
Seminggu telah berlalu, untuk sementara Kevin membawa pulang istri dan putri kecil nya ke kediaman keluarga Alamsyah. Keluarga besar Salma pun tak keberatan, bahkan semenjak pulang dari rumah sakit lima hari yang lalu.. bu Widya dan Azka juga ikut menginap di kediaman keluarga mertua putri nya itu, hal itu karena bu Widya ingin ikut mendampingi putri dan menantu nya dalam mengasuh baby A selama kondisi Salma masih belum pulih benar.
Mommy Billa pun merasa sangat senang dengan kehadiran besan nya itu, karena mommy Billa sendiri tidak bisa jika tiap malam harus ikut begadang menemani sang putra menjaga cucu pertama nya,,, karena ada seseorang yang juga meminta hak di setiap malam nya, siapa lagi kalau bukan eyang tampan yang tak mau di duakan bahkan oleh cucu nya sekalipun.
Dengan ada nya bu Widya, maka mommy Billa tak perlu cemas lagi memikirkan Kevin yang harus berjaga sepanjang malam seorang diri.. karena baby A sering rewel jika malam-malam, sedangkan Salma kondisi nya masih lemah.
Sedangkan Kevin untuk saat ini juga tidak mau menggunakan jasa baby sitter, karena ayah baru itu ingin benar-benar bisa menikmati peran nya sebagai seorang ayah. Kevin juga ingin bisa melihat secara langsung perkembangan buah hati nya, tanpa ada yang terlewatkan sedikit pun.
Dan hari ini Kevin menggelar acara aqiqah untuk putri pertama nya, dan kembali semua keluarga nya berkumpul. Keluarga besar Alamsyah, keluarga besar Antonio dan keluarga besar pak Sulaiman.
Hadir pula oma Carla dan papi Vincent beserta keluarga kecil nya, yang minggu lalu tak dapat hadir menemani sang menantu melahirkan karena kebetulan saat itu oma Carla harus dirawat di rumah sakit sebab kelelahan.
Teman-teman dekat Kevin seperti biasa nya juga hadir, dan mereka ikut membantu menyiapkan segala macam keperluan untuk tamu undangan.
Ya, daddy Rehan sengaja mengundang relasi-relasi terdekat nya di acara aqiqah ini.. karena eyang tampan itu ingin memamerkan pada rekan-rekan bisnis nya, bahwa saat ini diri nya telah menjadi seorang kakek dan memiliki seorang cucu perempuan yang sangat cantik.
Begitupula dengan opa Arman, beliau juga mengundang rekan-rekan bisnis nya terutama para direktur perusahaan yang sebagian besar saham nya adalah milik perusahaan yang sudah di atas nama kan pada Salma. Hadir diantara nya pak Soni, pemilik kampus dimana Kevin dan Salma kuliah yang ditemani oleh pak rektor.
Opa Arman sengaja mengundang mereka semua, karena ingin memperkenalkan secara langsung Salma sebagai pemilik yang sah perusahaan keluarga nya yang di Jakarta.
Tamu undangan sudah mulai berdatangan, dan karena kebetulan saat ini adalah weekend.. kebanyakan dari pebisnis-pebisnis itu mengajak serta istri nya.
Daddy Rehan, mommy Billa beserta asisten Alex nampak berdiri di halaman menyambut kehadiran para tamu. Opa Arman yang ditemani sang putra yaitu om Irfan juga ikut menyambut tamu-tamu undangan nya.
Kevin yang datang belakangan, juga ikut menyambut para tamu undangan daddy nya dan juga tamu undangan dari opa Arman.
Setelah dipastikan semua tamu undangan telah hadir, mereka semua pun ikut masuk ke dalam karena acara akan segera di mulai. Tapi Kevin nampak masih berdiri di sana.
"Bang, ayo masuk,," ajak mommy Billa, yang melihat sang putra masih berdiri di sana.
"Mommy duluan saja, Kevin masih ada yang di tunggu," balas Kevin.
"Ya sudah, nanti segera masuk ya.. karena acara akan segera dimulai," mommy Billa mengingatkan.
"Siap mom," balas Kevin seraya tersenyum.
Mommy Billa pun berlalu meninggalkan sang putra, masuk kedalam rumah bersama daddy Rehan.
Tepat di saat yang sama, tamu yang ditunggu Kevin datang. Dan Kevin tersenyum menyambut nya, "bang Angga, kak Didi.. makasih udah menyempatkan waktu nya untuk ikut hadir di acara aqiqah putri ku," ucap Kevin seraya memeluk Angga, dan Kevin kemudian menyalami Diandra.
