All About KEVIN

All About KEVIN
Baby El..



Sore hari mereka semua pulang ke mansion dalam keadaan lelah, karena usai makan siang tadi.. Kevin dan teman-teman nya, di ceramahi oleh om Alex mengenai banyak hal tentang seluk beluk dunia bisnis.


Dan Keenam remaja yang baru lulus sekolah itu merasa sangat senang, karena mendapatkan banyak ilmu baru yang dapat mereka terapkan pada bisnis e-commers yang saat ini mereka geluti.


Sesampainya di mansion milik Kevin, semua nya langsung memasuki kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Bakda maghrib mereka telah berkumpul kembali di ruang keluarga yang nampak sangat luas, dengan dua set sofa unik yang berada di tengah-tengah nya.


Mereka semua nampak telah bersiap hendak pergi keluar, "gimana, sudah siap semua?" Tanya om Alex, yang baru saja keluar dari kamar nya.


'"Sudah om," balas Kevin singkat.


Di saat yang bersamaan om Adam dan istri nya keluar dari kamar mereka, "wah, kami terlambat rupa nya.. om pikir, kita pergi nya tidak akan bisa tepat waktu karena pasti akan menunggu pengantin baru, tapi ternyata om salah ya?" Om Adam terkekeh, seraya menatap Kevin dan Salma.


"Jam nya nanggung buat enak-enak om, jadi di rapel nanti malam saja," balas Kevin santai.


Salma melotot tajam ke arah sang suami, "ish,, tuh mulut, kenapa jadi lemes gitu sih mas bicara nya," protes Salma, merasa malu.


Kevin hanya mengedikkan bahu nya dan tersenyum lebar.


"Dasar,, bos penebar racun, enggak di filter dulu kalau ngomong. Bikin yang belum halal jadi kebat kebit karena penasaran.. tapi takut kebablasan," balas Bayu dengan muka kesal, karena pembicaraan Kevin sering menjurus ke hal-hal yang diinginkan.


"Syirik aja sih lu Bay, biasa aja kali.. mereka berdua yang masih jomblo aja santai kok," kilah Kevin membela diri, seraya menunjuk Rahman dan Dion.


Yang di tunjuk hanya senyum-senyum enggak jelas.


"Udah, malah pada berdebat," ayo kita berangkat, titah om Alex seraya bergegas keluar mansion, menuju mobil yang terparkir di garasi halaman samping.


Om Adam dan tante Ranti segera mengikuti langkah asisten Alex, dan menaiki mobil yang sama dengan asisten pribadi bos RPA Group itu.


Kevin dan teman-teman nya pun segera menyusul, dan masuk ke dalam mobil yang lain.


Setelah semua nya masuk, kedua mobil berjalan beriringan keluar dari mansion menuju restoran yang hendak mereka tuju.


Ya, malam ini om Adam mengadakan syukuran kecil-kecilan atas kepercayaan yang telah di amanat kan kepada nya.


Setelah beberapa saat menyusuri jalanan ibukota propinsi Bali, kedua mobil tersebut berbelok ke restoran yang sangat terkenal di kota Denpasar.


Mereka semua segera turun, dan mereka bersama-sama masuk ke dalam restoran.


"Selamat datang tuan Alex," sapa manager restoran yang memang menyambut khusus tamu VIP nya, karena sebelum nya om Alex telah memesan ruangan VIP untuk acara makan malam kali ini.


"Malam mas Agung, apa kami datang terlalu cepat?" Tanya om Alex, seraya melihat jam tangan mewah di pergelangan tangan nya. Dan memang, rombongan nya datang sepuluh menit lebih cepat dari waktu yang telah di sepakati.


"Tidak masalah tuan Alex, kebetulan tempat nya sudah di siap kan," ucap manager restoran tersebut, seraya tersenyum hangat. "Silahkan ikuti kami," laki-laki muda bernama Agung itu, hendak menuntun tamu langganan nya menuju ruang yang sudah di pesan.


Di saat yang bersamaan, seorang pemuda yang tengah menggendong bayi yang diiringi seorang wanita muda menyapa om Alex. "Tuan Alex, apa kabar? Enggak nyangka ya, kita ketemu di sini?" Pemuda tersebut tersenyum ramah, dan menyalami om Alex.


"Eh, mas Angga ya,, Alhamdulillah kabar baik, mas Angga apa kabar? Ini, baby nya siapa?" Om Alex nampak mengernyit.


"Oh iya, kenalkan istri saya,' Angga memperkenalkan istri nya.


Wanita muda berhijab itu menyalami om Alex, dan mengangguk sopan, " saya Diandra," istri Angga itu memperkenalkan diri dengan ramah.


"Lho,, mas Angga sudah menikah? Kok enggak ada kasih undangan? Padahal kan kita menjalin kerja sama sudah hampir lima tahun? Terus ini, baby nya mas Angga?" Cecar om Alex dengan banyak pertanyaan.


