat abang sepupu nya berjalan tergesa-gesa menemui seseorang.
Rahman dan Zaki yang melihat Dion tiba-tiba pergi meninggalkan Fira setelah melihat Monica naik ke atas panggung pun ikut duduk mendekati Fira, dan menatap Fira dengan penuh selidik. Begitupun dengan om Ilham, yang beralih tempat duduk dan mendekat kearah Fira... adik bungsu mommy Billa itupun penasaran, dengan apa yang akan di lakukan Dion.
"Dia punya bukti rekaman CCTV tentang perbuatan Monica," balas Fira sesuai dengan yang sekilas dia lihat di ponsel Dion tadi, seraya menunjuk Monica yang masih berbicara di atas panggung.
Untuk sejenak, perhatian semua orang tertuju kearah panggung dan mereka dapat melihat dengan jelas.. Monica dengan drama nya, yang seolah dia menjadi pihak yang tertindas dan di sia-siakan oleh Kevin setelah mengecap madu nya.
Sebagian tamu undangan yang mendengar perkataan Monica nampak bersimpati pada gadis yang kini berdiri di atas panggung, dengan air mata palsu nya yang terus berjatuhan menghiasi wajah putih nya. Monica dengan suara bergetar menahan kesedihan yang mendalam dan mengatakan, bahwa dia yang seharusnya menikah dengan Kevin karena ada benih cinta mereka berdua yang kini bersemayam dalam rahim nya.
Sedangkan anggota keluarga Alamsyah dan Antonio nampak geram, tapi mereka mencoba untuk tetap bersikap tenang. Mereka sangat yakin, Kevin bukan lah pemuda seperti yang dituduhkan Monica. Dan mereka juga sangat yakin, bahwa Kevin pasti dapat membuktikan pada semua orang untuk membersihkan nama baik nya.
"Luar biasa akting Monica!" Geram Rahman, seraya mengepalkan kedua tangan nya.
Di sudut yang lain, Dion tengah menunjukkan ponsel nya pada seseorang dan terlihat berbicara dengan sangat serius dan orang yang diajak berbicara Dion mengangguk-angguk. Dan tepat setelah Monica menyelesaikan ucapan nya dan menunjukkan bukti tes kehamilan di depan kamera hingga tertangkap dan ditampilkan di layar monitor,, Dion pun naik keatas panggung dan merebut alat pengeras suara dari tangan Monica.
"Selamat malam, maaf semua nya jika saya lancang berdiri disini dan mengambil perhatian anda semua nya. Saya Dion, saya berteman baik dengan gadis ini, dan juga dengan mempelai berdua," Dion memperkenalkan diri nya sebelum mulai menjelaskan semua yang dia ketahui, dan kini semua perhatian tertuju pada nya.
Malam ini Dion tampil keren dengan stelan jas semi formal yang membalut tubuh atletis nya, aura ketampanan nya terlihat memancar seiring dengan perasaan hati nya yang sedang berbunga-bunga.
Dan dari sekian banyak tamu undangan, ada dua pasang mata yang sedari tadi terus memperhatikan Dion. Sejak Dion duduk bersama dengan Fira dan anggota keluarga Alamsyah dan Antonio, hingga dia naik ke atas panggung. Kedua nya menatap Dion dengan mengerutkan kening nya, dan menyimpan tanya besar di benak nya.
"Saya hanya ingin mengklarifikasi apa yang disampaikan teman saya yang bernama Monica ini," Dion menunjuk Monica, dan hendak melanjutkan bicara nya.
Namun Monica langsung merebut kembali microphone dari tangan Dion dengan secepat kilat, hingga dengan mudah microphone tersebut terlepas dari tangan Dion karena pemuda itu tidak siap sama sekali.
Tepat di saat yang sama, di layar monitor mulai terlihat gambar rekaman CCTV yang telah di edit oleh Dion dengan menggabungkan beberapa puzzle yang di mulai dari pantry dimana Monica dan Jonathan tengah mencampur serbuk ke dalam dua gelas minuman hingga akhirnya Monica dan Jonathan masuk kedalam kamar hotel yang sama dengan dipapah oleh Dion, Bayu, Devi dan Rahman.
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Pagi semua,,, Kevin kembali menyapa kalian 🥰🤗