
Waktu terus berjalan, hari berganti dan minggu pun berlalu. Tanpa terasa, seminggu telah terlewat dari acara ulang tahun kembar Malik dan Malika. Dan hubungan Rahman Malika semakin erat terjalin dengan komunikasi yang intens, meski kedua nya jarang sekali bertemu.
Hal itu, tak lain karena daddy Rehan dan juga mommy Billa sangat ketat menjaga pergaulan putra putri nya. Begitupun dengan Kevin, yang senantiasa siaga menjaga adik perempuan nya itu.
Dan Kevin bersama sang istri serta teman-teman baik nya, kembali menyibukkan diri dengan bisnis e-commers yang dikelola nya. Berbagai inovasi baru diluncurkan untuk menggaet lebih banyak mitra dan juga untuk menarik pasar, agar orang-orang tertarik mengunduh aplikasi yang ditawarkan dan menggunakan nya untuk berbelanja segala kebutuhan.
Mereka bekerja sedikit lebih ekstra dari biasa nya, selagi masih libur panjang dan perkuliahan juga masih belum masuk. Kevin dan teman-teman nya memanfaaatkan waktu dengan sebaik-baik nya, agar nanti saat sudah aktif kuliah.. mereka bisa fokus dengan dunia perkuliahan yang baru.
Penambahan tenaga sebagai admin juga tengah mereka pikirkan, agar mereka tak lagi mengurus hal-hal teknis seperti itu. Dan lowongan pun mulai mereka buka, dan mereka memprioritaskan pada teman-teman sekolah nya dahulu dengan memasang iklan di group alumni sekolah angkatan mereka.
Dan yang menjadi target mereka adalah, teman-teman yang berkompeten, cerdas, punya keinginan untuk maju.. namun terkendala biaya, dan Kevin selaku CEO nya tak main-main dengan tawaran upah yang akan diberikan. Kevin menawarkan upah, di atas upah minimum regional yang berlaku saat ini.
"Bro, ini enggak ketinggian upah nya? Penghasilan lu bakalan berkurang banyak lho,," Tanya Bayu, menyelidik.
"Enggak apa-apa Bay, mereka lebih membutuhkan nya dari pada gue," balas Kevin enteng.
"Tapi tambahan dua juta untuk Lima admin, itu arti nya penghasilan lu berkurang sepuluh juta tiap bulan nya bro,," Bayu masih kekeuh mempertanyakan keputusan Kevin.
"Hanya segitu, enggak masalah Bay.. Insyaallah akan dapat ganti yang lebih banyak." Balas Kevin penuh keyakinan.
Ya, upah dari masing-masing admin akan ditambah dua juta tiap bulan nya yang akan di ambil dari uang pribadi Kevin. Dan uang segitu bagi Kevin, memang tak seberapa. Karena penghasilan nya sebagai CEO dari bisnis e-commers yang dia diri kan saat ini, sudah setara dengan gaji seorang general manager dengan masa kerja lama di perusahaan bonafide,,, bahkan bisa lebih jauh di atas nya.
Belum lagi sejak diri nya menikah, daddy Rehan menyerahkan hak Kevin sebagai pemilik perusahaan yang di Bali sepenuh nya untuk di kelola Kevin sendiri. Meski awal nya Kevin menolak, karena merasa masih belum membutuhkan,,, dan biaya hidup nya dan sang istri selama ini pun masih di tanggung oleh sang daddy, namun daddy Rehan tetap memaksa agar Kevin mau menerima nya.
Sehingga mau tak mau, Kevin akhir nya menerima hak nya itu. Dan Salma lah sebagai istri, yang di minta oleh Kevin untuk mengelola seluruh harta milik nya.
Meski demikian, Kevin dan Salma tidak menjadi takabbur dengan harta yang dimiliki nya. Bahkan diam-diam, Kevin merencanakan membangun kantor untuk bisnis e-commers yang saat ini di geluti nya.
Kevin juga berencana membuka cabang di Jakarta, untuk perusahaan nya yang di Bali. Karena Kevin seperti nya enggan untuk meninggalkan ibukota, dan akan mengelola perusahaan yang nanti nya akan di pusatkan di Jakarta.
"Sudah mulai di pasang kan iklan nya?" Tanya Kevin menatap Dion, yang jago dalam desain dan dipasrahi untuk memasang iklan.
Dion mengacungkan ibu jari nya, "beres bro," balas nya singkat.
"Sudah banyak yang komen nih," timpal Rahman, yang melihat group chat di ponsel nya.
"Assalamu'alaikum,,," ucap salam seseorang yang baru datang, mengalihkan perhatian mereka semua.
"Wa'alaikumsalam,," jawab mereka semua, serempak.
"Dik Icha,, kok gak kasih kabar kalau mau datang kesini?" Tanya Rahman terkejut.
