All About KEVIN

All About KEVIN
Sama-sama Liar..



Sementara itu, pasangan suami istri yang masih berseragam putih abu-abu itu terus melangkah menuju ruang guru. Sebelum sampai di ruangan tersebut, Kevin sengaja menumpahkan kopi di baju nya agar kotor dan dia juga bisa sekalian minta ijin.


"Kevin,, apa-apaan sih, jangan konyol kamu?" Protes Salma, saat melihat Kevin mengotori seragam nya.


Kevin hanya tersenyum seringai, dan mengedipkan mata kearah istri nya.


Salma yang mengerti maksud dan tujuan suami nya itu hanya bisa menghela nafas panjang, "dasar, modus.." gerutu Salma, seraya memukul pelan lengan sang suami.


Kedua nya sampai di ruang guru, Kevin dan Salma langsung menemui wali kelas nya. Kevin menjelaskan apa yang terjadi di kantin, tentu nya dengan drama yang telah dia rencanakan. Dan wali kelas, akhirnya memberikan dispensasi kepada kedua siswa berprestasi nya itu.


Sengaja Kevin tidak menyebut Monica sengaja dan bersalah, agar urusan nya tidak menjadi panjang. Suami cerdik Salma itu hanya mengatakan, bahwa semua terjadi karena ketidaksengajaan.. sehingga modus nya, berjalan dengan lancar.


Kevin mengajak istri nya untuk ke ruko yang mereka jadikan sebagai basecamp, tempat mereka ngumpul untuk menjalankan bisnis e-commers nya. Dan di lantai bawah, adalah kafe.. dimana di kafe itu, teman-teman Kevin dan Salma bisa menitipkan aneka jajanan buatan mereka untuk menambah uang saku, dan para pekerja nya juga teman-teman mereka sendiri yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.


Di basecamp, Kevin sebagai owner memiliki ruangan khusus. Selain itu, ada tiga kamar lagi yang digunakan untuk istirahat. Satu khusus untuk teman-teman laki-laki, satu khusus untuk teman-teman perempuan, dan satu nya lagi khusus untuk musholla.


Ruangan pribadi Kevin dan musholla, luas nya sama dan dilengkapi kamar mandi di dalam. Sedangkan dua kamar yang lain, ukuran nya lebih kecil. Sedangkan ruangan tengah di gunakan sebagai kantor.


Setiap malam ada yang tidur di basecamp, yaitu barista yang bekerja di kafe.. dia adalah perantauan dari luar jawa, dan tidak punya pengalaman. Namun berkat tangan dingin Kevin, dia belajar meracik kopi secara privat dengan ahli nya langsung dan dengan cepat mampu menguasai beberapa menu meracik kopi yang membuat cafe itu selalu rame oleh pengunjung.


Karena itulah, barista tersebut sangat loyal terhadap Kevin yang dianggap sebagai bos sekaligus dewa penolong nya.


Letak ruko tersebut di seberang sekolah Kevin dan Salma, dan kini kedua nya telah sampai di kafe. Dia di sambut oleh barista dengan senyuman ramah nya, "dik Kevin, kok sudah pulang?" Tanya barista tersebut, sedikit heran... di sela-sela kesibukan nya melayani tamu kafe. Pasal nya, Kevin pulang lebih cepat dua jam dari biasa nya dan baju Kevin dan Salma kotor oleh noda minuman.


"Iya bang, kami ijin." Balas Kevin pada barista yang di panggil nya bang, usia barista tersebut memang di atas Kevin dan untuk itulah barista tersebut memanggil nya dik. Dan Kevin juga sudah menganggap barista tersebut, layak nya saudara.


"Kami ke atas dulu bang Dika," pamit Kevin pada barista yang bernama Dika tersebut.


"Oke," balas Dika singkat, sambil meracik kopi pesanan pembeli.


Di jam siang seperti ini, kafe sudah mulai rame. Dan Dika di temani oleh dua karyawan laki-laki, yang bekerja dari jam tujuh pagi sampai jam dua siang. Setelah jam dua, teman-teman Kevin lah yang akan menggantikan nya hingga kafe tutup di jam sembilan malam.


Kevin segera masuk ke ruangan milik nya, "baby.." Kevin memanggil sang istri, yang hendak menuju ke kamar khusus wanita. Dan memberi kode, agar Salma mengikuti Kevin.


"Apa?" Tanya Salma di ambang pintu.


"Ayo masuk," Kevin menyeret pelan lengan sang istri dan membawa nya masuk kedalam kamar khusus milik nya.


"Kevin, jangan aneh-aneh. Nanti kalau mas-mas nya datang gimana?" Salma terlihat cemas.