"Wah,, ini kejutan yang luar biasa bro," balas Angga, "kenapa kalian enggak kasih kabar apa-apa saat dik Salma melahirkan?" Lanjut Angga bertanya.
"Maaf bang Angga, saat itu kondisi nya lagi benar-benar menegangkan," balas Kevin, dan Angga mengangguk memaklumi nya.
"Ayo bang Angga, kak Didi.. kita masuk. Salma pasti seneng banget, lihat kak Didi datang." Ajak Kevin, "eh, El di gendong om yuk.. kita lihat baby cantik," Kevin mengulurkan tangan nya, dan El dengan tertawa riang menyambut nya.
"Itut oom,, itut oom,," celoteh El yang kini berusia tiga belas bulan.
Ya, baby El.. putra dari Angga dan Diandra memang sudah sangat akrab dengan Kevin dan Salma. Karena semasa hamil, Salma sering merengek minta diajak main ke rumah Diandra.
Setiba nya di ruang keluarga, tempat acara aqiqah di laksanakan.. Diandra nampak terkejut, "opa? Ibu? Kok, opa sama ibu bisa ada di sini?" Tanya Diandra terkejut, melihat opa Win dan bu Rahma juga berada di sana.
"Lho, kalian.. kenapa kalian juga berada di sini?" Tanya opa Win, tak kalah terkejut. "Ini, nak Kevin kenapa juga ada di sini?" Opa Win yang memang sudah mengenal Kevin dan istri nya sebagai teman Diandra dan Angga itu pun menatap Kevin penuh tanya.
Opa Arman yang sedari tadi berada di samping opa Win bersuara, "Lah Win, istri nak Kevin ini kan cucu ku."
Opa Win mengernyit, dan menatap Kevin serta opa Arman bergantian. "Nak Salma?" Opa Arman dan Kevin mengangguk berbarengan.
"Kok bisa Man? Kenapa waktu nikahan, kamu enggak ngundang aku?" Protes opa Win.
Opa Arman terkekeh, "saat mereka nikahan, aku juga datang sebagai tamu undangan.. karena opa nya nak Kevin itu sahabat ku, dan disitu lah aku baru tahu bahwa ternyata mempelai wanita nya adalah cucu nya adik perempuan ku yang menghilang yang pernah aku ceritakan dulu Win," balas opa Arman yang tiba-tiba menjadi sendu.
"Dan, mereka berdua siapa Win? Kenapa memanggil mu opa? Apa cucu nya istri mu?" Tanya opa Arman menebak.
Opa Win menggeleng, "tidak Man, ini Diandra.. putri nya Chandra, Alhamdulillah kami dipertemukan kembali," balas opa Win, seraya mengusap puncak kepala Diandra yang tertutup hijab.
"Alhamdulillah,, jadi, menantu mu selamat dalam kecelakaan pesawat itu Win?" Tanya opa Arman yang mengetahui kisah mama nya Diandra kala itu.
Opa Win menggeleng, cerita nya tidak seperti itu Man dan aku juga baru tahu setelah bertemu dengan cucuku,,, cerita nya panjang Man, lain kali saja aku ceritakan," pungkas opa Win mengakhiri obrolan nya, karena nampak nya acara akan segera dimulai.
"Opa, kami ke sana dulu ya?" Pamit Kevin pada kedua opa tersebut, seraya mengajak Angga dan Diandra untuk bergabung bersama Salma dan teman-teman nya.
Kedatangan keluarga kecil Angga disambut dengan senang hati oleh Salma, begitu juga dengan teman-teman nya. Mereka saling berpelukan, seperti sahabat yang sudah lama tak saling bertemu.
Kevin pun segera menurunkan bocah itu, dan El langsung menghampiri Salma dan minta di cium seperti biasa nya. "Tium ty mam_ma," pinta nya sambil mengerucutkan bibir mungil nya.
Dan Salma dengan gemas mencium bibir mungil itu, dan El langsung bertepuk tangan karena senang.
Tingkah El yang lucu mengundang tawa orang-orang yang duduk di dekat mereka.
"El, aunty Devi enggak di cium?" Pinta Devi, sambil mengerucutkan bibir nya.
El menggeleng, "nyo,, nyo,," tolak nya.
Dan semua nya kembali tertawa, sedangkan Devi cemberut. "El,,, dikit aja, nanti aunty belikan permen," rayu Devi, dan El tetap menggeleng.
"Eh, ada El,,, sudah bisa jalan ya sekarang?" Oma Sekar yang datang membawa baby A tersenyum pada bocah itu.
"Dik,, dik,," panggil El sambil menunjuk-nunjuk pada baby A, yang berada dalam gendongan oma Sekar.
