All About KEVIN

All About KEVIN
Kamu adalah Kamus Hidup ku



Kevin dan Salma tiba di sekolah sepuluh menit sebelum bel berbunyi, kedua nya melangkah dengan santai menuju ke kelas nya yang berada di lantai dua.


Dari kejauhan, Monica menatap Kevin dan Salma dengan tatapan sinis. "Lu selalu aja menyalahkan cara gue! Memang nya, lu punya cara apa untuk memisahkan mereka?!" Tanya Monica dengan ketus, kepada seseorang yang berdiri di samping nya.


"Lu tahu kan Mon, siapa gue? Jonathan,,, selalu bisa mendapatkan yang di ingin kan!" Balas Nathan dengan penuh percaya diri, menatap tajam kearah Kevin dan Salma yang semakin menjauh dari pandangan nya.


"Tapi gue tak sebodoh lu, yang selalu saja bertindak ceroboh dan tanpa perhitungan! Dan apa yang lu lakukan selama ini, selalu saja menyakiti Salma.. dan gue tidak suka itu!" Nathan melirik Monica, dengan wajah kesal.


"Jika lu masih saja mencoba menyakiti dan mempermalukan Salma, gue juga bisa membuat wajah cowok incaran lu itu babak belur!" Ancam Nathan pada Monica.


Mendapatkan makian dan kata-kata pedas dari Nathan, membuat Monica mengepalkan tangan nya. "Lantas,,, menurut lu, gue harus bagaimana?! Lu sama sekali enggak bergerak, sedangkan hubungan mereka berdua semakin dekat!" Ketus Monica, menatap Nathan dengan marah.


"Gue bergerak Mon, tapi dengan cara yang manis.. yang tak akan pernah di sadari oleh Kevin," Nathan tersenyum seringai, entah apa yang di rencana kan nya untuk Kevin dan Salma.


Bel tanda masuk berbunyi, Monica pun berlalu dari hadapan Nathan seraya berteriak. "Terserah, apa yang akan lu lakukan Nathan! Gue juga akan lakukan, apa yang bisa gue lakukan!"


Nathan memukul dinding di samping nya dengan kesal, mendengar ucapan Monica barusan, "dasar, cewek bodoh! Ceroboh!" Puas melampiaskan kekesalan nya, Nathan pun berlari kecil menaiki anak tangga untuk menuju ke kelas nya di lantai dua.


Sementara di dalam kelas, di saat jam pelajaran sedang berlangsung.. Kevin mencuri-curi pandang kearah sang istri yang tempat duduk nya sejajar dengan bangku nya itu. Sesekali remaja tampan itu tersenyum, tatkala netra kedua nya saling bertemu.


Salma hanya menggeleng-gelengkan kepala, melihat tingkah suami nya yang seperti ABG yang sedang jatuh cinta. Menyadari isi pikiran nya sendiri, Salma menepuk jidat nya.. "lah kan, emang kami masih pantas disebut ABG?" Tanya Salma pada diri nya, dan Salma pun tersenyum dengan kekonyolan nya sendiri.


Hal itu terus berlangsung hingga bel istirahat berbunyi, sebagian besar siswa langsung berhambur keluar kelas untuk menikmati kebebasan sejenak. Sedangkan Salma, langsung mendekati sang suami. "Kita harus bicara," pinta Salma serius.


Kevin mengernyit, "apa ada masalah, baby?" Tanya Kevin, yang melihat keseriusan wajah sang istri.


Salma menatap Bayu, yang masih duduk di samping Kevin. Dan Bayu pun paham arti tatapan Salma, "gue tunggu kalian di tempat biasa," ucap Bayu seraya beranjak, dan kemudian mengajak Devi dan Rahman menuju taman yang berada di halaman belakang sekolah.. tempat favorit mereka, saat istirahat pertama.


"Ada apa baby?" Kevin mengulang pertanyaan nya, ketika Salma sudah duduk di bangku yang tadi nya di tempati Bayu.


"Apa di jam pertama tadi kamu bisa konsentrasi?" Tanya Salma, menatap tajam netra biru milik sang suami.


