All About KEVIN

All About KEVIN
Dia itu Licik dan Kejam



Sesuai dengan janji daddy Rehan dan mommy Billa tadi siang, bakda sholat 'isya berjama'ah dengan putra putri nya.. kedua orang tua Kevin itu pun kembali meluncur ke rumah sakit, untuk menemani sang putra dan juga menantu nya.


Setiba nya di rumah sakit, pak Sulaiman dan bu Widya.. langsung ijin untuk pulang ke ruko nya, karena Azka di rumah hanya berdua dengan salah seorang karyawan bu Widya yang memang ikut menginap di ruko dan tinggal di kamar di lantai bawah.


"Pak Rehan, bu Nabila.. karena bapak dan ibu sudah di sini, kami mohon pamit untuk pulang," ucap pak Sulaiman kepada kedua besan nya.


"Insyaallah besok pagi-pagi sekali, saya akan kesini untuk menemani Salma.. agar nak Kevin bisa pergi ke sekolah," ucap bu Widya.


"Iya pak Leman, bu Widya, silahkan.. biar pak Leman dan bu Widya, diantar sama sopir saya," ucap Rehan, sambil mengambil ponsel nya untuk menghubungi sopir pribadi nya yang menunggu di luar.


"Nak, ibu pulang dulu ya.." pamit bu Widya pada putri nya, seraya mencium kening putri nya itu.


Setelah menyalami semua nya, pak Sulaiman dan bu Widya pun meninggalkan ruang rawat Salma.


"Bagaimana keadaan mu kak Salma?" Tanya mommy Billa dengan lembut, seraya mendudukkan diri nya di tepi ranjang.


"Alhamdulillah mom,, sudah baikan, bengkak di leher Salma juga tinggal sedikit." Balas Salma dengan sopan.


"Boleh mommy melihat nya lagi kak?" Pinta Nabila.


Salma nampak bingung, karena ada daddy Rehan di sana.


"Buka aja hijab nya enggak apa-apa yang, enggak ada laki-laki lain juga kan? Daddy ku, daddy mu juga," Kevin kemudian membantu sang istri membuka hijab nya, dan Salma pun hanya bisa nurut.


Sedangkan daddy Rehan, berdiri di samping mommy Billa sambil bersidekap.


Kevin mengusap lembut leher sang istri yang kini tak lagi terlihat jenjang, dan warna putih kulit nya banyak terdapat bintik-bintik merah.. meski warna nya sudah agak memudar, tidak separah tadi pagi sewaktu pertama kali Salma di bawa ke rumah sakit. "Lihat lah mom, dad,,, bintik-bintik nya masih banyak," lirih Kevin.


"Nanti kalau sudah tidak bengkak lagi, dan luka lecet kak Salma sudah kering.. bisa di oles pakai krim penghilang bekas luka, abang dan kak Salma jangan khawatir ya..." Balas mommy Billa, yang bisa menangkap kekhawatiran putra nya.


Daddy Rehan yang menyaksikan langsung keadaan menantu nya menjadi geram, ayah dari Kevin itu langsung keluar dari ruangan sang menantu tanpa kata-kata.


Melihat suami nya keluar dengan gelagat yang tak biasa nya, mommy Billa pun segera beranjak.. "Abang, kak Salma, mommy keluar dulu ya," mommy Billa pun segera keluar menyusul sang suami, menuju ruang tamu.


"Dad,, ada apa?" Tanya mommy Billa setiba nya di ruang tamu, dan melihat sang suami tengah duduk sambil memainkan ponsel nya.


"Duduk sini mom, temani daddy," pinta daddy Rehan, menepuk bangku kosong di sebelah nya. Dan sedetik kemudian, fokus daddy tampan enam anak itu kembali ke layar ponsel nya.


Mommy Billa pun segera duduk di samping sang suami, "apa om Alex akan kesini dad?" Tanya mommy Billa, sesaat setelah diri nya duduk.


Daddy Rehan menoleh kearah sang istri, "iya, mereka lagi dalam perjalanan," jawab nya datar.


"Mereka?" Mommy Billa mengernyit.


"Iya,,, Alex, bang Alvian dan Devan," balas Rehan.


Baru saja selesai dibicarakan, ketiga sahabat baik daddy Rehan itu pun muncul dari balik pintu, "Rey,, Bill,, gimana keadaan Salma?" Tanya Alvian, begitu mereka duduk.


