
Sementara itu, diluar ruang perawatan.. tepat nya di ruang tamu, opa Sultan dan oma Sekar beserta bunda Fatima dan ayah Yusuf yang baru datang sore tadi juga terlihat sangat cemas.
Mereka berada di ruang tamu tersebut bersama daddy Rehan dan mommy Billa, kakek Ilyas dan nenek Lin, serta pak Sulaiman dan bu Widya.
Mereka semua nampak menunduk dan terus mendo''akan Salma, agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses persalinan nya.
"Rey, kenapa tidak diambil tindakan cesar saja dari kemarin? Kasihan kan nak Salma?" Tanya opa Sultan lirih dengan wajah yang nampak sangat khawatir, netra nya terus tertuju ke arah ruang perawatan yang terhalang kain korden tebal.
"Kak Salma nya tidak mau pa," balas daddy Rehan dengan lesu, daddy dari Kevin itupun terlihat sangat khawatir.
"Sudah pa, kita do'akan saja yang terbaik untuk cucu kita. Papa jangan mikir yang aneh-aneh ya, tidak baik untuk kesehatan jantung papa," lirih oma Sekar mengingatkan sang suami, wanita berusia senja yang masih terlihat ayu dan anggun itu tahu pasti.. bahwa saat ini, pastilah opa Sultan teringat dengan kejadian delapan belas tahun silam tatkala putri bungsu nya melahirkan.
"Mama benar pa, Insyaallah kak Salma kuat dan bisa melewati ini semua," timpal bunda Fatima, ikut menenangkan papa nya.
Opa Sultan mengangguk-angguk, tapi tidak dengan daddy Rehan. Mendengar pembicaraan mama dan kakak nya, mengingatkan daddy Rehan pada perjuangan sang adik tatkala melahirkan Kevin.
Kala itu, daddy Rehan lah yang setia menemani adik nya dari mulai pembukaan yang berlangsung cukup lama dan penuh drama karena kondisi psikis dan fisik Keyla yang kurang sehat.. hingga akhir nya bayi laki-laki mungil berhasil lahir ke dunia, namun sang ibu harus pergi untuk selama-lama nya.
Tanpa dapat di cegah, bulir bening menetes dari netra kebiruan milik daddy tampan itu. Daddy Rehan pun buru-buru menunduk kembali, untuk menyembunyikan kesedihan nya di hadapan semua orang.. terutama di hadapan sang papa.
Mommy Billa yang menyadari perubahan sikap suami nya, memeluk lengan daddy Rehan dengan erat dan berbisik. "Kita do'akan, semoga menantu dan cucu kita baik-baik saja eyang."
Daddy Rehan sontak menengok ke arah istri nya, "barusan kamu menyebut ku apa mom?" Tanya daddy Rehan.
"Eyang,, eyang kakung," balas mommy Billa seraya tersenyum lembut.
"Kalau kamu?" Daddy Rehan mengernyit.
"Eyang putri," balas mommy Billa.
Dan daddy Rehan pun tersenyum, "panggilan yang bagus, aku suka yank... eyang putri," ucap daddy Rehan, dan berangsur perasaan daddy tampan itu kembali membaik.
Di ruang belakang, tepat nya di meja makan... opa Alvian, om Alex, om Devan, beserta istri masing-masing juga nampak khawatir. Mereka terus melafadzkan do'a untuk Salma, yang saat ini tengah berjuang melahirkan keturunan nya.
Di teras depan, teman-teman dekat Kevin beserta Dika, Edo, Sesil dan juga Yura.. yang duduk bergabung bersama om Ilham, Zaki dan Fira, serta kembar Malik dan Malika, juga terlihat khusyuk mendo'akan Salma.
Mereka semua berharap, agar Salma bisa segera melahirkan bayi nya dalam keadaan sehat dan selamat,, serta sempurna tak kurang suatu apa.
Begitu banyak orang yang mendo'akan istri Kevin itu, karena mereka semua menyayangi Kevin dan juga Salma.
Di ruang perawatan, dokter mulai bertindak cepat karena pasien mulai mengejan. Lima orang suster yang membantu nya pun telah bersiap, dan posisi Salma pun telah siap untuk melahirkan.
