
Ayah, bunda, boleh ya Zaki belajar di pesantren dulu barang setahun? Setelah selesai dari pesantren, Zaki janji akan melanjutkan kuliah sesuai anjuran ayah dan bunda," pinta Zaki memelas, kala ayah Yusuf nampak kurang setuju dengan permintaan orang tua Delia yang menuntut sesuatu yang dirasa ayah Yusuf memberatkan putra nya.
"Biar saja lah yah, biar bang Zaki belajar di pesantren dulu dan membuktikan pada ayah gadis itu bahwa abang mampu menjadi pendamping yang baik untuk Delia," bujuk bunda Fatima, yang tidak tega melihat sang putra yang nampak bersedih.
"Tapi bun, syarat dari beliau itu sangat berat loh. Apalagi sebelum nya, abang kan belum memiliki basic tentang ilmu nahwu dan shorof sama sekali?" Tegas ayah Yusuf.
"Ayah lupa ya? Dulu kan tantangan dari papa juga sangat berat buat ayah? Tapi ayah Yusuf yang ganteng dan hebat, mampu membuktikan pada papa Sultan kalau ayah pantas untuk bersanding bersama bunda kan?" Bunda Fatima mengingatkan perjuangan sang suami kala itu, sambil melancarkan rayuan maut nya.
Ayah Yusuf tersenyum lebar, tapi sedetik kemudian kembali serius. Ayah tiga anak itu menghela nafas panjang, "kan beda bun,, tantangan dari papa kan sesuai dengan bidang yang ayah tekuni? Nah, kalau bang Zaki kan enggak bun?" Ayah Yusuf masih nampak keberatan.
Zaki menggeleng, "Zaki akan berusaha semampu Zaki saja ayah, dan jika ternyata Zaki kurang beruntung.. InsyaAllah Zaki ikhlas," ucap Zaki dengan yakin.
🙏🙏🙏🙏🙏
Yuk, ikuti kisah Zaki dan berikan dukungan kalian ya bestie 🤗😘