
Kevin membetulkan duduk nya, mencari posisi ternyaman. Putra sulung daddy Rehan itu mengulas senyum, melihat sang daddy yang terlihat penasaran. "Iya dad, ini tentang Bayu dan Devi. Kami terpaksa pulang lebih awal dan membatalkan liburan kami, karena permintaan Bayu," Kevin menatap daddy nya dengan intens.
Daddy Rehan mengernyit.
"Bayu ingin melamar Devi dad, mereka berdua sudah lama berpacaran. Bayu tidak ingin terus-terusan menambah dosa, dengan berdekatan sama Devi." Ucap Kevin menjelaskan keinginan teman baik nya itu.
"Bagus, kalau mereka berdua memang saling suka dan bisa berpikir dewasa." Balas daddy Rehan memberi kan apresiasi, "lantas, kenapa abang bicara kan ini sama daddy?" Tanya daddy Rehan, pura-pura belum mengerti arah pembicaraan putra nya.
"Menurut Devi dan juga Dion, sepupu nya Devi.. om Gunawan orang nya selektif dan pilih-pilih dalam menentukan pasangan untuk putra putri nya, dan Devi khawatir papa nya tidak bisa menerima Bayu karena Bayu berasal dari keluarga sederhana. Daddy kan tahu kalau pak Zainal seorang guru.. yang status sosial nya berbeda jauh dengan om Gunawan?"
"Kevin sudah janji ingin membantu mereka berdua dad,, dan Kevin mohon sama daddy, agar daddy mau menemani Bayu dan ayah nya besok malam. Tadi Bayu kasih kabar sama Kevin, kalau papa nya Devi bersedia meluangkan waktu untuk menemui Bayu dan ayah nya besok malam," pinta Kevin, menjelaskan keinginan nya.
Sejenak daddy Rehan terdiam, daddy tampan itu menarik nafas dalam dan menghembus nya perlahan.
"Daddy dan orang tua teman-teman dekat abang itu memang sudah kenal baik, meski kami belum memahami karakter masing-masing secara mendalam. Kalau dilihat sekilas, karakter om Gunawan itu memang sedikit keras.. tapi daddy yakin, demi kebahagiaan anak nya setiap orang tua pasti mau mengalah."
"Daddy akan bantu sebisa daddy untuk meyakinkan om Gunawan, tapi daddy tidak dapat mengintervensi keputusan beliau dalam menentukan pasangan untuk putri nya. Jadi, apapun keputusan om Gunawan besok malam, kalian harus bisa menerima nya dengan ikhlas."
"Yang penting Bayu dan Devi sudah berusaha, dan kalian sebagai teman-teman terbaik mereka berdua juga sudah membantu dengan maksimal.. adapun untuk hasil nya, itu mutlak urusan Yang Maha Kuasa." Ucap daddy Rehan menasehati putra nya.
Kevin mengangguk, "ya dad, Kevin akan sampaikan pada Bayu dan Devi.. juga pada yang lain nya," balas Kevin, dengan tersenyum senang. Remaja tampan itu merasa lega, karena daddy nya mau membantu Bayu.
"Daddy perlu bicara dulu sama pak Zainal sebelum kita ke rumah om Gunawan besok malam, bisa kamu atur waktu nya?" Daddy Rehan menatap putra nya.
"Bisa dad, Kevin akan komunikasikan dengan Bayu," balas Kevin, dengan penuh semangat. "Makasih ya dad, atas waktu nya," lanjut Kevin tersenyum lebar.
"Sejak kapan abang jadi formal seperti ini? Daddy akan selalu punya waktu untuk abang, karena abang adalah putra daddy... putra pertama daddy dan mommy yang sangat kami sayangi, abang harus ingat itu,," daddy Rehan menatap intens manik biru putra nya.
"Ya dad, Kevin tahu itu.. dan Kevin juga sangat menyayangi daddy dan mommy," balas Kevin dengan tersenyum hangat pada daddy nya.
Daddy Rehan membalas senyum putra nya, "sudah, abang istirahat dulu sana,,," titah daddy Rehan, mengusir putra nya secara halus tatkala dilihat nya mommy Billa tengah menuruni anak tangga.
*****
Malam yang di tunggu Bayu pun tiba, sesuai kesepakatan di obrolan group TTM.. Bayu beserta ayah dan ibu nya, serta Rahman, berkumpul di kediaman keluarga Alamsyah untuk membicarakan pertemuan dengan ayah nya Devi mengenai rencana lamaran nya kepada Devi.
