All About KEVIN

All About KEVIN
Itu Horor Bang Dion...



Hari-hari kembali berjalan seperti biasa nya, Kevin dan teman-teman yang lain masing-masing disibukkan dengan aktifitas nya di kampus dan mengelola bisnis e-commers milik Kevin.


Sedangkan Kevin dan Salma, selalu menyempatkan waktu untuk bisa berdua di tengah kesibukan mereka mengikuti perkuliahan yang terkadang jam nya berbeda.


Kevin tak ingin sedikit pun kehilangan momen kebersamaan nya dengan sang istri, suami siaga itu ingin memastikan bahwa Salma tak mengalami kesulitan yang berarti dengan kehamilan nya saat ini.


Hamil di usia yang masih sangat muda, yang menurut dokter beresiko tinggi di banding wanita lain yang hamil ketika usia nya sudah matang. Dan karena itu lah, Kevin senantiasa siaga setiap saat,, setiap waktu,, untuk menjaga sang istri dan calon buah hati mereka.


Meski ada banyak tanggung jawab yang harus dipikul nya, namun prioritas utama dalam hidup Kevin saat ini adalah istri nya dan anak yang masih berada dalam kandungan Salma.


Tak jarang, Kevin mengajak jalan-jalan sang istri, sekadar ke taman terdekat. Kevin ingin istri nya merasa selalu bahagia, meski dengan cara yang sangat sederhana yang dia lakukan untuk Salma.


Dan Salma pun senantiasa antusias menanggapi ajakan suami nya itu untuk berkencan, ya.. mereka berdua menganggap momen kebersamaan mereka berdua itu sebagai kencan, atau pacaran ala Kevin dan Salma.


Sesekali, Kevin mengajak istri nya untuk nonton bioskop jika ada film komedi romantis. Karena Kevin berharap, dengan nonton tayangan yang bisa membuat istri nya bahagia dan terus tersenyum.. akan sangat bagus efek nya bagi perkembangan janin dalam rahim Salma.


Di lain waktu, Kevin akan mengajak istri nya jalan ke mall-mall besar di ibukota tersebut. Semua Kevin lakukan, untuk membuat istri nya senang. Meski mereka hanya sekedar membeli jajan dan cuci mata, tanpa berbelanja. Karena Salma seringkali menolak, jika Kevin ingin membelikan nya pakaian ataupun perhiasan.


"Cinta, lihat lah,, itu, ada dress bagus. Cocok lho dipakai untuk ke kampus," ucap Kevin seraya menunjuk mannequin cantik dengan dress nya yang simpel dan anggun, ketika mereka sedang jalan-jalan di mall dekat kantor nya.


"Iya, warna nya peach.. kelihatan seger kalau dipakai," balas Salma datar.


"Ambil yang itu ya, kamu mau kan?" Bujuk Kevin penuh harap agar istri nya mau, karena selama ini Kevin belum pernah membelikan pakaian untuk sang istri.


"Enggak usah mas, baju Salma masih banyak yang belum dipakai. Baju hamil juga udah disiapin banyak banget.. dari mommy, dari mami Nina, dan dari butik bunda Fatima," tolak Salma dengan halus, dan segera meneruskan langkah kaki nya menyusuri pusat perbelanjaan terbesar itu.


Kevin terlihat kecewa dan nampak malas mengikuti langkah sang istri, dan Salma yang bisa melihat kekecewaan di wajah tampan suami nya pun tersenyum.


"Beneran mas Kevin pengin beliin aku sesuatu?" Tanya Salma, seraya menghentikan langkah nya di sebuah counter khusus pakaian dalam dan kemudian memasuki nya. Salma segera mengambil tempat duduk yang berada di dalam counter tersebut dan duduk di sana dengan nyaman.


"Kok berhenti di sini?" Kevin mengernyit.


"Tadi mas bilang pengin beliin aku pakaian kan?" Tanya Salma seraya tersenyum simpul.


Kevin mengangguk, membenarkan ucapan istri nya.


"Aku butuh daleman yang lebih besar mas, lingkar perutku kan membesar.. jadi yang ada di rumah sudah enggak nyaman untuk kupakai," balas Salma, "mas Kevin yang pilihkan ya?" Uji Salma, ingin tahu sejauh mana suami tampan nya itu ingin menyenangkan diri nya.


"Oke, kamu duduk aja di sini ya.. biar aku pilihkan untuk mu cinta," balas Kevin, segera berlalu untuk melihat-lihat koleksi under wear brand kenamaan itu.


Pandangan Salma terus tertuju pada Kevin yang nampak penuh semangat memilihkan pakaian dalam untuk sang istri, tanpa rasa sungkan.. hingga membuat Salma tersenyum bahagia.


Kevin memilihkan beberapa setel pakaian dalam untuk ibu hamil yang di rasa nya sesuai ukuran sang istri, dan Kevin juga mengambil beberapa pakaian tidur seksi untuk Salma.. wajah Kevin nampak tersenyum tatkala mengamati pakaian yang sangat tipis tersebut.


