
"Mas, ini sudah sangat malam. Kenapa mas masih ada di sini?" Tanya pak RT menatap tajam Kevin.
"Saya masih menunggu di jemput orang tua saya pak," jawab Kevin jujur.
"Tapi ini sudah sangat larut, tidak seharusnya kalian hanya berduaan saja seperti ini!" Ucap pak RT dengan mengintimidasi.
"Tadi ada bapak saya juga kok pak RT, dan bapak baru saja masuk," balas Salma dengan gugup.
"Benar kah?" Tanya pak RT tak percaya.
"Pak Mali, tolong panggil pak Sulaiman," titah pak RT pada salah seorang yang datang bersama nya.
"Baik pak RT," balas laki-laki tua berseragam hansip itu patuh, dan kemudian segera masuk kedalam rumah Salma.
Tak berapa lama, pak Mali dan pak Sulaiman nampak keluar dari dalam rumah, "ada apa ini pak RT?" Tanya pak Sulaiman terkejut, melihat di depan rumah nya sudah ada pak RT, dan beberapa orang tetangga nya yang tengah bertugas ronda malam.
"Pak Leman, ini tentang Salma dan pemuda ini," balas pak RT dengan suara tegas, menatap tajam Kevin.
"Kita bicarakan di dalam saja pak RT," pinta pak Sulaiman yang dapat menangkap ada sesuatu yang tidak beres yang telah terjadi tanpa sepengetahuan diri nya, seraya mengajak semua yang berada di sana untuk masuk kedalam rumah nya.
"Maaf pak RT, ada apa sebenar nya?" Tanya pak Sulaiman, setelah semua nya duduk.
Mendengar suara keributan di luar pun, bu Widya terbangun dan dengan tertatih keluar dari kamar nya. "Ada apa Salma," Bisik bu Widya pada putri nya, setelah beliau duduk di samping putri nya yang terus menundukkan kepala nya itu.
"Maaf bu, ini hanya salah paham," balas Kevin yang duduk dekat Salma dan mendengar bisikan bu Widya, karena Salma tak kunjung menjawab pertanyaan ibu nya.
"Pak Leman, tadi kami memergoki pemuda ini sedang memeluk Salma," jawab pak RT sambil menunjuk Kevin.
Kevin yang sebenar nya sangat terkejut dengan tuduhan tersebut, mencoba untuk tetap tenang.
"Benar kah demikian nak Kevin?! Salma?!" Tanya pak Sulaiman dengan tatapan tajam pada Kevin dan Salma.
"Maaf bapak-bapak sekalian," Kevin angkat bicara, "apa yang bapak lihat tadi, tidak seperti yang bapak pikirkan. Tadi Salma kaki nya tersandung dan akan jatuh, saya hanya reflek menangkap nya.. dan tidak ada maksud lain," ucap Kevin menjelaskan kejadian yang sebenar nya.
Pak RT dan warga yang bertugas ronda malam saling pandang,,
"Pak Leman kan tahu peraturan di lingkungan kita, bahwa tamu selain saudara,, hanya boleh berkunjung sampai pukul sepuluh malam. Sedangkan ini, sudah di atas jam sebelas pak Leman!" Pak RT mengingatkan, "dan jika harus menginap, maka harus seijin RT bukan?!" Lanjut nya mempertegas.
Pak Sulaiman mengangguk mengerti.
"Lagi pula, pak Leman termasuk salah satu tokoh agama di lingkungan kita,, harus nya, pak Leman memberi contoh baik untuk warga yang lain?" Ucap pak RT menatap pak Sulaiman, meminta penjelasan.
"Maaf pak RT, ini semua salah saya," ucap Kevin, "Tadi di jalan saya menabrak bu Widya, dan kemudian mengantar beliau pulang. Tapi ketika saya mau pulang, orang tua saya meminta saya untuk menunggu,, karena mereka mau menjemput mungkin sebentar lagi orang tua saya datang," lanjut Kevin meyakinkan.
Kevin menatap bu Widya dan Salma dengan perasaan bersalah, sungguh.. dia tidak ingin pak Sulaiman dan keluarga nya ikut menanggung keegoisan diri nya dengan kabur-kaburan dari rumah, hingga menyebabkan semua ini harus terjadi.
Pak RT dan pak Mali selaku hansip di komplek tersebut, nampak berbisik-bisik..
