
Pagi ini, Kevin dan Salma beserta semua teman-teman dekat nya telah berada di kantor nya yang baru. Edo dan tim, serta Dika dan dua orang pegawai nya juga sudah stand by di dalam cafe.
Cafe tersebut sudah di tata sedemikian rupa, dan untuk sementara meja serta kursi nya di singkirkan ke tempat lain dan dibuat lesehan.. karena di ruang cafe ini, syukuran pembukaan kantor baru milik Kevin akan diselenggarakan.
Kevin mengecek persiapan catering yang dia serahkan pada Dika, "bang Dika, gimana dengan catering nya? Sudah ready semua kan?" Tanya Kevin memastikan.
"Siap," balas Dika seraya memberikan kode oke dengan jari nya.
Kevin mengangguk dan tersenyum, "bagus, makasih bang," balas Kevin dengan hangat.
Ya, Kevin hanya menyiapkan catering dan menyetting tempat untuk penyelenggaraan syukuran kantor baru nya. Dia memang tidak menyiapkan acara khusus, sebab Kevin hanya mengundang dua keluarga besar nya saja yaitu keluarga besar Alamsyah dan Antonio serta ayah dan ibu nya Salma.
Waktu terus bergulir, sambil menunggu keluarga besar nya datang.. Kevin dan yang lain nya ngobrol hangat, dengan ditemani kopi dan camilan yang disiapkan oleh Dika.
Satu persatu keluarga besar Kevin mulai berdatangan, dan Kevin beserta sang istri serta yang lain menyambut nya dengan senang hati.
Nampak nenek Lin, kakek Ilyas datang bersama rombongan keluarga opa Alvian beserta nenek bibi. Tak lama kemudian menyusul keluarga om Ilham, yang datang bersamaan dengan keluarga om Alex.
Mereka langsung ikut duduk dengan tertib dan bergabung bersama teman-teman Kevin dan juga pegawai Kevin yang lain, hanya Iqbal yang nampak berlarian kesana-kemari mencari perhatian semua orang.
"Abang,, daddy Rey, belum datang ya?" Tanya Iqbal, dengan gaya nya yang lucu.
"Belum dik, paling bentar lagi.. ada apa memang nya?" Balas Kevin dengan bertanya.
"Iqbal mau minta dibeliin mobil remot yang besar sama daddy Rey," balas Iqbal dengan polos.
"Kok minta sama daddy Rey nya bang Kevin? Kenapa enggak minta sama ayah Ilham?" Tanya Kevin pura-pura tidak tahu, padahal semua orang tahu bahwa anak-anak geng tampan tidak segan untuk meminta dibelikan mainan sama daddy Rehan secara langsung,, termasuk Iqbal, keponakan bontot kesayangan daddy.
"Enggak, nanti uang ayah habis. Minta sama daddy Rey aja yang uang nya banyak," balas Iqbal yang disambut tawa oleh opa Alvian dan om Alex, sedangkan om Ilham hanya tersenyum.
"Kamu salah nang,, uang ayah mu tuh banyak banget, sumber dana nya ada banyak. Tapi dasar ayah mu aja yang pelit," sindir om Alex, seraya melirik adik ipar nya itu.
"Uang Ilham kan untuk persiapan lahiran bunda nanti pakdhe," Ilham membela diri, tak mau dikatakan pelit.
"Iya, ayah benar pakdhe. Bentar lagi kan adik nya Iqbal lahir, jadi butuh uang yang banyak untuk beli popok buat adik... begitu kata bunda, iya kan bun?" Iqbal menatap bunda nya, meminta pembenaran atas ucapan nya yang sering dia dengar dari bunda nya itu.
Tante Jihan menutup mulut nya, menahan tawa.
"Yang beliin popok buat adik kan budhe sama oma cantik nang,, dan untuk biaya rumah sakit, nanti akan dibayar sama budhe Billa. Jadi uang ayah kamu itu utuh nang," ucap tante Nisa, seraya geleng-geleng kepala.
"Ya udah sih budhe, biar aja uang ayah utuh.. kan nanti ayah mau beli pesawat terbang pribadi kayak punya daddy Rey," balas Iqbal tanpa dosa.
"Nah bener banget tuh nang.. kamu minta gih tambahan dana sama opa dan pakdhe," bujuk om Ilham seraya tersenyum nyengir.
"Enak aja, mentang-mentang bontot.. sana sini tinggal minta, kerja.. kerja.." tolak om Alex pura-pura ketus, padahal asisten setia daddy Rehan itu sangat menyayangi suami dari adik sepupu nya itu.
"Nang, jangan lupa nanti kamu juga minta tambahan dana sama daddy tampan ya?" Bujuk om Ilham pada putra sulung nya.
Tepat di saat yang sama rombongan keluarga daddy Rehan datang bersama opa Sultan dan oma Sekar, dan bareng pula ayah, ibu dan Azka yang tadi sekalian di jemput oleh pak Imron. Dan di belakang daddy Rehan, rombongan keluarga om Devan juga telah sampai.
"Maaf ya bang mommy telat, tadi jemput opa sama oma dulu di bandara," ucap mommy Billa seraya memeluk sang putra.
"Iya mom, enggak apa-apa. Belum mau mulai kok.. dan pasti nya tidak akan pernah di mulai sebelum orang nomor satu yang paling berarti dalam hidup Kevin belum hadir di sini," balas Kevin seraya menatap hangat netra teduh sang mommy.
