
Menjelang maghrib, Kevin dan Salma baru saja sampai di hunian keluarga Antonio. Putra sulung daddy Rehan itu langsung menuju paviliun belakang, dimana dia dan sang istri biasa menginap.
"Assalamu'alaikum mom,, dad,," sapa nya pada mommy dan daddy nya, yang tengah duduk berdua di teras paviliun milik orang tua nya.----
"Wa'alaikumsalam bang,, kak Salma," balas mommy Billa dan daddy Rehan bersamaan, mommy Billa tersenyum hangat pada sang putra dan juga menantu nya.
Kevin kemudian menyalami kedua orang tua nya dan mencium punggung tangan kedua nya dengan takdzim, yang diikuti oleh sang istri.
"Abang bentar lagi maghrib, buruan kalian ganti baju sana.. kita sholat berjama'ah di musholla, ajak sekalian nak Rahman dan nak Dion," titah mommy Billa pada putra nya.
Kevin mengernyit,, "Rahman, Dion?"
"Benar bang, mereka akan menginap malam ini.. dan sekarang mereka lagi mandi di paviliun nenek bibi." Terang mommy Billa, seraya menunjuk paviliun milik nenek bibi.
"Oh, baik mom,, kami ke paviliun nenek dulu," pamit Kevin pada mommy dan daddy nya.
Kevin segera menuntun sang istri hendak menuju paviliun nenek Lin.
"Bang,, baru datang kalian?" Seru om Ilham dari teras paviliun milik nya, menghentikan langkah Kevin dan Salma
"Iya om,," balas Kevin sedikit mengeraskan suara nya, agar terdengar oleh om Ilham yang paviliun nya agak jauh dari paviliun sang daddy.
"Berapa ronde bang?" Goda om Ilham, dengan begitu vulgar.
"Om,,," seru mommy Billa, menyudahi keisengan om Ilham.
Kevin menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, Salma nampak salah tingkah.. sedangkan daddy Rehan hanya tersenyum.
"Udah,, abang sama kak Salma buruan ganti baju, jangan diladeni itu om nya," titah mommy Billa, agar Kevin melanjutkan langkah nya menuju paviliun sang nenek.
Kevin mengangguk, dan kemudian meneruskan langkah nya dengan menggandeng mesra tangan sang istri.
"Bro,, lama banget sih, baru nyampai!" Protes Dion dari teras paviliun nenek bibi, tatkala melihat Kevin dan Salma.
"Eh iya, kalian udah lama di sini?" Tanya Kevin.
"Lumayan sih, jam empat lebih tadi nyampai sini," balas Dion.
Kevin mengangguk, "kami masuk dulu ya,," pamit nya, dan Kevin segera masuk dengan menuntun sang istri.
Tak berapa lama, Kevin dan Salma keluar dari paviliun mengiringi langkah kakek Ilyas dan nenek Lin. Mereka telah bersiap untuk menuju musholla keluarga, yang terletak di samping rumah utama.
Nampak Rahman, Dion beserta nenek bibi, juga telah bersiap di teras paviliun nenek bibi untuk menunggu waktu maghrib tiba.
Begitu pun dengan yang lain, nampak semua sedang bersiap untuk menuju musholla. Sedangkan anak-anak, nampak mereka berlarian dari rumah utama sembari bersenda gurau sepanjang jalan menuju musholla.
Mirza berlari paling depan, karena dia yang bertugas untuk mengumandangkan adzan.
Mirza segera masuk kedalam musholla, dan kemudian menempatkan diri menghadap kiblat untuk memulai mengumandangkan panggilan sholat maghrib tersebut.
Saudara-saudara nya yang lain pun segera memasuki musholla, dan berbaris dengan rapi untuk mendengar kan kumandang adzan maghrib. Begitu pun dengan para orang tua, mereka ikut menempatkan diri bersama anak-anak.
*****
Bakda isya mereka semua berkumpul kembali di ruang makan untuk santap malam, kali ini nuansa makan malam sedikit berbeda... karena ada hal penting yang hendak mereka bahas, berkaitan dengan resepsi pernikahan Kevin dan Salma yang akan diselenggarakan minggu depan.
Mereka makan dengan suasana khidmat, tanpa ada drama dari anak-anak yang berebut makanan. Karena anak-anak di keluarga tersebut sudah terbiasa dengan berbagi makanan untuk saudara, jadi kalaupun makanan kesukaan mereka diinginkan oleh saudara nya yang lain.. dengan sukarela mereka akan berbagi.
Hanya sesekali terdengar obrolan ringan dari para orang tua, yang membahas makanan favorit mereka tempo dulu kala berkumpul sesama geng tampan.
"Om Akbal, Mela mau dong ayam kliuk nya," pinta Maira kepada Akbar, putra sulung opa Alvian.
"Siap incess, mau banyak apa dikit?" Dengan telaten Akbar yang seusia Malik dan Malika itu, mengambilkan ayam kriuk permintaan keponakan nya yang menggemaskan itu.
"Udah cukup, makasih om Akbal," balas Maira dengan gaya nya yang lucu.
"Mela mau kentang clispi punya abang tidak?" Goda Mirza, dengan menirukan bicara nya Maira.
"Enggak mau, bang Milza bicala nya enggak benal.. kayak anak kecil aja," ucap Maira seraya mencibir.
"Bang Milza tuh, yang kayak anak kecil.. padahal badan nya besal kayak golilla," Maira tak mau kalah.