"Jangan di jawab dulu mas Angga, mas Angga baru datang kan? Mari gabung bersama kami," tanpa menunggu persetujuan Angga, om Alex langsung menuntun Angga dan mengikuti langkah manager restoran menuju tempat yang telah di pesan sebelum nya.


Istri Angga pun hanya bisa pasrah, berjalan mengekor di belakang suami nya bersama rombongan om Alex.


"Ih,, mas, lihat.. baby nya lucu banget.." bisik Salma, sambil memperhatikan bayi montok yang dipangku Angga.


"Gimana mas Angga, jadi ini baby nya mas Angga?" Om Alex kembali mengulang pertanyaan nya.


"Maaf tuan Alex, kami memang tidak menyebar undangan. Kami menikah di Bali dan hanya di hadiri keluarga terdekat saja." Jawab Angga, diplomatis.


"Oh, istri nya asli Bali?" Om Alex menatap Diandra.


"Bukan, hanya numpang lahir dan besar hingga lulus SMA di Bali. Papa nya dari Jakarta," balas Angga tersenyum, awal nya dia bingung mau jawab gimana.. akhir nya keluar lah jawaban yang menurut nya sedikit nyleneh itu. "Masak ada orang, numpang lahir?? Entahlah.." gumam Angga dalam hati.


"Tuan Alex dalam rangka apa nih, tumben enggak bareng sama tuan Rehan atau sahabat nya yang lain?" Angga mengernyitkan dahi nya, sambil tangan nya mengelus kepala baby agar tenang dalam pangkuan nya.


Sedangkan Diandra nampak asyik ngobrol dengan Salma dan Devi, serta tante Ranti. Om Adam nampak sibuk menerima telpon, dan teman Kevin yang lain asyik bercanda sendiri.


"Saya lagi dampingi putra nya tuan Rehan.." ucap om Alex sambil menunjuk Kevin, "ada pergantian wakil direktur di perusahaan nya yang di sini," lanjut nya menjelaskan.


"Oh, putra nya yang beberapa bulan yang lalu ulang tahun dan di kasih hadiah mobil sport keluaran terbaru itu ya?" Angga langsung teringat, saat itu bos RPA Group sendiri yang datang ke showroom nya dan memesan mobil untuk kado ulang tahun putra pertama nya.


Kevin mengernyit.


"Mas Angga ini bos showroom mobil mewah, showroom nya gede.. dan buka cabang juga di Bandung. Mobil abang beli nya di showroom mas Angga," melihat ekspresi Kevin, om Alex langsung menjelaskan.


"Kak, itu baby nya berapa bulan? Lucu banget ya.. jadi pengin cepet punya baby," suara Salma terdengar jelas, hingga membuat om Alex tersenyum.


"Jalan tiga bulan," balas Diandra, seraya mengambil baby El dari pangkuan suami nya.


"Maaf, kakak nikah muda ya? wajah nya kayak masih imut gitu, dan gak jauh beda dari kami?" Tanya Devi hati-hati.


"Iya, saya nikah begitu selesai ujian akhir.. enggak sempat nunggu pengumuman," balas Diandra tersenyum lebar.


"Sama kayak lu Ma, lu langsung program hamil aja gih.. enggak perlu si Kevin pakai sarung-sarung segala,," ucap Devi.


"Emang udah enggak pakai kok," balas Salma, seraya tersenyum tersipu malu.


Kembali fokus Salma tertuju pada baby montok, putra Diandra dan Angga.


"Aunty mau gendong?" Tawar Diandra pada Salma.


"Boleh,, boleh,," Salma terlihat sangat antusias, dan menerima baby El dengan hati-hati.


Baby El nampak tersenyum senang, dan langsung mengeluarkan ocehan nya yang terdengar menggemaskan. "Mas, kita bawa pulang aja ya?" Rajuk Salma dengan wajah memelas, menatap suami nya.


Kevin menggeleng, "nanti kita buat sendiri, yang banyak," balas Kevin santai.


"Ampun,,, bos yang satu ini emang bener-bener lagi kesambet kayak nya, dari tadi ngomong nya enggak pernah enak terdengar di telinga," protes Bayu, "kayak mau bikin apa aja, enak banget jawab nya. Iya nanti bikin.... yang banyak... mentang-mentang udah nikah!" Bayu menirukan jawaban Kevin dengan kesal.


Kevin mencebik dan nampak tak perduli dengan ocehan Bayu.


Angga mengernyit, menatap Kevin lekat dan kemudian menoleh ke arah om Alex.


"Ya, mereka berdua sudah menikah.." ucap Alex, menunjuk Salma dan Kevin. "Tapi pernikahan nya belum di resmikan karena saat itu mereka masih sekolah, Insyaallah akhir bulan ini mau di resmikan.. mas Angga dan istri datang ya, nanti saya info kan tempat nya melalui chat," lanjut om Alex.


"Insyaallah kami akan datang," balas Angga, mengangguk senang.


Dan obrolan mereka terjeda, karena makanan sudah datang.


to be continue...