
Setelah kakek Ilyas selesai dengan do'a nya, Dika segera menyiapkan nasi tumpeng dan dibawa nya ke tengah. Sedangkan kedua pegawai Dika, menyiapkan minuman untuk semua yang hadir siang itu.
Suasana riuh mulai terlihat, anak-anak terdengar berebut meminta jatah yang paling duluan. Kevin dan Salma yang memotong nasi tumpeng tersebut sampai dibuat bingung karena adik-adik mereka saling berebut dan ingin mendekat.
"Sabar ya,, nanti kalian pasti kebagian semua nya, ayo kembali duduk di tempat masing-masing." Titah mommy Billa dengan lembut, tapi anak-anak seakan enggan untuk kembali ke tempat nya. Karena jarang-jarang keluarga besar mereka mengadakan acara yang ada tumpeng nya seperti ini.
"Yang tidak tertib, nanti tidak dapat jatah mainan dari daddy," daddy Rehan mulai mengintimidasi, dan anak-anak pun langsung kembali ke tempat nya semula dengan tertib.
"Daddy Rey, Iqbal mau mobil remot yang besar ya..." pinta Iqbal yang masih ingat dengan keinginan nya tadi.
Daddy Rehan mengangguk, "sudah daddy siap kan untuk mu nak, tapi Iqbal tidak boleh rewel ya," daddy Rehan membuat perjanjian.
"Siap bos besar," balas Iqbal dengan sikap hormat bak tentara yang selalu siaga dengan perintah dari kapten nya.
Daddy Rehan tersenyum lebar, sedangkan para papa geleng-geleng kepala seraya ikut tersenyum.
"Pasti diajari ayah Ilham ya, di suruh manggil bos besar biar hadiah nya di tambah banyak?" Selidik om Devan, seraya menatap Iqbal dengan tersenyum.
Iqbal mengangguk pasti, "pakdhe benar, Iqbal juga di suruh minta uang yang banyak sama daddy Rey buat beli pesawat terbang," balas Iqbal dengan jujur.
Kembali para orang tua dibuat tertawa dengan celoteh polos Iqbal, si miniatur nya om Ilham.. begitu lah om Alex menjuluki bocah kecil itu.
Om Ilham tersenyum nyengir, dan menyembunyikan wajah nya di balik punggung sang istri.
Sedangkan daddy Rehan pura-pura tak mendengar apa yang dikatakan keponakan nya barusan.
Kevin dan Salma memberikan potongan tumpeng pertama kepada sang daddy, "dad, thanks for all and everything..." lirih Kevin seraya tersenyum tulus.
Daddy Rehan menerima nya seraya menatap dalam netra kebiruan milik sang putra, "kamu adalah malaikat kecil daddy, kamu penyemangat bagi daddy.. dan daddy bisa sampai di titik ini juga karena mu. Jangan pernah puas dengan apa yang telah abang capai, teruslah belajar untuk lebih maju lagi dan lagi.. dan berikan contoh terbaik untuk saudara-saudara mu, daddy yakin abang pasti bisa," ucap daddy Rehan dengan suara nya yang bergetar, menahan rasa haru yang menyeruak di dada nya. Teringat kembali bagaimana perjuangan diri nya dahulu, kala merawat Kevin kecil seorang diri.
Dan melihat malaikat kecil nya kini telah tumbuh dewasa dan bisa meraih sukses di usia nya yang masih belia, daddy Rehan tak kuasa menahan air mata kebahagiaan yang meluncur begitu saja dari sudut netra nya.
Direngkuh nya tubuh atletis sang putra, dan daddy Rehan memeluk putra sulung nya dengan erat.
Mommy Billa yang melihat sang suami menangis, segera menghapus air mata itu dengan ibu jari nya. Dan daddy Rehan ikut membawa mommy Billa dalam pelukan nya bersama sang putra.
"Daddy,, mommy,, kenapa hanya abang yang di peluk? Mela juga mau dong.." suara menggemaskan milik Maira, mengurai pelukan daddy Rehan pada Kevin dan juga mommy Billa.
"Maira sama Maida sini, mendekat sama daddy," titah daddy Rehan pada kembar bungsu nya.
Dengan senang hati kedua bocah cantik itu mendekat kearah sang daddy, dan segera duduk di pangkuan daddy nya.
Maida memainkan jari jemari tangan sang daddy seperti biasa nya, sedangkan Maira menghujani daddy nya dengan ciuman-ciuman kecil yang menggemaskan. "Ih, pipi daddy kasal,," protes Maira, setelah puas mencium pipi sang daddy.
"Mana,, tidak kasar kok," goda daddy Rehan, seraya mengusap-usapkan tangan mungil Maira pada dagu nya yang lebih kasar karena bulu-bulu nya mulai tumbuh kembali setelah beberapa hari tidak di cukur.
"Daddy,, ini kasal banget dad! Ih,, Mela enggak mau ah di cium daddy, kalau lambut nya belum di cukul!" Maira menarik paksa tangan nya, hingga berhasil terlepas.
"Tapi mommy suka tuh di cium daddy," lirih daddy Rehan, seraya melirik mesra sang istri.
Mommy Billa yang masih bisa mendengar nya, mencubit lengan sang suami sebagai tanda protes.
"Mommy, jangan mau deket-deket daddy ya... nanti pipi mommy lusak dan enggak halus lagi, gala-gala wajah daddy kasal." Maira memperingatkan pada sang mommy, seraya menatap mommy nya dengan memohon. Gadis kecil itu merasa kasihan pada sang mommy, jika pipi mommy sampai lecet gara-gara bulu-bulu kasar di wajah daddy nya.
