
Hari-hari berlalu terasa begitu lama dirasakan oleh Malika, karena tidak bisa lagi bertemu dengan sang tunangan seperti biasa nya. Dan di hari ketiga ini, Malika lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan bekerja,,, meski Kevin sudah memberi nya ijin cuti, untuk mempersiapkan pernikahan nya dengan Rahman.
"Dik, kok malah kerja lagi?" Tanya Kevin penuh selidik, "janjian sama Rahman ya?" Kevin menatap tajam sang adik.
Malika menggeleng cepat, "Icha bosan kalau di rumah dan enggak ngapa-ngapain bang,, kayak dua hari kemarin? Jadi, Icha mau menghabiskan waktu dengan kerja aja," balas Malika menatap abang nya sekilas,, dan kemudian kembali fokus dengan layar datar di depan nya.
"Beneran, dik Icha enggak janjian? Pamali tau dik, kalau mau nikah ketemuan melulu? Banyak godaan nya,,," Devi yang duduk di meja sebelah nya, ikut menimpali.
Malika mengangguk, "beneran kak,, lagian bang Rahman kan sekarang lagi ngebut membuat tugas akhir, seminggu ini sih kata nya bisa selesai." Balas Malika, sejenak menghentikan pekerjaan nya, "dan bang Rahman juga, gak balik ke sini kan? Tapi ke apartemen nya?" Lanjut nya memastikan.
Bayu dan Devi mengangguk, "ya, sejak kemarin, dia enggak nginap di sini." Bayu membenarkan, "mau menghias kamar pengantin kata nya," lanjut Bayu, seraya mengerling menggoda Malika.
Malika tersipu malu, dan pura-pura kembali sibuk bekerja.
"Dah, jangan digodain melulu.. biarkan dik Icha fokus bekerja, biar enggak stress mikirin pernikahan," ucap Salma, membela adik ipar nya.
"Enggak stres kak, malah seneng dia kalau mikirin pernikahan," sahut Malik seraya tersenyum dan mengacak kepala Malika, "bener kan tebakan aku," lanjut nya seraya menunduk dan memiringkan kepala nya, menatap Malika dari sisi kiri.
"Apaan sih bang Malik, biasa aja kok," elak Malika, menyembunyikan senyum bahagia nya dengan mengerucutkan bibir.
"Bohong,,, tuh, bibir kamu senyum," Malik masih meledek kembaran nya.
"Bang Malik... minggir ah,, Icha mau kerja nih," sungut Malika, "mendingan bang Malik pergi sana, jemput pacar centil nya abang," usir Malika dengan sedikit kesal.
"Emang aku mau jemput,," balas Malik dan kemudian segera berlalu menuju lift, meninggalkan Malika yang senyum-senyum sendiri tidak jelas. Beruntung abang nya dan yang lain sedang fokus dengan pekerjaan masing-masing, hingga tak melihat tingkah nya yang memalukan.
*****
Sedangkan Rahman di luar sana, juga tengah fokus menyelesaikan tugas akhir kuliah.. di sela-sela kunjungan nya ke proyek tentu nya. Rahman bahkan rela, hingga lembur sampai larut malam demi mengetik tugas akhir kuliah nya tersebut.
Seperti malam hari ini, hari kelima dimana diri nya tidak bertemu dengan sang kekasih pujaan hati.
"Huh,, akhir nya, selesai juga," ucap Rahman lega, "udah jam satu rupa nya," gumam nya tatkala melihat jam weker yang tergeletak di atas meja kerja nya.
Rahman kemudian segera bangkit dan melakukan sedikit peregangan untuk mengendurkan otot-otot nya yang terasa kaku dan pegal, karena sedari tadi posisi nya tidak berubah sama sekali. Jari nya bergerak lincah menekan tombol keyboard, dan netra nya fokus pada layar datar di depan nya.
"Sebaik nya gue tidur dulu deh, besok pagi kan gue harus meninjau proyek yang di Jakarta Utara," Rahman bergegas merapikan semua tugas yang telah selesai di print out, "tapi sebelum nya, gue harus ke kampus dulu untuk mengumpulkan tugas ini. Jadi lusa setelah menikah, gue udah enggak pun ya tanggungan lagi dengan tugas akhir," lanjut nya bermonolog.
Setelah semua nya masuk ke dalam tas, Rahman bergegas menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Beberapa menit kemudian, Rahman telah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar.
