All About KEVIN

All About KEVIN
TMI : Barakallahu Laka...



Keesokan harinya, keluarga besar Alamsyah beserta besan.. kecuali keluarga mertua Zaki yang tak dapat hadir karena sedang ada acara keluarga, beserta keluarga besar Antonio dan juga keluarga ayah Yusuf dari Brunei Darussalam tengah bersiap untuk menuju hotel milik keluarga ayah Yusuf.


Hotel yang terletak di pusat kota yang akan dijadikan sebagai tempat akad nikah Fira, tepat pukul sepuluh waktu setempat. Dan resepsi yang mengundang seluruh kolega ayah Yusuf, yang akan digelar nanti malam di lantai tertinggi hotel tersebut... telah siap menerima rombongan keluarga besar pemilik nya, juga keluarga besar Dion.


Satu lantai dikosongkan untuk digunakan oleh keluarga besar ayah Yusuf dan bunda Fatima yang akan menginap di sana, begitu pula dengan keluarga Dion yang juga sudah disiapkan beberapa kamar.. karena ayah Yusuf menginginkan, ada malam ramah tamah antara dua keluarga besar usai resepsi di selenggarakan nanti malam.


Jadi, meskipun kediaman dokter Rudi,, om nya Dion, jarak nya tak terlalu jauh dari hotel tersebut, ayah Yusuf tetap menyediakan kamar untuk mereka semua menginap di hotel milik nya.


Iring-iringan mobil mewah koleksi keluarga ayah Yusuf, meninggalkan halaman kediamannya untuk menuju hotel. Sedangkan keluarga kecil ayah Yusuf sendiri sudah berada di sana, sejak pagi hari tadi.. karena menemani Fira, yang di rias oleh MUA professional di dalam kamar pengantin.


Pukul sepuluh kurang lima belas menit, semua keluarga ayah Yusuf dan bunda Fatima.. beserta besan keluarga Alamsyah, telah berkumpul di ballroom hotel.


Mereka semua duduk dengan tertib mengelilingi meja panjang, yang akan dijadikan sebagai tempat akad nikah antara Fira dan Dion.


Sepuluh menit kemudian, rombongan keluarga besar Dion tiba di hotel tersebut. Mereka di sambut oleh daddy Rehan dan sahabat-sahabat nya di lobi, dan kemudian langsung di ajak menuju ballroom.


Kini semuanya telah menempatkan diri di kursi empuk, dengan cover kain berenda berwarna gold yang telah tersedia di sana. Begitupun dengan Dion dan kedua orang tua nya, yang menempati kursi khusus yang mengelilingi meja panjang tersebut.


Om Rudi juga nampak telah duduk di kursi saksi, bersama daddy Rehan. Ya, kedua om Fira dan Dion itulah yang di daulat oleh ayah Yusuf dan tuan Hadi untuk menjadi saksi pernikahan putra putri nya.


Tepat pukul sepuluh, petugas pencatat nikah dari kota setempat hadir di ballroom bersama manager hotel yang di utus ayah Yusuf untuk menjemput petugas tersebut.


Kini semuanya telah duduk dengan tertib, dan di saat yang bersamaan.. Fira yang wajah nya tertutup veil atau kain tipis yang terbuat dari bahan organdi, berjalan dengan anggun di gandeng oleh kakak ipar nya dan sang bunda.


Fira di duduk kan tepat di samping Dion, yang sedari tadi melihat ke arah datang nya sang calon mempelai wanita nya. Jantung Dion berdesir, tatkala Fira telah duduk di samping nya.


Aroma wangi parfum Fira, yang selalu dirindukan Dion tatkala mereka berdekatan.. kini semakin menyeruak, menembus rongga hidung dan masuk dengan bebas kedalam paru-paru nya. Membuat degup jantung Dion berdetak dengan sangat cepat, secepat pelari jarak pendek yang memenangkan medali emas di olimpiade.


Sedangkan Fira tertunduk malu, wajahnya nya yang tertutup veil berwarna putih transparan terlihat merona merah. Jantung Fira pun tak kalah cepat berdetak, bahkan Fira merasakan di dalam perut nya seolah ada ribuan kupu-kupu yang mengepakkan sayap nya secara bersamaan. Menggelitik, menimbulkan sensasi yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.


