
Keesokan hari nya, Fira dan Malika mengajak teman-teman Kevin dan adik-adik nya untuk jalan-jalan berkeliling kota Paris. Sedangkan Kevin dan Salma, mereka berdua tidak ikut karena Salma merasa lelah.. sebab seminggu ini mereka berdua sudah mengunjungi banyak tempat di kota yang romantis tersebut.
Zaki dan Malik pun tak ikut serta, karena mereka berdua sudah berencana untuk main ski bersama papi Vincent.
Begitu pun dengan kembar bungsu, mereka berdua tidak diijinkan untuk ikut karena masih terlalu kecil. Dan daddy Rehan berjanji, akan mengajak mereka ke Mall untuk membeli coklat kesukaan kedua putri kecil itu.
Mereka semua pergi dengan diantarkan oleh sopir keluarga papi Vincent, dengan menggunakan mobil mewah milik papi kandung Kevin tersebut. Tentu saja dalam perjalanan kali ini yang paling antusias adalah Malika, sebab keinginan nya semalam dapat terwujud.
#Flash back on,,,
"Dik, maafkan abang ya? Bukan nya abang enggak menganggap di Icha, tapi abang enggak mau dik Icha jadi ikutan sedih dan enggak bisa konsentrasi belajar di sekolah." Ucap Rahman yang sudah duduk di dekat Malika, mencoba memberikan pengertian pada princess keluarga Alamsyah tersebut.
"Dik Icha kan bentar lagi ujian sekolah? Dik Icha harus fokus biar lulus, agar bisa segera melanjutkan ke SMU. Kalau dik Icha udah SMU, abang yakin.. mommy pasti akan memberikan kebebasan pada dik Icha untuk berteman dengan siapapun, termasuk dengan abang. Dik Icha mau kan, kita bisa sering jalan bareng?" Bujuk Rahman dengan berbisik.
Mendengar kata-kata Rahman, wajah cantik itu semakin berbinar. "Benarkah? Kalau begitu, Icha akan rajin belajar," balas Malika antusias, "tapi, Icha tetap masih marah sama abang, kecuali..." Malika menghentikan ucapan nya dan wajah nya kembali cemberut.
"Kecuali,,, apa dik?" Tanya Rahman, seraya menatap dalam netra kebiruan yang indah milik Malika.
"Besok, abang harus ngajak Icha jalan-jalan," pinta Malika dengan merajuk.
"Maaf dik, kalau itu abang enggak berani.. kecuali mommy dan daddy memberikan ijin," balas Rahman dengan tegas.
Mommy Billa yang sedari tadi memperhatikan kedua nya tersenyum, "boleh aja bang, kalau kalian mau jalan-jalan. Asal rame-rame perginya," ucap mommy Billa, yang terdengar merdu di telinga Rahman.
"Makasih mom,," ucap Malika dengan netra berbinar.
"Tapi kak Icha harus ingat pesan mommy ya, bang Rahman dan kak Icha hanya sebatas berteman.. karena kak Icha harus fokus dengan sekolah nya dulu," nasehat mommy Billa pada sang putri.
Malika mengangguk patuh, sedangkan Rahman mengulas senyum lebar dan mengangguk hormat pada mommy Billa dan daddy Rehan yang juga tengah menatap nya.
#Flash back off,,,
"Daddy,, benal ya, nanti kita mutel mutel ke mall dan beli coklat yang buanyak,,," tagih Maira, tatkala abang dan kakak-kakak nya hendak berangkat jalan-jalan.
"Mela,, abang nanti juga dibelikan ya?" Pinta Mirza, sebelum diri nya naik kedalam mobil.
"Enggak mau, bang Milza salah sebut nama Mela.." protes Maira, seraya cemberut. "Coba panggil nama Mela secara benal, nanti Mela belikan coklat sama pelmen," tawar nya pada Mirza.
"Iya,, iya,, Maira gemoy... bang Mirza belikan coklat yang banyak ya, permen nya enggak perlu," balas Mirza, kali ini dia sedang tak ingin menggoda adik nya.
"Nah, gitu dong... balu nama nya anak pintal," Maira mengacungkan ibu jari nya.
Daddy Rehan dan mommy Billa yang berdiri di belakang putri kecil nya itu tersenyum, "sudah bang Mirza, sana naik.. sudah ditungguin sama yang lain tuh," titah mommy Billa, pada putra nya.
Mirza pun berpamitan pada daddy dan mommy nya, dan kemudian bergegas naik kedalam mobil.. menyusul saudara nya yang lain. Dan sedetik kemudian, mobil tersebut bergerak meninggalkan halaman mansion yang luas milik oma Carla.