"El mau cium adik baby?" Tanya Salma, seraya mengambil baby A dari tangan oma Sekar.
El mengangguk antusias, dan Salma mendekatkan pipi baby A ke mulut mungil El, "dik,, dik,," celoteh nya dengan riang.
Angga segera memangku putra nya, karena MC nampak sudah mulai membuka acara nya. Tapi El tak mau diam,, hingga Mirza yang melihat nya langsung mendekat, "bang Angga, biar El Mirza ajak ke atas saja ya.. jangan khawatir, di atas ada pengasuh nya adik-adik," pinta Mirza sambil menyodorkan tangan.
Dan El, langsung menyambut nya dengan senang. "Ain oya,," celoteh nya, pengin main bola.
Dan Mirza mengangguk, "ayo, kita main bola di atas ya,,," Mirza kemudian membawa El naik ke lantai atas.
Acara aqiqah itu pun berjalan dengan lancar, opa Arman yang juga diberikan kesempatan pun telah selesai berbicara. Dan kini saat nya para tamu menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah.
Dan momen itu digunakan oleh istri-istri relasi bisnis daddy Rehan, untuk memberikan kado yang telah mereka persiapkan sebelum nya kepada Salma.
Setelah semua tamu undangan pulang, Angga pun mengajak istri nya untuk pulang karena dia ada janji dengan salah seorang customer. "yank,, yuk kita pulang."
"Didi ambil El dulu ya kak," belum sempat Diandra beranjak, dari anak tangga terdengar celoteh putra nya yang di gendong Rahman.
"Loh, bang Angga udah mau pulang?" Tanya Rahman, saat melihat Angga dan istri sudah bersiap.
"Iya bro, gue ada janji sama customer," balas Angga.
"Yah, belum puas main nya sama El," rajuk Salma, yang dibenarkan Devi.
"Iya, bang Angga,, kak Didi,, pulang nanti yah?" Pinta Devi.
"Kita bisa ketemu lagi lain waktu aunty,," balas Diandra seraya mengambil El dari gendongan Rahman, tapi El berontak dan menjerit histeris.. seolah tahu kalau dirinya mau diajak pulang.
"Nyo.. nyo.." El menangis seraya menjerit, "ty mam_ma,, ty mam_ma," El menunjuk-nunjuk Salma minta di gendong.
Kevin segera mengambil El dari gendongan Rahman dan mendekatkan bocah itu pada sang istri yang sedang memangku baby A, dan El langsung tertawa senang. "Dik,, dik,, ty mam_ma, En tium dik.." pinta nya ingin mencium baby A.
"Bang Angga, kak Didi sama El biar di sini dulu deh.. ntar gue dan Dion yang antar mereka pulang," pinta Rahman yang tak tega melihat El menangis tadi.
Angga dan Didi saling pandang, "ya udah, gue telpon orang gue aja untuk handle customer nya," ucap Angga akhir nya mengalah, karena diri nya pun tak tega mengajak El pulang karena bocah itu nampak sangat senang bermain bersama baby A dan juga aunty Salma.
Diandra tersenyum lega.
"Nah, gitu dong bro.. bos kan bebas, tinggal suruh asisten dan semua urusan beres," celetuk om Ilham, yang sedari tadi sibuk dengan makanan nya. "Kayak bang Rehan tuh, yang suka nyuruh-nyuruh," lanjut om Ilham curcol.
Daddy Rehan yang duduk tak jauh dari mereka bersama geng tampan dan para nyonya, hanya tersenyum.
"Ah, bang Ilham.. Angga kan bukan bos seperti bang Ilham dan om om itu," kilah Angga seraya menunjuk geng tampan yang sedang menikmati kopi, dengan dagu nya.
"Kami juga bukan bos bang Angga, kami juga pekerja seperti bang Angga. Karena bos yang sebenar nya adalah para nyonya," ucap daddy Rehan seraya memeluk pundak sang istri, dan dibenarkan oleh semua sahabat nya yang memeluk pasangan masing-masing.
Kevin pun mengangguk setuju, seraya memeluk mesra sang istri. Begitu pun dengan Angga, yang memeluk Diandra. Dan hanya om Ilham yang tak ada pasangan nya, karena bunda Jihan sedang menyusui baby Jelita.
"Nasib gue gak ada yang di peluk,,," om Ilham cemberut.
"Emang, dik Jihan kemana Ham?" Tanya om Alex.
"Nyonya bos dari tadi dikuasai sama bos kecil," balas om Ilham dengan menggerutu seraya beranjak pergi, yang diiringi tawa oleh semua yang berada di sana.
🤗😘😘