
Hari demi hari terus berganti, waktu pun terus berlalu. Kevin dan Salma menjalani aktifitas di sekolah, seperti hari-hari biasa nya dengan damai. Tak ada lagi yang mengganggu, atau mengusik kebersamaan mereka berdua.
Tak ada pula hal yang mencurigakan, dari sikap Monica ataupun Jonathan. Semua nya berjalan seperti biasa, seperti tatkala Kevin belum jadian sama Salma.
Namun Kevin tetap waspada dan pasang telinga, pasang mata.. untuk berjaga-jaga, agar sesuatu hal yang tidak diinginkan tak terjadi pada istri dan juga keluarga nya.
Setiap pagi, suami dari Salma itu akan menjemput sang istri. Dan sore hari, setelah belajar bersama teman-teman baik nya di base camp dan mengecek pekerjaan.. Kevin akan kembali mengantar sang istri pulang ke rumah baru nya.
Sejak beberapa waktu yang lalu, keluarga pak Sulaiman memang sudah pindah ke ruko yang berada tepat di depan sekolah dasar tempat ayah Salma itu bekerja. Bu Widya juga membuka toko kue di ruko tersebut, dan tidak lagi menyetorkan kue buatan nya ke warung-warung seperti dahulu.
Toko kue bu Widya semakin hari semakin ramai, dan itu karena tangan dingin Kevin dan Salma yang mempromosikan toko kue sang ibu melalui sosial media dan juga membuat kan toko online. Bu Widya juga sudah memiliki beberapa karyawan, yang salah satu nya khusus memegang toko online milik nya.
Saat ini, Kevin masih berada di ruko milik keluarga ayah mertua nya. Tadi dia pulang lebih awal, karena hari senin lusa dia dan Salma akan menjalani ujian akhir sekolah.
"Bu, pak, kami naik dulu ya," pamit Salma pada kedua orang tua nya, setelah kedua nya makan beberapa potong kue buatan sang ibu dan minum teh hangat.
"Iya, kalian istirahatlah dahulu," titah sang ibu, "pak Imron biar ngobrol sama bapak," lanjut nya seraya tersenyum pada sopir pribadi menantu nya itu.
Kedua nya pun bergegas naik ke lantai dua.
Sedangkan pak Imron hanya mengangguk dan tersenyum, "alamat,, bakalan sampai sore ini," gumam pak Imron dalam hati.
"Pak Imron kalau capek, juga bisa beristirahat dulu di kamar," ucap pak Sulaiman, sambil menunjuk sebuah kamar berukuran cukup luas yang terletak di samping dapur. Kamar tersebut berfungsi sebagai musholla.. tapi di sisi kamar sengaja di kasih satu ranjang berukuran sedang untuk beristirahat sejenak bagi karyawan-karyawan bu Widya.
"Iya pak Leman, santai saja.. kalau ngantuk, saya bisa tidur dimana saja," balas pak Imron tersenyum sopan.
Sementara dua sejoli yang masih menyembunyikan identitas nya di sekolah itu, kini sedang menuju ke kamar nya. Kamar yang cukup luas, yang dilengkapi fasilitas bak hotel berbintang dan juga kedap suara.. Kevin dan Salma sendiri yang mendesain kamar tersebut sewaktu ruko itu di renovasi, dan sebelum ditempati keluarga Salma.
Mereka berjalan dengan perlahan, khawatir membangunkan Azka yang tengah tertidur di depan televisi di ruang keluarga. Nampak nya anak itu baru saja bermain dan kelelahan hingga tertidur, mainan-mainan Azka masih berserak di sekitar kasur busa tempat bocah kecil itu tertidur dengan lelap.
Kevin membuka pintu kamar dengan pelan, dan segera mendorong tubuh sang istri untuk segera masuk kedalam kamar. Suami dari Salma itu nampak sudah tidak sabar ingin segera melepaskan rindu nya setelah hampir seminggu, mereka berdua berkutat dengan mata pelajaran dan pekerjaan yang saat ini tengah mereka geluti.
Ya, Kevin dan Salma lebih berhati-hati sekarang, mereka tak pernah lagi main di base camp semenjak siang itu. Mereka berdua juga tak pernah lagi ke apartemen sang daddy, hanya untuk bercinta. Kevin dan Salma hanya melakukan nya saat mereka ikut ngumpul bersama keluarga sang mommy dan sahabat-sahabat daddy nya, yaitu di hunian keluarga Antonio tiap akhir pekan.