"Hehehe,, surprise bang," jawab Malika seraya tersenyum manja.
"Dik, sama siapa?" Tanya Kevin, seraya mengedarkan pandangan ke pintu.
"Minta dianterin pak Imron tadi, tapi pak Imron nya langsung Icha suruh pulang," balas Malika, dengan tersenyum penuh arti.
"Kok di suruh pulang?" Kevin mengernyit.
Ya, hari ini adalah hari sabtu dan sekolah Malika libur. Dan seperti biasa tiap weekend keluarga besar Antonio akan berkumpul, dan menghabiskan weekend bersama keluarga besar tercinta.
"Enggak bisa dik, ini abang sama kak Salma mau keluar.. ada perlu dulu, sebelum ke kediaman nenek?" Tolak Kevin.
"Yah,, Icha sama siapa dong? Masak naik taksi?" Malika mengerucutkan bibir nya.
"Enggak apa-apa kali mas, Icha ikut sama kita? Kita tunda dulu rencana ke apartemen nya,," bisik Salma, di telinga sang suami.
Kevin menggeleng,, "enggak bisa baby, seminggu ini kita gak punya waktu spesial untuk berduaan.. di rumah utama, selalu saja ada gangguan. Dan nanti malam di paviliun nenek juga pasti sama, banyak gangguan. Lagian di sana nanti kita akan membahas acara resepsi untuk minggu depan dan pasti nya itu akan menguras energi baby... Jadi, aku butuh charge energi sekarang agar bisa tetap fokus dalam menjalani hidup," balas Kevin lirih, seraya tersenyum penuh arti.
Ya, sejak hari ulang tahun Malik dan Malika,,, kejahilan bukan hanya di dominasi oleh Mirza, tapi juga mulai meracuni pikiran kembar bungsu.
Jika dulu daddy dan mommy nya yang selalu menjadi sasaran kemanjaan Maira dan Maida setiap kali mau tidur, hingga sang daddy seringkali di buat pusing karena harus menahan keinginan nya untuk berduaan dengan mommy Billa.. kini giliran abang nya dan sang istri yang menjadi sasaran kemanjaan kembar bungsu tersebut.
Setiap akan tidur, kedua gadis kecil itu akan meminta pada Salma untuk dibacakan dongeng hingga tertidur. Tak jarang, karena mereka lama enggak tidur-tidur, hingga akhir nya Salma ikut tertidur di kamar si kembar. Begitupun dengan Kevin, yang menemani sang istri.
Dan hari ini, ketika semua pekerjaan nya dapat diselesaikan dengan cepat.. Kevin berencana membawa sang istri ke apartemen, untuk menghabiskan waktu setengah hari di sana. Sebelum sore hari nanti Kevin dan sang istri merapat ke kediaman keluarga Antonio, untuk bergabung bersama saudara-saudara nya yang lain.
"Bro,, gimana kalau nanti sore Icha gue yang antar?" Tawar Rahman, meminta ijin pada teman baik nya itu.
Sejenak Kevin berpikir, sebenar nya dia ragu.. meski Kevin tahu, kalau Rahman adalah cowok yang baik. Tapi Kevin tidak yakin dengan adik nya yang masih labil, di tambah tingkah centil sang adik yang bisa saja membuat Rahman tergoda dengan sikap Malika.
"Udah, di bolehin aja mas.. Rahman pasti bisa jaga Icha. Sekali-kali boleh lah kasih kepercayaan sama Icha, agar dia juga mulai belajar bertanggung jawab pada diri nya sendiri." Lirih Salma, yang melihat keraguan di wajah sang suami.
Kevin mengangguk,, "baik lah bro, titip adik gue ya? Tolong jaga dia," pinta Kevin penuh harap.
"Pasti bro,, gue juga enggak bakalan merusak cewek yang gue sayang," balas Rahman dengan mantap.
Kevin menepuk pundak Rahman, "makasih bro," ucap Kevin tulus.
"Bang, jadi Icha di bolehin nih di antar pulang sama bang Rahman?" Tanya Malika dengan wajah berbinar.
"Iya, tapi ingat ya dik.. jangan merepotkan, kasihan bang Rahman," ucap Kevin menasehati sang adik.
"Don't worry bang,,,"
"Oke, abang tinggal dulu ya.." pamit Kevin pada adik nya.
"Dik Icha, kakak pergi dulu ya,," Salma pun pamit pada Malika, "mari semua, kami duluan.."
Kevin dan Salma segera berlalu meninggalkan base camp, dengan bergandengan tangan dengan mesra. Tujuan nya adalah apartemen milik sang daddy, untuk charge energy agar bisa tetap fokus menjalani hidup.. begitulah alasan Kevin.
to be continue,,,
🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa bunga dan kopi nya ya.. buat charge energy seperti di abang 😊😊