All About KEVIN

All About KEVIN
Rencana Persiapan Resepsi



Bakda isya, keluarga besar Alamsyah berkumpul di halaman samping kediaman ayah Yusuf dan bunda Fatima.. mereka akan menikmati makan malam di ruang terbuka, dengan menu spesial bakar-bakaran kegemaran keluarga besar tersebut.


Daddy Rehan, Kevin dan papi Vincent nampak kompak membakar ikan dan ayam untuk makan malam mereka. Awal nya memang terlihat sedikit canggung interaksi antara anak dan papi kandung nya itu, namun daddy Rehan yang memang dasar nya suka bercanda... tidak mengalami kesulitan dalam mencairkan suasana tersebut. Hingga akhirnya, Kevin dan papi nya tertular aura positif dari daddy Rehan dan membuat kedua nya menjadi lebih akrab.


Di tengah taman dimana terdapat meja panjang yang akan mereka gunakan untuk meletakkan menu makan malam,,, mommy Billa, mami Nina, dan Salma tengah menyiapkan nasi dan peralatan makan, serta akan membuat aneka minuman untuk menemani makan malam nanti.


Mommy Billa sesekali melihat kearah sang suami dan juga sang putra, yang sudah mulai mencair hubungan nya dengan papi kandung nya itu. "Nin.. lihatlah mereka," bisik mommy Billa kepada mami Nina, seraya menunjuk kearah suami-suami mereka dan juga Kevin.


"Alhamdulillah ya mbak Billa, papi bule sama abang Kevin bisa dekat gitu," ucap mami Nina terharu, melihat kehangatan anak dan papi kandung nya itu.


Mommy Billa mengangguk, "Iya, syukurlah.. mbak juga senang melihat nya," timpal mommy Billa, yang memang ikut berbahagia melihat kebahagiaan sang putra. "Dad, mommy bangga pada daddy. Mommy tahu, itu pasti karena daddy yang memulai," gumam mommy Billa dalam hati, seraya menatap sang suami dari kejauhan dengan tatapan penuh cinta.


Daddy Rehan yang juga sering mencuri-curi pandang kearah mommy Billa, dan merasa bahwa istri nya juga tengah memperhatikan nya.. langsung berjalan kearah sang istri. "Nina, Salma.. kalian disuruh ke sana sama suami-suami kalian," ucap daddy Rehan, dengan wajah serius.


"Kami?" Mami Nina menunjuk diri nya sendiri dan juga Salma.


Daddy Rehan mengangguk pasti, sedangkan mommy Billa merasa curiga.. "masak sih?" Tanya mommy Billa, nampak tak percaya.


"Udah, samperin gih," titah daddy Rehan, seraya mendorong pelan tubuh mami Nina,,, adik sepupi Devan, yang juga sudah dianggap nya seperti adik sendiri itu.


Kevin yang memperhatikan daddy nya berlalu, dan menghampiri ke arah sang mommy,,, mengernyit kan dahi nya, "daddy emang tak terpisahkan sama mommy," lirih nya bergumam.


Vincent yang masih bisa mendengar gumaman sang putra pun melihat kearah tangah taman, dan sedetik kemudian tersenyum. "Daddy Rey dari dulu memang sangat mencintai mommy mu son, dan dia adalah laki-laki yang sangat romantis," ucap papi Vincent, dan sedetik kemudian pandangan nya kembali fokus ke pekerjaan nya.


Sedangkan mami Nina langsung mengajak istri Kevin itu untuk mendatangi suami-suami mereka, "kalian memanggil kami? Ada apa?" Tanya mami Nina menyelidik.


Kevin mengerutkan kening, dan sesaat kemudian tertawa keras.. "dasar daddy, bisa aja cari-cari cara untuk bisa berduaan sama mommy," ucap Kevin, sambil geleng-geleng kepala.


Mendengar perkataan Kevin, papi Vincent dan mami Nina yang memang sudah sangat hafal dengan kelakuan putra mahkota keluarga Alamsyah itu saling pandang dan sesaat kemudian terkekeh. "Bang Rey sudah tua juga, kelakuan nya masih kayak anak muda saja,,, ngalah-ngalahin anak nya," ucap mami Nina dengan menahan tawa.