"Boleh, kita lihat keadaan Salma dulu.. baru kita bahas yang tadi," balas asisten Alex, menatap bos nya meminta persetujuan.


"Mom, bilang sama abang,,, kalau om om nya mau menjenguk istri nya. Hijab nya biar di pakai kembali," titah daddy Rehan, pada sang istri.


"Iya, dad," balas mommy Billa dan langsung masuk ke ruangan sang menantu.


Beberapa detik kemudian, mommy Billa sudah kembali, "silahkan masuk om, bang Alex, bang Devan," ucap mommy Billa, dan mempersilahkan pada sahabat-sahabat sang suami untuk masuk.


"Rey, kami lihat menantu lu dulu," ucap Devan, sambil berlalu masuk ke ruangan Salma bersama Alvian dan Alex.


Sedangkan mommy Billa kembali duduk di samping sang suami, "dad, memang nya ada apa? Seperti nya serius sekali?" Tanya mommy Billa, dengan penuh selidik.


Daddy Rehan menghela nafas dalam, "tentang kejadian yang menimpa menantu kita, dan kejadian-kejadian beberapa waktu yang lalu.. yang sempat menimpa keluarga pak Sulaiman," ucap daddy Rehan menatap sang istri.


Daddy Rehan meraih tangan sang istri, dan menggenggam nya dengan erat. "Daddy tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu dan melukai orang-orang yang daddy sayang, apa yang terjadi pada Salma.. membuat putra kita bersedih mom dan sebagai seorang ayah, daddy harus segera mengambil tindakan tegas untuk Mr. Robinson dan putri nya." Lanjut nya, seraya membawa sang istri dalam pelukan nya.


Entahlah, setiap memikirkan suatu masalah.. Daddy Rehan, akan merasa tenang jika sudah memeluk istri nya tercinta.


"Lakukan apapun yang menurut daddy itu baik untuk keluarga kita, tapi jangan sampai salah sasaran dan bisa merugikan orang lain. Niatkan bahwa kita membela diri dan melindungi keluarga, dan bukan nya untuk membalas nya,,," kalimat mommy Billa menggantung.


"Ssst,,, daddy tahu lanjutan nya," sela daddy Rehan.


"Yaelah Rey,, menantu nya di dalam lagi sakit, mertua nya malah pelukan di luar," celetuk Devan yang baru saja keluar dari ruang perawatan Salma, menghentikan pembicaraan daddy Rehan dan mommy Billa.


Mommy Billa segera melepaskan diri dari pelukan sang suami, "bang, om,, kalian sudah selesai melihat Salma?" Tanya mommy Billa, dengan pipi yang merona.


"Alergi Salma, cukup parah juga ya,," lirih Alvian, merasa prihatin dengan apa yang menimpa Salma.


"Ya, begitulah om.. tadi siang saat kami baru pertama melihat, kondisi nya lebih buruk," ucap mommy Billa sendu.


"Oh ya Lex, gimana laporan orang kita yang di Bali?" Tanya daddy Rehan pada asisten pribadi nya.


"Beberapa hari ini Mr.Robinson mencoba menggagalkan proyek yang di sana, dan Mr. Bule itu juga berusaha mempengaruhi beberapa perusahaan rekanan agar tidak lagi menjalin kerjasama dengan perusahan milik Kevin. Tapi semua itu dapat dipatahkan dengan mudah oleh orang-orang kita Rey," balas Alex sesuai dengan informasi yang dia terima, dari orang kepercayaan nya yang berada di Bali.


"Gue mendapatkan informasi, bahwa Beberapa proyek Mr. Robinson di kota ini tersandung masalah perijinan." Ucap Devan dengan wajah serius.


"Dan perusahaan nya sudah beberapa kali tidak membayarkan tunjangan kepada karyawan nya, dan jika kita melaporkan masalah ini ke pihak terkait.. kemungkinan besar, perusahaan nya bisa di bekukan," timpal Alvian, memberikan informasi.


"Bagus,, kita harus bertindak cepat," balas Rehan dengan tersenyum puas.


"Jangan senang dulu Rey, lu harus tetap waspada.. dia itu licik dan kejam!" Alvian mengingat kan kepada suami dari keponakan nya itu.


"Makasih bang," balas daddy nya Kevin itu, mengangguk,, membenarkan perkataan Alvian.


to be continue,,,