Fira dan Dion selaku yang paling senior, memutuskan untuk mengajak Bayu, Devi, Rahman dan adik-adik nya ke taman Asterix. Yaitu taman bermain di Paris yang bertemakan serial komik Perancis.
Taman Asterix pertama kali dibuka tahun 1989, yang terkenal di seluruh Perancis sebagai salah satu taman bermain dengan wahana roller coaster terbaik. Di sana terdapat wahana roller coaster terbalik, atau roller coaster setinggi 30 meter dengan kecepatan 80 kilometer per jam.
Pasangan Fira dan Dion, Bayu dan Devi, serta Rahman dan Malika, menaiki roller coaster yang memacu adrenalin tersebut.
Malika sangat senang, karena bisa duduk berduaan dengan pangeran tampan pujaan hati, meski status nya saat ini hanya sebagai teman. Tapi Malika yakin, sang mommy sebenarnya merestui hubungan diri nya dengan Rahman.. hanya saja saat ini, diri nya masih belum cukup umur untuk menjalin hubungan secara serius.
Rahman teringat pesan mommy Billa tadi yang diucapkan dengan berbisik kepada nya, "bang, tolong jaga Icha untuk mommy ya.. dan bersabarlah menungggu hingga, saat nya Icha cukup usia."
Mengingat pesan mommy Billa tersebut, Rahman tersenyum.. dia semakin yakin bahwa mommy Billa dan daddy Rehan menyetujui diri nya berhubungan dengan princess keluarga Alamsyah tersebut, hanya saja untuk saat ini diri nya harus bersabar.
Itu sebab nya, ketika tadi Malika ingin di peluk pinggang nya saat berjalan usai mereka menaiki roller coaster.. Rahman segera meminta bantuan Fira untuk memapah Malika yang jalan nya masih sempoyongan karena pusing. Rahman tak ingin bersentuhan langsung dengan Malika secara berlebihan, Rahman takut.. baik diri nya ataupun Malika akan sulit mengendalikan diri dan justru terlena.
"Kenapa enggak bang Rahman aja sih yang bantuin Icha?" Protes Malika, ketika Fira segera memeluk pinggang nya.
"Bang Rahman kan cowok Cha, dan bukan saudara kita," balas Fira, mencoba memberikan penjelasan.
Malika pun akhir nya hanya bisa menurut, dan Fira kemudian membawa Malika menuju bangku taman yang tak jauh dari wahana tersebut, sambil menungggu adik-adik nya yang masih asyik dengan dunia nya.
Sedangkan Bayu dan Devi, memisahkan diri sebentar dan asyik ber-selfie ria mengabadikan momen kebersamaan mereka berdua.
"Honey, kita foto di sana yuk," ajak Bayu, seraya menunjuk bangku yang di belakang nya terhampar taman bunga yang indah.
Devi mengangguk, dan segera berlari kecil menuju bangku tersebut. Mereka berdua duduk saling menempel, dengan tangan Bayu yang melingkar di bahu Devi.
"Kondisikan tangan lu Bay,," seru Dion, yang ternyata membuntuti adik sepupu nya.
"Udah jauh-jauh ke Paris, tetep aja ada satpam nya," gerutu Bayu, sedangkan Devi hanya tersenyum.
"Kita cuma mau foto bro,," seru Bayu, membela diri.
"Tapi kan pose nya enggak harus seperti itu Bay...?!" Dion masih saja protes dengan posisi tangan Bayu, yang tadi merangkul Devi.
"Iya,, iya,, bang Dion,," balas Bayu akhir nya mengalah.
Dion kemudian membantu mengambil kan gambar mereka berdua, dengan berbagai pose.
"Kayak foto prewed aja,,," gerutu Dion, karena Bayu banyak mau nya.
"Mumpung ada fotografer amatiran,," balas Bayu meledek.
"Sialan lu Bay, udah di bantuin juga.. malah ngeledek," Dion cemberut seraya melempar ponsel milik Bayu kepada tunangan adik sepupu nya itu.
Bayu terkekeh,,
"Udah, udah,, pada ribut melulu dari tadi. Yuk ah, balik ke sana," ajak Devi.
Dan mereka kemudian segera kembali ke tempat dimana Fira, Malika dan Rahman masih duduk di sana.
Sedangkan Mirza, Annas, dan kedua putri papi Vincent Nadine dan Naomi, mereka menikmati pertunjukan karakter-karakter favorit dari serial komik Astérix dan melihat beragam hewan-hewan yang muncul di serial komik tersebut dengan di dampingi dua sopir keluarga papi Vincent.
Mereka berempat juga menyaksikan pertunjukan ikan lumba-lumba dan juga singa laut, yang sangat menghibur.
Setelah puas bermain di taman tersebut, mereka semua kemudian segera pulang karena besok pagi mereka harus kembali ke negara nya masing-masing.
to be continue,,,