"Ehm,," suara dehaman petugas pencatat nikah, mengurai lamunan Dion dan Fira.


Keduanya saling pandang sesaat, dan sedetik kemudian Dion menganggukkan kepala kepada petugas tersebut sebagai tanda bahwa dirinya telah siap untuk melangkah.


Dan opa Alvian langsung mulai membuka acara pada pagi hari yang cerah itu, di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dilantunkan sendiri oleh Zaki.. yang kini bacaan Al-Quran nya begitu fasih dan terdengar merdu, kemudian di lanjutkan dengan penerimaan dan sambutan dari kedua belah pihak keluarga.


Dari pihak keluarga Dion diwakili oleh opa Wira, kakek kandung Dion dan dari pihak keluarga Fira, di wakili oleh opa Sultan.. karena opa kandung Fira dari pihak ayah Yusuf telah tiada.


Acara berikut nya adalah khutbah nikah, yang di sampaikan oleh kakek Ilyas. Sejatinya, khutbah nikah memiliki fungsi sebagai pembekalan bagi pasangan yang menikah. Khutbah ini juga menjadi penyemangat bagi para hadirin yang masih belum menikah, untuk segera menikah. Selain itu, khutbah nikah juga menjadi pengingat bagi semua yang hadir,,, tentang pentingnya menjaga keutuhan dalam pernikahan.


Usai khutbah nikah disampaikan, acara selanjut nya adalah ijab qabul.. acara inti, yang sudah di nanti dengan tidak sabar oleh kedua mempelai yang sempat menjalin kisah asmara jarak jauh atau long distance relationship.


Kedewasaan, rasa saling percaya serta cinta yang tulus.. mampu membuat mereka berdua melewati masa-masa sulit, menjalani hubungan yang terpisah jarak ribuan kilometer itu.


Kini ayah Yusuf tengah menggenggam erat tangan calon menantu nya, tatapan ayah Yusuf begitu hangat dirasakan oleh Dion.. hingga membuat Dion, merasa mantap untuk melangkah. Mengucap ikrar suci untuk menjadi kan Fira sebagai pendamping hidup nya yang sah menurut hukum dan agama.


Dengan mengucap basmalah, ayah Yusuf menikahkan putri nya, Safira Azzahra Putri Yusuf dengan laki-laki pilihan putri nya tersebut dengan suara nya yang penuh wibawa. Netra coklat ayah Yusuf nampak berkaca-kaca, tatkala melepaskan putri nya untuk laki-laki yang saat ini ada di hadapan nya.


Bunda Fatima menepuk lembut punggung ayah Yusuf, bunda cantik itu tahu persis.. ayah Yusuf sangat menyayangi putri satu-satu nya itu.


Usai ayah Yusuf mengucap ijab, dengan tegas Dion mengucap qabul sebagai penerimaan nya terhadap Fira seutuhnya. Dimana tanggung jawab Fira kini telah beralih ke pundaknya, tanggung jawab untuk menafkahi Fira lahir dan batin serta membahagiakan nya.


Tepat di saat Dion menyelesaikan membaca qabul nya, kedua saksi pun mengesahkan. "Sah.." yang diikuti oleh semua yang hadir di sana, sebagai pertanda bahwa kini Dion adalah imam dalam rumah tangga dan Fira sebagai makmum nya.


Mereka berdua akan berjalan bergandengan tangan untuk saling menguatkan, mengarungi bahtera yang arus nya kadang tenang tapi menghanyutkan.


Kadang beriak tanda bahwa masalah yang mereka hadapi sebenarnya tak terlalu besar, kadang datang bagai gelombang tsunami yang bisa memporak-porandakan bangunan yang bahkan telah kokoh berdiri sekalipun.


Dan disinilah, rasa saling di butuhkan.. saling pengertian, saling memahami, saling mengalah untuk menuju kemenangan bersama dan bahagia selama nya.


Barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir, terdengar do'a untuk kedua mempelai di langit kan,, do'a untuk keberkahan dan kebaikan bagi pasangan yang baru saja melangsungkan ijab qabul tersebut.


Do'a yang artinya, “Semoga Allah memberikan berkah untukmu, semoga Allah memberi berkah padamu dan menghimpun kalian berdua (sebagai suami istri) dalam kebaikan.” Aamiin...


🌷🌷🌷🌷🌷 tbc,,,