All About KEVIN

All About KEVIN
Kevin Akan Pulang



"Ya nak, dan tuan Rehan tadi juga datang kemari untuk meminta maaf pada bapak karena nak Kevin sudah membuat istri bapak celaka." Sejenak pak Leman menghentikan bicara nya, meneliti wajah tampan Kevin dan mencari tahu reaksi dari teman sekolah putri nya itu.


"Darimana daddy tahu kalau yang aku tabrak ibu nya Salma? Apa daddy mengenal bapak dan ibu Widya? Kevin tidak pernah menceritakan tentang bapak dan ibu pada daddy,,?" Cecar Kevin dengan banyak pertanyaan, dan terlihat bingung.


"Apa nak Kevin pernah menceritakan tentang teman-teman nak Kevin di sekolah?" Tanya pak Leman balik, dan mengabaikan pertanyaan Kevin.


"Iya pak tapi hanya pada mommy, karena setiap Kevin pulang sekolah.. mommy selalu bertanya, Kevin ngapain saja di sekolah dan sama siapa? Jadi, Kevin selalu terbuka sama mommy tentang semua hal.. termasuk teman-teman dekat Kevin, diantaranya Salma," balas Kevin sambil melirik gadis cantik berhijab di samping nya.


Pak Leman mengangguk-angguk, "kamu beruntung nak, memiliki orang tua yang sangat perhatian seperti nyonya Nabila. Apa yang dilakukan beliau adalah bentuk kasih sayang dan perhatian nya yang begitu besar pada nak Kevin," ucap pak Leman seraya tersenyum.


"Meski nak Kevin hanya bercerita pada mommy nya nak Kevin, pasti nya nyonya Nabila akan membagi cerita nya pada tuan Rehan. Dan asal nak Kevin tahu, setiap orang tua pasti ingin tahu siapa sajakah teman-teman anak nya dan bagaimana latar belakang nya?"


"Iya pak, mommy memang pernah tanya juga tentang orang tua teman-teman nya Kevin. Dan Kevin sempat cerita, kalau bapak bekerja di sekolah nya Mirza," balas Kevin mengingat-ingat.


"Bapak memang sudah sering bertemu dengan tuan Rehan saat beliau mengantar nak Mirza ke sekolah, tapi kami hanya saling melempar senyum. Dan semenjak kalian satu sekolah di SMA Nusantara, tuan Rehan kadang-kadang menyempatkan waktu nya untuk sekedar ngobrol dengan bapak."


Kevin mengangguk-angguk,, "lantas, kenapa daddy tidak menunggu Kevin di sini?" Tanya Kevin masih tak mengerti.


"Sengaja tuan Rehan tidak ingin nak Kevin tahu, karena beliau ingin nak Kevin menenangkan diri dahulu. Jadi ketika nak Kevin pulang, itu atas kemauan nak Kevin sendiri dan bukan karena paksaan." Ucap pak Leman menjelaskan.


Sejenak Kevin terdiam, begitu pun dengan pak Leman dan juga putri sulung nya.


Nampak Kevin mengambil ponsel dari dalam saku celana nya, dan kemudian membuka layar nya, "bapak benar, mereka semua mengkhawatirkan Kevin pak," ucap nya seraya melihat-lihat panggilan masuk di ponsel nya.


Kevin kemudian membuka aplikasi chat, dan di sana ada banyak sekali chat dari saudara-saudara nya,, diantara nya dari sang mommy, dan Kevin memilih membuka chat dari mommy nya itu.


"Abang, saat abang buka pesan dari mommy ini... langsung telpon mommy ya nak, mommy khawatir sama abang. Apa pun yang terjadi, percayalah bang... mommy dan daddy selalu sayang sama abang, dan sayang mommy tak pernah berkurang sedikit pun," setelah membaca pesan dari sang mommy, Kevin nampak berlinang air mata.


"Maaf pak,, Salma,, Kevin telpon mommy Kevin dulu ya?" Kevin meminta ijin.


"Bapak kedalam dulu ya nak Kevin, jika kalian sudah selesai.. segera lah masuk, hari sudah sangat malam," titah pak Leman, seraya beranjak meninggal kan kedua remaja tersebut.