Dan siang ini, mereka memiliki kesempatan untuk berduaan.. karena mereka pulang lebih awal, sehingga Kevin tak perlu khawatir akan terlambat sampai di rumah nanti nya.
Setelah mengunci pintu kamar, Kevin langsung mengunci tubuh sang istri di balik pintu. Dan dengan lembut, suami tampan Salma itu melabuhkan ciuman hangat nya di bibir sang istri. Salma memejamkan mata nya, menikmati sesapan dan luma*tan sedikit liar yang diberikan oleh sang suami.
Untuk beberapa saat lama nya, kedua nya hanyut dalam ciuman yang memabukkan. Hingga tiba-tiba saja, Salma mendorong tubuh atletis suami nya dan berlari menuju kamar mandi.
Kevin terkejut, dan hanya bisa menatap kepergian sang istri dengan wajah kecewa. Remaja tampan itu menyugar rambut nya dan mendesah kasar, dan Kevin segera menyusul sang istri ke kamar mandi.
Tok,, tok,, tok,,
Terdengar suara pintu kamar mandi di ketuk dari luar, Salma mendesah pelan.. dan kemudian segera menuju pintu untuk membuka nya.
Salma menjulurkan kepala nya, dan tersenyum manis. "Suami ku, maaf.. bisa kah aku minta tolong?" Pinta nya dengan suara manja dan tatapan lembut.
Kevin mengernyit, "jangan bilang bahwa kamu sedang datang bulan, baby,," ucap Kevin dengan perasaan was-was.
Salma mengangguk lemah, "maaf.." lirih nya.
Kevin mendesah kasar,, dan sejenak terdiam, "bukan salah kamu, apa yang kamu butuhkan? Oh ya, aku tahu baby,," ucap Kevin segera berlalu dari hadapan Salma.
Salma tersenyum lebar, dia senang karena suami nya bisa memahami keadaan nya. "Aku pasti akan memberimu servis istimewa suami ku, kamu enggak perlu kecewa," gumam nya lirih.
"Servis istimewa bagaimana maksud kamu baby?" Tanya Kevin, yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Salma sambil membawa pembalut dan ****** ***** ganti untuk sang istri.
Ya, Salma sudah kembali masuk ke kamar mandi dan dia lupa tidak menutup nya kembali.
"Kevin,, cepat sekali?!" Salma nampak terkejut dengan kehadiran suami nya yang tiba-tiba itu.
"Aku sudah hafal tempat nya, jadi enggak perlu nyari lagi kan?" Balas Kevin datar, "tadi kamu bilang, mau kasih servis istimewa.. servis apa? Untuk siapa?" Tanya Kevin dengan tatapan curiga.
"Ada deh,," balas Salma seraya tersenyum seringai, "kamu keluar dulu sana, aku mau pakai ini dulu," pinta Salma, seraya mengambil pembalut dan ****** ***** dari tangan sang suami.
"Enggak mau, aku mau lihat kamu memakai nya baby," tolak Kevin, sambil menyandar kan tubuh nya di dinding kamar mandi.
"Kevin, keluar,, ini tuh jorok! Aku malu..." Salma mendorong-dorong tubuh sang suami, agar segera keluar dari kamar mandi.
Tapi tubuh atletis Kevin sama sekali tak bergerak, dan seolah nempel di dinding kamar mandi tersebut.
Salma membuang kasar nafas nya, sedang kan Kevin masih setia menatap nya dengan senyuman khas nya yang mematikan.
Salma mendekatkan wajah nya ke telinga sang suami, dan kemudian membisikkan sesuatu. "Tunggulah aku di ranjang kita suami ku, setelah ini.. aku akan membuat mu melayang dengan caraku," suara Salma mendesah dan disertai hembusan kasar nafas nya yang terasa panas di kulit putih Kevin.
Bulu-bulu remaja tampan itu meremang seketika, akibat ulah nakal istri nya, "apa, apa yang akan kamu lakukan pada ku baby?" Tanya Kevin polos.
Salma mengerling nakal, "tunggu aja yah,, kejutan,," ucap Salma, sambil mendorong kembali tubuh suami nya agar segera keluar... Kevin hanya menurut dan segera keluar dari kamar mandi.
to be continue,,,