Mommy Billa hanya tersenyum menanggapi celoteh putri bungsu nya.
"Daddy tuh halus lajin ke klinik kayak mommy, bial pipi daddy mulus dan enggak kasal lagi," titah Maira menatap daddy nya.
Daddy Rehan terkekeh kecil, mendengar permintaan sang putri.
"Maira sama Maida mau maem tidak? Duduk sendiri sini sayang,," titah mommy Billa, menghentikan celoteh putri nya.
Kevin dan Salma, dengan dibantu Devi dan Fira sudah selesai membagikan tumpeng nasi kepada semua yang hadir. "Silahkan kalau mau nambah atau ada yang enggak suka dengan nasi tumpeng, bisa mengambil makanan di sebelah sana," ucap Kevin seraya menunjuk meja prasmanan di sudut ruangan, "ada yang mau pesan kopi? Opa Vian? Om Devan? Atau bapak, mau minum kopi pak?" Kevin menawarkan kopi pada ayah mertua nya.
"Nanti saja nak, bapak nanti bisa pesan sendiri sama nak Dika," balas pak Sulaiman seraya tersenyum hangat.
"Ibu mau diambilkan sesuatu mungkin?" Tawar Kevin pada ibu mertua nya.
Bu Widya menggeleng, "tidak perlu repot-repot nak, kamu duduk saja dan makan lah.. kamu pasti lelah kan? Dari tadi ibu lihat kamu mondar-mandir," bu Widya mengambilkan menantu nya nasi tumpeng yang masih ada, dan memberikan nya kepada Kevin.
Dengan senang hati Kevin menerima nya dan kemudian duduk di samping ibu mertua nya itu, "baby kemari lah, kita makan dulu," titah Kevin pada istri nya yang masih sibuk meladeni adik-adik Kevin.
"Sebentar mas, Salma mau mengambilkan minum untuk Azka dan Mirza. Mas Kevin mau minum apa? Biar sekalian Salma ambilkan?" Tawar Salma.
"Apa aja, asal kamu suka baby," balas Kevin.
Salma segera berlalu menuju meja khusu minuman, mengambil beberapa minuman yang beraneka ragam dan membawa nya di atas baki. Salma memberikan jus bush pada Azka dan es coklat untuk Mirza, sesuai pesanan kedua adik nya tersebut.
Salma kemudian segera duduk di samping suami nya seraya membawa semangkuk es buah, "mas Kevin mau es buah kan?" Tanya Salma memastikan.
Kevin mengangguk, apapun yang kamu suka, aku pasti suka baby," bisik Kevin seraya tersenyum mesra, "sekarang buka mulut mu baby,, makan lah, a.." Kevin mengarahkan sendok yang berisi nasi ke mulut sang istri.
"Aku bisa makan sendiri mas," tolak Salma dengan halus seraya melirik kanan dan kiri, dia merasa malu jika di suapi oleh suami nya.
"A.. ayo buka mulut mu baby," bisik Kevin setengah memaksa.
Akhir nya dengan terpaksa, Salma membuka mulut nya dan menerima suapan dari sang suami dengan malu-malu.
"Warna pipi mu menggemaskan baby, aku jadi pengin melahap nya," bisik Kevin sangat pelan di telinga sang istri, "begitu mereka semua telah pulang, aku akan menggendong mu ke lantai paling atas baby.." lanjut Kevin seraya menatap sang istri dengan tatapan penuh damba.
Salma hanya tersenyum, sejujur nya dia pun sudah kangen dengan sentuhan sang suami.. karena sejak kehamilan nya di ketahui tujuh minggu yang lalu, mereka mulai jarang melakukan hubungan intim.
Kevin sangat hati-hati menjaga kehamilan sang istri, dan suami siaga itu rela menahan hasrat nya demi keselamatan buah cinta mereka berdua.
Om Ilham yang melihat bisik-bisik kedua nya, mempunyai ide untuk membuat keponakan nya itu merasa keki. Dan melihat anak-anak sudah menyelesaikan makan nya, om Ilham segera berdiri. "Kita bagi-bagi mainan dari daddy Rey di lantai paling atas yuk.. sekalian lihat rumah abang yang di atas," ajak om Ilham pada keponakan-keponakan nya.
Sontak anak-anak itu langsung beranjak dari duduk nya, dan dengan sangat antusias menyambut tawaran om Ilham. "Aku mau om,, Ayo om,, Ikut om,," dan keriuhan pun terjadi.
"Sebentar,, om Ilham telpon pak sopir dulu untuk membawa kan mainan nya ke atas ya?" Om Ilham pun kemudian menelpon sopir keluarga daddy Rehan.
"Kalau kalian mau menginap juga boleh kok, rumah abang di lantai paling atas luas loh.." pamer om Ilham pada anak-anak itu, sesaat setelah menelpon pak sopir.
"Mau,, mau,, tapi kan kami gak bawa baju ganti?" Ucap sebagian dari mereka.
"Tenang saja, bunda punya hadiah baju untuk kalian semua," ucap bunda Fatima, membuat wajah anak-anak itu berbinar bahagia.
"Hore,, dapat hadiah lagi, makasih bunda," ucap mereka serempak.
Melihat kebahagiaan adik-adik nya itu, Kevin justru menarik nafas panjang,, "puasa lagi gue," gumam nya dalam hati.
to be continue,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Promo Nopel Baru... 😇😇
_Menjagamu Dengan Do'A_
Yuk,, buruan di intip, dan masuk kan favorit yah 🤗
Bukan cerita tentang bang Zaki, karena bang Zaki nunggu Kevin selesai dulu 😊🙏🙏