"Abang,, udah jangan godain adik nya terus, lanjutkan makan nya," titah mommy Billa dengan lembut, menyudahi perdebatan kecil kedua putra dan putri nya.
Mereka pun melanjutkan makan dengan tenang, tanpa ada lagi yang bersuara.
Selesai makan, anak-anak langsung menuju lantai atas bersama kakek Ilyas, nenek Lin dan nenek bibi. Sedangkan para orang tua, menuju ruang keluarga untuk membahas persiapan resepsi.
Rahman dan Dion diajak serta oleh Kevin untuk berkumpul di ruang keluarga, "bro, biar kami nunggu di gasebo aja deh,,, enggak enak kalau ikut ngumpul?" Tolak Rahman, yang masih merasa sungkan jika harus ikut berkumpul bersama keluarga besar teman baik nya itu.
"Enggak apa-apa, kali aja kan kalian juga bisa ikutan bantu-bantu nanti," kekeuh Kevin mencoba meyakinkan.
"Baiklah,," balas Rahman akhir nya, pasrah dan ikut saja dengan ajakan Kevin.
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju ruang keluarga, menyusul daddy Rehan dan yang lain. Sedangkan Salma, masih membantu sang mommy dan tante-tante nya membereskan bekas makan malam mereka barusan.
Baru saja Kevin dan kedua teman nya duduk, terdengar ucapan salam dari rombongan yang baru datang. "Assalamu'alaikum,,,"
"Wa'alaikumsalam,,," balas mereka semua yang ada di ruang tamu.
"Bibi,," ucap daddy Rehan terkejut, melihat bibi nya yang baru datang dari Paris.
Daddy Rehan langsung menghampiri oma Carla dan memeluk nya, "bibi sehat? Kok enggak kasih kabar kalau mau datang secepat ini?" Tanya daddy Rehan seraya melepaskan pelukan nya, dan kemudian menuntun bibi nya tersebut untuk duduk di sofa.
"Bibi sehat Rey,, iya, ini tadi juga dadakan. Nina yang ngajak pulang lebih awal, kangen kata nya pengin ikut kumpul bareng keluarga Antonio," balas oma Carla, sesaat setelah adik kandung papa Sultan itu duduk.
"Bi,," sapa om Alex, seraya memeluk bibi Carla.
"Alex,, makin berumur, makin tampan saja kamu," puji bibi Carla, setelah melerai pelukan nya.
"Tentu dong bi, itu karena ada Nisa yang pandai menyenangkan suami," balas tante Nisa penuh percaya diri, yang baru muncul dari belakang. Di susul mommy Billa, tante Lusi, tante Jihan, oma Susan dan juga Salma.
Om Alex tersenyum mendengar jawaban narsis sang istri.
Bibi Carla terkekeh,,, dan kemudian memeluk tante Nisa, "kamu benar Nisa, karena tanpa ada nya wanita, laki-laki bukan lah siapa-siapa dan mereka juga tidak dapat melakukan apa-apa." Ucap oma Carla, sesaat setelah melepaskan pelukan nya.
"Dan di belakang laki-laki yang sukses, pasti ada wanita yang hebat seperti istriku ini kan bi," ucap daddy Rehan, saat mommy Billa menghampiri bibi Carla.
Bibi Carla memeluk mommy Billa sesaat, dan kemudian tersenyum lembut pada istri dari keponakan nya itu. "Ya, kamu benar Rey. Wanita anggun dan lembut ini, yang telah berhasil membuat keluarga Alamsyah kembali ceria seperti dulu." Ucap bibj Carla, sambil melabuhkan ciuman di pipi mommy Billa.
"Ah, bibi berlebihan,," balas mommy Billa seraya mendudukkan diri nya di samping sang suami.
Sedangkan papi Vincent, nampak memeluk sang putra untuk beberapa saat. "Son, gimana kabar kamu?" Tanya papi Vincent, setelah melepaskan pelukan nya.
"Kevin baik pi, papi gimana? Papi sehat-sehat saja kan?" Balas dan tanya Kevin pada papi nya.
"Seperti yang kamu lihat son, papi harus sehat.. agar papi bisa mempersiapkan pesta pernikahan putra papi dengan baik," balas papi Vincent dengan tersenyum hangat.
Kevin mengangguk, "makasih pi,, ucap Kevin.
Ya, papi Vincent telah berjanji bahwa dia yang akan mengurus dan membiayai semua keperluan untuk pesta pernikahan Kevin. Karena itulah papi Vincent dan mami Nina datang lebih awal, agar bisa lebih maksimal dalam mempersiapkan segala sesuatu nya. Meskipun untuk acara nya sendiri, mami Nina sudah menghubungi WO milik sahabat nya untuk menghandle pesta pernikahan Kevin dan Salma minggu depan.
Setelah puas melepaskan rindu, pria bule itu kemudian menyalami saudara-saudara nya yang lain. Yang dikuti mami Nina dan kedua putri nya.
Papi Vincent dan mami Nina kemudian ikut duduk di sofa, bergabung bersama yang lain. Sedangkan kedua putri nya langsung naik ke lantai dua dengan diantarkan oleh Salma.
Baru saja mereka duduk, kembali terdengar suara rombongan yang datang dan mengucapkan salam, "assalamu'alaikum,,,"
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Sekedar mengingatkan yah..
Bahwa menjawab salam itu, hukum nya wajib
Wajib di jawab di kolom komentar 😄😄🙏🙏