"Maaf pak Leman, terlepas dari apa pun alasan nya.. peraturan di lingkungan kita ini harus tetap di tegakkan!" Ucap pak RT dengan tegas dan penuh wibawa.
"Pak Leman, bu Widya,, apa pun yang terjadi, ini murni karena kesalahan saya. Dan saya akan bertanggung jawab," ucap Kevin sungguh-sungguh, remaja tujuh belas tahun itu dapat mengerti... bahwa akan ada hukuman sosial untuk semua warga yang melanggar peraturan di lingkungan tersebut, untuk itu dia bersedia mempertanggung jawabkan nya.
"Bertanggung jawab apa bang?" Tanya Rehan yang tiba-tiba masuk, dan terkejut melihat ada banyak orang di rumah pak Sulaiman. "Assalamu'alaikum,,," lanjut nya mengucap salam, dan kemudian menyalami pak Sulaiman dan bapak-bapak yang lain.
Nabila yang mengekor di belakang nya, menyalami bu Widya dan Salma, dan kemudian duduk di samping putra nya. "Ada apa bang?" Bisik Nabila seraya menepuk lembut punggung tangan putra nya.
Kevin hanya tersenyum menanggapi pertanyaan sang mommy.
"Maaf, apakah anda orang tua dari pemuda ini?" Tanya pak RT pada Rehan yang duduk di samping pak Sulaiman, seraya menunjuk Kevin.
"Benar pak, saya Rehan," balas Rehan dengan memperkenalkan diri nya.
"Saya Ferdi, ketua RT di kampung sini," ucap pak RT yang juga memperkenalkan diri nya, "jadi gini pak Rehan, tadi sewaktu kami sedang keliling untuk ronda.. kami memergoki putra anda sedang berduaan dengan Salma dan mereka tengah berpelukan."
Rehan dan Nabila saling pandang,,
"Ya, meskipun putra anda sudah menjelaskan duduk persoalan nya, tetap saja hal ini tidak dapat di benar kan menurut peraturan di lingkungan kami." Lanjut pak RT, dan kemudian pak RT menceritakan semua pembicaraan mereka barusan kepada Rehan.
"Jadi pak Rehan, kami tetap akan memberlakukan peraturan di lingkungan kami ini tanpa pengecualian." Ucap pak Ferdi, selaku ketua RT di lingkungan itu dengan tegas.
"Lantas, apa sanksi nya pak?" Tanya Rehan menyelidik.
Pak Sulaiman dan bu Widya masih tertunduk, mereka berdua khawatir.. Rehan akan berpikir macam-macam tentang keluarga nya, jika mengetahui sanksi yang harus di jalani Kevin dan Salma, putri nya.
"Maaf pak RT, tadi nak Kevin sudah menjelaskan semua kejadian yang sesungguh nya.. tidak bisakah sanksi yang diberikan itu dalam bentuk lain?" Pinta pak Sulaiman memohon.
"Tidak bisa pak Leman, karena ini sudah mutlak kesepakatan warga di kampung kita... bahkan pak Leman dan istri juga hadir saat musyawarah itu bukan?"
"Jika ada dispensasi untuk salah satu warga, nanti di khawatir kan akan menimbulkan kecemburuan sosial antar warga.. dan efek nya, sangat tidak baik untuk hubungan bermasyarakat di komplek kita ini." Ucap pak Ferdi selaku ketua RT di komplek pak Sulaiman dan keluarga nya tinggal menjelaskan.
"Memangnya sanksi nya apa pak?" Tanya Rehan penasaran, menatap pak Sulaiman dan pak RT bergantian.
"Mereka berdua harus di nikah kan pak," jawab pak RT tegas.
Pak Sulaiman dan bu Widya semakin tertunduk dalam, sedangkan Salma mulai terisak.. remaja cantik berhijab itu tak menyangka, akan mengalami hal memalukan seperti ini.
Kevin menatap Salma yang juga tengah menatap nya dengan berlinang air mata, dia merasa sangat bersalah pada teman dekat nya itu,, juga kepada kedua orang tua Salma.
Rehan dan Nabila tertegun, kedua nya saling pandang,, dan tak tahu harus bersikap bagaimana?
Suasana di ruang tamu itu untuk sejenak menjadi hening, masing-masing sibuk dengan pikiran nya sendiri.
"Saya akan menikahi Salma pak," ucap Kevin tegas, memecah kesunyian.
to be continue,,,