Kevin menyipitkan pandangan nya, "memang nya kenapa baby? Apa kamu pikir, aku enggak memperhatikan penjelasan guru karena aku terus-terusan memandangi kecantikan wajah mu?" Tanya Kevin, seraya menggombal.


Salma mencebik,


"Asal kamu tahu baby, justru dengan memandangi wajah mu.. konsentrasi ku semakin baik, dalam menerima setiap penjelasan guru. Karena kamu adalah penyemangat bagiku baby, penyemangat dalam belajar dan dalam bekerja mencari nafkah," lanjut Kevin dengan bersungguh-sungguh.


Wajah Salma merona merah, hati nya membuncah bahagia dan serasa melambung tinggi.


"Tapi,,"


"Kamu khawatir, jika guru memergoki ku yang tengah mengagumi istri cantik ku?" Tanya Kevin, memotong perkataan Salma.


Salma mengangguk.


"Jika ada yang menegur ku, aku akan katakan bahwa kamu adalah kamus dari setiap pelajaran yang mereka berikan. Karena dengan memandang mu, semua masalah dan persoalan akan dengan mudah terpecahkan,,, karena kamu, adalah kamus hidup ku baby," ucap Kevin, menatap intens manik hitam Salma.


Salma jadi merasa bersalah, "maaf, maaf,, aku enggak sengaja," ucap Salma, dengan mengusap lembut perut Kevin.


"Nanti malam, kamu harus mengobati nya baby," pinta Kevin, dengan manja.


Salma mengernyit, "apa nanti malam, kamu mau tidur di rumah ku?" Tanya Salma menyelidik.


Kevin menggelengkan kepala nya, dan tersenyum penuh arti.


Salma semakin bingung di buat nya, pasal nya.. enggak mungkin Kevin mengajak Salma tidur di rumah utama kediaman Alamsyah.. karena hal itu akan menimbulkan tanya, bagi adik-adik Kevin.


"Sudah, nanti kamu juga akan tahu," ucap Kevin, seraya menuntun sang istri keluar dari kelas menuju halaman belakang sekolah.


*****


Jam pelajaran telah usai, semua berhambur keluar dari kelas untuk kembali ke rumah masing-masing. Kevin, Salma dan ketiga sahabat nya keluar kelas bersama-sama.


"Bro, sis,, gue sama Salma ijin, gak bisa ikut ke basecamp siang ini. Tolong kalian handle ya?" Pinta Kevin pada Bayu, Rahman dan Devi, sambil berjalan kearah parkiran.


"Siap," balas ketiga nya bersamaan.


Salma mengernyit, "emang mau kemana?" Bisik Salma, yang berjalan di samping Kevin.


Kevin hanya menjawab dengan mengulas senyum.


Salma cemberut,,


"Yaelah Salma,, pakai nanya mau kemana? Ini kan weekend, ya pasti lah Kevin mau ngajakin lu kencan,," balas Devi, seraya mengedipkan mata pada Salma.


Salma menatap Kevin, menuntut penjelasan. Tapi Kevin pura-pura tidak melihat.


Mereka telah tiba di parkiran, "kami duluan ya," pamit Kevin, sambil membuka pintu mobil.


"Bye Dev.." Salma melambaikan tangan kepada Devi, dan kemudian segera masuk ke dalam mobil Kevin yang dikendarai oleh pak Imron.


Kevin menyusul sang istri dan duduk di samping istri cantik nya itu. "Jalan sekarang pak," titah Kevin pada sopir pribadi nya.


Pak Imron pun segera melajukan mobil nya, meninggalkan pelataran sekolah.. untuk menuju ke rumah Salma.


"Kevin, katakan pada ku.. kenapa kita pulang lebih awal? Dan tidak ke basecamp dulu seperti biasa nya?" Tanya Salma, yang masih penasaran.


Bukan nya menjawab, Kevin malah merebahkan kepala nya di pangkuan Salma. "Aku mau tidur sebentar baby," lirih nya, seraya memejamkan mata.


Salma menghela nafas panjang, tangan nya kemudian mulai membelai lembut kepala sang suami. Dan Salma pun mencoba untuk ikut memejamkan mata nya.


to be continue,,,