Sedangkan daddy Rehan kini terlihat asyik menggombali sang istri, dan terus saja merayu istri nya dengan jurus-jurus maut milik nya. "Dad,, diem dulu ah, kondisikan juga nih tangan nya!" Mommy Billa menggerutu, karena sang suami selain merayu nya juga nempel melulu dan tangan nya sulit untuk dikendalikan. Mommy Billa jadi kesulitan untuk membuat kan minuman untuk anak-anak.


"Jika tidak kenapa dik?" Tanya bunda Fatima yang tiba-tiba muncul, dan mengganggu kesenangan nya.


"Ck,, kakak, ganggu saja," balas daddy Rehan berdecak kesal.


Sementara bunda Fatima hanya mencebik dan tidak memperdulikan kekesalan adik kandung nya itu, bunda Fatima langsung membantu mommy Billa membuat teh hangat untuk para orang tua,,, karena mommy Billa nampak sedang membuat kan susu untuk anak-anak.


Sementara itu,,, Zaki, Fira dan kembar Malik serta Malika, nampak masih membakar sate. Sedangkan Mirza yang tengah bermain petak umpet bersama Nadin, Naomi, Annas, Azka dan kembar Maira dan Maida... sesekali datang ke tempat kakak dan abang nya yang sedang membakar sate, dan mengganggu kakak serta abang nya itu untuk membuat keributan kecil di sana.


Azka, adik nya Salma.. juga nampak langsung bisa akrab dengan keluarga besar kakak nya itu.


Opa Sultan, oma Sekar, oma Carla beserta orang tua Salma, duduk di bangku panjang di pinggir taman dan ditemani pula oleh Ayah Yusuf. Mereka ngobrol santai, dengan sesekali diiringi canda dan tawa. Kekaguman pak Sulaiman dan bu Widya semakin bertambah terhadap keluarga besan nya tersebut, "benar-benar keluarga ini, keluarga yang kaya sejati.. bukan hanya kaya dari segi matari tapi juga kaya hati," gumam pak Sulaiman dalam hati, seraya menatap seluruh anggota keluarga Alamsyah bergantian.


Besan nya yang tampan dan berwajah tegas, opa dari menantu nya yang sangat berwibawa, tuan rumah yang sangat bersahaja.. dan pak Sulaiman merasa benar-benar menjadi orang yang beruntung, bisa berada di tengah-tengah keluarga Alamsyah bahkan menjadi bagian dari keluarga tersebut.


Setelah menunggu cukup lama, semua makanan telah siap dan tertata rapi di meja panjang di tengah taman, kursi-kursi yang mengelilingi nya pun telah di persiapkan oleh asisten rumah tangga bunda Fatima.


Mommy Billa dan bunda Fatima segera mengajak anak-anak untuk mencuci tangan nya, sebelum pergi ke meja makan dadakan tersebut.


Sedangkan daddy Rehan, memanggil orang tua serta besan nya untuk menuju makan. "Pa, pak Leman, mari kita makan dulu... ngobrol nya bisa di lanjut nanti." Daddy Rehan mengiringi langkah opa Sultan dan oma Sekar, serta kedua besan nya seraya memeluk bahu oma Carla. Dan ayah Yusuf mengekor di belakang nya.


Makan malam santai ala keluarga Alamsyah pun dimulai, meskipun banyak anak-anak.. namun tak terjadi keriuhan di meja makan tersebut, karena anak-anak itu sudah terbiasa mengantri dalam mengambil makanan dan di mulai dari yang paling tua terlebih dahulu.


Tidak ada yang memulai makan dahulu sebelum semua mengambil dan mendapat makanan nya, hingga semua piring telah terisi sesuai dengan selera masing-masing.. barulah salah satu cucu keluarga Alamsyah akan memimpin do'a untuk memulai santap makan malam.


Mereka semua makan dengan tertib, anak-anak tak ada yang bercanda.. hanya sesekali terdengar obrolan dari para orang tua.


Tak berapa lama, acara makan malam outdoor itu pun usai.. dan anak-anak segera digiring mami Nina untuk naik ke atas dan melanjutkan bermain di sana, yang diikuti oleh Zaki dan Fira. Sebab para orang tua, akan membicarakan hal yang serius mengenai rencana persiapan resepsi untuk Kevin dan Salma.


to be continue,,,