"Jangan khawatir, mereka datang jam dua. Dan Bayu serta yang lain, juga akan pulang jam dua. Kita punya waktu dua jam untuk bersenang-senang baby,, tidak kah kamu merindukan aku?" Kevin langsung menyergap istri nya, dan memeluk tubuh ramping Salma dengan perasaan rindu yang membuncah.


"Aku selalu merindukan mu baby,, selalu. Berada di sekolah membuat kepala ku pusing, karena aku tak bisa menyentuh mu," bisik Kevin dengan perasaan yang mendalam.


"Kevin,, aku juga merindukan mu." Lirih Salma, "tapi.. jangan di sini, aku takut jika sewaktu-waktu ada yang datang," Salma masih nampak cemas.


Salma berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami, "baju ku basah dan kotor Kevin, aku mau ganti baju dulu," ucap Salma. Tapi pelukan suami nya itu sangat erat, hingga tak mudah bagi Salma untuk melepaskan diri.


Kevin melerai pelukan nya, "bawalah baju ganti mu kemari baby, aku akan menunggu mu," titah Kevin sambil mendudukkan diri nya di sisi ranjang berukuran sedang yang berada di kamar Kevin, sambil memijat pelipis nya.


"Kamu kenapa Kevin?" Tanya Salma, mengurungkan niat nya untuk keluar mengambil baju.


"Bukan nya tadi, aku sudah mengatakan nya baby,, kepala ku pusing, karena tak bisa menyentuh mu??" Ucap Kevin, sambil memejamkan mata nya.


"Emm,, baiklah,, aku akan segera kembali," ucap Salma, segera beranjak keluar dari kamar suami nya untuk mengambil baju ganti yang sengaja dia tinggal di kamar khusus wanita. Kamar itu biasa nya Salma dan Devi gunakan untuk beristirahat sejenak sepulang sekolah, sebelum melakukan aktifitas nya di bisnis e-commers yang mereka bangun bersama.


Sepeninggal Salma, Kevin tersenyum senang.. "apa aktingku luar biasa ya? Hingga istri cantik ku, sepanik itu?" Gumam nya sambil melepas baju seragam nya yang basah, akibat dia siram pakai air kopi.


Kevin merebahkan diri nya di atas kasur sambil memejamkan mata, menunggu sang bidadari dengan hati yang berdebar-debar.


Tak berapa lama, Salma masuk. "Kevin, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Salma khawatir.


"Baby, kunci pintu nya," titah Kevin, seraya bangkit dari tempat pembaringan.


Salma hanya bisa mengikuti kemauan sang suami, dan segera mengunci kamar.


"Kemari lah baby,," titah nya sambil menunjuk paha nya.


Lagi-lagi, istri cantik Kevin itu hanya bisa nurut.. mengikuti kemauan sang suami, dan duduk di pangkuan suami nya. Dan tanpa di minta, Salma melingkarkan tangan nya ke leher sang suami dan mulai mencumbui suami tampan nya itu dengan nakal. "Akting mu tadi sungguh mengagumkan suami ku, dan aku menyukai nya," sindir Salma, sambil terus melancarkan serangan nya di titik-titik sensitif sang suami.


Kevin tersenyum seringai, remaja tampan itu mengambil ponsel dari dalam saku dengan nafas yang memburu menahan gejolak akibat ulah istri nakal nya. Kevin menghubungi seseorang, dan pada dering pertama,,, panggilan nya di terima oleh seseorang di ujung telpon.


"Iya, ada apa dik?" Terdengar suara Dika, barista di kafe bawah.


"Bang, tolong kalau ada yang datang mau naik ke lantai dua.. suruh nunggu di bawah dulu, sampai aku turun. Pastikan, jangan ada yang naik," titah nya pada Dika dengan menahan nafas nya agar suara nya terdengar biasa, sedangkan tangan nya asyik meremas bukit kembar nan kenyal milik sang bidadari.


"Baik dik, siap laksanakan," ucap Dika patuh, karena Kevin adalah bos nya.


Kevin langsung menutup panggilan nya, dan melempar ponsel nya dengan asal di ranjang. Suami dari Salma itu dengan buru-buru membuka baju seragam istri nya dan melempar nya ke lantai. Dia membalas serangan istri nakal nya, dengan lebih brutal.


Hanya dalam hitungan detik, seragam kedua nya telah berhamburan di lantai.. Jiwa muda mereka yang membara, berpadu dengan perasaan cinta dan kerinduan yang menyatu menciptakan suasana panas di tengah terik nya matahari yang menyengat di luar sana, dan mereka pun tersengat dengan permainan panas yang mereka ciptakan.


Dan entah siapa yang menguasai permainan, karena kedua nya sama-sama liar, nakal dan brutal..


to be continue,,,


\=\=\=\=\=


Daddy Rey,, putra mu kayak kera sakti 😂😂