Rahman segera naik ke pembaringan, tapi tak langsung berbaring melainkan menyandarkan punggung nya di head board. Rahman kemudian membuka layar ponsel nya, untuk mengecek barangkali ada pesan masuk atau panggilan penting yang dia lewatkan.
Ternyata di group TTM, rame obrolan yang telah terlewat.
Bayu ; "Betah baget bro @Alvaro lu ngangrem? Udah mau netas belum? Jangan kebanyakan nonton film 'anu'... jalani aja ngalir, gak perlu referensi untuk MP." Yang disertai emoticon tertawa mengejek.
Rahman tersenyum, seraya geleng-geleng kepala, "siapa juga yang butuh referensi, kayak mau bikin skripsi aja.. pakai referensi," gumam Rahman.
Dion ; "Palingan lagi meditasi dia,,, belajar mengatur pernafasan, agar tahan lama," timpal Dion, dengan emoticon lengan kekar untuk memberi semangat.
Bayu ; "Pengalaman pribadi pasti,,,, ya kan bang??"
Salma ; bu bos yang penuh pesona itu, hanya mengirimkan emoticon tersenyum malu.. dan dikuti peluk cium @BigBos.
Devi ; "Cie,, cie,, bu Dir perkasa rupa nya," goda Devi.
Bayu ; "My honey kan juga sama.. the best deh pokok nya." Dengan disertai emoticon love sekebon.
"Dasar, narsis lu Bay,,," Rahman tersenyum simpul, menanggapi obrolan teman-teman dekat nya di group chat.
Dion ; "Jadi inti nya???"
Kevin ; "Semua nya inti, dari foreplay, inter play hingga after play... harus seimbang, biar enggak oleng," balas Kevin asal.
Bayu ; "Emang ada, after play??"
Dion ; "Kalau ada pemanasan, harus ada pendinginan @Babay... biar mesin nya awet!"
Bayu ; "Cara nya???"
Dion ; "Hufffff,,," membuang kasar nafas nya.
Kevin ; "Searching aja," balas Kevin singkat.
Kevin ; "Gua pamit off, mau praktik foreplay, inter play dan after play..." pungkas big bos yang semau nya sendiri itu, tanpa memperdulikan dua teman nya yang masih belum menghalalkan kekasih nya.
Dion dan Bayu sama-sama berdecak kesal...
Tapi satu jam kemudian, obrolan mereka nyambung kembali.
Bayu ; "Gue udah nemu tips after play yang paling berkesan."
Dion ; "Hah,,?? Masih bahas yang itu??"
Bayu ; "Anggap saja sebagai pembekalan buat bang Dion dan @Alvaro." Disertai emoticon tertawa terbahak.
Dan masih panjang obrolan mereka dua jam yang lalu, yang di lewatkan Rahman. Termasuk panggilan video dari group chat tersebut yang terlewat, karena Rahman men-silent ponsel nya agar konsentrasi nya tidak terganggu.
Rahman senyum-senyum sendiri membaca obrolan teman-teman nya yang absurd tersebut, dan tak ingin ikut menimpali.. karena teman-teman nya sudah off semua.
Rahman kemudian membuka-buka galeri foto, dimana banyak sekali foto-foto Malika.. baik yang sedang berpose karena sadar kamera, maupun yang candid yang diam-diam diambil Rahman tatkala mereka sedang berkumpul bersama teman-teman atau pun keluarga besar nya.
Rahman tersenyum mengamati satu demi satu foto gadis cantik yang memenuhi galeri ponsel nya tersebut. "Cha,, abang kangen, nunggu dua hari rasa nya seperti dua tahun," bisik Rahman dalam hati, tapi Rahman tak hendak mengirimkan pesan atau pun menelpon calon istri nya itu.
Baik Rahman maupun Malika memang telah sepakat, untuk tidak saling menghubungi agar rindu di dada semakin memupuk, hingga tiba saat nya nanti kerinduan mereka berdua akan terobati dengan sempurna,,, karena tak ada lagi penghalang yang bisa menghentikan keinginan mereka untuk melebur rindu tersebut menjadi satu.
🌷🌷🌷🌷🌷 tbc,,,
Dua hari menuju halal,,,,
Dua hari di dunia nyata, beda ya sama di dunia novel 😄😄