Mommy Billa tersenyum lebar, sedangkan daddy Rehan terlihat cemberut. "Jadi daddy bukan yang nomor satu nih son..." ucap daddy Rehan dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
Daddy Rehan menepuk pelan punggung sang putra, "dan kamu adalah putra pertama daddy yang selalu daddy banggakan," daddy Rehan kemudian melerai pelukan nya.
"Silahkan duduk dad, mom.." setelah sang mommy dan sang daddy duduk, Kevin pun menyalami yang lain yang baru saja datang.
Baru saja semua nya duduk, nampak satu lagi rombongan datang.. ternyata papi Vincent dan keluarga nya, beserta oma Clara. Dan di belakang nya menyusul bunda Fatima, yang hanya datang bertiga, bersama Fira dan putra bungsu nya, Annas.
Bunda Fatima sebenar nya datang bersama opa Sultan dan oma Sekar, tapi beliau dan kedua anak nya singgah sebentar ke butik milik nya... hingga beliau baru sampai ke kantor Kevin.
Kevin menyambut hangat kedatangan papi kandung dan mami sambung nya, dan memeluk nya dengan erat.
"Papi bangga pada mu son,," ucap papi Vincent, pria bule itu kehabisan kata-kata untuk mengungkap kan rasa bangga nya pada sang putra. Melihat keberhasilan Kevin di usia nya yang masih sangat belia, namun dia sudah menunjukkan kemandirian dan meraih kesuksesan nya.
"Makasih, papi udah bersedia jauh-jauh datang kemari," balas Kevin, dan kemudian melerai pelukan nya.
"Hey, bicara apa kamu son. Kamu putra papi, apapun yang kamu pinta, jika papi sanggup maka akan papi penuhi," balas papi Vincent dengan raut wajah serius.
Kevin mengangguk dan tersenyum, "Kevin percaya itu pi," ucap Kevin.
"Son, papi punya hadiah untuk mu.." Papi Vincent mengeluarkan sebuah akses card, "papi membelikan kalian berdua unit apartemen tak jauh dari sini," lanjut papi Vincent seraya menatap putra nya dan juga Salma bergantian.
Kevin mengernyit,, "yang di jalan utama menuju kampus itu pi?" Tanya Kevin, seraya menerima akses card tersebut. "Wah, makasih banyak pi," lanjut Kevin dengan wajah berbinar.
Om Ilham yang melihat semua itu pun berbisik pada om Alex, "tuh bang, Kevin aja yang duit nya udah banyak.. cuma dapat hadiah satu unit apartemen aja, girang banget kan? Maka nya bang, meski duit Ilham juga udah banyak.. tapi tetep aja kalau ada yang kasih sesuatu pasti senang, karena itu bentuk dari rasa syukur kita bang."
Om Alex mencibir,, "ya kalau di kasih sih emang harus bersyukur dik, dengan menunjukkan rasa senang kita pada orang yang ngasih. Tapi jangan juga kemudian kita jadi ngarep pengin di kasih mulu?!" Sindir om Alex.
Om Ilham hanya tersenyum nyengir, mendapat sindiran dari abang ipar nya itu.
Opa Alvian dan om Devan yang masih bisa mendengar bisik-bisik itu pun hanya geleng-geleng kepala.
Sedangkan bunda Fatima yang baru datang pun mendekati keponakan nya, "putra kesayangan bunda, congrats ya.. masih muda, mandiri, sudah sukses pula.. bunda bangga pada mu sayang," ucap bunda Fatima seraya memeluk Kevin.
"Makasih bunda, ini semua berkat doa dan kasih sayang tulus dari bunda yang cantik jelita," balas dan puji Kevin pada kakak dari mommy kandung nya itu.
"Bunda sudah tua sayang, pasti nya bunda kalah cantik dari neng Salma mu ini," ucap bunda Fatima, seraya melerai pelukan nya dan kemudian memeluk Salma.
Salma tersenyum bahagia dan membalas pelukan hangat bunda Fatima, "makasih bunda, mohon do'a nya selalu ya bunda, semoga rumah tangga kami bisa seperti rumah tangga ayah dan bunda," ucap Salma lirih.
"Aamiin,, pasti nak, bunda pasti akan mendo'akan yang terbaik untuk putra putri bunda." Balas bunda Fatima seraya melerai pelukan nya.
Fira pun memeluk Kevin dan Salma bergantian, dan setelah menyalami semua saudara nya yang lain.. Fira kemudian duduk di samping Devi, yang tak jauh dari Dion. Kedua nya sempat saling pandang sejenak dan kemudian saling melempar senyum sebelum kemudian Fira duduk dengan nyaman.
Sedangkan Annas dan kedua putri papi Vincent, langsung duduk bergabung bersama putra putri geng tampan.
Setelah semua nya duduk, Kevin pun mempersilahkan opa Sultan untuk memberikan sambutan. Tak banyak yang opa Sultan sampaikan, hanya ucapan syukur dan apresiasi nya atas keberhasilan sang cucu. Dan sedikit wejangan agar Kevin dan teman-teman nya tetap rendah hati meskipun sudah sukses, dan jangan pernah lupa untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Setelah papa Sultan mengakhiri pidato singkat nya kini giliran kakek Ilyas, yang akan memimpin do'a untuk membuka secara resmi kantor baru milik Kevin.
Dengan khusyuk kakek Ilyas mendo'akan untuk kelancaran, kemudahan dan keberkahan bagi usaha Kevin dan teman-teman nya. Do'a-do'a terbaik itu dipanjatkan dan diamini oleh semua yang hadir, dan kakek Ilyas menutup do'a nya dengan membaca ummul kitab... al-fatekhah.. aamiin.
to be continue,,,