Setelah pak Zainal dan daddy Rehan ngobrol sesama orang tua, tepat bakda isya mereka berangkat ke rumah Devi. Bayu dan ayah serta ibu nya, ikut di mobil Rahman seperti saat berangkat ke rumah utama tadi. Ya, Rahman lah yang menjemput Bayu dan kedua orang tua nya untuk pergi ke kediaman daddy Rehan.
Sedangkan daddy Rehan, bersama Kevin dan Salma, berada dalam satu mobil yang dikemudikan oleh pak Imron. Ada beberapa parcel yang telah di persiapkan mommy Billa, dan oleh pak Imron di masuk kan ke dalam bagasi mobil.
Kedua mobil berangkat beriringan menuju kediaman om Gunawan, yang jarak nya cukup jauh dari rumah utama. Setelah melaju di jalan raya selama setengah jam lebih, sampailah rombongan Bayu di kediaman ayah nya Devi.
Nampak Devi dan Dion sudah berdiri menyambut kedatangan mereka, di halaman rumah Devi yang megah.
Rahman dan pak Imron segera memarkir mobil nya, setelah mobil terparkir dengan sempurna,, mereka semua turun dari mobil.
Bayu bergegas menuju halaman rumah Devi, yang diikuti oleh kedua orang tua nya dan yang lain.
"Wa'alaikumsalam,," balas Devi dan Dion dengan perasaan haru, karena melihat dalam rombongan tersebut ada daddy Rehan.
Devi segera menyalami kedua orang tua Bayu, dan mencium punggung tangan kedua nya dengan takdzim. "Bapak, ibu, apa kabar? Maaf, Devi sudah lama tidak main ke rumah," ucap Devi tersenyum ramah.
"Kami baik nak Devi," balas ibu nya Bayu, dengan senyum nya yang hangat.
Devi kemudian menyalami daddy Rehan, "makasih daddy Rey sudah berkenan hadir untuk men support kami," ucap Devi dengan tulus, sambil mencium punggung tangan daddy Rehan.
"Nak Devi kan teman baik Kevin dan Salma, dan daddy sudah menganggap kalian semua sebagai anak daddy... jadi tidak perlu sungkan," balas daddy Rehan dengan tatapan hangat.
"Mari silahkan masuk,," ucap Dion dengan ramah, menuntun Bayu dan rombongan nya masuk ke dalam ruang tamu kediaman om Gunawan yang sangat luas.
Salma dan pak Imron yang membawa bingkisan untuk keluarga Devi, meletakkan bingkisan tersebut di atas meja yang berada di sisi yang lain.
"Ma,, pakai repot-repot segala sih, bawa-bawa bingkisan," protes Devi, menghampiri Salma yang sedang meletakkan beberapa parcel cantik di meja.
"Enggak repot kok Dev, ini tadi bu Diah yang nyiapin.. sama ada sedikit tambahan dari mommy," balas Salma, "oh ya, mommy titip salam buat elu," lanjut Salma, seraya menata bingkisan terakhir yang di bawa pak Imron.
"Wah, baik banget mommy mertua mu Ma,, kamu beruntung deh Ma, dapat mertua seperti daddy Rey dan mommy Billa." Ucap Devi.
Tepat di saat yang sama, papa dan mama nya Devi datang,, yang diiringi oleh Dion, "wah ada tamu rupa nya," ucap om Gunawan berbasa-basi.
Salma segera melangkah menuju sofa, dan duduk di samping sang suami. Sedangkan Devi, bergabung bersama mama dan papa nya.
Om Gunawan segera menghampiri tamu nya yang diikuti oleh sang istri, Dion dan Devi mengekor di belakang om Gunawan dan tante Linda.
Pak Zainal dan bu Diah segera berdiri.
"Apa kabar pak Zainal?" Tanya om Gunawan, sambil menjabat tangan tamu nya dan tersenyum ramah.
"Alhamdulillah baik, tuan Gunawan," balas pak Zainal dengan tersenyum hangat.
Tante Linda pun menyalami bu Diah, "saya Linda, mama nya Devi," tante Linda memperkenalkan diri pada tamu nya dengan mengangguk ramah.
"Saya Diah bu Linda, ibu nya Bayu," balas bu Diah dengan anggun, dan tersenyum hangat.
"Silahkan duduk bu, pak," ucap tante Linda dengan tersenyum ramah kepada tamu nya.
Om Gunawan dan sang istri pun duduk, dan diikuti oleh Devi dan Dion.
Om Gunawan mengedarkan pandangan nya, "Tuan Rehan?" Ucap om Gunawan terkejut, tatkala mendapati ada daddy Rehan diantara tamu nya yang duduk di sofa.
to be continue,,,