Sedang kan Salma yang melihat dari kejauhan, hanya bisa mendesah pelan,, "kenapa juga harus beli pakaian gituan yang harga nya sudah pasti mahal, kalau ujung-ujung nya mesti di lepas juga," gumam Salma, seraya terus memperhatikan gerakan sang suami.


Merasa cukup, Kevin segera menuju kasir dan membayar tagihan belanjaan nya.


Kevin kemudian berjalan kembali menghampiri sang istri yang masih setia menunggu nya, "cinta,, this is special for you,," ucap Kevin seraya menunjukkan paper bag di tangan nya yang berisi pakaian dalam untuk sang istri.


"Aku ingin, kamu memakai gaun tidur yang warna merah nanti malam," pinta Kevin dengan berbisik lembut tepat di depan wajah istri nya, dan kemudian mencuri kecupan singkat di bibir Salma.


"Ish,, mas Kevin, bener-bener ya! Enggak inget tempat banget sih?!" Gerutu Salma, seraya beranjak.


"Langsung pulang ya mas, aku masih kenyang. Kita beli camilan aja, kita makan rame-rame sama yang lain," balas Salma seraya bergelayut manja di lengan sang suami.


"Oke," balas Kevin singkat, dan mereka berdua segera meninggalkan lokasi tersebut untuk menuju pusat jajanan.


Setibanya di sana, Salma segera memesan beberapa camilan untuk dibawa pulang. Setelah dirasa cukup, Kevin pun segera membayar nya dan mereka kemudian berjalan menuju parkiran.


Kevin membukakan pintu untuk sang istri, setelah Salma duduk dengan nyaman.. Kevin kemudian berlari kecil memutari mobil nya dan segera duduk di kursi pengemudi.


Kevin menghidupkan mesin mobil, dan segera melajukan nya menyusuri jalanan ibukota yang padat dengan kecepatan sedang. Tak butuh waktu lama, mereka berdua telah sampai di gedung perkantoran milik Kevin.


Setelah memarkir mobil di tempat khusus, mereka berdua kemudian segera turun. Kevin memeluk pinggang sang istri dan menuntun Salma masuk melewati kafe, "bang Dika, nih jajan buat kalian, yang satu kasih ke lantai dua ya?" Titah Kevin seraya memberikan dua paper bag besar kepada Dika, yang kebetulan baru selesai membuat kopi.


"Wah, asyik.. dapat jatah dari pasangan yang habis kencan, makasih bos," balas Dika yang sudah hafal dengan kebiasaan dua bos nya tersebut, jika mereka berdua pulang terlambat.. pasti habis kencan, dan mereka semua akan mendapatkan oleh-oleh camilan yang enak-enak.


Kevin tak menanggapi candaan dari karyawan nya itu, dan terus melangkah menuju lift. Kevin memencet tombol lantai tiga, dimana teman-teman nya biasa nya masih berada di sana.


Sepasang suami istri itu keluar dari lift dengan wajah yang ceria dan sambil bercanda ria, entah apa yang menjadi bahan candaan mereka berdua.. tapi tawa kedua nya mengalihkan perhatian teman-teman nya yang sedang fokus di layar laptop masing-masing.


"Habis kencan darimana lagi Ma? Happy banget kayak nya? Nonton lagi ya?" Cecar Devi dengan banyak pertanyaan.


Salma menggeleng, dan kemudian duduk lesehan di tempat biasa nya yang di susul oleh Kevin. Yang lain pun langsung ikut menyusul duduk di bawah, dan mengabaikan laptop mereka.


"Jalan-jalan aja, dari mall," balas Salma kemudian, karena Devi terus menatap nya menuntut penjelasan.


"Kirain nonton film komedi romantis lagi? Wajah nya ceria gitu.." ucap Devi.


"Nih, kami beli jajan," ucap Kevin, seraya membuka bungkusan jajan yang dibawa nya.


"Wah, sering-sering aja kalian pergi kencan.. biar tiap hari ada jajanan enak di kantor kita." Ucap Bayu dengan semangat, mencomot pizza kesukaan nya.


"Lu Bay, kalau makanan aja.. pasti nomor satu," olok Rahman yang sudah hafal di luar kepala kelakuan teman baik nya itu.


"Yah kan mubadzir kalau di anggurin, enggak punya rasa syukur itu nama nya," kilah Bayu membela diri.


"Ma, lain kali kalau nonton film.. gue ikutan yah?" Pinta Devi.


"Boleh, kita nonton rame-rame.. biar seru," Salma sangat senang menanggapi permintaan Devi.


"Emang nya, kalian suka nonton film apa?" Tanya Rahman.


"Komedi romantis juga boleh, kata Salma sih seru..." balas Devi.


"Dev mau enggak nonton film yang lagi viral? Romantis dan lucu loh.." tawar Dion pada adik sepupu nya.


"Apaan bang?" Tanya Devi dengan antusias.


"Yang mahasiswa KKN itu Dev,," balas Dion seraya terkekeh tanpa dosa.


"Itu horor bang Dion.... bukan romantis!"


to be continue,,,