"Mas Kevin bantu do'a ya," pinta bu dokter seraya tersenyum, mencoba mengurai ketegangan calon ayah muda itu.
Kevin mengangguk pasti dan tersenyum tipis.
"Mbak Salma ikuti instruksi saya ya,, atur nafas nya dulu yuk, jangan mengejan dulu kalau baby nya belum minta. Oke bunda cantik??" Dokter wanita tersebut mencoba mengajak pasien nya bercanda, agar pasien lebih rileks.
Episiotomi adalah salah satu inisiasi percepatan persalinan, yang dilakukan dengan tindakan bedah ringan berupa sayatan atau irisan pada daerah antara ****** dan anus. Irisan ini gunanya untuk melebarkan jalan lahir agar bayi lebih mudah keluar.
Salma terlihat meringis tatkala dokter membuat sayatan kecil di tubuh bagian bawah, wanita itu tidak mengeluarkan suara hanya air mata nya yang menetes bercampur dengan keringat yang mengucur deras dari kening nya.
Kevin dengan telaten mengelap keringat sang istri dengan kain lembut yang telah dipersiapkan, dan tangan nya semakin erat menggenggam tangan kanan sang istri. Sedangkan tangan kiri Salma, meremas sprei dengan begitu kuat.
Kata-kata lembut Kevin bisik kan di telinga sang istri, sambil sesekali mencium pipi Salma.. Kevin terus memberikan support nya untuk istri tercinta nya itu.
Setelah beberapa kali mengejan,, "istirahat sebentar mbak Salma, ayo atur nafas nya kembali. Baby A juga lagi rehat, jadi bunda nya juga harus rehat," ucap bu dokter dengan tersenyum.
Salma kembali mengatur nafas nya, lirih dia berbisik. "Mas, aku ngantuk, aku lelah."
"Tahan dulu cinta, tinggal dikit lagi.. perjuangan kamu sudah sangat panjang, tinggal menuju finish. Jangan nyerah cinta, kamu pasti bisa. I love you cinta, aku sangat sangat mencintaimu..." Kevin menciumi puncak kepala sang istri, dan menepuk lembut pipi Salma agar istri nya itu tetap terjaga.
Salma kembali ingin mengejan, dan dokter langsung membimbing nya. "Ayo mbak Salma, yang kuat ya.. lebih kuat lagi... ayo, mbak Salma pasti... "
Oe,,,
"Alhamdulillah,,, baby girl lahir sempurna ayah, bunda," ucap bu dokter dengan penuh kebahagiaan.
Suara tangis bayi yang melengking, membuat semua yang berada di luar ruang perawatan Salma mengucap rasa syukur. Air mata kebahagiaan mengalir, seiring senyum yang mengembang di bibir mereka semua.
Terlebih Kevin, ayah baru itu tak henti mengucap syukur dan menciumi istri nya.
Dokter wanita itu segera menyerahkan bayi mungil tersebut kepada salah seorang perawat untuk dibersihkan, dan kemudian bu dokter kembali membimbing Salma untuk mengejan.. agar plasenta nya keluar.
Setelah proses persalinan yang cukup menegangkan itu usai, dokter kemudian melakukan tindakan episiotomy repair. Yaitu penjahitan kembali potongan surgikal pada ****** dan perineum pasca persalinan, setelah sebelum nya melakukan pembiusan lokal pada pasien nya.
Kevin masih terus menggenggam tangan sang istri dan mengajak Salma untuk bicara. Awal nya, Salma masih merespon tapi kemudian,,, "mas aku,, aku,, " dan stri Kevin itu jatuh pingsan, tepat di saat dokter baru saja selesai melakukan tugas nya.
"Cinta.. cinta.. bangun sayang. Cinta.. dok, istri saya dok. Istri saya kenapa?" Kevin nampak sangat panik.
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Moga Salma hanya tertidur ya 🙏🙏
hooaaam.. aku juga ngantuk, mau tidur 🤗
Yang punya ide nama untuk baby A.. please komen
Siapa tahu Kevin dan Salma suka dengan ide nama dari kalian 😉