Kevin hanya mengangguk, mengiyakan.


"Kevin,, aku juga masuk ya," ucap Salma seraya berdiri.


Reflek Kevin memegang tangan Salma, "tetap lah di sini Salma, temani aku," pinta nya seraya menatap Salma dengan tatapan penuh arti.


Kembali pandangan Kevin fokus di layar ponsel, dan kemudian mendial nomor sang mommy. Tepat pada panggilan pertama, telpon nya di angkat. "Assalamu'alaikum bang,, abang dimana sekarang? Apa abang baik-baik saja?" Tanya sang mommy dari seberang sana, nampak sangat khawatir.


"Mom,, maafin abang mom, abang sudah bikin mommy khawatir. Abang baik-baik saja kok mom, dan saat ini,, abang masih di rumah Salma," balas Kevin merasa bersalah pada sang mommy, karena telah membuat wanita cantik yang telah mencurahkan kasih sayang nya sejak dia masih kecil itu jadi khawatir.


"Abang pulang sekarang ya nak,, biar di jemput sama daddy?" Pinta sang mommy dengan suara lembut, suara yang selalu dirindukan Kevin dan membuat hati nya selalu tenang.


"Mom, abang,," Kevin menggantung ucapan nya.


"Pulang ya nak, kita bicarakan nanti di rumah. Mommy tidak akan bisa tidur, kalau abang masih di luar sana nak,,," rajuk Nabila, mencoba membujuk putra nya.


"Baiklah mom,, Kevin akan pulang," balas Kevin menyetujui.


"Tunggu kami ya nak, kami akan jemput abang di rumah Salma," ucap sang mommy sangat antusias.


"Tidak perlu mom, Kevin bisa pulang sendiri," tolak Kevin, yang tak ingin menyusahkan orang tua nya.


"Jangan nak, pikiran kamu masih belum tenang bang. Tunggu lah di sana, kami akan menjemput abang," titah Nabila kekeuh, dan tak ingin dibantah.


Kevin yang mengerti keinginan mommy nya adalah perintah untuk anak-anak nya, hanya bisa mengiyakan dan patuh, "baiklah mommy, Kevin akan tunggu di rumah Salma. Assalamu'alaikum mom,," Kevin mengakhiri pembicaraan nya pada sang mommy, dan kemudian menutup telpon nya.


Kevin menoleh kearah Salma, begitu pun dengan gadis cantik itu, Cukup lama netra keduanya saling bertaut, seolah sedang bercengkrama dalam diam. Dan sedetik kemudian, Salma menundukkan pandangan nya.. dia tersenyum, tersipu malu.


Begitu pun dengan Kevin, remaja tampan itu senyum-senyum sendiri dan netra biru nya nampak berbinar.


"Kevin,, yuk, kita masuk," ajak Salma seraya berdiri, dan tergesa-gesa hendak melangkah. Karena grogi, kaki nya tersandung dan hampir saja gadis itu terjatuh jika Kevin tak sigap menangkap nya.


Tubuh Salma jatuh dalam pelukan Kevin, dan kembali netra keduanya nya saling bertemu,,, Kevin mengulas senyuman manis nya pada gadis berhijab yang saat ini masih berada dalam pelukan nya, dan Salma menyambut senyuman dari teman sekelas nya itu dengan senyuman manis nya.


Cukup lama kedua nya berada di posisi seperti itu, hingga suara berat seseorang dari luar halaman rumah Salma mengagetkan kedua nya, "hai, sedang apa kalian.. malam-malam masih berduaan!" Tegur orang tersebut seraya berjalan mendekat kearah Salma dan Kevin, yang diikuti oleh beberapa orang di belakang nya.


Reflek, kedua nya saling melepaskan diri... dan mereka berdua terkejut, melihat ada beberapa orang yang menghampiri kedua nya, "Pak RT?" Ucap Salma bingung,,


"Maaf pak, ini tidak seperti yang bapak-bapak lihat." Ucap Kevin mencoba untuk tenang.


to be continue,,,